Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
berhasil keluar


__ADS_3

"Axel,daddy baru pulang."


"Iya bunda."kompak keduanya


"hey kalian tumben kompak ada apa?oh ya dari tadi bunda nggak liat Ben. dimana dia?"


"emm itu bunda katanya,kakak mau bertemu dengan temannya belajar bareng."


"kok bunda nggak dikasih kabar ya."


"Udah sayang, mending kamu istirahat. daddy juga mau mandi dulu ya." ucap Brian mengajak istrinya kekamar. Brian mengedipkan mata pada anaknya dan Axel mengulas senyuman.


Dikamar Axel


Axel menaruh tas dan segera membersihkan diri. setelahnya ia memeriksa ponsel yang terhubung dengan ponsel Ben. dia melihat jejak Ben dia pun melacakanya ternyata


"ini kan tak jauh dari kampung kakak dulu. dasar bodoh."


Axel yang tak kalah cerdik segera menghubungi Johan asisten daddynya.


"Haloo om assalamulaikum. ini Axel."


"waalaikumsalam xel. ada apa."


"Om, bisa bantu nggak."


"Ada apa Xel, kamu ganggu om aja. nggak tahu om dipingit."


"hah, apa itu om."


"huh. itu om kan mau nikah sama tante Nadia Axel masak nggak tahu."


"mana ku tahu om dan nggak amu tahu."


"emm dasaar anak kecil. gini kamu ceritain aja nanty om akan kasih solusi."


Axel pun menceritakan yang menimpa pada kakaknya samapai selesai.


"Oh gitu, gini om kan nggak bisa keluar. kamu telpon temen om aja ya."


"baik om. makasih."


ting


"itu sudah ya nomernya."


"sip."


tut


Axel langsung menutup telponnya Johan rmnggeleng kepala mengingat anak bossnya tak tahu diri juga.


Axel pun menelpon pada Wisnu temen Johan dan Brian saat ditepon tersambung tapi tak diangkat.


Ditempat lain tepatnya rumah kosong dan dijaga beberapa anak buah dan didalamnya tengah ada anak kecil tengah dikamar disekap.


"ayolah otak bekerjalah."ucap Ben sambil memikirkan rencana meloloskan diri.


tak lama otaknya mulai on, ia mulai merencanakan sesuatu. ia ingat membawa ponsel mengirim pesan pada Axel. dan kesempatan bagusnya ia tak diikat sama sekali oleh para penculik tersebut. Ben mengetok pintu yang dikunci dari luar.


tok


tok


"Tuan.. tuan." teriak Ben


Penjaga didepan kamar berteriak


"woy bocah ngapain lu teriak."


"om, ini kerannya gak bisa dimatiin, banjir om."


tanpa menjawab para penjaga membuka pintu dibelakang sudah ada Ben dan

__ADS_1


Brakk


penjaga itu seketika pingsan dihantam vas bunga pada Ben, Ben buru-buru keluar dan ia clingukan sambil jalan liat situasi untuk keluar dan dari atas ia liat para anak buah tengah bermain kartu. ia mengendap-ngendap turun kebawah. ia juga tak kurang akal ia keluar samping rumah itu buat matiin saklar.


"woy siapa yang matiin lampunya." teriak para anak biah disitu


"mungkin si boss lupa nggak bayar listrik. ck."


bughh


"elo kira boss miskin."


"kali aja hahhahah."


"diem. sekarang elo cek listriknya disamping dan elo cek anak itu dikamar atas."


....


disisi lain Ben sudah berhasil keluar tapi ia tak bodoh, sebelumnya Ben sudah mengunci rumah kosong itu dari luar.


Ben yang sudah berada ditepi jalan segera telpon adeknya Axel.


"haloo assalamualaikum Xel. kamu udah dimanq."


"Waalaikumsalam kak. bentar lagi aku sampai."


Diperjalanan Axel tengah menuju alamat Ben, dijalan lain pun Johan, Wisnu dan Brian sudah on the way.


20 menit kemudian Axel datang


"Dasar bocah, aku jadi jamur tahu disini."


"hahahahah kakak keren. maaf macet hee.."


saat Axel dan Ben akan masuk mobil ada beberpaa rombongan mendekati mereka.


"Ben."


"Daddy."


"keren bocah satu ini, ditambah bocah tengil sok jago." ucap Wisnu


"huh, menyebalkan. daddy dan om kok tahu kita disini."


"ya tahulah, udah ayo masuk. itu bayar taksinya Xel."


"Nggak mau daddy aja hee."


"dasaar."


tak lama nampak mobil sport tak asing menghampiri mereka.


"Johan."


"Om Johan."


"Hey kalian kenapa teriak-teriak sih kayak dihutan."


"heee. abis elo ngapain kesini bukannya elo dipingit."


"Gue takut anak si boss kenapa-kenapa."


"Ciyeee. takut boss."


"Sialan lo. eh ya kamu gak apa Ben."


"nggak Om."


"Ya udah ayo balik kasihan orang pingitan ini tar nggak jadi nikah."


Semua tertawa dan masuk mobil masing-masing dan menuju arah mansion Brian. mereka pun istirahat sejenak di kampung Ben. sampek sana meerka disambut pak Rt setempat.


"tuan, aden. silhakn masuk tunggu sebentar istri saya bawa makanan kesini."

__ADS_1


"kenapa repot-repot pak. mari duduk sini pak."


"makasih tuan Brian."


10 menit kemudian istri pak Rt dibantu anaknya membawa beberapa makanan untuk mereka.


"silahkan tuan-tuan dimakan."


"makasih bu."


mereka pun mulai melahap apalagi Ben terlihat kelaparan, Daddy Brian mengulas senyuman betapa bangganya ia pada Ben, diculik tak takut sama sekali.


"Eh ya lo gimana ceritanya bisa kesini Jo."


"huh." Johan menghela nafas dan ia mulai bercerita


flasback on


Johan mondar mandir pikiran tertuju pada Ben yang tengah diculik. ia sudah mencoba telpon Brian tapi tak diangkat.


"Dasar boss sialan. kenapa nggak diangkat segala." gerutu Johan.


ia tak mau Ben kenapa-kenapa bisa-bisa acaranya gagal cetak gol. akhirnya ia menelpon calon istrinya.


"Haloo assalamulaikum, yang."


"waalaikumsalam sayang ada apa. kayaknya lagi bingung."


"tahu aja kamu sayang. gini ada maslaah sedikit dengan anak boss dia diculik. aku takut kenapa-kenapa dan juga aku nggak jadi cetak gol lagi. jadi ijinkan aku pergi nyelamatin dia ya, aku janji hati-hati."


"dasar mesum. ya udah sana hati-hati."


"percayalah. kamu sayang kan sama aku. aku nggak bakal macem-macem. hanya sama kamu aja doank ya."


"Iya. iya. tapi kamu kabary aku terus."


"baik sayang. love you. assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


tut panggilan selesai dan johan bersiap meluncur ke alamat Ponsel Ben yang diberitahu sebelumnya pada Axel.


flasback off


"nah gitu ceritanya."


pletak


"aww."


"dasar asisten mesum. pikiran lo kejauhan anak gue hebat jadi elo nggak usah terlalu mikir, apalagi ada daddynya."


"cih, pd. buktinya sebelum elo pasty Ben udah selamaat ya kan."


sontak ucapan Johan membuat Brian tersenyum kikuk, mengingat ia seperti polisi india datengnya telat menolong... hihahaha


....


Dimansion Ayu merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh kedua lelaki tampannya itu.


"Nanty aku akan tanya langsung pada mereka."


tiba-tiba suara deru mobil datang, Ayu melihat dibalik tirai ruang tamu ternyata para lelakinya. Ayu segera membuka pintu dan ia bersandar didepan pintu menatap tajam kearah semua.


Brian keluar mobil diikuti Wisnu, Axel , Johan, dan juga Ben. para lelaki menutup muka tatkala melihat bidadari yang siap membogem.


"mampus lo Bri. bisa puasa sebulan."


"Diem lo."


Brian pura-pura tidak tahu apa-apa dan ia berjalan mendekati istrinya. ia menggunakan jurus maut agar tak puasa.


"sayang."

__ADS_1


"Tidur diluar."


"pfffft." semua menahan tawa Brian menggaruk kepala tak gatal sambil menelan ludah kasar mendengar ocehan istrinya


__ADS_2