
"Sorry."
Jenni tersenyum ke arah Brian, namun Brian tak menghiraukannya. Tapi Jenni tak kurang akal, ia pun masuk ke dalam toilet wanita.
"Silahkan saja angkuh, aku akan mendapatkan hatimu, tuan Brian."
Flashback on
"Tadi itu siapa, sih sayang,"ucap manja Jenni pada Reyhan bergelanyut di lengan.
"Yang mana, sayang?"
"Itu tadi, yang tak menyapaku," rengeknya
"Oh itu, namanya Brian baratawijaya."
"Apa? Jangan bilang itu ceo baratawijaya."
"Iya, ceo terkenal dan terkaya di negara ini."
"Oh begitu, sombong sekali."
"Udah, biarin sayang. Dia sebenarnya baik hanya saja sikap dinginnya berlaku bagi perempuan selain istrinya."
Jenni tersenyum penuh arti setelah mendengar penuturan dari tunangannya Reyhan.
Setelah itu ia pun beraksi dan tepat pada waktunya Brian akan ke toilet.
flashback off
Di satu sisi, Brian mengajak Vero dan Johan untuk segera balik.
"Yuk, balik."
"Buru-buru amat."
"Eh aku kangen istri, situ kan nggak punya tapi mau punya. Beda kali."
"Hem, dasar ya bos ini suka sekali meledekku."
"Udah sabar dulu, habis ini juga jadi suami."
"Sialan. Udah ayo."
Ketiganya pulang kerumah masing-masing. Brian melajukan mobilnya agak kencang karena sudah tak sabar bertemu istri dan anak-anak. Sesampainya di mansion, ia berlari masuk ke dalam rumah dan mencari kesayangannya.
"Assalamualaikum."
"Sayang, kau dimana?"
Tak ada sahutan, salah satu maid menghampiri Brian
"Maaf tuan, nyonya ada di kamar."
"Oh kirain disini, ya udah makasih bik."
"Sama-sama tuan."
Brian menuju lift dan naik ke lantai dua di kamarnya namun sebelum itu, lelaki dewasa tersebut menemui putranya.
Tok
Tok
"Daddy, ada apa?" tanya Ben
"Maaf, cuma memastikan putra-putra Daddy saja. Kalian sedang apa?"
"Ini mengerjakan tugas dari sekolah, Dad."
"Mana Axel?"
"Halo Daddy, kangen aku ya," sahut Axel dari arah kamar mandi.
"Tahu aja boy, muncul kayak hantu aja kamu. Kamu ngapain di kamar mandi?"
"Tidur. Hee... Becanda buang air kecil plus besar."
"Huh, pantes bau," ucap Brian sambil pura-pura menutup hidungnya
"Daddy sama Axel bisa aja becandanya," Ben menahan tawa
__ADS_1
"Udah-udah, kalian lanjut aja belajarnya tapi nggak boleh malem-malem."
"Siap Dad."
Brian tersenyum dan menutup pintu kamar putra-putranya. Kini pria tampan itu mask ke kamarnya dan mencari sosok wanita yang di sayangi.
"Bunda."
"Eh Daddy, baru pulang," Ayunda menghampiri suami
"Iya sayang, aku mndi dulu ya."
Cup
"Iya. Aku ambilkan baju gantinya."
"Makasih."
Beberapa menit kemudian, Brian keluar dari kamar mandi dan ganti baju.
"Sayang, Sella baru tidur?"
"Iya, tadi ngajak main terus mungkin tahu Daddy nya belum pulang."
"Aku coba lihat dia dulu, aku merndukannya."
"Iya."
Brian emnuju ranjang putrinya sedangkan Ayu memgambil baju kotor Brian yang ada di kamar mandi untuk menaruhnya di bawah.
"Sayang, kau mau kemana?"
"Mau naruh baju kotor, Dad. Ada apa?"
"Kamu nggak capek?"
"Nggak Dad, cuma naruh bukan nyuci . Kala di suruh nyuci aku pun nggak apa."
"Ya udah, taruh tanpa cuci. Jangan lama-lama."
"Siap tuan Brian," ucap Ayunda mengedipkan satu mata genitnya.
Sampai di ruang tempat cuci seperti biasa Ayunda melihat setiap kantong keejajasa serta celana suami. Dan saat ia meneliti di kemeja putih Brian ia terkejut ada sebuah cap bibir melekat.
Ayu pun segera meletakkan di keranjang kotor dan kembali ke kamar. Saat Ayunda membuka pintu kamar, wanita cantik tersebut tersenyum melihat suaminya ternyata sudah tertidur pulas.
Ayunda menghampiri lalu menyelimutinya saat berbalik tangannnya dicekal dan ditarik oleh Brian.
"Hahhahaha, kena kau."
"Ih dasa emnywbalkan. Kempaa pura-pura?"
"Biar kamu terkejut."
"Kurang kerjaan banget sih Dad, udah lepas."
"Nggak akan, karena kita akan bercocok taman."
Brian dan Ayunda melakukan aktivitas panasnya sampai pagi menjelang.
Pukul 8 pagi, Ayunda sudah mengirim pesan pada salah satu bodyguard Brian. Dan tak lama, ia menerima balasan.
"Ini rekaman cctv nya, nyonya."
"Terimakasih."
Ayunda melihat rekaman cctv itu dan tersenyum smirk. Ayunda mengirim pesan kbai pada bodyguard itu
"Kabari saya, jika wanita itu muncul kembali."
"Siap nyonya."
Sedangkan Brian meraba disapingnya taq da istri segera ia bangun.
"Jam berapa sih, kok dia udah ngilang aja."
Brian menengok jam dinding ternyata pukul 6 pagi, ia pun bangun lalu masuk ke kamar mandi.
Di dapur, Ayu mulai membantu menaruh piring berisi nasi goreng ke ruang makan.
"Bik aku ke atas dulu."
__ADS_1
"Baik nyonya."
Di kantor Rendra grup, pukul 6 pagi Jessi sudah ada di kantor. Ia takut di marahi bosnya karena ini pertama dia bekerja. Dan setenga jam kemudian, bos tampannya datang
"Pagi tuan," sapa ramah Jessi membuat Rendra terkejut ternyata sekretarisnya tepat waktu.
"Pagi, kamu ke ruang ku "
"Baik tuan."
Jessi menghela nafas panjang lau ia masuk ke dalam ruang presdir.
"Apa yang bisa asaya bantu tuan."
"Buatkan aku kopi hitam, gulanya dikit aja seujung sendok."
"Baik tuan."
"Ya sudah sana."
Jessi berjalan keluar ruangan dan ia berpapasan dengan Ryan asisten Rendra
"Pagi nona,"sapa Ryan
"Pagi."
Ryan teepuka dengan kecantikan Jessi hingg tak sada di depan matanya ada Rendra dan
Dug
"Aw."
"Kau tak lihat ya di depan ada pria tampan."
"Huh, bos ini ta tahu tempat dimana saat narsis dimana darurat ke tabrak."
"Maaf bos. Tai qku lihat aada wnaita cantik lewat."
"Kalau ada yang cantik jelalatan mata kau. Udah ayo masuk."
"Sorry."
Sedangkan Jessi di ruang pantry banyak mata memandang padanya, ia merasa risih dan segera keluar dari ruangan.
"Mata mereka sudah kayak mau keluar begitu lihat aku," gerutu Jessi sambil berjalan dan tak terasa ia sudah di depan ruang presdir. Rendra menatap tajam dan berdehem pada Jessi yang mengomel sendiri.
"Tu-tuan ini kopi nya," ucap Jessi gugup sambil memberikan kopi dan emnaruhnya di meja
"Hai, kau nona tadi bukan," sapa Ryan
"Iya tuan."
"Kenalkan."
"Ehem. Kau kembalilah kerja," deheman Rendra membuat Ryan keluar dari ruamgannya.
"Kau suka sekali mengomel sendiri ya."
"Tidak."
"Tapi itu tadi apa?"
"Hanya ciba menghafal teks untuk syuting."
"Apa? Kau ikut casting."
"Iya tapi uda alma, sekatang fokus ksrja tuan."
"Oh begitu, oh ya siang ini kita akan meeting di restoran kau siapkan semua."
"Ini lihat dan pahami semua. Jika ada yang tak tau tanya pada Ryan," Rendra memberikan dokumen tugas untuk Jessi.
"Baik tuan."
Jessi keluar dari ruangan presdir lalu kembali ke tempatnya.
Di satu sisi, kantor Baratawijaya tepatnya. Tiba-tiba, ada seorang wanita seksi berjalan menuju ruang ceo. Salah satu bodyguard Brian mengetahui dan mencegahnya.
"Maaf nona, anda dilarang masuk."
"Siapa yang melarangku."
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang menyahutnya
"Aku."