Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Mami menangis


__ADS_3

Keesokannya, Marvel terbangun dengan sedikit masih agak pusing karena pengaruh alkohol tadi malam, ia melirik sebelahnya ada istri masih meringkuk di bawah selimut ia sungguh tak tega mendiamkannya, namun ia ingin memberi pelajaran untuknya agar mendengarkan kata suami.


Perlahan Marvel turun dari ranjang,  menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah beberapa menit, ia sudah rapi dan terlihat tampan rambut di sisir kebelakang memperlihatkan  ciri khas nya seorang ceo dengan setelan jas  berwarna navy dengan dalaman rajut yang menutupi lehernya, dan akhirnya Marvel menutup pintu kamar lalu turun tanpa sarapan terlebih dahulu. Diam-diam ada yang memperhatikan tingkah dari Marvel.


Saat di bawah ia berpapasan pada maid.


"Bik, aku berangkat dulu. Nanti kabari saya kalau ada apa-apa."


"Baik tuan."


Marvelmelajukan mobilnya menuju kantor tapi saat dalam perjalanan ia berhenti sejenak untuk membeli sebuah roti untuk pengganjal perutnya. Saat di toko, ia melihat ada seseorang tengah berbicara sesuatu tapi sayangnya ia tak mendengar jelas hanya ingat akan memberikan wanita yanf dicintai pada Jason. wanita yang sedang berencana itu adalah Revi, Marvel berpura tidak tahu karena malas melihat mantannya itu.


Dari kejauhan Revi melihat ada Marvel, ia punya rencana lebih baik, ia berlari menghampiri Marvel.


"Marvel," teriak Revi  membuat Alden berhenti sejenak


"Apa?" ucapnya ketus


"Galak amat, kau berubah Vel sejak sama cewek sialan itu."


"Hei, kau ini ada apa panggil aku. Kalau cuma bahas itu."


"Ops, sorry. Begini ada undangan ulangtahunku, kau datang ya nanti jangan lupa Kayla diajak."


"Kenapa harus diajak?"


"Ya biar rame kan."


"Oke. Aku balik dulu."


"Bye Vel," Revi senyum ceria


Di kediaman Marvel, Kayla bangun dan meraba disamping ternyata suami sudah tak ada di ranjang. Ia menatap jam  dinding masih pukul 7 pagi, ia menghela nafas berat merasakan rasa  sesak  di dada saat ia tak lagi bisa menyiapkan keperluan semua untuk suami. Ia yakin kali ini kemarahan Marvel tidak main-main. Kayla beranjak dari ranjang dan memutuskan untuk membersihkan badan karena ada kuliah pagi ini. Setelah di rasa sudah rapi, ia berlanjut menuju kamar putra putrinya.


Tok


Tok


"Nona."


"Pagi mbak."


"Pagi nona. Masuklah, Arthur dan Sha baru saja masuk kamar mandi."


"Masih lama mbak."


"Mungkin bentar lagi selesai mbak."


"Nona kok udah cantik dan rapi."


"Iya mbak, mau kuliah ada pagi ini."


"Oh gitu."


Dan muncullah dari kamar mandi Arthur dan Sha terlihat memakai kimono handuknya sungguh lucu mereka.


"Pagi Arthur, Sha," sapa ceria Kayla pada putra putrinya


"Pagi Mom, mana Daddy."

__ADS_1


"Udah berangkat sayang, ada meeting pagi ini."


"Oh gitu, Mommy uga lapi mau kemana?"


"Mommy ada kuliah sayang, kalian jangan nakal ya. Nanti mau dibawain apa hem."


"Es klim," kompak kedua bocah kecil itu.


"Baiklah, sekarang pakai baju. Nanti jangan lupa makan, Mommy berangkat dulu, tos dulu dunk."


Tos


Tos


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Kayla hari ini berangkat menggunakan taksi karena rencananya setelah kuliah ia akan mengunjungi Marvel di kantor.  Sedangkan Arthur minta mbak Rara agar mau mengantarkannya ke kantor Baratawijaya menemui Daddy.


"Mbak, ayo buluan ke kantol mumpung asih pagi. Mbak bawa kan ponselnya."


"Iya Xel bawa, bentar mbak kabari sopir agar mengantar kita."


Beberapa menit kemudian, Rara dan Arthur turun ke bawah. Rara sudah berpesan untuk menjaga Sha. karena ia ingin mengantar Arthur ke kantor Daddy nya. Setengah jam kemudian, Arthur dan Rara sudah di depan lobby dan menghampiri  meja reseptionis.


"Agi mbak."


"Pagi sayang, bisa dibantu."


"Maaf mbak, saya babysitter anak ini, saya Rara. Kami ingin bertemu dengan tuan Marvel, tolong ya mbak."


Dua menit kemudian, Rara dan Arthur diijinkan ke lantai atas menemui Marvel diantar security.


Sampai disana Arthur menyuruh security kembali dan ia mulai mengetuk pintu.


Tok


Tok


"Masuk."


"Agi Dad," sapa senyum ceria Arthur


Sungguh terkejut Marvel melihat putra kecilnya berada di kantor untuk pertama kalinya. ia pun melirik ke arah pengasuhnya Rara.


"Maaf tuan tapi Arthur memaksa bertemu anda," ucapnya sambil menunduk.


"Tak apa, kamu duduklah Ra."


Rara mengangguk dan duduk sedangkan Marvel, beranjak dari kursi kebesarannya menghampiri Arthur dan duduk mensejajarkan tumbuh kecil putranya.


"Ada apa hem?" tanya Marvel sambil mengelus puncak kepala putranya


"Daddy kenapa belantem ama Mami."


Deg


Marvel terkejut kembali dengan pertanyaan yang diungkap bocah satu tahun itu.

__ADS_1


"Kenapa Daddy malah ma Mommy. Kasihan Mommy, Dad. Tadi aja Mami nggak salapan bulu-bulu belangkat kuliah pagi.  Hiks ... hiks. Arthur kacihan ama Mommy, tadi malam uga nungguin Daddy ketidulan di sofa. Arthur sedih lihatnya Dad, tolong maafin mommy," Arthur sesegukan sambil memohon agar Daddy tak marah pada Mommy, wajahnya Arthur terlihat merah.


Marvel berpikiran jika anaknya genius, karena balita setahun ini bisa mengerti keadaan orangtuanya. Marvel merasa trenyuh dengan kalimat itu, betapa pedulinya pada orangtua terutama perasaan Mommy, macam ikatan batin antara anak dan Ibu. Marvel pun tersenyum pada Arthur dan memberi pengertian.


"Maafin Daddy ya, sayang Arthur. Daddy nggak marah sama Mommy kok. Udah sekarang duduk dulu ya."


"Oya Dad. Dan ini lihat Dad hasil foto Arthur," Arthur memberikan ponselnya pada Daddy. Disitu jelas Kayla sedang melakukan apapun. Marvel menahan tangisnya lalu mengecup puncak kepala putra lalu beralih ke kamar mandi pribadinya. Dan akhirnya tangisnya runtuh sambil menatap cermin di depannya.


"Maafkan aku istriku, jika aku membuatmu sedih," Marvel kejadian mencuci mukalalu mengusap dengan tisu. Lelaki tampan itu keluar dari ruangan dan mengajak putra beserta pengasuh untuk ikut dengannya.


"Arthur, ikut Daddy yuk."


"Kemana Dad."


"Nanti juga tahu boy, udah ayo."


Marvel menggendong putranya tapi sebelumnya ia berpesan pada asistennya Leo dan Revan jika ia keluar sebentar dan ternyata mereka berpapasan saat di lobby.


"Hei boy, tumben kau kesini hem," sapa Leo


"Hai Om, Arthur kangen Daddy."


"Ketemu terus kok kangen, ada aja kamu sama bucinnya sama Daddy mu, Arthur."


"Berisik kau Leo, mana Revan."


"Masih ngisi perut."


"Ingetin jangan buat contoh tak baik, kaya di rumah nggak dikasih makan sama Om, Tante aja tuh anak."


"Siap bos."


"Aku pergi dulu."


"Oke hati-hati. Bye boy, " Leo melambaikan tangan dan di balas oleh Arthur.


Marvel bersama putra dan pengasuh anaknya segera masuk mobil dan meluncur ke kampus istri. Ia sengaja akan membuat kejutan untuk meminta maaf. 


Sesaat, mobil merah sport milik Marvel sudah memasuki halaman kampus. Semua terpana dengan nya menggunakan mobil keluaran terbaru. Saat ia turun, semakin mereka kagum akan ketampanan Marvel yang hakiki itu. Dia menggendong putranya berjalan diikuti babysitter.


"Waw, Marvel makin hot. Lihatlah meski menggendong putranya. Dia tetap menawan."


"Iya hot Daddy, man. Siapa yang nggak jatuh cinta padanya, pasti dikira ia belum nikah."


"Udah-udah gibahinnya. Ayo belajar lagi nanti ujian lo," timpal teman yang lain


Marvel menuju kelas Kayla, Marvel menatap sekilas Kayla masih setia mendengar dosennya, Marvel pun menunggu di depan kelas Kayla hingga beberapa menit keluar lah semua. Saat Kayla keluar , Arthur memanggilnya.


"Mommy," seruan bocah kecil tampan


Kedatangan Arthur mengejutkannya, ia tak menyangka putra kecilnya  datang ke kampus. Tapi tatapannya sekilas melihat ada seseorang yang ia rindukan ikut bersama Arthur.


"Arthur, mami seneng kamu kesini sayang," peluk Kayla pada Arthur.


"Ehem," deheman Marvel membuat Kayla melepaskan pelukan pada putranya


"Nggak kangen sama Daddy nya," celetuk Marvel menyunggingkan senyuman dan ia merentangkan kedua tangannya menyambut istri.


Kayla mengulas senyuman lalu berhambur memeluk," Maafkan aku, Vel."

__ADS_1


__ADS_2