
Kenzi berdiri dan langsung menarik Marvel mereka bergulat. Kayla melihat keduanya saling menyerang dengan cepat ia menendang suami dan Kenzi agar berhenti.
Brugh
Kedua lelaki itu terjatuh, semua melongo kala aksi Kayla yang baru mereka ketahui saat ini. Seorang Yasmine yang cantik, anggun ternyata di baliknya ada kekuatan bersamanya.
"Waw, keren kak Kayla," celetuk mahasiswi lain
"Makin aku idolakan."
Kayla menatap keduanya dengan sorotan tajam membuat nyali Marvel menciut, ia melirik kearah Kenzi dengan ledekan.
"Aku udah peringatkan kalian berhenti tapi kenapa masih kayak anak kecil. Dan kau Ken, aku udah ada suami dan dua anak. Jadi tolong berhenti menggangguku dan kehidupan keluargaku. Jika aku lihat kau masih berulah, aku takkan tinggal diam," ucap lantang Kayla pada Kenzi lalu perempuan cantik beralih memapah suaminya menuju kantin.
Marvel yang jahil berlalu sambil mengacungkan jempol kebawah meledek kearah Kenzi, cowok itu tak terima di hina depan teman kampus. Ia pun menelpon seseorang.
"Aku mau tabrak dia sampai mati, berapa pun bayarannya."
Kenzi menutup telpon dan berlalu meninggalkan kampus. Sedangkan Marvel dan Kayla saat ini tengah di kantin mengobati luka.
"Aw."
"Sok jago sih, kena tendanganku baru diem."
"Aku baru tahu kamu begitu jago sayang, tapi nggak apa. Yang penting di ranjang, aku yang jago."
"Dasar mesum," Kayla gemas dia menekan luka di pipi Marvel
"Aw, sayang. Sakit," rengek manja Marvel
"Lebay."
"Nah sudah, ayo pulang. Aku kangen twin."
"Nanti, kita mampir ke kafe dulu ya, ngecek laporan keuangan."
"Baiklah rajaku, tapi jangan lama-lama."
"Siap."
Saat dalam perjalanan menuju kafe, perasaan Marvel tak enak. Ia sesekali melihat spion dan disitu terlihat ada mobil mengikuti mereka. Marvel tak mau panik, ia mengambil jalur alternatif.
"Loh Vel, ini bukan jalan ke kafe kan."
"Iya diem sayang, ada yang mengikuti kita. Jadi jangan panik."
Saat Kayla akan menoleh, tangannya digenggam pertanda tak boleh menoleh ke belakang. Kayla berdoa agar tak terjadi apa-apa. Tiba-tiba, ada tembakan dari belakang.
Dor
Dor
"Aw, Vel."
"Sayang, diem ya. Kamu tenang ini mobil anti peluru."
Marvel melajukan mobilnya maksimal hingga lawan tak tahu arahnya karena dia mengeluarkan asap tebal saat membelokkan arah. Mobil Marvel berhenti di sebuah gang kecil, lalu menelpon seseorang untuk mencari tahu siapa yang berupaya membunuhnya.
"Halo, cari tahu siapa pemilik plat kendaraan xxx ini."
"Baik bos."
Setelah menutup telponnya, Marvel mengajak turun istri untuk keluar dari tempat itu.
"Come on baby."
Mereka berjalan di gang sempit sekitar 100 meter untuk bisa ke jalan raya dan di saat sudah di jalan raya tepat depan, ada mobil berhenti. Marvel mengajak Kayla untuk segera masuk kedalam mobil.
"Ke kafe, Leo."
"Siap bos."
"Leo," tanya Kayla bingung karena depannya tertutup jadi tak terlihat siapa yang mengemudikan.
"Nanti aku jelasin sayang."
Tak lama, mereka sudah di depan kafe. Marvel dan Kayla turun lalu Leo berpamitan.
__ADS_1
"Aku balik ke bengkel, Vel."
"Thanks."
"Sama-sama."
"Bye, Kay."
"Bye."
Setelah kepergian Leo, Marvel menggandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam kafe. Karyawan yang sudah hafal dengan pemilik serta istrinya, memberi hormat.
"Sore tuan, nona."
"Sore."
"Bawain kopi sama jus apukat ya."
"Baik tuan."
Tanpa aba-aba Marvel menggendong tubuh istrinya bak bridal style, seketika semua karyawan baper pada pasangan yang setiap hari begitu romantis.
"Eh, Vel. Malu."
"Anggap mereka ngontrak."
"Duh nyebelin deh."
"Tapi ngangenin kan."
Marvel membawa istrinya naik ke lantai dua untuk mengecek laporan, saat diatas Kayla memandang jalanan dan mulai bertanya.
"Sejak kapan Leo kerja sama kamu, Vel."
"Kamu penasaran ya sayang."
"Ih ditanya bukan jawab malah balik tanya."
"Iya-iya jangan ngambek, ok. Jadi, udah 1 minggu kerja sama aku, dia pengen dapetin kerjaan yang lumayan karena Ega butuh uang."
"Hah, untuk apa."
"Bukannya Ega yatim piatu, ya."
Sontak Marvel berdiri lalu mendekat pada istrinya dan memeluk dari belakang.
"Jadi apa maksud dia bilang ke Leo seperti itu."
"Aku juga nggak tahu sayang."
Marvel membalikkan badan istrinya tepat didepannya dan saat akan mencium bibir istri terdengar ketukan dari pintu.
Tok
Tok
"Huh, ada aja yang mengganggu."
"Mungkin pelayan bawain pesenan mu tadi, Vel."
"Iya ya sayang. Tunggu nanti kita lanjut."
Marvel membuka pintu, ternyata memang pelayan.
"Makasih Mbak. Eh ya tolong jangan ada yang ganggu aku dulu ya."
"Baik, Saya permisi dulu tuan."
"Iya."
Setelah pelayan pergi, ia menaruh makan di atas meja dan kembali menuju istrinya. Saat akan menarik tengkuk istri, tiba-tiba dering ponsel Kayla tertanda nomor sahabatnya Ega.
"Siapa sayang?"
"Ega."
"Yah ganggu lagi," desis Marv dan berlalu ke meja nya
__ADS_1
Kayla menahan tawa lalu mengangkat telpon sahabatnya.
"Ya halo, assalamulaikum Ga, Ada apa?"
"Waalaikumsalam Kay. Kau dimana?" bisik Ega
"Hei, suaramu kecil sekali, Ga."
"Sorry nanti bisa ketemu nggak."
"Iya dimana?"
"Di kafe Marvel, gimana?"
"Kebetulan aku disini, ya udah sini."
"Oke."
"Assalamulakium."
"Waalaikumsalam."
Kayla menutup telpon lalu berbicara pada suaminya tentang Ega.
"Vel, nanti Ega mau kesini. Dia mau bicara sama aku, bolehkah."
"Iya boleh, santai aja," ucap Marvel masih fokus pada laptop. Kayla melihat sikap dingin Marvel segera ia menjahilinya. Ia sengaja duduk di paha suami.
"Ngambek nih," tanya Kayla sambil meraba dada bidang suaminya
"Kau. Please jangan ganggu aku dulu, sayang."
"Oke, tapi nggak marah kan."
"Iya sayang, ini aku lihat perincian uang banyak yang nggak sesuai. Lihatlah, atau mataku mulai rabun."
Kayla pun memeriksa dengan teliti dan benar saja laporan di data laptop dengan buku tak sama.
"Iya nih Vel. Coba kau tanya bagian keuangan."
"Baiklah, nanti aku tanyakan. Sekarang puaskan dulu suami mu," Marvel mengedip-ngedipkan mata genit membuat Kayla tertawa.
"Hahaahaaha kau lucu sekali, Vel. Udah ah aku turun, Ega bentar lagi datang. Kalau mau jatah nanti pas pulang, oke. See you baby."
"Kau yang ya, lihat nanti aku buat jadi suster ngesot lagi."
Kayla meledek Marvel dengan menjulurkan lidahnya lalu turun ke bawah menemui sahabatnya Ega. Saat di bawah, ternyata Ega belum ada, ia pun berjalan menuju bar lalu iseng tanya pada karyawan.
"Sore nona Kayla."
"Sore mbak, minuman disini paling enak apa ya."
"Nutello chocolate, nona. Itu paling diminati remaja maupun yang paruh baya."
"Oh ya, boleh coba nggak. Pesan dua ya, nanti antar sekalian cemilannya."
"Baik nona."
Sesaat nampak perempuan cantik nan seksi masuk seperti wanita berkelas, Kayla mengerinyitkan dahi melihat tampilan wanita itu dan ternyata menghampirinya.
"Hai Kay," sapa Ega
"Siapa ya, maaf."
"Aku Ega, Kay. Masa lupa sama aku, mentang-mentang lama nggak jumpa."
"Hah, ini kau Ga. Cantik banget, pake dandan lagi. Mbak buatin ya, aku kesana dulu."
"Baik nona."
Kedua wanita cantik itu duduk dan Ega mulai berbicara.
"Begini, Kay. Aku boleh pinjam duitmu nggak, nanti gajian aku balikin."
"Buat apa."
"Beli kalung yang lagi viral."
__ADS_1
Tiba-tiba, ada seseorang datang menimpalinya.
"Dasar pembohong."