Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Ada apa denganku?


__ADS_3

Bebi juga sudah menghubungi Hesti, Wina, dan Rina untuk bersiap juga. Kini, wanita hamil muda itu menyambar sling bag dan pergi menemui suami di kamar.


Bebi masuk ke dalam kamar, tapi tak ada.


"Kemana dia," gerutu Bebi


Saat akan berbalik terbukalah pintu kamar,  Bebi menoleh dengan sorotan tajam membuat pria dicintainya terkekeh.


"Kau mau kemana, sayang."


Bebi tak menghiraukan tetap melenggang dan Ben makin mempercepat langkahnya mengejar istri. Ben celingukan mencari sosok yang ia cari sedari tadi, akhirnya terlihat duduk di pojok.  Ben berjalan menghampiri istri.


"Sayang, kau marah?"


"Siapa?"


"Ya kamu lah."


"Nggak," ucapnya melengos


"Kau makin cantik kalau marah deh," rayu Bebn membuat Bebi tersenyum tipis


"Kau itu sungguh menyebqka tuan dingin."


"He .. Maaf sayang."


Selang beberapa menit para sahabat baru muncul, wajah ketiganya terlihat malas.


"Sorry bos, perut ku tak bisa diajak kompromi dulu," cengir Rudi


"Lalu yang lain."


"Sama," seru kompak


"Astaga, kalian makan apa tadi malam."


"Semuanya bos."


Ben dan Bebi menepuk jidat bebarengan saat tahu mereka bisa sekompak ini soal urusan perut. Tak mau menjamur lebih lama lagi, Ben mengajak mereka untuk berkeliling di kota ini.  Saat asyik ber swafoto, sekilas Ben melihat seseorang yang ia kenal bersama wanita tak asing menurutnya. Segera ia memastikan lewat telepon.


"Halo Fer, kau dimana?"


"Aku di kantor, ada apa bos?"


"Beneran," ucap Ben menyelidik


"Kau itu bos tapi keponya minta ampun."


"Hei, itu demi kebaikan."


"Iya-iya saya mengerti. Udah ya, mau makan nih bos."


"Ya sudah, bye."


Ben menutup telpon lalu kembali pada istri dan para sahabat


"Kau habis dari mana?" tanya Bebi sambil makan cemilan yang di tangannya


"Telepon Ferry."

__ADS_1


"Ada masalah?"


"Tak ada, hanya memastikan keberadaannya."


"Kau itu mengalahkan emak-emak kompleks aja. Keponya melebihi mereka," celetuk Bebi


Ben seketika menggeleng kepala pelan lalu mencubit hidung mancung istrinya


"Ih, kau sayang selalu saja, hidungku," ucapnya mengerucutkan bibir tapi malahan Ben menyambar bibir manis itu


Para sahabat melihat adegan hot di depan mata sontak menutup mata para istri. Alden dan para anak sahabat Mami bersorak ria, sontak Arga terkejut lalu melepaskan pagutannya.


"Wah ini, bos nggak ada akhlak."


"Kakak emang the best," celetuk Axel


Sungguh Rio ingin  menyumpal mulut sahabatnya itu, seenak jidat bermain ciuman di depan umum membuat ia ingin juga melakukannya,ck.


Di tempat lain tepatnya di apartemen, selesai berbelanja bersama Ferry dan Rika kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Dan tak lama, Rika keluar dari kamar lalu mulai memasak untuk makan malam bersama Ferry. Rika berusaha memberikan terbaik buat pria yang menolongnya, suatu saat ia akan menyerahkan diri saat semua sudah siap.  Saat asyik memasak ada seseorang bersandar di dinding menatapnya, Rika terkejut melihat keberadaan Ferry yang mengejutkan.


"Fer."


"Kau istirahatlah, biar aku saja."


"Ini bentar lagi selesai."


"Udah, kamu duduklah," ucap Ferry tersenyum lalu mengambil alih


Beberapa menit akhirnya selesai juga, mereka berdua mulai makan tanpa bersuara. Sesaat mata Ferry dan Rika bertemu.


Deg


"Ya tuhan, kenapa denganku," batin Ferry ketakutan


Setelah kejadian kemarin, kali ini Rika dan Ferry makan bersama  terasa canggung pagi ini. Usai makan, Ferry berpesan pada Rika agar tak keluar tanpanya.


"Kau jaga diri, Rik. Jangan keluar tanpaku," ucapnya Gugup saat akan menuju pintu keluar dia berbalik dan mengecup kening Rika. Rika terkejut perlakuan manis Ferry, Ferry yang sudah tak karuan jantungnya berdetak lebih kencang buru-buru  keluar dan menutup pintu.


"Astaga ada apa denganku?" tanya Reyhan pada dirinya sendiri saat di dalam lift, ia tak sadar banyak orang di dalam sana memperhatikannya.


"Sepertinya anda sedang jatuh cinta, tuan Ferry," celetuk salah satu orang di dalam lift


Ferry akhirnya tersadar atas ucapan itu, ia menoleh ternyata tetangga apartemennya.


"Hai tuan, maaf aku tak melihat anda," Ferry sambil menggaruk tengkuk kepala yang tak gatal.


"Oh tak apa tuan Ferry , itu sudah biasa terjadi pada orang sedang jatuh cinta seperti anda."


"Hah," Ferry melongo


Akhirnya lift terbuka, pria tampan itu ingin menemui Rio untuk memeriksa jantungnya terlebih dahulu.


"Halo Ben, kau dimana?"


"Kami di mansion. Nanti sore kita balik ke Indo. Ada apa, Fer?"


"Aku akan ke mansion Ben."

__ADS_1


"Kau kange kami ya, goda Ben


"Udah jangan kebanyakan tanya, cerewet."


Telepon di tutup sepihak oleh Ferry karena kesal temennya sudah seperti mau sensus karena tanya terus. Sedangkan Ben terkekeh mendengar sahabatnya kesal, Bebi melihat suaminya aneh tertawa sendiri ia beranikan diri duduk di sebelahnya.


"Kau tak salah minum obat kan, sayang," tanya Bebi sambil memegang dahi Ben


"Maksudmu apa sayang?" tanya Ben mengerutkan dahi melihat keanehan istrinya


"Kau kenapa tertawa sendiri?"


"Oh itu, Ferry mau ke sini."


"Kenapa sepertinya kau semangat sekali."


"Nanti kau juga tahu sayang."


"Huh," malas Bebi


Kini Ferry sudah di depan gerbang mansion Ben, dari atas balkon Ben melihat kedatangan mobil mewah yang tak asing ia tahu pasti itu biang kerok siapa lagi kalau bukan Ferry. Ben masuk ke dalam kamar kembali menemui istrinya.


"Sayang, sepertinya ada tamu Hantu."


"Apa! kenapa membuatku ketakutan tuan Ben. Hei, mana ada Hantu pagi-pagi?" ucap ketus Bebi pada suaminya


"Hahahaha kau lucu sekali, sayang. Kau ikut turun atau masih stay dengan drama korea mu, sayang."


"Kamu duluan aja Sayang, masih nanggung nih."


"Baiklah."


Cup


Ben mencium kening istri dan berlalu menutup pintu kamar, ia turun secepatnya menemui Hantu. Saat di bawah tepatnya di ruang tamu, Ferry sedang mengobrol pada  Rudi.


"Eh Hantu, ngapain kamu sepagi ini ke mansionku, mau makan gratis," celetuk Ben


"Enak saja tampan kek begini dibilang Hantu  emang ini bos belum pernah ditimpuk pake ini," tunjuk pada sepatu yang Ferry pakai.


"Hahahaha dasar penyamun. lalu kedatanganmu sepagi ini ada apa?"


"Entah mengapa aku merakan jantungku lebih cepat dari biasanya."


"Oh ya, kau salah makan kali."


"Nggak."


"Mungkin jatuh cinta."


"Oh ya siap wanita beruntung itu?"


"Mana tuh, Axel."


"Lagi berduaan sama Rina, ingin tahu banget kau. Udah buruan nikah," ucap Ben


"Hahahhahaha, udah aku pulang bye. Hati-hati pulangnya nanti."


"Thanks."

__ADS_1


Ferry melenggang meninggalkan mansion Ben, sedangkan Rudi dan Ben kembali ke kamar masing-masing, bersiap memburu oleh-oleh untuk di bawa ke Indonesia. Ben membuka pintu kamar lalu memeluk istrinya dari belakang.


"Sayang, ayo kita hunting oleh-oleh."


__ADS_2