Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
katakan cinta


__ADS_3

Setelah makan siang bersama di kantin, Marvel mengantar Kayla ke kelasnya. Dari kejauhan Viana heran melihat mereka berdua.


"Aku akan cari tahu ada apa sebenarnya?" batin Viana penasaran lalu ia kembali ke kelasnya.


Setelah memastikan istrinya selamat sampai kelas, Marvel berpamitan.


"Nah, tuan putri sudah sampai, sekarang pangeran kembali ke kelas  ok."


"Makasih, udah sana."


"Kamu ngusir aku."


"Bukan, tapi bebeb sepertinya para siswa akan segera masuk, sekarang balik lah."


"Oke, tapi kiss dulu dunk," Marvel tersenyum manis.


Yasmine menatap suaminya ragu takut ketahuan anak-anak lain.


"Udah buruan sayang, mau masuk nggak?" tanyanya penuh arti


Cup


"Udah sana," usir halus Kayla pada suaminya


"Makasih sayang," ucap Marvel dan melambaikan tangan berlalu, Kayla seketika wajahnya blush karena perlakuan romantis suaminya.


Tapi tidak untuk cewek cantik bernama Viana dan Viona di tempat berbeda, menatap  mereka penuh kebencian.


"Lihat saja aku bakal buat kalian pisah," ujar Viana menyeringai


"Aku tak kan biarkan kalian hidup bahagia, enak aja dia milikku," Viona geram


Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, berhamburan untuk segera pulang apalagi si most wanted bersiap menjemput sang putri di kelasnya. Leo melihat sahabatnya buru-buru segera bertanya.


"Mau kemana kau, Vel?"


"Jemput bidadariku dunk."


"Cih, gaya kau ,Vel. Dulu aja berantem mulu."


"Kan kemakan omongan sendiri, Wil," celetuk Leo


Semua terkekeh, most wanted itu terlihat tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tak mau lama,  ia segera menjemput sang istri. Lagi dan lagi, Marvel melihat adegan antara istri dan Alvin.


"Sebenarnya mereka ada hubungan apa?"batin Marvel sakit saat melihat mereka berduaan.


Alvin melihat Marvel berjalan menghampiri segera mendorong tubuh Kayla hingga hampir terjatuh.


"Aw."


"Sayang, kau tak apa."


"Nggak, Vel."


"Bolehkah aku minta penjelasan nanti."


Kayla mengangguk, lalu Marvel mengajaknya pulang. Dalam perjalanan akan menuju parkiran, ada hal aneh terjadi di depan mata mereka. Seorang gadis cantik tengah berlenggak lenggok menari, keduanya berhenti karena ada adegan tersebut. Gadis itu berjalan menghampiri Marvel.


"Hai Kak, Aku Nisa. Maaf jika ini lancang. Tapi aku ingin mengatakan sesuatu padamu."


Marvel dan Kaylq tak bergeming, mereka menatap gadis itu penuh selidik. Tak lama, gadis itu berlutut di hadapan Marvel. Marvel dan Kayla saling pandang tak mengerti maksudnya.


"Kak, maaf jika mendadak. Tapi aku menyukaimu, Kak," ucap Nisa memberikan sebuah sebuah coklat

__ADS_1


Kayla melongo mendengar ucapan katakan cinta pada Marvel. Marvel melihat sakit hati istrinya lalu menggenggam erat.


"Gimana kak?"


"Maaf, tapi aku sudah punya kekasih," ucap Marvel halus lalu menggenggam erat tangan istrinya.


Kayla mengulas senyuman saat Marvel mengatakan, bahwa ia kekasihnya.


Sorot mata gadis itu terlihat begitu marah, tapi tak bisa berontak. Gadis itu terlalu menyukai Marvel.


Marvel dengan cepat melanjutkan jalan menuju parkiran bersama istrinya. Marvel membukakan pintu mobil mereka meluncur ke rumah.  Tak lama, mobil Marvel masuk pintu gerbang utama. Sedari tadi rupanya Marvel diikuti seseorang.


"Awas kalian berdua," ucapnya sambil meremas stir.


Sedangkan Marvel dengan isengnya menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam  rumah. Para maid melihat kelakuan mereka berdua ikut terkekeh.


Di kamar Marvel, lelaki tampan itu meletakkan istrilya pelaan-pelan diatas ranjang.


"Huh,  ternyata kau banyak makan ya," sindir istrinya halus


"Ih apaan sih, bilang aja kalau aku gendut."


"Hei, walau kau gendut tapi tetap ku sayang. Udah mending kamu mandi sayang, biar fresh otaknya," ucapnya mengacak rambut istri


Kayla menuruti ucapan suaminya ia menuju kamar mandi karena badannya terasa lengket. Selang 20 menit, gadis tomboi itu muncul dengan handuk kimono melekat di tubuh rampingnya. Marvel susah payah menelan salivanya melihat pemandangan tak biasa.


"Ehem, kau menggodaku, sayang."


"Enggak, kamu aja terpancing," ucapnya gugup


Marvel menahan senyum melihat gelagat istrinya itu, dengan isengnya Marvel berjalan melewati dan menarik tali kimono yang melekat di tubuh istrinya. Sontak Kayla berteriak.


"Marvel," teriak  Kayla membuat seisi rumah gaduh.


"Mami, Dira. Ada apa?"


"Kau yang kenapa kak, kenapa berteriak," Dira ingin tahu


"He ... maaf tadi salah paham aja."


"Huh, kirain diapain kak Marvel resek itu."


"Kalau pun diapain sama Marvel kan nggak apa Dir, mereka kan udah sah " Bebimenegaskan


"Eh iya ya Mi."


"Udah sekarang kita turun yuk. Kay, lain kali jangan berteriak. Mami takut."


"Baiklah Mi," Ucapnya menunduk malu


Setelah kepergian mertua dan adiknya , sedangkan Marvel kembali ke kamar dan menutupnya. 15 menit kemudian Marvel sudah cantik dan rapi.


Tak lama, Alden juga kembàli dari kamar mandi. Lelaki tampan itu segera mengganti pakaian.


"Sayang, setelah ujian kita jalan ke Bali ya."


"Ngapain kesana."


"Bulan madu, masak iya kita cuma pindah tempat tidur."


"He .. aku kira. aku terserah kamu aja."


"Ya udah kita istirahat dulu, nanti makan malam bersama."

__ADS_1


"Siap my husband."


Di tempat lain, gadis cantik menyuruh paparazi menyelidiki tentang Alden dan juga Yasmine.


"Aku ingin kau menyelidiki mereka sampai detail."


"Iya tapi transfer dulu."


"Cih, dasar mata duitan belum kerja udah minta bayaran."


"Ya terserah, kau tak transfer tak ada penyelidikan," ucapnya  beranjak pergi


"Oke-oke aku transfer. Tapi kau harus maksimal."


"Siap."


Tanpa menunggu lama, pria itu sudah mendapatkan transferan menguntungkannya. Kesepakatan deal lalu pria itu mulai menjalankan perintah keesokan harinya.


"Akhirnya aku akan tahu, rahasia kalian berdua."


....


Malam ini, kediaman Ben kedatangan orangtuanya membuat suasana menjadi lebih rame. Marvel dan Kayla tak mengetahuinya karena masih asyik di alam mimpi.


"Dimana pengantin baru tak tahu diri itu, Beb," tanya Ayunda


"Biasa Bunda, masih di kamar. Mungkin kelelahan," ucapnya tertawa geli


Tiba-tiba yang di bicarakan muncul sambil bergandengan tangan. Seperti biasa Dira menggoda keduanya.


"Tuh Oma, lihat mereka pasti kayak mau nyebrang zebracross," celetuk Dira pada kakanya Marvel


"Oh ya, biarinlah, Dir. Bilang aja kau iri."


"Nah betul tuh oma."


"Ih Oma gak seru nih," ucap Dira mengerucutkan bibir.


"Udah-udah  jangan berantem, sini anak Daddy," Ben memanggil putri kesayangannya


"Uh, emang Daddy ku ter the best."


Semua tertawa bersama dan mulai makan malam. Suasana seperti inilah terkadang dirindukan Marvel. Ia bahagia bisa jadi bagian dari keluarga kaya raya ini. Mereka memang kaya tapi apa adanya. Yasmine bahagia atas pilihan mamanya ia berjanji akan menurut kepada suami selamanya. Tak berapa lama, makan malam usai. Marvel dan Kayla berpamitan untuk istirahat sejenak karena besok mereka ada ujian praktek pagi.


"Oma, Opa. Kita istirahat dulu."


"Baiklah selamat mimpi indah."


Marvel dan Kayla bergantian mencium pipi Opa Oma nya.


Sampai di kamar, Marvel duduk di tepi ranjang dan menyuruh istrinya ikut.


"Sayang, coba kau jelaskan soal tadi siang."


Huh


"Tapi janji nggak boleh marah."


"Iya."


Kayla menceritakan semua dari sedetail-detailnya. Awalnya Marvel tak marah tapi kata-kata yang ia sesalkan. Marvel buru-buru masuk kamar mandi dan mengumpat.


"Brengsek."

__ADS_1


__ADS_2