Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Si tampan


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Ben dan Bebi mengajak putranya Marvel untyk menjenguk makam kakeknya. Bebi nampak tersenyum menghadap pusara Papa nya.


"Papa, ini adalah putra Ben dan Bebi. Pasti papa sekarang senang di sana, nggak sakit lagi dan bisa melihat cucu. Dia namanya Marvel."


Ben tersenyum dan merangkul istrinya dan tak lama mereka kembali ke rumah.


Ben dan Bebi juga mengangkat anak perempuan benama Dira Baratawijaya karena Bebi tak bisa punya anak lagi, akhirnya mereka mengadopsi Dira di saat Marvel berumur 7 tahun.


Tanpa terasa waktu cepat berlalu, putra kecil kesayangan Ben dan Bebi kini sudah beranjak remaja. Dia adalah Marvel baratawijaya si tampan dan si most wanted SMA Sejahtera di Jakarta kelas 2 SMA. Lelaki tampan itu terkenal dengan pesonanya membuat para cewek kelepek-klepek


"Oh my god, Marvel," teriak para siswi saat Marvel melewati para cewek di kantin.


Semua tersenyum malu pada lelaki itu mereka sungguh terpesona pada ketampanan tiada duanya di sekolah. Marvel kini sudah duduk di kantin dan tiba-tiba ada seruan dari para sahabat dan saudaranya.


"Hai kak," seru Revan


"Hai, Vel," sapa Willi dan Leo


"Hem."


"Ini anak kurang ajar jawabnya ham hem aja coba kalau para cewek centil menyapa pasti jawabnya kayak kereta. Ayo guys, kita siram pakai es biar sekalian aja beku," ocehan Willi gemas


"Apaan sih, lebay."


Semua tersenyum geli, Willi suka iseng sekali pada sahabatnya.


"Eh ya, Vel, mana Dira?" tanya Willi semangat


"Kepo aja kau, mau apa cari dia?"


"Ya mau ngajakin makan siang bareng."


"Cari sana di kelasnya."


"Oke thanks sob," ucap Willi berlalu dan bergegas


ke ruang kelas Dira.


Dira sekarang menjelma menjadi gadis cantik, ia sekarang duduk kelas 1 SMA. Sejak diadopsi keluarga Ben, Dira tak mengecewakan keluarga barunya dia semangat meraih cita-citanya dan ingin membahagiakan keluarga. Dira selalu jadi juara kelas dan ia mengikuti les balerina. Dan Willi selalu jadi orang pertama yang menyemangatinya.


"Hai, Dira,"  sapa Willi


"Hai kak Willy."


"Mau makan ke kantin, ayo bareng."


"Boleh kak, kebetulan aku juga belum makan."


"Come on, baby."


Willi mengulas senyum pada Dira mereka berjalan menuju kantin. Tapi saat berjalan, ada gadis cantik menyapa keduanya.


"Hai Wil, Dir," sapa Viana teman sekelas Willi dan juga teman balerina Dira.


Viana gadis cantik yang disukai banyak lelaki di sekolah, tapi ia hanya menyukai sang most wanted Marvel tapi tak pernah dihiraukan. Viana selalu mencoba mendekati demgan berbagai cara dari mulai dekat sahabat dan juga keluarga Marvel.


"Hai juga kak," sapa ramah Dira


"Hai juga Vi, ada apa? oh ya kalau cari Marvel tuh di kantin."


Dira seketika menyenggol Willi yang banyak omongnya.


"Oh ya, makasih Wil. Bye Dir."

__ADS_1


"Bye."


Setelah Viana pergi, Dira berceloteh ria pada Willi.


"Kak, kenapa dikasih tahu. Nanti kak Alden marah."


"Biarin Dir, aku pengen lihat si most wanted berantem. Hahhahaha," gelak tawa Willi


"Dasar kau kak, jahil banget."


"Udah ayo baby, cacing diperutku udah menari-nari."


Nadira menyunggingkan senyuman lalu mengkuti Willi menuju kantin  dan benar saja sampai di kantin sebuah pertengkaran kecil terjadi.


"Hei ngapain kamu kesini," Marvel menggeser badannya agar Viana menjauh tapi bukan malah menjauh malh membuat Alden jatuh.


Bruk


"Sialan. Pergi kau, Vi," usir Marvel


"Tapi Vel, aku pengen makan bareng kamu," rengek manja Viana


"Stop! ak geli dengernya. Mending aku cabut," ucap Marvel berlalu tanpa makan terlebih dahulu.


Para sahabat menggeleng kepala pelan herns Marvel segitunya sama Viana padahal dia cantik dan banyak yang suka sedang Marvel tak mau dekat sama sekali. Saat berjalan menuju kelasnya, ia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang gadis.


Bruk


"Aih, astaga. Aku sial mulu, daritadi jatuh," ucap nerocos


"Hahahhahha, cowok kok cengeng."


Marvel tak terima ia mendongak dan ingin memaki gadis itu karena dengan beraninya menertawai.


Kayla sesungguhnya grogi saat menatap lelaki tampan tanpa noda di depannya, tapi ia berusaha tetap cool. Kayla tak enak tatapan cowok di depannya segera berdehem.


"Ehem, apa lihat-lihat. Mau ku congkel tuh mata, hah."


"Hei gadis buluk, denger ya jangan ge er. Siapa juga menatapmu, cih ogah aku."


Marvel buru-buru pergi meninggalkannya, karena semakin ditatap gadis itu malah semakin tak karuan hatinya.


"Sial, aku bisa grogi gitu pada cewek buluk," batin Marvel menerka


Sedangkan Kayla menghentakkan kalinya kesal, bisanya cowok tadi mengatainya buluk. Ia berlari menuju toilet melihat penampilannya. Sampai di sana ia bercermin, tapi menurutnya ia tak hitam dan nggak jelek amat hanya sedikit tomboy saja.


"Sialan tuh cowok ngatai aku," ucapnya kesal


Tanpa ia sadari sedari tadi temannya tersenyum geli melihatnya bercermin dan memutar badan seperti mau jadi dancer.


"Hahhahahhaha, kau ngapain, Kay. ngomong sendiri didepan cermin, oh ya jangan bilang kau sudah tak waras. Ayo guys kita bawa dia ke RSJ," seruan Ega sahabat


"Stop! sialan kalian. Aku masih waras," mengerucutkan bibir


"Lah terus kalau waras mengomel," ucap Lala


"Udah ah, males debat aku," Kayla keluar dari toilet


"Eh, nih anak kebiasaan deh belum selesai ngomong main ninggal aja."


Lala dan Ega mengejar Kayla saat mereka berjalan ketemu lagi dengan Marvel si tampan tengah bersama sahabatnya juga saat kedua berpapasan.


"Apa lihat-lihat," ucap kompak Marvel dan Kayla

__ADS_1


Para sahabat melongo melihat tingkah keduanya. Mereka saling penasaran dan ingin mencari penjelasan kenapa bisa seperti itu.


Di kelas Yasmine.


"Kay, aku butuh penjelasanmu?" ucap Ega


"Penjelasan apa, ntar ada guru minta penjelasan sonoh."


"Ih nih cewek asal nerocos aja ya tuh mulut, bukan itu maksudnya."


"Lalu apa Ga," desis Kayla


"Itu tadi kok bisa kompakan sama si most wanted."


"Siapa?"


"Itu Marvel."


"Iya Kay, kok bisa kalian berdua," ucap Lala  penasaran


"Nggak ada penjelasan apapun mengenai tuh cowok most apa, most ngeong apalah itu, aku nggak peduli," ucap Kayla ngegas


"Nggak peduli ya udah, tapi nggak usah ngegas."


Sesaat, guru mapel datang masuk kelas Kayla.


.


"Selamat siang anak-anak. Mari masukkan bukunya, kita ada ulangan."


"Huuuu," sorak siswa sekelas


Waktu pelajaran sudah selesai, bel bunyi tanda waktu pulang. Kayla bersiap ke kantor sang Papa.


"La, Ga. Aku cabut dulu mau ke kantor Papa."


"Oke baiklah, kau hati-hati, !beb."


"Baiklah see you."


Kaypa masuk mobil sportnya berwarna merah dan tampak dari kejauhan seorang cowok memperhatikannya siapa lagi kalau bukan Marvel. Cowok itu tengah penasaran dengan gadis tomboy itu. Ia tak mau menyiakan kesempatan segera mengejar mobil Kayla tapi langkahnya terhenti saat Dira memanggilnya.


"Kak, bareng."


"Aduh dek, maaf. Kakak ada urusan kamu pakae taksi ya."


"Baiklah, kakak hati-hati."


"Iya. kau juga."


Marvel memastikan Dira pulang dengan taksi setelahnya barulah ia menguntit lagi. Tak lama, cowok tampan itu meluncur ia sudah menghafal plat nomor yang digunakan Kayla. beberapa menit akhirnya Marvel menemukan mobil sport itu berhenti dekat lampu merah. Ia terdiam sejenak saat Kayla mulai aksinya menghajar para preman. Sungguh ia tak menyangka gadis cantik itu selain judes juga pemberani.


Kayla akhirnya menang dan preman itu kabur, Kayla menghampiri nenek penjual pisang itu untuk duduk di dekat jalan.


"Nek, nggak apa-apa."


"Makasih non. Nenek baik aja."


"Oh ya, Kayla antar pulang ya."


"Nggak usah non, Nenek bisa pulang sendiri deket kok."


Tiba-tiba ada seorang cowok tampan menghampiri mereka.

__ADS_1


Berapa semua pisangnya, nek?"


__ADS_2