
Dua hari kemudian entah mengapa Ayu begitu merindukan sosok yang sudah dianggapnya jadi kakak saat tinggal didesa yaitu Rena.
Brian melihat istrinya sedang melamun dibalkon segera menghampirinya.
"sayang, ada yang kamu pikirkan hem?" Ucap Brian sambil merangkul tubuh mungil istrinya dari belakang
"Aku boleh ngomong sesuatu nggak."
"boleh, apa itu?"
"Aku pengen ketemu Kak Rena dad."
"siapa itu." ucap Lembut Brian memegang tangan halus istrinya dan duduk dibawahnya
"Dia perempuan baik yang dulu temenku dia juga sudah ku anggap kakak di kampung, dia yang selalu ada buatku suka duka dad. aku jadi pengen ketemu seperti apa dia sekarang." ucapnya lirih
"hey tenanglah sayang, suamimu akan mempertemukanmu dengannya."
"yang bener dad." ucap Ayu berbinar bahagia
"iyalah apa sih yang ggak buat bidadari surgaku."
cup
Ayu mencium bibir suami sekilas sontak Brian tercengang, saat Ayu akan beranjak dari kursi ia ditarik oleh suaminya.
"eits, mau kemana sayang." ucap Brian tersenyum licik
"a-aku mau turun kebawah nyamperin anak-anak dad." ucap gugup
"kamu harus menundanya dulu sayang." Brian menggendong istrinya tanpa aba-aba menuju ranjang panas
Ayu menghela nafas karena tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya tersebut.
Dikamar Axel dan Ben
"kak, ini caranya gimana."
"mapel apa itu Xel." tanya Ben tapi dia masih fokus baca
"matematika bingung aku."
"tumben kamu bingung."
"tak tahu otakku lagi nggak bersahabat."
"aku tahu caranya mengembalikan otakmu yang bermasalah."
Ben dan Axel berjalan turun kebawah saat samapai diruang makan tercium bau masakan enak.
"hmmm enaknya, masakan apa ini."
"kakak tahu aja kalau aku laper hahahah."
"otakmu kan gitu Xel."
"kakak menyebalkan." ucap cemberut Axel membuat Ben tersenyum miring
dan datanglah 2 orang dewasa senyam-senyum kayak habis kesambet.
"kenapa kalian senyam senyum dad, bun. Ben atuttt."
"lebay kamu Ben."
"heemmm harum banget." Ayu berjalan menuju dapur.
"sayang hati-hati " teriak Brian pada Ayu
"iya boss."
didapur nampak tiga orang maid sedang beraktifitas Ayu berjalan mendekati.
"masak apa bik."
"eh nyonya kaget saya. ini masak sop iga."
"oh aku sudah nggak sabar melahapnya."
"tunggu ya nyonya bentar selesai."
"kalau gitu aku bantu ya bik."
__ADS_1
belum sampai Ayu memegang pisau dari jauh sudah ada yang berteriak.
"diam dan duduk saja sayang." teriak Brian membuat ayu kesal sedangkan bibik terkekeh melihat kelakukan tuan besarnya yang usil.
"ihhh menyebalkan dasar es." gerutu Ayu
"jqngan mengumpatku sayang." teriak Brian lagi. Ayu sudah tak tahan segera menghampiri. diruang makan 3 lelaki sedang duduk bersantai memegang ponsel mereka saling lirik mengkode.
"jadi pada diem, ok lihat saja nggak ada jatah makan."
"eh jangan cemberut dunk sayang."
"iya bun, kasihan dedeknya."
akhirnya Ayu duduk dan bermain ponsel saja menunggu hidangan datang 10 menit akhirnya datang lah membawa makanan super lezat. Ayu tersenyum kegirangan.
"kayaknya dedek pengen banget makan itu ya." ucap Brian sambil melirik Ayu yang sudah mendekati panci sop iga.
"ihhh gak lucu." ucap Ayu bersidekap
"sayang, jangan ngambek mulu makanlah. habis ini kita jalan-jalan."
"beneran nih."
"iya sayang , apa sih yang nggak."
"yeeee." sorak ayu
ketiga lelaki itu saling pandang melihat cepet berubah moodnya bunda, tapi Brian tahu mood orang hamil.
baru akan menyendok makanannya terdengar suara tak asing ditelinga
"spadaaaa." teriak Johan
"hah."
"Assalamulaikum om."
"waalaikumsalam. hee."
"malah jawab sih om dasar om gaje."
"apaan tuh."
"dasar anak es batu. oh ya gue kesini mau ngenalin kekalian semua."
"siapa." ucap kompak semua
"taraaaa. calon istri gue" dibelakang Johan muncullah gadis cantik tersenyum manis.
"tante emang mau sama om Johan." celetuk Axel
"terpaksa." ucap Nadia canda
"hahahhaha."
"dasar seneng lo ye bapak sama anak sama aja."
"Hey, kenalin aku Ayu istri dari Brian."
"aku Nadia yu."
"tante saya Axel dan ini kakakku Ben."
Ben hanya mengangguk memperkenalkan diri. Nadia melihat sisi dari Ben berbeda dari anak usianya ia lebih dingin. batin Nadia apa karena keturunan si bossnya Johan ck.
dan semuanya ikut makan bersama setelah itu Brian mengajak Johan dan Nadia untuk ikut jalan-jalan.
"kita kemana boss."
"desanya Ayu."
"oke siap."
"kita mau jalan kemana dad."
"nanty kamu juga tahu sayang tidurlah. masih lama."
"hemmm." Ayu kemudian menyenderkan kepalanya dipundak Brian. Nadia melihat suami istri itu iri mereka begitu romantis dan semakin kagum dengan anak-anak yang begitu tampan berwajah bule.
2 jam kemudian mereka sampai didesa terpencil dimana ayu dulu tinggal. Brian menyuruh Johan mencari Rara untuk kerumah Ayu.
__ADS_1
"sayang, bangunlah."
"ini dimana dad kok kayaknya nggak asing." Ayu melihat sekelilingnya
"ayo turun ada yang mau ketemu kamu."
Ayu mengangguk dan turun dibantu Suaminya diikuti anak-anak.
"dad, kita dirumahku. omg makasih dad." ucap Ayu memeluk suami kegirangan
"udah tar lagi meluknya sekarang duduk lah dulu sayang."
Ayu duduk diteras bersama Ben dan Axel sedangkan Brian membuka pintu rumah. akhirnya yang ditunggu datang juga.
"Ayu." teriak Rena
"kak Rena." Ayu terkejut ada Rena yang ia rindukan
Ayu berjalan menghampiri dan memeluk Rena semua terharu melihat keduanya bertemu kembali.
"Hey, kamu udah gak usah sedih lihatlah mereka menyayangimu Yu."
"iya kak aku bahagia semua atas doa kakak."
"kakak kurusan."
"kita duduk dulu ya. kasihan kamu lagi hamil kan."
"iya kak."
mereka semua masuk kedalam rumah Ayu, rumah sederhana tapi berkesan buat Ayu ia tak mau menjual karena tempat ini pertama merakit kehidupan bersama Ben anaknya dan juga dulu awalnya dikontrakkan Rt setempat namun Ben akhirnya bisa membeli hasil dari perlombaan.
Brian juga diam-diam menyuruh orang untuk menjaga dan merawat rumah ini. sebenarnya ada banyak pertanyaan pada suami dibenaknya tapi ia tahan dulu.
"Kak, Rara mana."
"Dia.. Dia ikut Raka, yu."
"maksudnya kak."
"kita sudah bercerai."
"maafin Ayu kak nggak tahu."
"nggak apa yu. oh ya ini siapa." menunjuk pada gadia yang disamping Johan
"ini calon istri Johan kak namanya Nadia"
"oh ya selamat tuan Johan."
"panggil Johan aja Ren."
"iy Jo. kalian nginep disini."
"nanty kita langsung pulang Ren. besok ada meeting pagi kita. ucap Brian
"oh ya aku lupa kalu suamimu pengusaha hee. kalau gitu kalian tunggu sini ya kita makan bersama."
"kak kita rujakan yuk."
"hah."
" lebay semua deh. ayu pengen rujak." Ayu terlihat menggemaskan memperlihatkan wajah puppy eyes nya
"Iya sayang."
"makasih dad, kamu memang yang terbaik."
Rena pulang sementara mengambil peralatan untuk acara nyidam istri sultan. banyak tetangga sekitar keponya minta ampun melihat ada Ayu yang dulu dicemooh karena melahirkan tanpa suami.
"Ayu kapan kamu kesini."
"barusan bu. ibu apa kabar."
"saya baik. denger-denger kamu sudah nikah ya."
"alhamdulillah sudah bu. mari bu mampir dulu."
"ah lainkali yu, masih ada urusan penting permisi." ucapnya sinis.
Brian ingin sekali menonjok muka ibu-ibu rempong suka sekali mengganggu Ayu apalagi Ben sudah menahan dari tadi emosinya. semua yang berada disitu perasaan sama dengan Brian sedang Ayu sudah terbiasa kebal. Ayu kembali duduk lesehan bersama yang lain tak lama ada sosok yang mengaguminya datang bersama Rena.
__ADS_1
"Ayu."