Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Bertemu


__ADS_3

Kayla terkejut saat mendapati Marvel yang menghampiri. Ia menatap cowok itu seakan bertanya kenapa bisa kebetulan.


"K-kau  ngapain ke sini. Ah jangan bilang kau menguntitku ya, iya kan," cerca Kayla pada Marvel


"Idih PD sekali kau buluk, emang ini jalan punya nenek moyang kau.  Ehem, jadi bagaimana Nek."


"Semua dua ratus ribu, den."


Marvel tersenyum dan memberikan uang 500 ribu pada nenek tersebut, Kayla dibuat melongo melihatnya.


"Ini kebanyakan, den."


"Itu rejeki untuk nenek. Ambillah, nek."


"Terimakasih banyak, den."


Kayla heran ini anak sultan apa ya, bisa seenak jidat ngasih uang banyak. Marvel tahu jika sebenarnya Kayla penasaran dengannya.


"Ehem, nek. Mari saya antar pulang," ajak Marvel pada nenek itu


"Tak usah den, itu sudah dekat."


"Baiklah nek, hati-hati."


"Iya kalian hati-hati. Dari nenek lihat kalian cocok jangan berantem terus, wajah kalian mirip seperti berjodoh."


Keduanya sontak saling pandang, setelah nenek itu pergi dan  tak terlihat lagi keduanya kompak.


Howek ... howek


"Cih, ogah aku jodoh sama cewek buluk."


"Emang kau aja, aku aja males sama cowok penguntit kayak kamu. Mending sekarang aku pergi."


"Hei, kurang ajar nih cewek. Aku bukan penguntit," teriak Marvel saat Kayla sudah meninggalkannya.


Marvel tersenyum miring melihat gadisnya marah-marah, malah terlihat sangat cantik.


"Cantik tapi suka marah-marah," batin Marvel


Marvel masuk mobil  kembali ingin tahu kegiatan Kayla, sayangnya niat terhenti saat ada panggilan telepon dari Mami nya.


"Halo, Mami."


"Waalaikumsalam. Kau dimana, nak?"


"Lagi di jalan Mi, ada apa?"


"Ayo pulang. Mami mau bicara sama kamu."


"Iya Mi, bentar lagi pulang."


"Ya udah, assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah menutup telpon dari Mami, Marvel menghela nafas, "Gagal deh."


Cowok tampan itu melajukan mobil sportnya menuju rumah, tak butuh lama Marvel sudah sampai di rumah. Ia masuk berpapasan dengn adiknya Dira


"Kak, baru pulang."


"Nggak, baru dateng."


"Ih nyebelin banget sih."


Marvel terkekeh lalu naik ke atas menuju kamarnya, sampai di kamar ia merebahkan diri. Ia ingat bagaimana seorang gadis tomboy jago bela diri itu. Marvel memang jago bela diri tapi ia sangat terpukau dengan gadis tadi. Saat asyik dengan lamunannya sebuah ketukan dari kamar membuyarkan.


Tok


Tok


Saat berjalan dan membuka ternyata.


"Mami."


"Kenapa Vel,kayaknya tak suka," Bebi bersidekap


"He ... tidak kok Mi. Ada apa?"

__ADS_1


"Ini nanti pakai ya," Bebi memberikan sebuah paper bag pada putranya.


"Apa ini, Mi," Marvel menerima paper bag


"Udah kamu pakai aja, nanti Mami tunggu


dibawah jam 7 malam, bersiaplah ya."


"Siap Mami."


Marvel merasa aneh dan penasaran isi dari paperbag ia segera masuk ke dalam kamarnya kembali dan mengunci. Kini lelaki tampan itu duduk di tepi ranjang dan mulai membuka.


"Hah, jas. Buat apa coba?" tanya Marvel sendiri.


Marvel berpikiran positif mungkin orangtuanya mau mengajak makan malam bersama. Ia pun menaruh jasnya kembali di paper bag dan beralih merebahkan badannya di atas ranjang.


Di tempat lain, gadis tomboy itu tengah asyik mandi tiba-tiba ada ketukan dari pintu kamarnya. Ia cepat-cepat  menyelesaikan ritual mandi dan berganti pakaian. Setelah rapi, ia membuka pintu.


"Papa."


"Iya nak, kau sedang mandi ya."


"Iya pa. Ada apa Pa?"


"Ini nanti di pakai ya, Papa tunggu di bawah jam 7 ya," ucapnya dan memberikan paper bag


"Iya Pa."


Gadis itu menutup pintu kamarnya kembali setelah Papanya sudah tak terlihat. Ia juga membuka isi paper bag tersebut.


"Kenapa pakai gaun, ada acara apa ya?" tanya pada diri sendiri.


....


Waktu menunjukkan pukul 7 malam, keluarga Ben sudah siap tinggal menunggu Marvel. Sambil menunggu, dengan isengnya Dira bertanya.


"Dad, kenapa rambut nggak di potong aja sih."


"Kau tak tahu aja Dir, ini sejarah menemukan cinta Mami mu."


"Sejarah, lah dipikir jaman penjajahan," celetuk Dira membuat Ben gemas pada putrinya


Tiba-tiba, ada celetukan membuat semua terpana pada lelaki tampan baru saja turun tangga.


"Apaan sih ribut," ucap Marvel sambil menata kerah kemejanya


Semua melongo melihat ketampanan Marvel, Bebi dan Ben mengulas senyuman menatap putranya begitu mirip Ben.


"Waw, yang mau," ucap Dira tapi seketika ia tak melanjutkan omongan


"Yang mau apa, dek."


"He ... nggak kok kak. Kakak the best tampan, ya kan."


"Iya dunk, kan most wanted."


"Udah-udah, mending kita segera berangkat. Nanti telat, let's go."


Mobil keluarga Ben tak lama sampai di depan restaurant dan disambut para karyawan di sana.


"Selamat malam tuan Ben, silahkan sudah di tunggu."


"Baik terimakasih."


Ben mengajak para kesayangannya untuk menghampiri seseorang yang lama tak  bertemu.


"Selamat malam, tuan Ferry."


Ferry mendoongak saat namanya disebut, dan ia terkejut ternyata sahabatnya.


"Ben," Ferry seketika memeluknya.


"Kau bagaimana kabarmu?" ucapnya tersenyum menepuk bahu Ferry.


"Aku baik seperti kau lihat, Ben."


"Oh ya, ini putri-putri ku dan ini Marvel."


"Waw, keluarga besar."

__ADS_1


Semua tersenyum dan menyalami punggung tangan Ferry bergantian.


"Oh ya mana putrimu, itu Fer."


"Bentar dia masih di toilet."


Tak lama muncul gadis cantik memakai dress peach selutut dan senada dengan kulit putih mulusnya, ia terkejut saat tahu di depan mata ada Marvel. Kayla berpura-pura tidak mengenalnya sama halnya dengan Marvel.


"Nak, sini," ajak Ferry pada putrinya


"Ini putriku, Beb. Namanya Kayla."


"Salam kenal Om, Tante," ucapnya menyalami kedua orangtua Marvel


"Dan ini putra Om, Kay. Namanya Marvel. Ayo kenalan."


Keduanya saling pandang lalu kompak.


"Nggak."


"Kalian saling kenal," tanya Ben memastikan


"Nggak."


"Hahahahaaha cie, kalian memang berjodoh deh,"  goda Dira


"Ogah."


Ferry yang tak enak segera mengajak putrinya mengulurkan tangan pada Marvel.


"Ayo nak."


Kayla  dengan terpaksa mengulurkan tangan dan dijabat oleh Marvel. Marvel bahagia sungguh. Di dalam hatinya ia bersorak, "Hore."


Semua memandang ke arah Marvel yang terlihat senyum-senyum sendiri saat masih menjabat tangan Kayla. Kayla kesal menarik tangannya hingga Marvel hampir terjungkal.


"Oops."


"Kayla," bentak Ferry


"Maafkan Kayla Om, tak sengaja."


"Awas aja kau gadis buluk,"  batin Marvel menyeringai


"Iya tak apa Kay, kalian satu sekolahan kan. Jadi mulai besok Marvel akan mengantar jemput kamu."


"Apa!" pekik keduanya


"Aduh sakit perutku, kak.  Hahahhaha kalian sungguh cocok."


"Diem kau, Dir."


Bebi dan Ben melihat ada sesuatu diantara mereka jika dilihat dari gelagatnya. Tak mau menunggu lama, Ben mengajak mulai makan malam bersama. Setelah 15 menit, mereka mengakhirinya dengan obrolan hangat.


"Vel, nanti Kayla antar pulang ya. Tak ada bantahan apapun."


"Dan kau Kay, juga menurut pada Marvel," ucap Ferry


Dengan berat hati keduanya menuruti kemauan orangtua mereka. Setelah satu jam, acara makan malam selesai. Ben berpamitan dengan Ferry.


"Kita pulang ya, Fer."


"Kapan Rika dioprasi?" tanya Ben


"Lusa, Ben," ucapnya sendu


"Kita akan jenguk dia, semoga lancar."


Ferry mengangguk dan memeluk sang sahabat. Ketiga anak Ben bergantian mencium punggung tangan Ferry.


Setelah semua pergi giliran, Marvel mengantar Yasmine pulang menggunakan mobil yang dikirim bodyguard Ben.


"Alamat rumahmu mana?"


"Nanti aku kasihtahu, udah jalan aja."


"Judes amat."


Kayla menjulurkan lidahnya pada Marvel, membuat si tampan gemas campur kesal.

__ADS_1


__ADS_2