
"Sayang, kau kenapa?"
Marvel membopong tubuh istrinya berjalan keluar, Kayla panik dan berpura-pura lemas.
"Vel, mau kemana," ucap Kayla lirih
"Mau bawa kamu ke dokter sayang, masak mau ke club."
"Ih kamu ya, aku minta ke rumah aja."
"Kamu kan sakit ngapain ke rumah, sayang. Udah mending nurut."
"Aku nggak mau , ayo buruan ke rumah atau kamu nggak dapet jatah sebulan."
Gleg
Seketika Marvel menelan ludah kasar mendengar ancaman istri tercinta mau tak mau ia menurutinya. Tanpa berprasangka buruk, Marvel segera menuju kediamannya. Kayla tersenyum geli melihat raut muka panik Kayla.
Sampai di rumah, Kayla mngerutkan dahi melihat suasana ramai . Ia tak mau berprasangka buruk kembali ia melirik istri namun Kayla pura-pura tidak mengerti. Saat Marvel turun mobil dan ingin menggendong istrinya, ditolak.
"Kenapa sayang."
"Pegang tanganku aja," ucapnya
"Aneh," pikir Marvel pada istrinya.
Dan keduanya berjalan gontai masuk ke dalam rumah.
"Surprise," sorak semua
Marvel tersenyum kebingungan dan baru ingat jika hari ini ia ulang tahun ke 23, satu persatu keluarga besar mengucapkan selamat pada hot Daddy tersebut.
"Selamat sayang," ucap Kayla pad suaminya dan memberikan kecupan hangat di pipi.
"Makasih sayang, dasar pembohong," Marvel terkekeh.
"Sorry," ucap Kayla sambil menunjukkan dua jari peacenya.
"Selamat ya, putraku," Ben memberi pelukan hangat pada putranya.
"Selamat ya sayang," Bebi juga memeluk putranya.
"Makasih Mi, Dad."
"Selamat sobat," para sahabat Ben
"Thanks semua."
"Nah sekarang tiup lilinnya dunk."
Marvel pun make a wish terlebih dahulu.
"Semoga hari ini, esok dan selamanya aku dan keluarga kecilku selalu bersama sehat dan bahagia, amien," batin Marvel berharap.
Marvel pun meniup lilin dan memotong kuenya, dan potongan kue pertama ia berikan pada Mami nya.
"Loh Vel, kenapaTante," celetuk Leo membuat semua menatapnya tajam.
"Ini spesial untuk Mami karena tanpanya, aku mungkin tak terlahir, aku juga salut semua perjuangan Mami, Marvel bangga kalau bukan karena Mami, mungkin Marvel tak ada dunia, makasih Mami."
"Makasih sayang," Bebi menerima potongan kuenya.
"Dan kedua untuk Daddy, karena pahlawan keluarga, makasih Daddy."
"Makasih nak," Ben memeluk hamgat putra kesayangannya.
"Dan ini untuk Istri tercinta yang rela melahirkan anakku-anakku berjuang melawan maut serta menjadi istri terbaik buatku, thanks sayang," Marvel memberikan kue pada istri dan memeluknya serta mengecup keningnya.
"Dan untuk temen-temen juga adik-adikku, silahkan ambil sendiri."
Sontak semua bersorak.
Huuuuu.
__ADS_1
"Dasar bos laknat ini," gerutu Revan
"Eh ayo kita angkat aja dia, Wil," seru Leo pada semua para sahabatnya.
"Come on," Willi mulai mengangkat tubuh Marvel bersama para sahabat.
"Eh, mau apa kalian," Marvel mulai panik.
Omongan Marvel tak digubris oleh para sahabatnya mereka tertawa dan membawa Marvel ke kolam renang. Marvel melihatnya sudah ngeri pasti airnya dingin.
"Oh no," teriak Marvel
"Mami, sayang, oh my god," main berteriak
"Hahahahaha."
Byur
Marvel di ceburkan ke dalam air kolam, ia pun ta terima dan pura-pura minta tolong dan yang lain akhirnya tercebur juga.
"Huuuu.... nggak terima," gerutu Leo
Revan, Alden, Leo dan juga Willi malah main air membuat twins ikutan melihatnya.
"Daddy, Om, Sha dan Arthur ikut."
"No, dingin."
Brrrrr
"Bisa aja kau ngerjain anakku," celetuk Marvel pada Willi
Kayla tak tega membiarkan ikut serta dengan memakai pelampung.
"Udah sana ikut," suruh twins ikut nyebur.
Sedangkan para ciwi tertawa geli melihat mereka kebasahan semua tertawa seru seperti masa kecil kurang bahagia padahal udah Bapak-bapak.
Tiba-tiba Hilda dan Raka baru tiba dari luar kota datang menghampiri.
"Abangmu tambah tua, Hil," jawab Lala
"Oh ya, kok aku bisa lupa, ya."
"Kau ini masih muda tapi penyakit lupa dibawa. Mana Berlian aku mau gendong."
"Hai, Ka, udah ikutan sana nyebur," suruh Kayla pada iparnya.
"Boleh, aku juga lama nggak nyebur."
Raka pun ikut menghampiri mereka yang asyik malahan selfi ria di kolam renang.
"Astaga, kalian ini di kolam masih sempatnya selfi," Raka menepuk jidat menatap kearah mereka. Marvel yang lain tak terima menarik tangan Raka agar tercebur.
Byurr
"Iseng banget kalian," gerutu Raka
"Hahhahhaa ngambek dia," Revan
"Biarin, kebanyakan bacot sih."
Tanpa terasa waktu sudah menjelang sore, semua berpamitan karena juga Leo dan Ega akan menikah seminggu lagi.
"Jangan lupa dateng ya twins," Ega pada anak kembar Marvel dan Kayla.
"Dan yang lain juga," tambahnya.
"Siap."
"Om, Tante, kita pulang dulu ya."
"Iya, hati-hati calon pengantin."
__ADS_1
"Iya, asslaamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Leo dan Ega pulang dan bergantian Revan dan Lala berpamitan.
"Kita juga pamit Kay, Al."
"Kapan menyusul mereka."
"Tahu tuh," ucap ketus Lala sambil melirik kekasihnya
"Haahhahahha, kode tuh, Van."
"He .... tunggu ya honey sabar," Revan mencoba meredam marah kekasihnya yang terlihat cemberut karena Revan tak kunjung membawanya kepelaminan padahal sudah 5 tahun bersama.
"Sabar mulu, lihat Marvel dan Kayla udah nikah dua kali lo."
"Kau udah ngebet ya, temang aku udah siapin kok tinggal sabar aja," goda Lala
"Ih dasar mesum."
"Kita pulang dulu, twins," pamit pada balita 3 taun itu.
"Iya Auntie, Om."
"Om, Tante, kita juga pulang udah sore."
"Oh iya La, Van. Kamu kapan nyusul mereka."
"Tahu ah tante, tanya yang bersangkutan."
Revan tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Nanti ada waktunya Tan, kita pulang ya Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Hati-hati."
"Iya."
Revan membukakan pintu untuk kekasihnya yang masih mode cemberut iti. Di dalam mobil, Revan dan Lala masih tak berbicara. Sesekali Revan curi pandang menatap kekasihnya, dan genggaman tangannya membuat Lala menoleh.
"Jangan cemberut, nanti cantiknya hilang."
"Lalu, mau cari cewek lain," omel Lala
"Honey, kamu mara makin cantik deh," goda Revan
"Ih apaan sih garing deh."
Sampai sudah di depan rumah, Lala enggan berbicara kalau tak diajak bicara pada Revan. Ia kini juga tak memperdulikan Revan pulang, ia buru-buru masuk ke dalam rumah. Sekilas Orangtua Lala melihat lari terburu-buru, heran pada putrinya.
Di kamar Lala.
"Brengsek, kamu sama aja dengan cowok lain. Suka gantung aja," gerutu kesal Lala.
Ia sengaja mematikan ponselnya agar Revan tau diri dan intropeksi.
"Kita lihat saja, bagaimana sikapmu setelah ini padaku, Van."
Kemudian, Lala memilih membersihkan diri karena merasa lengket badannya.
..........
Sedangkan Revan baru tiba di rumah, kena omelan Mamanya Rina.
"Revan, darimana aja kamu. Kamu nggak marahan kan sama Lala."
"Nggak Ma, Revan naik keatas dulu."
"Van, kamu jangan ngegantungin perasaan Lala terus menerus. Kalau kamu memang tak mau mengikatnya sudahi saja hubunganmu dengannya."
"Loh kenapa Ma, Revan mencintainya."
__ADS_1
"Wanita butuh kepastian, Van. Kalau kamu kaya gini terus jangan harap Lala tak berpaling darimu," ucap Rina pergi dari hadapan putranya