
"Daddy, Mami."
Bebi berlari memeluk putranya yang ia rindukan dan bergantian memeluk menantunya. kemudian Ben memeluk putra kesayangan juga menantunya. Dari jauh, Dira haru melihat semua kembali lagi.
"Apa kabarmu nak," tanya Ben tersenyum menatap pada Marvel dan Kayla.
"Kami baik Dad, seperti yang dilihat."
"Daddy bangga sama kamu. Daddy udah menghapus hukumanmu, jadi kembalilah ke rumah," ucapnya tersenyum manis
"Maaf Dad, Marvel dan Kayla menikmati seperti ini," ucap Marvel sambil memegang erat tangan istrinya pertanda meminta dukungan.
Ben mengerutkan alisnya menatap keduanya dan Kayla ikutan berucap.
"Iya Dad, kita bahagia bisa mandiri," Kayla menegaskan sambil mengulas senyuman.
Ben semula kecewa namun melihat raut wajah putra dan menantu terlihat jujur, akhirnya mengiyakan.
"Baiklah, Daddy ijinkan kalian mandiri. Tapi jangan tolak pemberian dari Daddy."
Marvel dan Kayla saling menatap lalu mengangguk bersama. Bebi bahagia keluarganya kembali utuh, kini Bebi dan Ben ikut pulang ke kost mereka sekedar melepas kerinduan.
Marvel dan Kayla pun berjalan bersama, Kedua orang tua Marvel melihat keduanya sudah saling mencintai. Dan yang jadi sorotan utama dari mata indah Bebi adalah jalan Kayla berbeda dari biasanya. Bebi tersenyum geli, ia memastikan jika mereka sudah melakukannya. Ben melihat istrinya tersenyum sendiri segera bertanya.
"Kau kenapa sayang, hem," tanya lembut Ben menatap istrinya.
"Sepertinya mereka sudah saling mencintai Dad, Mami bahagia. Doakan kita segera dapat cucu," kekehnya.
"Darimana Mami bisa tahu," tanya Ben heran.
"Tuh lihat jalan Kayla," tunjuk Ara.
Ben pun mengamati jalannya Kayla dan benar saja seperti Bebi pertama kali dulu di bobol olehnya. Ben ikutan terkekeh melihatnya.
"Kau teliti sekali, sayang."
"Iya dunk, Dad."
Mobil mewah Ben berhenti di dekat gang kecil tak jauh dari sekolah Marvel dan Kayla. Ben dan Bebi turun dari mobil. Mereka heran ternyata masih ada tempat di dekat sekolah, keduanya berjalan mengikuti Marvel dan Kayla. Sampai akhirnya, Bebi menutup mulutnya saat tahu kondisi kost mereka.
Ben merasa bersalah atas apa yang dilakukannya tempo lalu. Ia akan perbaiki semua sebagai ganti hukuman Marvel. Mereka naik ke lantai dua dan mulai masuk ke dalam kost.
"Ini tempat kita, Mi. Maaf kecil dan sempit. Tapi, kita menyukainya."
"Maafin Daddy, Vel."
"Nggak apa Dad, Marvel jadi tahu rasanya berjuang dan mandiri. Marvel juga udah kerja ya, meski tak seberapa hasilnya."
Saat berbincang, Kayla datang dari belakang membawakan teh hangat dan cemilan untuk mertuanya.
"Kenapa kamu repot, Kay. Mami kangen kalian jadi nggak perlu seperti ini."
"Nggak apa, Mi. Kayla senang kalian ke sini."
"Daddy bersyukur tak salah pilih menantu seperti mu, Kay."
"Kayla yang makasih, Dad. Udah diijinkan masuk ke keluarga Baratawijaya."
Mereka berbincang hangat sampai tak terasa sudah pukul 5 sore. Kedua orangtua Marvel berpamitan pulang. Saat keduanya keluar, mereka terkejut melihat kedua putrinya sudah di depan pintu kost.
"Kau."
__ADS_1
"Kaget ya Dad, kenapa tak kasih kabar kalau mau ke sini sih," ucap Dira kesal
"Maaf sebenarnya mau buat kalian kejutan tapi kakakmu tak mau. Ya sudah, Daddy dan Mami hanya mampir bentar."
"Bentar apaan, ini udah jam berapa?"
"Hei, jangan bilang kau membuntuti kami."
Dira menepuk jidat keceplosan, Dira menyadari omongannya seketika terkekeh.
"He ... Maaf Dad, Mi."
Ben yang gemas pada putrinya itu mencubit hidung mancungnya.
"Ih Daddy."
Semuanya tertawa melihat tingkah Ben dan putrinya selalu buat rame. Marvel dan Kayla mengantar keluarganya sampek di bawah. Saat di bawah, ternyata sudah banyak warga sekitar berkerumun. Marvel dan Kayla saling menatap dan salah satu warga pun bertanya.
"Maaf tuan. Apakah anda tuan Ben pengusaha terkenal itu."
Ben dan Bebi tersenyum lalu Ben menjawabnya dengan ramah.
"Baik Pak, iya benar saya Ben. Maaf jika kedatangan kami mengganggu warga sekitar," ucapnya sambil membungkukkan hormat.
"Kami yang bangga, anda mau berkunjung di tempat ini. Dan dari beberapa hari yang lalu saya melihat nak Marvel itu seperti mirip seseorang tapi saya lupa, ternyata putra anda."
Tiba-tiba, ada salah satu warga ingin berfoto dengan mereka.
"Tuan, saya boleh minta fotonya."
"Boleh."
Dan mereka pun berfoto bersama tapi tak lama keluarga Baratawijaya berpamitan pulang.
"Hati-hati tuan," seru warga sekitar
Setelah keluarga pulang, Marvel mengajak Kayla untuk beristirahat segera karena ia merasa lelah dan juga besok mereka harus sekolah kembali.
....
Di tempat lain, Viona kesal rencananya berantakan karena ulah Lina. Dan dia memilih bersama teman-temannya berkunjung di club seperti biasa.
"Hai guys," sapa Viona pada temannya yang sudah datang terlebih dahulu.
"Hai, Vio. Udah sana pesan."
"Ok."
Dan seorang pelayan membawa minuman beralkohol, Viona yang ingat kejadian kemarin gagal, ia meneguk minuman hingga beberapa kali dan ia tak sadarkan diri.
....
Esoknya, Kayla dan Marvel bersiap ke sekolah. Tapi saat mereka menyiapkan buku, ada yang mengetuk pintunya.
"Biar aku saja, sayang."
Kayla mengangguk dan melanjutkan memasukkan buku ke dalam tasnya. Marv membuka pintu ternyata bodyguard Daddy.
"Kau."
"Selamat pagi, tuan muda," sapa bodyguard
__ADS_1
"Pagi. Ada apa ke sini, pasti suruhan Daddy."
"Iya tuan muda. Ini ada titipan dari tuan Ben," bodyguard itu menyerahkan sebuah kunci.
"Apa ini."
"Saya kurang tahu tuan muda. Bisa di tanyakan pada tuan Ben saja."
"Baiklah terimakasih. Kau tak sarapan dulu."
"Oh tidak tuan muda, terimakasih. Saya masih ada tugas lagi, saya mohon undur diri," menunduk hormat.
"Baiklah, hati-hati."
Bodyguard pergi dan Marvel masuk kembali, Ia segera menelpon Daddy.
"Halo, assalamualaikum Dad."
"Waalaikumsalam nak. Ada apa?"
"Ini kunci apa Dad?"
"Oh dia sudah menyampaikan. Itu kunci apartemen buat kalian dan tak ada penolakan dari mu."
"Baiklah, Alden terima. Makasih Dad."
"Sama-sama. Selamat belajar nak, jaga Kayla."
"Baik Dad. Assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Dan setelah telepon di tutup, Ben mengirim pesan alamat apartement untuk Marvel. Mrvel sesungguhnya tak menginginkan, demi Daddy ia tak mau mengecewakan lagi.
Dan saat asyik melamun sambil memegang kunci, ada tepukan dari belakang Marvel.
"Vel, tadi siapa?" tanya lembut Kayla
"Oh itu tadi bodyguard Daddy, sayang. Ngasih kunci apartemen buat kita tinggali, maaf ya aku tal bisa nolak dari Daddy."
"Aku nggak masalah Vel, asal sama kamu," ucap Kayla sambil mengalungkan tangannya dileher suami. Marvel tersenyum smirk lalu berkata, "Kau coba menggodaku, sayang."
"Siapa? Aku hanya pengen merangkul saja. Emang nggak boleh," ucap Kayla gugup dan melepaskan pelukannya.
"Baik-baik. Nanti kita lanjut setelah pulang sekolah. Jangan harap keluar kamar."
"Come on baby, let's go," ajak Marvel berangkat sekolah sambil menggenggam tangan istrinya
Keduanya turun lalu berjalan, saat tiba di sekolah mereka disambut para sahabat.
"Ciye ... udah baikan."
"Sama siapa?"
"Kan kalian udah baikan sama bonyok kan."
"Tahu aja."
"Nanti kita rayakan gimana?"
"Boleh-boleh."
__ADS_1
"Di apartemenku."
"What!"