
"Thanks ya, La. Ini untukmu," Alex memberikan uang 5 lembar ratusan ribu.
"Sebagai balas budiku," tambahnya.
"Ini bener."
"Iya."
"Makasih Lex."
"Iya, udah sana berangkat nanti telat."
"Iya."
"Hati-hati. Jangan lupa nanti."
"Oke."
Lala merasa Jika Alex sedikit berbaik hati padanya, ia mulai merasa sikap Alex berbeda. Tapi Lala tak masalah jadi budak Alex karena ia bisa menyambung hidup tanpa orangtuanya.
........
Di sekolah Bimasakti, Dena sengaja pindah ke sekolah yang sama dengan Alex untuk merebut hatinya.
"Hai Lex," sapa Dena pada Alex.
"Hem."
"Mau makan apa biar aku pesenin," ucapnya sambil memdekat Alex.
"Makan jantung," ucap Alex berlalu.
"Lex tunggu," Dena berteriak hingga para siswi mengguncingnya.
"Apa lihat-lihat," seruan Dena pada para siswi yang menatapnya.
........
Dena bergegas pergi dari kantin sedangkan di tempat lain, seseorang tengah merencanakan sesuatu.
"Halo, La. Ini Mama nak. Mama minta kau cepat pulang ya. Papa mu sakit, hiks.."
"I-iya Ma. Lala pulang."
Lala menutup telpon dari Mama nya dan ia mencoba menelpon Alex.
"Halo Lex. Aku akan ke sekolahmu sekarang."
"Loh kenapa?"
"Papa ku sakit, jadi aku harus pulang."
"Oh oke. Aku tunggu di depan ya."
"Oke."
Lala bergegas membereskan buku dan ijin pulang awal pada wali kelasnya untuk pulang cepat, dan tak lama wali kelasnya mengijinkannya pulang.
"Hati-hati La."
"Iya Bu."
Lala berlari menuju parkir dan melajukan mobil mewah milik Alex kini gadis cantik itu meluncur ke sekolah Alex . Beberapa menit Lala sudah di depan sekolah Alex dan tepat saat ia ingin menghubungi Alex sudah keluar dari gerbang.
"Ayo."
Kini Alex mengganti posisi kemudi, dia tancap gas meluncur ke tempat Lala. Beberapa saat sudah di depan rumah Lala.
"Makasih ya Lex."
__ADS_1
"Iya, sama-sama."
"Kalau ada apa-apa kabari aku."
"Oke."
Lala melambaikan tangan dan masuk ke dalam rumah sedangkan Alex mengemudikan kembali ke kediamannya.
Saat Lala masuk ke dalam rumah, ia tak berkutik karena para anak buah Mama Anggun memeganginya.
Dari atas tangga muncul Anggun berpakaian seksi sambil bertepuk.
Prok
Prok
"Waw-waw, kena juga kau sayang," ucap Anggun mendekati Lala.
"Cih, maksudnya apa ini."
"Kau masuk perangkap sayang, sekarang kau bisa ke kamar papamu melihat keadaannya."
"Lepaskan dia!" suruh Anggun pada para anak buah.
"Siap bos."
Lala pun berlari ke kamar Papanya dan membuka pintu , ia terkejut Papanya tak bisa bergerak diatas kasur.
"Pa, Papa kenapa?"
Arya ingin mengatakan apa yang terjadi pada dirinya namun ia tak bisa bergerak seakan tubuhnya sudah mati rasa. Arya hanya bisa meneteskan air mata sedihnya saat putri kesayangan menjadi terlantar karenanya.
"Maafkan Papa, nak," batin Arya merutuki kebodohannya menikahi Anggun.
"Pa, jangan bilang ini semua karena wanita itu."
Arya mengisyaratkan mengedipkan matanya, dari situ Kayla tahu memag benar Anggun yang berbuat.
Tiba-tiba, tubuh Lala di pinggirkan oleh Anggun.
"Sudah selesai waktu bicaranya, sekarang kau kembali ke kamar mu."
"Bawa anak ini ke kamarnya," seru Anggun pada anak buahnya.
"Siap bos."
"Brengsek. Lepasin aku!' berontak Lala.
Lala yang kalah tenaga dengan anak buah Anggun akhirnya mengalah dan masuk ke dalam kamarnya.
Saat Lala Ingin menelpon seseorang tiba-tiba ada yang menyambar ponselnya itu dalah Anggun.
"Ops sorry, sementara kau tak boleh komunikasi dengan siapapun."
Anggun menutup dan mengunci kamar Lala agar tak bisa kabur, ia tersenyum menyeringai saat rencananya berhasil. Sedangkan Lala menangisi keadaan , tak bisa melakukan apapun apalagi Papanya lumpuh gara-gara wanita iblis itu. Lala tak menyerah, ia sedang memikirkan rencana kabur dan membawa Papanya pergi dari tempat terkutuk ini.
.......
Sudah dua hari, Alex tak bisa menemui Lala dengan alasan sakit tak boleh di kunjungi. Ia semakin curiga terhadap apa yang terjadi dengan Lala. Alex menelpon salah satu bodyguard untuk menyamar jadi kurir.
"Halo, kau selidiki rumah di jalan x."
"Baik bos."
Esoknya , nampak beberapa rombongan mobil keluar dari gerbang rumah mewah kediaman Arya. Bodyguard Alex pun menelpon pagi itu juga.
"Halo, bos."
"Iya ada apa?"
__ADS_1
"Beberapa rombongan keluar dari rumah itu. Menuju arah bandara."
"Oke, siapkan anak buah lain pantau keluarga itu."
"Siap bos."
Para bodyguard itu lantas mengikuti kemana tujuan mereka . Sedangkan di dalam mobil, Lala heran kenapa di bawa keluar oleh Anggun. Tak lama mereka sudah tiba di bandara.
Anggun turun dan mengajak Lala, dan pada saat berjalan, Lala mencari kesempatan kabur. Lala mencari kesempatan berlari dan saat ia mengendap-ngendap mencari jalan keluar, betapa terkejut Lala saat ia bersembunyi ada tepukan di bahunya.
"Alex," seketika Lala memeluk . Alex tersenyum namun ia tau jika gadis itu tengah tidak aman. Ia menyuruh memakai hoodie milik nya agar tak dikenalin.
Mereka berdua pun pergi dengan pengawalan ketat. Alex mengajak Lala untuk bersembunyi di Apartemannya. Sebelum itu, Lala ingat jika papanya masih di rumah.
"Lex, kita ke rumahku. Papa masih dirumah."
"Oke."
Tapi saat akan menjemput Arya, ada mobil menghadang dan mereka tahu siapa pelakunya.
"Berhenti atau aku bunuh Papa mu," ancam Anggun berteriak menghadang Alex dan Lala.
"La, keluar sekarang atau Papamu mati."
Alex menyuruh Lala tetap di dalam mobil tapi wanuta tak berhenti disitu saja, ia mangancam dan hitung mundur.
"La, aku hitung mundur."
3
2
1
Dor
Dor
"Asisten Ronald," ucap Alex
Alex terkejut kenapa asisten Daddy bisa ikut misi ini. Tak lama dari kejauhan Alden kelihatan di dalam mobil. Alex tersenyum saat tahu di belakangnya ada Daddy.
Setelah memastikan wanita bernama Anggun mati, kini keduanya mlajukan mobil menuju kediaman Lala. Sampai di kediaman, Lala berlari masuk menemui Papanya.
"Pa, alhamdulillah kita selamat. Ada temen Lala membantu."
Beberapa saat para bodyguard Marvel masuk ke kamar dan membawa ke rumhsakit. Sampai di sana lagsung ditangani. 20 menit kemudian seorang dokter yang menangani Arya keluar.
"Selamat siang, saya dokter yang menangani tuan Arya. Jadi saya sudah memberi suntikan agar dia bisa bergerak semula."
"Baik terimakasih dokter."
Sedangkan di Indonesia, Kayla hari ini akan memberi kejutan untuk putranya Alex karena berhasil menang lomba.
"Dad, Mi. Kayla balik ya. Kapan-kapan kita kesini lagi. Jaga kesehatan kalian."
"Iya Kay, hati-hati. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla diantar sopir menuju bandara, setelah merawat papanya Ferry yang kemarin sakit akhirnya ia bisa balik ke Singapura lagi.
Sedangkan di sisi lain, Alex bepamtan pulang setelaha menemaki Lala di rumahsakit.
"La, aku pulang dulu ya."
"Baiiklah hati-hati."
Alex lantas pergi dari rumahsakit, sampai di rumah gelap ia mengerutkan dahi melihat rumah sepi. Ia menyalakan kan lampu dan.
__ADS_1
"Surprise."