Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Perhelatan akbar


__ADS_3

Malamnya acara resepsi dilakukan pukul 5 sore sampai pukul 9 malam untuk sesi pertama dan sesi kedua pukul 9 malam hingga 11 malam. Kedua mempelai bersiap menuju acara resepsi dengan tema rock n roll sesuai keinginan Hilda.  Setelah memastikan polesannya sudah bagus, ia memilih  sepatu cats.


"Keren kalian," ucap mua


"Ini ideku lo mbak."


"Oh begitu, keren sekali ide nya."


"Ya udah ayo sayang, kasihan udah pada nunggu."


"Baiklah suamiku."


Kedua mempelai pun akhirnya sudah di tempat acara tepatnya dekat kolam renang. Dan sebuah pertunjukan di persembahkan oleh Marvel dan Kayla untuk menambah suasana kegembiraan atas pernikahan adeknya.


"Selamat malam semua, saya Marvel dan ini istri tercinta saya Kayla. Kami akan mempersembahkan sebuah lagu untuk mempelai. Semoga terhibur."


Dan semua memberikan tepukan riuh pada mereka berdua atas lagu romantis berjudul 'Dengarkanlah'.


Dan pertunjukkan kedua, para cowok  serta pasangan  mempelai menari diatas panggung semua semakin bersorak karena gerakan mereka begitu luwes bak penari handal.


"Huuuu."


Prok


Prok


Setelah penampilan mereka, acara lanjut istirahat sejenak kemudian diikuti mempersilahkan para undangan memberikan selamat pada kedua mempelai.


"Gila tadi sumpah keren, kak," ucap Dira pada Willi


"Itu karena Marvel mengajak kami, Dir. Awalnya aku nggak pede aja."


"Sumpah bak oppa Korea kalian."


"Oh ya," Willi mengedip-ngedipkan matanya genit


"Apaan sih."


Dan acara sesi pertama seslesai lanjut sesi kedua hingga pukul 11 malam, Kayla melihat twin sudah mulai menguap segera ia mengajak babysitter naik ke kamarnya.


"Vel, aku ajak anak-anak naik ya. Dia ngantuk kayaknya."


"Baiklah sayang, ayo aku antar."


"Udah disini aja nggak apa."


"Tidak ada penolakan."


Kayla menyunggingkan senyuman lalu mereka kembali ke kamarnya yang di vvip memang mereka gunakan jika memang membutuhkannya.


"Nah, udah sampai. selamat istirahat sayang."


"Kamu juga jangan larut ya."


"Baik tuan putri."


Marvel menutup pintu kamar lalu kembali ke acara adeknya. Semakin lama semakin rame yang hadir di acara tersebut. Hingga ada kejadian membuat Marvel kesal, saat ia mengambil minuman ada yang sengaja menabrak lalu menumpahkan minuman pada jasnya.


"Ops sorry tuan. Mari saya bantu bersihkan."


"Pergi kau."


Marvel kemudian buru-buru ke toilet membersihkannya tak lama ia kembali dan bertemu seseorang.


"Hai Vel," sapa gadis cantik bernama Revi mantan pacarnya


"Siapa?"


"Masak lupa, aku Revi mantan yang kau buang."


"Oh itu,  kau terlihat beda."

__ADS_1


"Jadi kamu mau kan balikan sama aku," ucap Revi sambil mendekati Marvel


"Idih, sorry. Aku udah  ada istri cantik nan seksi."


Marvel berlalu tanpa memperdulikan Revi, tapi Revi tidak tinggal diam ia mengikuti kemana Alden pergi. Ia sesungguhnya penasaran sama cewek yang statusnya istri itu. Saat Marvel tepat di depan kamar, Revi  melihat ada yang yang membuka ia mengintip agak jauh.


"Wajahnya kok nggak jelas sih."


Revi melihat Marvem masuk, ia bergegas kembali turun dan akan merencanakan sesuatu sebagai balas dendam.


Di sisi lain, Raka dan Hilda baru saja selesai acara dan kini berada di kamar pengantin. Hilda mencoba membuka resletingnya tapi tak sampai akhinya minta bantuan suaminya.


"Kak, bisa minta tolong bukain resletingnya."


"Bukain yang lain juga boleh," celetuknya Raka mengulas senyuman


"Apaan sih."


Raka menelan ludah kasar saat melihat keelokan tubuh istrinya seketika ia mengecup bahu putih mulus istrinya.


"Arggghh kak."


"Udah kamu mandi dulu."


Sungguh Hilda malu sejadi-jadinya saat suaminya hanya menyentuh sejenak. Ia pun ngacir masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah merah tomat. Raka melihat istrinya hanya terkekeh dan beralih pada ponselnya.


Sedangkan Hilda di kamar mandi menggerutu sendiri.


"Uh kak Raka, buat aku jantungan aja."


Setelah berendam hampir setengah jam akhirnya Hilda keluar dengaýn piyama handuknya. perlahan ia mendekati suami untuk segera membersihkan diri.


"Kak."


Dilihatnya ternyata suami sudah dialam mimpi, saat akan melepas piyamanya ia terkejut tangannya ditahan Raka.


"Tunggu aku."


Raka masuk kamar mandi lalu berendam karena badannya terasa lengket. Saat asyik berendam, terdengar ponsel nya berdering.


"Waalaikumsalam den, ini bibik. Nyonya Rere kecelakaan."


"Apa!" pekik Raka


"Bagaimana bisa."


"Saya kurang tahu, aden bisa tanya nanti. Di rumah sakit terdekat."


"Makasih bik. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Raka menutup telpon buru-buru keluar dari kamar mandi, Hilda mendengar  teriakan Raka lantas bertanya.


"Ada apa kak?"


"Itu Mama kecelakaan. Kita harus kesana sekarang sayang."


"Baik kak, aku ganti baju."


Tak lama, keduanya turun dan menuju rumahsakit. Di ruang ugd, nampak perawat sedang membersihkan luka pada wanita paruh baya tersebut. Raka dan Hilda muncul bertanya pasien laka.


"Mbak, barusan pasien laka dimana, ya."


"Oh masih di ugd tuan."


"Terima kasih."


Raka dan Hilda masuk ruangan ugd, disana perawat baru saja selesai mengobati. Dan perawat itu memindahkan ruangan vip. Saat sudah di ruangan vip, Raka mendekati  Mamanya.


"Ma, kok bisa kecelakaan. Mama  ngantuk ya."

__ADS_1


"Buka Ka, tapi ada seseorang mencoba menyerempet mobil Mama. Tapi Mama nggak tahu siapa itu."


"Mama punya musuh."


"Nggak Ka, Mama selama ini baik aja nggak ada apa-apa selama bolak balik Singapura Indo."


"Jadi siapa Ma."


Sekian menit Raka berpikiran jika Papanya yang berusaha mencelakai.


"Jangan-jangan Papa, Ma."


"Kenapa kau berpikir seperti itu."


"Karena Mama dulu yang menggugat Papa kan, mungkin balas dendam."


Rere mencoba berpikir apa yang dikatakan putranya, ia ingat saat dulu minta cerai pada Ari karena lelaki itu berkhianat. Tapi Ari berusaha mempertahankan dan ia menjelaskan jika semua jebakan dari wanita sialan dan sayangnya Rere tak mau mendengar penjelasan apapun dari Ari.


Rere menghela nafas  saat mengingat hal itu , hal yang tragis bagi dirinya dan putra tercinta.   Raka melihat raut kesedihan diwajah Mamanya , ia berusaha menenangkan.


"Sabar ya Ma, Raka akan mencari tau siapa yang berusaha mencelakai."


"Makasih Ka, Hil. Maafin Mama nyusahin kalian."


"Ngga kok Ma, Hilda seneng bisa sama Mama."


Raka pun menyuruh Mama untuk beristirahat begitu pula istrinya, ia melihat nampak lelah istrinya untuk segera tidur.


"Malam sayang, istirahat ya. Kita tunda dulu buat adek Berlian nya," goda Raka membuat Hilda merah seperti tomat.


Sebelum Raka ikut menyusul kealam mimpi, ia mengirim  pesan pada Marvel untuk bertemu keesokan harinya.


.....


Dan paginya di hotel, Marvem bangun saat istrinya tak berada disampingnya. Ia meraba tapi si penghuni tak ada ditempat. Ia melihat ponsel istri masih ada diatas nakas, ia memanggil istri juga tak disahut.


"Sayang, kau di kamar mandi kah?" teriak Marvel


"Dimana dia," tanya diri sendiri


Sesaat ia melihat ponselnya ada notif pesan, ia membukaka dan membacanya lalu ia mencoba menelpon.


"Halo assalamualaikum Ka, ada apa?"


"Waalaikumsalam Vel, bisa ketemu. Ada hal penting aku mau bicarain."


"Oke nanti siang ya, di kafeku."


"Ok nanti aku kesitu. Assalamualaikum."


"Waaikumslaam."


Marvel menutup telpon dan bernaja dari ranjang mencuci muka setelahnya mencari istri tercinta.


.........


Sedangkan  yang dicari sedang asyik menikmati buburnya  di pinggir jalan depan hotel. Tapi sesaat ada seorang perempuan menyapanya.


"Boleh gabung."


"Oh iya boleh."


"Sendirian."


"Oh ya, tapi sebenarnya ada suami tapi masih tidur."


"Udah lama nikahnya."


Kayla merasa privasinya ditanyakan oleh orang asing, mencoba mengalihkan dan buru-buru pergi dari tempat itu.


"Pak, makasih ya."

__ADS_1


"Hei, aku mantan Marvel."


Langkah Kayla terhenti saat ucapan dilontarkan orang itu


__ADS_2