Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Menculik anak Genius


__ADS_3

Vera kini sudah mendatangi seseorang yang barusan ia telpon tadi malam.


disebuah restaurant


"elo ngapain nelpon gue." ucap Wisnu mantan kekasih Vera


"gue pengen hancurin Brian dan keluarganya."


"terus."


"ya gue pengen mereka perlahan habis tak tersisa tapi pakai anak buah lo."


"dasar sinting." ucap Wisnu bernjak dari tempatnya


"gue bayar mahal."


Wisnu menoleh dan menyunggingkan senyuman.


"gue butuh kelemahan dari mereka baru elo bisa hancurin mereka perlahan."


"oke nanty gue kabary lagi."


Vera pergi meninggalkan restaurant sedangkan Wisnu menghubungi seseorang.


"Bisa ketemu."


...


Ditempat lain Brian bersiap untuk bertemu sahabatnya. tapi langkahnya terhenti saat bidadarinya memanggil.


"mau kemana dad, jam berapa sih."


"hey ini sudah jam 8 pagi, aku mau berangkat kerja sayang."


"kenapa nggak bangunin aku sih dad."


"kamu pulas banget jadi gak tega bangunin."Ucap Brian lembut serta menoel hidung mancung istrinya.


"Udah ya,kalau masih ngantuk tidur lagi. daddy ada meeting soalnya."


"baiklah hati-hati ya dad."


"iya. dedek diperut bunda baik-baik ya jangan rewel kasihan bunda."


cup


Brian mengecup lembut perut Ayu. Ayu mengulas senyuman betapa bahagia hidupnya sekarang semenjak mengenal Brian.


saat turun dibawah sudah dua anak tampan bersiap kesekolah


"pagi boy. mau bareng nggak."


"boleh dad. oh ya nanty kita pulang telt mau ekstra."


"okelah kalian hati-hati."


"siap daddy."


Mereka pun berangkat diantar sopir keluarga karena Brian merasa badannya lelah makanya tak menyetir. 15 menit kemudoan mobil mewah sudah sampai didepan sekolah favorite itu.


"Daddy hati-hati. assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


Brian melambaikan tangan kemudian menutup kaca mobil, dan kendaraan meluncur ketempat kerjanya. 20 menit akhirnya Brian sampai depan lobby Baratawijaya.


"selamat pqgi tuan."sapa Receptionis


"pagi." dan mengulas senyum ramah.


"tumben boss senyum. "


"udah ayo balik kerja, pengen dipecat."


tak lama Wisnu datang kekantor Brian ia pun segera naik keruangannya.


tok

__ADS_1


tok


ceklek


"waw, hay brow."


"ciyee... kangen gue ya."


"lebay lo. ayo duduklah."


"mana asisten terlaknat lo."


"bentar, gue telpon dulu dia."


dan akhirnya si biang kerok masuk keruangan Brian.


"woy, wah nggak nyangka boss mafia jenguk kita."


"sialan lo. gue udah taubat tahu."


"oh ya, masak."


tanpa aba-aba Johan mengambil senjata api milik Wisnu yang diselipkan disaku jas.


"ayo majulah katanya udah taubat."


"wah kampret nih anak. gue tendang elo nggak jadi nikah."


"hahahha ampun boss. nih."Ucap Johan sambil melemparkan senjata kearah Wisnu


"Nih anak nggak tahu diri ya, mau nikah masih aja ganggu."


"hahahha lo baru tahu. gue aja eneg ketemu dia mulu. untung gue udah punya bini. oppss."


"apa. coba ulangi lagi." ucap Wisnu menatap tajqm pada Brian


"sorry gue udah nikah 5 bulan yang lalu dan sekarang gue mau punya baby dan maaf nggak ngundang karena tak rame memang."


"dasar manusia sialan kalian berdua. lo udah lupa ma gue haha."


"sabar. istighfar." ucap Johan


seketika Wisnu sadar dikerjain Johan, mereka kejar-kejaran seperti anak SD. Brian menggeleng kepala pada kedua sahabat gilanya itu.


Diaparteman Vera.


ia bersiap menjemput anaknya di sekolah sambil mencari tahu anak Brian yang katanya genius itu. tak lama mobil Vera sudah terparkir cantik didekat sekolah anaknya Dewi.


setelah menunggu selama sejam akhirnya para siswa sudah mulai berhamburan pulang, ia melihat Dewi bersama Kedua anak Brian. ia pun turun dari mobilnya.


"selamat siang semua."


"siang tante." ucap Axel dan Ben hanya mengangguk saja. Vera menatap Ben penasaran kenapa anak ini berbeda. Vera dan Dewi pun berpamitan pada dua bocah tampan bule itu.


didalam mobil


"Dew, tadi temenmu siapa tadi yang diem aja."


"oh dia Ben, ma. dia anaknya pinter. dia masih umur 7 tahun lo."


"apa."


cittttt


Vera reflek mengerem mendadak gara-gara ucapan anaknya.


"aduh."


"maaf sayang. mana yang sakit. maaf mama reflek."


"ihh mama ntar benjol dahi Dewi."


"ya ya maaf tar mama beliin eskrim. oh ya namanya Ben."


"disekolah julukannya anak genius ma. dia selalau menang jika lomba apa aja."


"waw. keren sekalu jarang-jarang memang ada seperti itu. kapan-kapan ajaklah dia main Dew."

__ADS_1


"iya mama."


sedanhkan di tempat latihan ekstra bela diri dua anak tampan sudah berganti baju bersiap latihan.


"kak, mamanya Dewi kayaknya ada sesuatu deh. dari cara liat kakak."


"udah nggak usah ditanggapi. ayo kita mulai."


"oke."


terlihat dua bocah tampan cepat menguasai dasar bela diri. para pelatih puas mengajari keduanya karena memang cepat tanggap dan menyeduaikan.


"Gila masih kecil udah jago aja bela dirinya baru hitungan menit."


"ya begitulah kalau anak genius."


tak lama latihan selesai, Ben dan Axel mengganti baju dan siap pulang.


"Xel, kita mampir ktoko buku ya. ada yang mau aku beli."


"Siap kak."


Direstaurant tengah berdiskusi Brian bersama Johan dan Wisnu.


"Kita tetep ikuti jalannya. gue pengen tahu sejauh mana dia."


"okelah, jika kalian butuh bantuan gue katakan. gue siap kapan aja."


"ok. kita bersulang. cherssss.."


sejak tadi ponsel Wisnu berdering ia melihat kontak Vera menelponnya. ia mengkode pad kedua sahabat. dan mereka mengijinkan untuk menerima telpon.


"Halo."


"Lama amat lo Wis. kemana aja sih."


"Gue habis berak."


"ihh jorok banget sih. oh ya gue udah tahu kelemahan Brian."


"Lalu."


"Gue mau anak buah nyulik si genius Ben."


"ini mahal nona."


"Apapun gue lakuin."


"oke siap."


.....


Ditoko buku


Axel dan Ben sedang mencari buku, Ben merasa tak bisa tahan kencing ia berpamitan.


"Xel, aku ketoilet dulu."


"Baiklah jangan lama-lama."


Ben segera meluncur ke toilet ia tak sadar sudah diikuti beberapa orang. 15 menit Ben keluar, tiba-tiba ada tangan bekap mulutnya.


Ben tak sadar dan dibawa orang -orang. Di tempat buku, Axel yang sudah hampir karatan menunggu Ben.


"Kemana kakak sih,, lama amat." ucap Axel menggerutu. Axel pun mencari ketoilet tapi kosong.


deg


"KakaK hilang atau diculik ini." Axel berlari keluar ia sampai tak jadi membeli buku. diluar ia tengok kanan kiri tapi menemukan jejak. ia pun menelpon daddynya untuk dijemput.


saat Brian sampai, Axel gugup menceritakan.


"kakak hilang dad. tadi bilangnya ke toilet tapi nggak ada."


"udqh kqmu tenang, biar anak buah daddy yang bergerak. doain Ben baik-baik aja"


Axwl mengangguk dan ia masuk kedalam mobil. mobil Brian pun menuju mansionnya diperjalanan Brian memberi peringatan pada Axel agar tak cerita pada Bunda takut shock.

__ADS_1


dimqnsionnya Bunda Ayu tengah menonton tv ditemani maid, ia terlihat bahagia. saat sampai Axel dan Brian melhat Bundanya tak tega.


"apa yang harus ku katakan pada istriku." batin Brian


__ADS_2