Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Gelisah


__ADS_3

Setelah kemarin, meminta ijin pada Ben untuk melamar Hilda. kini , Raka bersiap ke sekolah tapi ia akan menjemput calon istrinya dulu. Sepanjang perjalanan ia memikirkan Hilda, ia akan berusaha membuat adek seorang Marvel bahagia dengan caranya.  Tak lama, mobil mewahnya sudah berada di halaman luas kediaman Ben.


"Huh, semoga harimu bahagia," ucap Raka menyemangati diri sendiri


Langkah kaki Raka terhenti saat gadis SMP itu berada di depan pintu rumah. Ia terkejut tapi juga bahagia ternyata ia disambut lebih dulu. Dengan mengulas senyuman ceria gadis itu menyapanya.


"Pagi Kak."


"Pagi Hil, kamu kok tau aku udah di sini."


"Tahu lah, aku nggak tuli."


"Huh dasar bocah, mana orangtuamu Hil, aku mau pamit bawa anak orang nih."


"Lah iya anak orang, masak anak kucing. Udah ayo masuk."


Keduanya masuk dan diajak Hilda ke ruang keluarga.


"Pagi Om, Tante," sapa ceria Raka


"Pagi Ka. Udah sarapan belum."


"Udah kok Tante. kalau Om, Tante sudah."


"Udah barusan, Ka."


"Tante, Raka minta ijin buat ngelamar Hilda boleh atau tidak, kemarin udah ijin Om."


Bebi mengerinyitkan dahi lalu ia tersenyum menjawab.


"Tapi apakah kamu sanggup menghadapi cerewetnya anak Tante, Ka."


"Alhamdulillah, Raka sudah memahami beberapa bulan ini segalanya."


"Waw, kau keren, Ka. Noh lihat Hil,  perjuangan Raka kau harus tahu itu. Ingat bentar lagi nikah."


"Siap Mi."


"Oh ya Tante, Om. Raka nanti sore pulang sekolah mau ajak keluar Hilda sebentar sebelum Raka ke New york."


"Oh kamu balik."


"Iya Tante, Om, karena Mama sakit."


"Baiklah, kamu hati-hati ya."


"Iya Tante, Om. Ya sudah Raka ngantar Hilda dulu."


"Oh iya, ya udah berangkat sana nanti telat."


"Assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Mereka pun meluncur ke sekolah Hilda lebih dulu tak sampai setengah jam sudah di depan gerbang sekolah.


"Kak, hati-hati ya."


"Iya, kau juga. Selamat belajar."


"Iya sama-sama kak."


Raka melambaikan tangan dan Hilda membalasnya, tiba-tiba Ica mengagetkannya.


"Ciye .... udah nempel nih. Dulu aja ogah, sekarang iya-iya aja."


"Ih nyebelin banget kau, Ca."


Di sekolah Marvel. Hari ini, istri dan teman-teman lain akan menghadapi ujian. Marvel merasa hari ini agak aneh pada nya entah apa itu. Tak lama, guru pengawas datang dan jam mengerjakan dimulai.  Di kelas Kayla juga sama, ia juga tengah menghadapi ujian tapi saat baru mengisi 3 soal, mendadak perutnya mules.


"Aw," rintih Kayla


Lala dan Ega melihat shaabatnya kesakitan segera mendekatinya.


"Kay, kau tak apa?" tanya Ega cemas

__ADS_1


"Sakit Ga," ucapnya lirih


Ega dan Lala segera ijin pada guru pengawas.


"Pak," panggil Ega pada guru


"Iya Ga, ada apa?"


"Pak, maaf sepertinya sahabat saya, Kayla mau melahirkan."


"Apa! Kalian segera kabari Marvdl dan kamu La, panggil ambulance biar segera di bawa ke rumahsakit."


"Aduh ribet amat Pak. Kita yang akan bawa Kayla ke rumahsakit."


"Ya terserah kamu, Bapak gugup."


Buru-buru, Ega menelpon Alden namun tak juga diangkat, hingga  ketiga kali nya barulah diangkat.


"Halo Ga, ada apa."


"Buruan ke kelasku, bawa pasukan. Kayla sepertinya mau melahirkan."


"Apa! pekikmya dan menutup telpon.


"Pak, saya ijin ke rumahsakit mau bawa Kayla, Karena dia mau melahirkan."


"Hah, ya udah buruan sana."


"Come on guys" ajak Marvel pada sahabatnya.


Marvel dan sahabatnya berlari menuju kelas Yasmine, Willi turun menyiapkan mobil. Sampai di kelas Kayla, Ia menggendong istrinya dan segera membawanya ke rumahsakit.


Tiba di rumahsakit, Marvel langsung menuju ugd.


"Suster, tolong istri ku," teriaknya


Dan datanglah dua suster memeriksa Kayla, setelah setengah jam. Suster keluar memanggil.


"Keluarga nona Kayla."


"Benar tuan tapi masih pembukaan 6, tapi kami menyarankan tindakan  operasi mengingat  bayinya terlalu besar."


"Baiklah tak masalah, yang penting terbaik buat istriku."


Sore hari nya, ternyata sudah pembukaan sembolan. Suster keluar dan memberitahu agar segera di operasi.


"Tuan, kami akan mengoperasi nona Kayla sekarang."


"Baik."


"Silahkan lengkapi berkas nya tuan," Suster memberikannya lembaran.


"Ini sus."


"Baik tuan, kami akan  mengoperasinya pukul 8 pagi."


Jam 7. 30 kemudian brankar yang berisi Istrinya keluar dari ruang bersalin. Dan  Marvel mengikuti dari belakang. Sebelum masuk ke ruang operasi, Marvel menciumi wajah istrinya berdoa agar selamat dan sehat semuanya.


"Love you so much."


"Sudah, silahkan suster."


"Baik, terimakasih."


Suster mendorong brankar Kayla dan mereka mulai menutup pintu ruang oprasi. Marvel baru ingat jika belum menghubungi keluarganya. Marvel segera menelpon orangtua dan mertuanya.


Para sahabat melihat raut kecemasan pada Marvel yang mondar mandir seperti setrikaan membuat kesal.


"Stop Vel! Udah duduk. Minumlah dulu," ucap Willi


"Aku tahu kau lagi cemas tapi jangan seperti ini. Udah berdoa semoga lancar."


"Thanks semua."


Tak lama, orangtua dan mertua Marvel datang mereka memberikan support untk calon daddy muda.

__ADS_1


"Doakan semua baik-baik aja," ucap Bebi


"Iya Mi."


Sedangkan Hilda kini berada di sebuah pantai bersama Raka tak mendengar ponselnya    berdering sedari tadi karena mode diam.


"Kak, ini indah sekali."


"Iya, kamu suka."


"Suka sangat, makasih udah ajak Hilda ke tempat ini."


"Sama-sama. Ada yang pengen aku bilang sama kamu."


"Apa itu kak."


"I love you."


"Ih dasar  nyebelin."


Tiba-tiba, Raka berlutut di depan Hilda sambil membawa kotak kecil dihadapannya.


"Hilda Baratawijaya, mau kah kau menerima pinanganku."


Hilda terharu sikap Raka yang dulunya cuek sekarang makin romantis. Gadis kecil itu tersenyum ebar dan menjawabnya,  "Iya aku terima."


"Yes, aku makin cinta sama kamu Hil."


"Sama kak."


"Hilda, aku sayang kau," terak Raka seperti orang gila


Hilda tertawa terpingkal-pingkal melihat Raka gila. Raka yang gemas ditertawakan seketika menggelitiki Hilda.


"Haahhhahhaha, kak stop! capek nih ketawa mulu."


"Ayo, ampun dulu."


"Hahahhahhaha  iya ampun. Raka ku ganteng."


"Akhirnya kau mengakui juga, Hil."


Sejam kemudian mereka pulang, seperti biasa Raka mengantar dulu kekasihnya.


"Kak, hati-hati ya."


Saat Raka akan berpamitan ada salah satu maid mendekatinya.


"Nona, maaf ganggu."


"Iya ada apa bik."


"Nona disuruh ke rumah sakit karena nona Kayla mau melahirkan."


"Apa! pekik keduanya


"Oke-oke makasih bik."


"Aku antar kau, sayang."


"Iya, kamu nggak capek."


"Nggak kok, ayo kasihan Marvel."


Hilda mengangguk dan mereka meluncur ke rumhsakit tempat Kayla melahirkan. Dan saat di sana, raut muka kesedihan terpancar di wajah kakaknya.


"Kak," sapa Hilda


"Hem."


"Gimana kak Kayla apa udah melahirkan?"


Tak lama dokter keluar dan berkata, "Maaf tuan  nona Yasmine pendarahan. Kami butuh transfusi darah karena stok darah  kami tinggal sedikit."


"Darah apa dok."

__ADS_1


"AB."


__ADS_2