Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Ketakutan muncul kembali


__ADS_3

Marvel dan Kayla mempercepat mengolesi leher mereka dengan foundation dan tepat saat mereka selesai mengolesi ada yang mengetuk pintunya yang kebetulan terbuka.


Tok


Tok


"Iya, siapa ya."


"Kami mua nona, yang akan merias anda."


"Oh gitu ayo."


Mua pun mulai  merias wajah cantik Kayla hanya mengoles tipis saja sudah terlihat auranya.


Setelah 20 menit akhirnya selesai, Kayla menggunakan gaun tanpa lengan warna navy sampai mata kaki dan di bagian paha sebelah kanannya ada belahan sampai ke bawah, tatanan rambutnya di ikat agak tinggi dan menyisakan sedikit helai rambut di bagian depan tepat di sisi kanan wajahnya. Dan terpasang liontin pemberian Marvel di leher jenjang nya sungguh membuat kecantikannya berbeda.


"Kau sungguh camtik nona."


"Oh terimakasih mbak. Ini buat mbak udah  muji aku," Kayla memberikan tips pada mua tersebut


"Tapi nona."


"Udah itu rejeki mu."


"Makasih nona."


Tak lama Marvel keluar dari kamar mandi, dia terpukau kembali dan menyuruh ma tersebut untuk pergi.


"No, disini aja mba."


"Sayang," rengek manja Marvel.


"Aku tahu maksudmu, udah ayo turun pada nunggu yang lain."


"Huh, iya."


Mua tersebut menahan senyum melihat tingkah Marvel. Keduanya tiba di gedung acara resepsi, semua memandang kearah mereka karena mereka datang paling akhir dari keluarga yang lain.


"Honey, tuh lihat mereka jadi most wanted dimana-mana."


"Haahhaha nggak usah iri, honey. Kau tetap menawan di hadapanku."


"Oh so sweet kamu honey."


Acara berlangsung selama 4 jam dan berjalan lancar. Kini tinggal Dira dan Willi yang belum melangsungkan ke jenjang serius.  Tapi mereka diam-diam sudah lamaran karena memang  kejutan.


Tanpa  terasa usia kandungan Kayla memasuki trimester akhir atau 9 bulan dan akan  melahirkan pagi ini, Marvel sudah was-was sejak kemarin. Ketakutannya kembali teringat saat dulu istrinya hampir kehilangan  nyawa.


"Sumpah aku kayak orang gila gini."


Kayla melihat suaminya mondar mandir di depannya segera menyeletuk.


"Mau sampek tipis ini lantai, mondar mandir tak jelas."


"Sayang, aku kepikiran saat kau melahirkan dulu. Dan ini akan terjadi lagi."


"Udah berdoa aja, apapun yang terjadi kau tak boleh putus asa. Kau mengerti sayang."


Marvel mendekat dan mencium tangan istrinya.


"Aku mencintaimu selamanya."


"Aku juga mencintaimu, Marvel."


Tiba-tiba, perut Kayla terasa sakit.

__ADS_1


"Aw," ringis Kayla membuat Marvel panik.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Perutku sakit yang, aku buat jalan dulu aja."


"Apa kamu kontraksi sayang."


"Sepertinya sayang."


Kayla mulai berjalan  tanpa alas kaki mondar mandir agar tak terlu terasa sakitnya. Namun bukan makin hilang namun makin cepat ritme sakitnya. Dia pun mengajak Alden untuk ke rumah sakit.


"Sayang, kita ke rumah sakit ya. Rasanya makin sakit."


"Ayo baiklah."


Marvel bingung mencari dimana kunci mobilnya, Kayla  menghela nafas di saat ia merasakan sakit malah sempat tahu dimana kuncinya. Dengan cepat ia memberikan pada suaminya.


"Nih."


"Ops, sorry sayang. Ayo," Marvel menggendong istrinya turun menggunakan lift lalu buru-buru masuk mobil. Marvel juga tak  sempat bicara dengan maid  jika ke rumah sakit.


Marvel memacu kendaraannya menuju rumahsakit dengan kecepatan maksimal. Sampai di rumah sakit ia membawa istrinya ke ruang ugd. Dan para perawat mulai memeriksa tak lama dokter kandungan datang memeriksa lalu keluar mememui Marvel.


"Tuan Marvel. Saya minta anda untuk segera tanda tangan operasi kelahiran."


"Oh baiklah dokter, saya harap lancar semua."


"Amin, doanya tuan."


Tak lama setelah tanda tangan para perawat dan dokter membawa brankar berisi istrinya bersiap masuk ruang operasi. Operasi berlangsung selama 4 jam, selama itu Marvel menghubungi keluarganya dan keluarga istrinya.


Beberapa menit kemudian, keluarganya datang.


"Bagaimana dia?"


"Doakan semua lancar."


"Amin."


Beberapa jam kemudian, keluar lah suster dengan wajah panik sambil membawa  brankar berisi bayi.


"Malam tuan. Ini putra anda lahir dengan selamat dan tampan. Namun," ucapan perawat itu


terpotong membuat keluarga panik.


"Namun apa suster."


"Istri anda, koma tuan," ucapnya lirih.


"Bagaimana bisa."


"Istri anda mengalami pendarahan, dan jika dilihat  riwayat dulunya juga seperti itu  maka bisa lagi."


"Tidak mungkin."


Ben mulai menenangkan putranya yang mulai kacau. Marvel berlari dan menggedor pintu ruang operasi.


"Vel, tenang. Kamu nggak boleh seperti ini."


"Ini yang aku takutkan Dad, kenapa bisa terjadi lagi."


"Udah kamu sabar, ini cobaanmu. Doakan istrimu segera sadar."


"Tapi Dad, brengsek. Aku akan ratakan rumahsakit ini rata dengan tanah."

__ADS_1


Saat salah satu dokter yang menangani Kayla keluar, sontak Kayla mendekatinya.


"Brengsek, kau seharusnya tak buat istriku koma," ucap Marvel menarik kerah dokter tersebut.


Ben dan Willi melerai Marvel yang menarik kerah dokter itu dan beberapa bodyguard juga ikutan melerai,  sesaat Salah  satu perawat menyuntiknya penenang.


Akhirnya Marvel  bisa tenang dalam keadaan tidur sejenak dan dibawa ke ruang rawat.


Semua hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Kayla. Tiga hari setelahnya Marvel makin seperti orang gila kembali. Ia haya menungu istrinya sadar tanpa memperdulikan anak-anak dan juga penampilannya.


"Vel, mandilah. Mami tak mau kamu sakit nak."


"Biar seperti ini, Mi."


"Vel, kau harus kuat demi anak-anak."


"Iya Vel, kalau kau gini terus  Kayla sedih," Ben.


"Ayo semangatlah demi istrimu dan juga anak-anak. Lihatlah putra kecilmu tak kau perhatikan. Dimana hati  seorang Daddy itu. Kalau Kayla lihat  suaminya seperti ini mungkin dia akan meninggalkanmu."


Sejenak Marvel berfikir untuk tetap lanjutkan hidupnya karena ada anak-anak.  ia tak membuat Kayla marah, Marvel  beranjak dari kursi dan berjalan gontai menuju ruang bayi.


"Permisi suster, saya mau mengadzani putra saya."


"Silahkan tuan."


Sesaat ia mengadzani bayinya, lalu berucap.


"Maafin Daddy melupakanmu."


Selesai brbicara dnegan putranya ia mendatamgi suster.


"Sus, ini nama  putra saya," Marvel memberikan sobeka kertas pada suster.


"Baik tuan."


"Saya permisi dulu."


"Silahkan tuan."


Marvel keluar dari ruang bayi dan pulang menuju rumah, sesampainya Marvel mencari dua buah hatinya.


"Arthur, Sha."


"Iya Dad. Kami disini."


"Maafin Daddy jika lupa mengurusimu."


"Aku tak masalah Dad, agar Mommy lekas sembuh."


"Doakan Mommy ya."


"Selalu Dad. Daddy udah makan."


"Belum."


"Kita makan sama-sama ya Dad."


"Iya sayang, Daddy mandi dulu ya."


"Baik Dad."


Marvel keluar dari kamar anak-anak dan kini ia membersihkan diri di kamarnya  sejenak ia berdoa agar istrinya diberi kesembuhan. Ia sesungguhnya rapuh tapi karena buah hatinya ia harus bangkit. Setelah mandi ia mengganti pakaian, Marvel menatap cermin ingat bagaimana Kayla selalu marah jika memandangnya.


"Aku merindukanmu sayang, sangat. Cepetlah bagun. Kau tak merindukanku, hem."

__ADS_1


Di rumahsakit


Sebuah tangan mulai bergerak perlahan sedikit jari jemarinya mulai bergerak. Dari luar jendela Bebi melihatnya dan menutup mulut melihat Kayla mulai sadar.


__ADS_2