Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Jalannya beda


__ADS_3

Brak


"Astaga. Kau ngapain, Xel. Pakai gebrak meja, mau bikin jantungku copot, hah," bentak Ben


"He ... Maaf kak. Habis kakak bengong kayak kambing ompong," gurau Axel


"Apa! Kau samakan aku dengan kambing ompong, sialan benar nih. Adik nggak ada akhlak," ucap Ben lalu melempar kertas pada Axel


Pluk


"Sorry, habisnya kakak melamun mulu. Ngapain sih, jangan bilang masih kebayang istri orang."


"Nggak, kakak lagi marahan sama Bebi."


"Kenapa kak?"


"Ada pokoknya, cara minta maaf gimana menurutmu?"


"Kasih bunga atau coklat aja kak, kali aja mempan dan tak lupa kata-kata manis lihat di mbah goggle."


"Oh gitu, oke aku coba."


Sedangkan Bebi bersiap ke kampus. Ia sebelumnya mengirim pesan pada Ben, jika dia berangkat.


"Aku hari ini ada kuliah, jadi aku berangkat sekarang."


Ting


Pesan masuk ke ponsel Ben namun tak dilihat penghuninya karena masih sibuk dengan pekerjaan. Bebi menunggu balasan dari Ben sekitar 10 menit, dia pun memutuskan untuk berangkat saja. Saat berjalan menuju pintu, ia merasa sakit bagian ************ kaki.


"Aw. Kok sakit ya."


Bebi mengingat bahwa sakitnya karena ulah Ben kemarin. Ia pun mengganti celananya dengan rok selutut.


"Nah, gini nggak seberapa."


Perempuan cantik itu turun dan saat di bawah ia bertemu mertuanya Ayunda.


"Loh, Beb. Kamu katanya sakit."


"Udah enakan, Bunda," ucapnya mengulas senyuman


"Beneran. Kau sarapanlah dulu."


"Iya bunda."


Bebi berjalan lebih dulu, Ayunda mengamati jalanya Bebi sediki berbeda, dia berfirlkir jika terjadi sesuatu dan sontak, ia ingat dulu pertama berhubungan dengan suaminya jalannya seperti itu.


"Hahhahahah."


Bebi melihat mertuanya tertawa segera menepuk nya


Puk


"Eh, ada apa Bebi?"


"Maaf Bunda kok tertawa sendiri."


Ayunda sadar lalu menutup mulutnya dan mulai bertanya pada Bebi.


"Beb, apa kamu dan Ben udah begituan."


"Hah, maksudnya, Bunda."


"Itu malam pertama," bisik Ayunda pertanyaan mertuanya membuatnya malu


Dengan cepat Bebi mengalihkan


"Em, Bunda. Bebi berangkat ya, udah telat, assalamualaikum," pamit Bebi sambil mencium punggung tangan


"Eh, Bebi, kamu nggak makan dulu," teriak Ayunda


"Nanti aja, Bunda di kampus."


"Huh. Aku telpon Ben aja buat mengingatkan Bebi."


Ayunda mulai memencet nomor putranya

__ADS_1


"Halo, assalamualaikum Bun."


"Waalaikumsalam. Kamu lagi sibuk, Ben," tanya Ayunda


"Lumayan Bunda, ada apa?"


"Kamu nanti ke kampusnya Bebi, ya. Pastikan dia makan karena tadi buru-buru berangkat kekampus."


"Dia kuliah pagi, Bunda."


"Katanya iya, barusan aja berangkat."


"Ok ok makasih, bunda infonya."


"Info. Kamu kira Bunda tukang siaran."


"Hahahahaha, nggak kok Bunda. Yaudah, Ben tutup dulu. Habis ini Ben pastikan Bebi makan."


"Baiklah, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Ben menutup telpon dan melihat ada pesan dari istrinya jika kuliah.


"Aku kira dia nggak kuliah karena kemarin."


Ben beralih menelpon salah satu bodyguardnya.


"Halo, tolong kau jemput istriku bawa ke kantor. Dan pastikan tak ada yang lecet badannya."


"Siap bos."


Ben menutup tepon lalu memesan beberapa makanan untuk istri. Sedangkan Bebi jadi bahan gunjingn saat berjalan di lorong menuju kelasnya, mereka melihat jalan Bebi berbeda. Bebi mempercepat jalannya karena ia tahu apa yang mereka omongkan.Dengan perasaan kesal, ia berjalan cepat tiba-tiba Bebi menabrak seseorang.


Brug


"Aw," ringisnya


"Bebi."


"Kau."


"Ini tak seperti yang kau fikirkan, sayang," ucap kekasih Bebi mula merayu dengan memegang tangan Bebi tapi di hempaskan


"Brengsek. Kita putus."


Bebi berlari dan segera masuk kelasnya dan dudk di sebelah Rina.


"Huh."


"Kau kenapa, Beb," tanya Rina


"Ada serigala."


"Hah, mana? "


"Duh, kau ini. Maksudku mantan pacarku. Dia tadi mengejarku."


"Lalu, dimana dia?"


"Mana ku tahu, udah nggak usah bahas dia. Mendng belajar deh, nanti jaga kan."


"Iya."


Tak lama, mata kuliah Bebi selesai tapi tiba-tiba perutnya sakit. Rina melihat Bebi meringis segera bertanya


"Kau kenapa Bebi?"


"Perutku sakit."


"Aduh, ini gimana. Ayo ke ruang kesehatan, aku bantu."


"Iya."


"Dan saat akan keluar dari kelas ada laki-laki memakai setelan jas hitam dan kacamata hitam menghadang keduanya.


"Maaf, nona Bebi kenapa, nona?" tanyanya

__ADS_1


"Oh, ini perutnya sakit."


"Baiklah, kalian bawa tandu," teriak lelaki tersebut.


Beberapa menit ada orang yang sama dengan di depan Rina, sekitar ada 5 orang membawa tanda dan meletakkan didepan Rina dan Bebi. Kedua perempuan itu ternganga saat ada alat itu.


"Eh, kalian mau apa."


"Saya ditugaskan tuan Ben untuk menjemput nona Bebi dalam keadaan baik saja dan saya kira seperti ini cara kami," ucapnya


Rina dan Bebi menepu jidat dan terpaksa Bebi menurutinya, dia sungguh malu di perlakukan bak ratu. Bebi menutup wajahnya dengan tas sambil menahan sakit perut. Rina menahan tawa melihat kelakuan bodyguard.


"Astaga, Ben membuatku malu."


Sepanjang jalan, Bebi jadi pusat perhatian para mahasiswa di kampus itu termasuk mantan kekasihnya.


"Ngapain Bebi itu udah kayak permaisuri saja," celetuknya.


Dan saat sampai di depan mobil, buru-buru Bebi turun dari tandu dan masuk dengan wajah kesal. Rina pun berpamitan setelah mengantar Bebi masuk di mobil


Tok


Tok


"Beb, kau hati-hati ya. Sabar, istri sultan," goda Rina


"Kau ini sama aja."


Mobil pun melaju menuju kantor sampai disana, ia lebih terkejut lagi atas penyambutan dari kantor.


"Selamat datang nona Bebi," sambut karyawan sambil memberikan coklat, lalu ada lagi sampai 5 orang memberikan sesuatu yang berbeda untuknya. Dan saat di dalam lift ia disambut Axel adik iparnya.


"Hai, kakak ipar."


"Hai," ucapnya kikuk


"Bagaimana perjalanannya."


"Biasa aja."


Axel menahan tawa saat Bebi dibuat kesal terlihat dari raut wajahnya. Dan terbukalah lift sontak ia terkejut, Ben tepat didepan matanya lalu menggandeng tangan.


"Selamat bersenang-senang kakak ipar," Axel berteriak lalu pergi meninggalkan mereka.


Sampai diruangan, ia terkejut kembali ada banyak makanan di depan mata. Pintu ruangan pun di kunci otomatis pula oleh Ben. Lelaki tampan itu menghampiri istri dan memeluknya dari belakang.


"Maafkan aku."


"Kamu bilang apa?"


"Maaf. Apa aku kurang keras bilangnya."


"Tidak."


"Lalu."


"Kau tulus atau pura-pura."


Ben gemas lalu menghadapkan tubuh istri tepat di depannya.


"Kau itu. Lihat mataku."


Bebi tak mampu melihat mata Ben, saat ini ia ingin rasanya bersembunyi di kolong karena sungguh gugup.


"Aku minta maaf Bebi, apa kau mau memaafkanku."


"Iya."


"Beneran."


"Iya, emang aku bohong."


"Makasih ya, sekarang kau makanlah."


"Apa! Semua ini."


"Iya kalau kau tak suka nggak usah dimakan sesuai seleramu aja. Aku kan nggak tahu."

__ADS_1


"Dari mana kau tau aku belum makan."


Ben hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Bebi.


__ADS_2