
"Sayang, udah dunk. Capek nih," Marvel memelas pada istrinya.
"Hahhahaaha, kau lucu sekali sayang. Aduh perutku sakit."
"Ih nyebelin deh."
Saat ini Marvel di dandani seperti cewek memakai pink polkadot dress serta higtheels pink. Sungguh menggemaskan sekali, jika orangtuanya tahu mungkin diketawain dua hari dua malam.
"Sini, aku bersihin. Kacian amat."
Kayla pun dengan telaten membersihkan wajah Marvel, setelah bersih ia memberi kecupan hangat di seluruh wajah suaminya. Marvel mengulas senyuman lalu mencari kesempatan dan menarik dagunya memperdalam pagutannya. Namun, saat dia merasa ingin lebih, Kayla mencegahnya.
"Puasa dulu, hahahhaha."
Marvel mendengus kesal karena hasratnya tak tertuntaskan, dan ia memilih untuk bersolo karier di kamar mandi. Setelah hampir satu jam lamanya, Marvel keluar dengan wajah ceria kembali. Ia mendekati istrinya yang mulai gemar nonton drakor dilaptopnya.
"Sayang, kok nonton drakor mulu."
"Seneng aja, romantis sayang. Oh ya kita ke rumah Mami yuk. Aku pengen dibuatin sambel ikan teri."
"Apa!" pekik Marvel membuat Kayla melototinya.
"He ... peace , sayang. Yaudah kau ganti baju dulu."
"Oke."
10 menit kemudian, Marvel dan Kayla keluar dari kamar lalu mengetuk pintu kamar putra putrinya.
Tok
Tok
"Nona, tuan. Silakan masuk."
"Mbak, mana Arthur dan Sha."
Belum sampai di jawab ada panggilan dari duo bocah kecil itu.
"Mommy, Daddy."
"Hai sayang, lagi apa?"
"Buat gambar, Mom. Lihatlah."
"Cantiknya, kamu sendiri yang buat."
"Iya Mom, oh ya Mommy ada apa kok cantik sekali."
"Mommy mau ajak kalian kerumah Oma Opa, mau nggak."
"Hah, yang bener," tanya Sha memastikan.
"Iya sayang, ayo buruan ganti baju."
"Siap Mommy."
"Mbak, kalian di rumah aja biar twins sama aku dan suami."
"Baik nona, hati-hati."
"Oh ya kalian istirahat, vitamin mbak masih ada?"
"Oh masih ada nona."
"Oh oke."
Tak lama, dua bocah kecil itu sudah rapi tampak keduanya cantik dan tampan.
"Come on," ajak Marvel pada kedua anaknya.
Mereka kini sudah dalam perjalaan menuju rumah utama Baratawijaya, mereka tak tahu jika di rumah tepat ada kakek nenek nya marvel bernama Brian baratawijaya dan Ayunda yang baru balik dari perancis. Mereka tinggal disana sekitar 10 tahun semenjak Marvel SMP karena urusan bisnis dan hari ini mereka berdua kembali ke tanah air ingin bertemu cucu dan cicit mereka.
Dan akhirnya mereka sampai juga di kediaman utama Ben, saat tiba Marvel dan Kayla mengerutkan dahi melihat suasana begitu rame.
"Ada apa ya sayang."
"Tahu, kita turun yuk. Come on Arthur, Sha."
"Yuhu."
__ADS_1
Marvel menggendong Sha sedangkan Kayla menggendong putranya Arthur, saat masuk mereka terkejut ada Brian dan Ayunda.
"Oma, Opa," sapa Marvel menghampiri dan memeluk.
"Hai boy, kamu makin tampan saja. Ini istrimu."
"Iya Oma, kenalkan Kayla."
"Halo Oma, aku Kayla"
"Hai sayang."
"Dan yang ini pasti twins, hai cicit Opa, Oma."
"Hai."
"Sayang, peluk dunk, Oma dan Opa," Kayla menyuruh kedua buah hatinya.
Mereka berdua menuruti perkataan Kayla segera memeluk Brian dan Ayunda.
"Oh ya Opa, mana Daddy sama Mami."
"Daddy kamu lagi di ruang kerja kalau Mami lagi di dapur entah apa yang dia lakukan. Kami disini malah ditinggal sendirian."
"Kan udah ada Arthur dan Sha , Opa."
"Heee ... iya cicitku, kau pintar sekali."
"Oma, aku cari Mami dulu ya. Ada perlu soalnya," pamit Kayla.
"Baik cucu menantuku."
Kayla pun segera menemui Bebi, dan di dapur terlihat wanita paruh baya yang masih cantik itu sedang asyik menata hidangan. Kayla salut dengan Mami, meski udah banyak maid tapi beliau tetap beraksi sendiri. Kayla menghampiri Mami.
"Mami, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam sayang, hei kapan datang. Mami kok nggak tahu."
"Mami sibuk sendiri jadi nggak tahu datengnya Kayla."
"He ... maaf sayang. Oh ya kalau mau ambil aja ini baru saja Mami buat."
Saat Bebi mencicipi kue coklatnya, ia saat Kayla berbicara keinginannya.
Uhuk ... uhuk
"Ini Mi," Kayla memberikan minuman pada mertuanya.
"Ka-kamu pengen sambel ikan teri."
"Iya Mi, pengen banget."
Tiba-tiba, ada sahutan saat keduanya membahas ikan teri.
"Dia nyidam Mi," sahut Marvel tersenyum menghampiri keduanya.
"Oh ya, selamat ya sayang. Okelah, biar Mami buatkan spesial buat kamu."
Beberapa menit kemudian, semua sudah di ruang makan dan mulai menyantap makan malam. Namun Kayla mengerucutkan bibir karena tingkah posesif nya Marvel. Marvel kini sedang berkosentrasi mengambil duri teri, ia takut Ka bakal tersedak nantinya dan juga takut jika calon anaknya bakal ke tusuk jika tak diambil. Semua menggeleng kepala heran dengan kelakuan Ayah dua anak itu.
"Huh, sampai kapan kamu bakal begitu terus, Vel" celetuk Ben pada putranya.
"Bentar Dad, tinggal dikit nih."
Kayla hanya bisa menggerutu saat ia menatap ikan teri itu tengah diambil durinya, ia sungguh kesal perutnya mulai melambaikan seraya ingin makan.
"Nah ini sayang, udah bersih durinya."
Semua menatap tak percaya pada Marvel, terutama Kayla. Bisanya ikan sekecil itu diambil durinya. Buru-buru, dengan perasaan kesalnya Kayla memakan dengan lahap.
"Sayang, pelan-pelan nggak aku minta kok."
"Ssst," Kayla menyuruh suaminya untuk diam.
"Huh, sama kayak kamu dulu, Ben," sindir Alda.
"He .... tapi bukan ikan teri, Ma."
"Tetap aja posesif."
__ADS_1
Semua semakin melongo saat Kayla menambah porsi hingga tiga kali, semua menelan ludah kasar melihat kelakuan menantunya.
Gleg
Dan 15 menit kemudian, akhirnya mereka selesai dengan makan bersama. Marvel, Brian dan Ben mengobrol bersama, sedangkan para wanita mengobrol sendiri bersama cucu.
"Oh ya sayang, berapa umur kehamilanmu?"
"21 hari Mi."
"Kamu mual nggak."
"Kadang iya Mi, pagi."
Tiba-tiba, ada suara ribut dari arah ruang tamu, dan itu adalah Hilda dan Raka.
"Sayang, pelankan suaramu. Nanti pada dengar."
"Biarin, lain kali aku akan stand by di kantor."
Di ruang keluarga, Bebi mendengar suara ribut dari depan menghampiri ternyata Hilda dan Raka.
"Kalian baru dateng kok ribut, sih. Ada apa hem."
"Nggak ada kok Mi, maaf," ucapnya lirih.
"Hil, lain kali diselesaikan di kamar jangan adu mulut, ya."
"Baik Mi, Hilda ke kamar dulu. Kamu nggak usah ikut," Hilda mencegah suaminya.
"Hilda."
Hilda buru-buru masuk kamar, karena ia sungguh males bertemu suaminya karena wanita uler itu selalu saja mengikuti.
"Maaf ya Mi, buat keributan."
"Iya, kamu istirahat gih."
"Tapi, Hilda Mi."
"Ayo, biar Mami."
Bebi dan Raka berjalan menuju kamar Hilda. Bebi mulai mengetuknya.
Tok
Tok
"Siapa?"
"Mami."
"Iya Mi."
"Buka pintunya, atau Mami dobrak nih," ancam Bebi pada putrinya
"Iya iya mi."
"Kamu jangan durhaka sama suami, bicarakan baik-baik. Atau Mami yang bertindak."
"Baik Mi."
Saat Mami Bebi pergi dari kamar, Hilda mendorong tubuh suaminya hingga keluar. Dan seketika menutup pintu.
"Hil.. hilda."
Huh
"Ini semua gara-gara uler keket sialan itu."
Tiba-tiba, ada yang menertawakannya membuat ia makin kesal.
"Hahahahaha, tidur diluar ya, Ka. Selamat ya."
Dan sebuah jeweran membuatnya meringis.
"Aw, siapa sih berani jewer kuping aku."
Dan ia menoleh ternyata
__ADS_1