
Setelah 3 hari berada di Bali untuk honeymoon kini, kedua insan itu bersiap menuju bandara bersiap ke Jakarta.
"Sayang, beneran nggak ada yang ketinggalan."
"Ada."
"Apa."
"Jejak."
"Kau itu ada aja sayang."
Taksi pun melesat menuju bandara tak sampai lama, taksi sudah di depan lobby bandara.
"Ayo sayang."
"Aku udah nggak sabar pengen ketemu Berlian, kak."
"Sama sayang, semoga semua sehat."
"Amien."
Dan beberapa saat pengumuman di bandara untuk penumpang segera check in, mereka pun segera masuk ke dalam pesawat.
"Yang, kamu tidur dulu aja."
"Iya kak."
Selang satu jam, pesawat mereka sudah landing di bandara. Raka dan Hilda sengaja tak memberitahu orang rumah karena memberi kejutan.
Saat sampai di kediaman Ben, rumah nampak sepi. Hilda heran kenapa malahan sepi dari biasanya. Raka dan Hilda turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Nona dan tuan muda."
"Hai bik, apa kabar?"
"Baik nona."
"Oh ya mana Daddy dan Mami."
"Nyonya dan tuan lagi ke mall bersama nona Berlian. Nona."
"Daritadi kah?"
"Iya non, mungkin bentar lagi pulang.
Tak lama, terdengar klakson menandakan ada mobil Daddy nya.
Tin
Tin
"Itu kayaknya mereka bik."
"Iya mungkin, nona."
Dan benar saja kedua orangtua Hilda datang bersama Berlian, Hilda berlari menghampiri.
"Hei, kapan kau datang sayang" sapa Bebi sambil memeluk putrinya.
"Baru aja, Mi. Hai sayangnya Mami," sapa Hilda pada buah hatinya
"Hai ka," sapa Ben pada Raka
"Hai Dad, gimana kabarnya?"
"Seperti yang kau lihat."
"Tetap menawan dan bersahaja."
"Kau bisa saja, ayo masuk."
"Oh ya Dad, kak Dira mana ya."
"Dia kos sekarang sayang, dia pengen mandiri katanya sambil kuliah."
"Iya biar tambah deket sama kak Willi."
"Sok tau kamu sayang."
"Beneran Mi, udah ah. Makan yuk, laper."
"Iya-iya. Ayo putri manjanya Daddy."
__ADS_1
Mereka mulai makan bersama. Dan keesokan harinya pagi sekali, Raka bangun karena dia akan ke luar kita meninjau proyek barunya.
"Ada yang ketinggalan nggak kak " tanya Hilda pada suaminya
"Nggak kok, udah semua. Kau di rumah aja ya selama aku ke luar kota cuma tiga hari kok."
"Iya kak, kakak hati-hati."
"Siap sayang, ayo. Biar aku yang gendong Berlian, sayang."
"Iya."
Raka dan Hilda turun serta Berlian bayi berumur enam bulan itu terlihat imut dan cantik . Di ruang makan ternyata ada Mami.
"Pagi Mami," sapa keduanya
"Pagi juga, Loh kamu kok pagi sekali, Ka."
"Iya Mi, mau keluar kota, Mi."
"Oh begitu, hati-hati."
"Iya Mi, salam buat Daddy. Aku berangkat dulu sayang."
"Loh nggak sarapan dulu, Ka "
"Nggak Mi, nanti di jalan aja."
"Oh ya udah, kau sendiri."
"Ada asistenku nanti Mi, Tak berangkat dulu. Assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Raka mengecup kening istri dan beralih pada Berlian putri kecilnya.
Raka melambaikan tangan lalu masuk kedalam mobil, setelah memastikan Raka berangkat. Hilda masuk bersama putri kecilnya dan menuju ruang makan.
"Mami, ambilkan makan dulu ya."
"Sini Berlian biar Mami pangku, nak. Kamu ambil makanan untuknya."
"Baik Mi."
Sedangkan di kediaman Marvel. Kayla sedang asyik membuat kue brownis di temani duo kesayangan. Tak lama, si tampan Marvel turun menghampiri mereka.
"Morning kiss."
"Sedang apa sayang."
"Ini buat kue brownis mumpung masih libur kuliah. Nanti aku undang Mami, boleh kan."
"Boleh sayang."
"Nanti kalau makan siang anter ke kantor ya sayang."
"Siap bos. Nah ini udah jadi deh."
Taraaaa
"Kayaknya enak nih, boy, cantik, sini."
"Apa Dad?"
"Ini coba icip kue buatan Mommy."
"Aaaa."
"Enak Mom."
"Oh ya, makasih sayangnya Mommy."
"Ini untuk Daddy."
"Makasih Mommy. Enak."
"Makasih sayang."
"Ya udah Daddy siap-siap mau mandi. Boy, cantik nggak boleh nakal."
"Ciap Dad."
Marvel naik ke kamarnya dan bergegas membersihkan badannya. Setelah 15 menit, Marvel sudah nampak rapi. Tiba-tiba, ponselnya berdering terlihat panggilan dari Raka.
"Halo Ka, assalamulaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Vel. Maaf ganggu. Bisa ke jalan xx deket proyek A. Aku kerampokan tadi mau keluar kota dalam perjalanan."
"Baiklah aku kesana."
Marvel berfikir memang Raka di rampok tapi sepertinya mereka menyekap Raka, terlihat dari nada bicaranya. Marvel pun menelpon Leo.
"Halo, Leo."
"Halo bro, ada apa?"
"Aku mau kita ke jalan xx , buruan jemput aku."
"Oke tunggu 15 menit, aku ke rumahmu."
Marvel menutup telponnya dan segera ke bawah dan di sana sampai ruang makan. Ia mencari istrinya namun tak menemukan.
"Bik, mana istriku."
"Oh nona, lagi di taman belakang, tuan."
"Baiklah."
Marvel pun berjalan menghampiri istrinya yang nampak mengambil bunga untuk Sha.
"Sayang," panggil Marvel dan Kayla menoleh tersenyum
"Maaf sayang, tadi Sha ngajak ke taman."
"Iya nggak apa, sayang. Aku berangkat dulu ya."
"Nggak makan dulu."
"Nggak sayang, kayaknya Raka di rampok. Ini aku mau nyusul dia tapi anehnya seperti orang tersandra."
"Kamu hati-hati Vel."
"Iya sayang, kamu jaga anak-anak."
Marvel mencium kening lalu bibir ranum istrinya sekilas. Rasanya Kayla tak ingin pergi dari Marvel.
"Dah, anak Daddy," Marvel melambaikan tangan pada putra putri nya.
Marvel pun keluar, ternyata Leo sudah menunggunya. Tanpa menunggu lama, Marvel masuk mobil diikuti beberapa bodyguard dari belakang. Memang ia sengaja membawa mereka untuk berjaga-jaga.
Di perjalanan, Marvel menyiapkan pistol dan di masukkan ke dalam saku jas nya. Ia juga memasang baju anti peluru, dan Leo pun sama bergantian. Tak lama mobil Leo sudah sampai di jalan xx, dan seperti dugaan Marvel ia di jebak seseorang.
"Kau emang genius, Vel."
"Makanya kau harus belajar juga agar bisa melindungi istri dan anakmu kelak."
"Siap bos. Lalu apa yang harus kita lakukan."
"Aku akan telepon Raka."
"Halo, Ka."
"Halo Vel, kau dimana?"
"Aku udah di di jalan xx seperti kau bilang, kamu dimana kenapa sepi banget."
Tiba-tiba, ada gedoran di pintu mobilnya , keduanya menoleh kebelakang ternyata para bodyguard sudah menyerang musuh. Marvel menatao Leo dan mengagguk bersama keluar dari mobil.
"Mari kita bermain-main."
"Let's go," seru Leo
Marvel dan Leo mulai menyerang dengan pistol mereka.
Dor
Dor
Tak lama, musuh mereka sudah tergeletak tewas akibat timah panas yang mereka tembakkan. Marvel pun mulai menelpon Raka lagi.
"Kau dimana Vel."
"Hai Ka, sebenarnya dimana?"
"Aku di sebelah gedung proyek yang belum jadi dan sebelahnya ada rumah kosong, nah aku disitu."
"Oke baiklah, aku kesana."
"Makasih Vel."
Marvel dan Leo serta bodyguard menuju rumah kosong, perlahan namun pasti Marvel dan Leo menatap satu persatu ruangan itu dan yang terakhir menemukan keberadaan Raka terikat. Dengan langkah cepat, Marvel dan Leo masuk ke dalam rumah itu dan menghampiri Raka.
__ADS_1
"Mereka orang suruhan."
Leo dan Marvel saling menatap heran siapa yang berani mengganggu