
Setelah pengumuman, para siswa minta maaf pada Marvel karena salah sangka. Marvel tak mempermasalahkan karena mereka tak mengetahuinya.
"Maaf ya, kak Marvek," ucap salah satu siswi
"Iya, sama-sama."
"Kita tetap fans kakak kok, ya mesti agak jaga jarak, he .."
"Dasar kau, Bel," celetuk temennya
Marvel tersenyum dan meninggalkan lapangan diikuti pada sahabat menuju kantin dan saat akan ke kantin ada seruan dari seseorang.
"Kak Marvel," seru Dira sambil ngos-ngosan
"Eh hai, Dir. Ngapain kamu ngos-ngosan habis dikejar anjing," tawa Marvel
"Ih nyebelin deh, mentang-mentang udah kelar urusannya."
Tiba-tiba, ada deheman yang ingin diperhatikan sedari tadi.
"Ehem."
Alden dan Dira menoleh ternyata Willi berdehem seketika mereka tertawa.
"Hahahhaha, kau itu Wil. Udah kalau mau ngomong, ngomong nih sama bidadarimu," ucap Marvel menggeser posisi agar Willi dekat dengan Dira.
Dira tersenyum malu melihat tatapan Willi.
"Kau emang sahabat ter the best ku, Vel."
"Iya-iya udah sana."
"Nggak kok, aku mau ngajak Dira gabung makan bareng kita kok."
"Oh ok, ayo."
Willi memesan makanan favorite Marvel dan teman-temannya tak lupa untuk kekasihnya Dira.
Setelah 10 menit pesenan mereka datang. Dan saat mereka akan makan bersama ada teriakan dari cewek cantik.
"Marvel, i miss you," ucap cewek itu sambil merangkul Marvel dari belakang.
Alden kesal karena ada cewek beraninya memeluknya, ia menoleh dan terkejut ternyata Sella mantan cinta pertama nya. Gadis itu tersenyum manis menatap Marvel, Marvel sempat tertegun dengan pesona gadis di depannya namun lamunannya di buyarkan oleh Leo.
"Ehem, mau berdiri terus."
"Hai Semua," sapa gadis cantik itu
"Hai Sel," kompak semua
"Hai Dir," sapa Sella
"Hai juga kak, apa kabar?" ucap Dira terseyum kikuk
"Kabarku baik, seperti pangeran ku ini makin tampan aja kamu, Vel," manja Sella
Marvel melihat Sella tak berubah sama sekali masih manja padanya padahal mereka sudah putus, Marvel dulu menyayangkan Sella berselingkuh tapi ia berfikir sudah takdir. Leo melihat Marvel melamun sesuatu akhirnyaa menyeletuk.
"Vel, jangan bengong. Ayam tetangga ku bengong pada mati," ucap Leo membuat Marvel menatap tajam.
"Peace, kau sih ngapain melamun."
"Melamun yang dirumah pastinya kan, Vel," sindir Revan sambil menyenggol lengannya
"Siapa yang di rumah, pasti Tante dan om ya. Oh ya, gimana kabarnya?" tanya Sella antusias
__ADS_1
"Bisa diem nggak sih," bentak Marvel seketika Sella terkejut ini kedua kalinya di bentak Marvel.
Marvel beranjak meninggalkan mereka semua dan berjalan menuju kelasnya. Ia kesal kenapa Sella bisa ada di sekolah yang sama dengannya, ia tak mau ambil pusing karena memang sudah putus. Sejenak ia menelpon istrinya agar tak kesal.
"Halo assalamualaikum sayang."
"Waalaikumsalam, Vel. Kau sudah makan, oh ya tadi aku makasih semua udah clear."
"Sayang, kau menggemaskan sekali. Kau tahu, harusnya terimakasih pada Daddy bukan aku. Nanti kita ke sana merayakannya."
"Baiklah, aku mencintaimu."
"Tumben kau sayang."
"Ya udah, aku cabut ucapanku," kesal Yasmine
"Ih jangan marah dunk, kau buat aku makin jatuh cinta sama kamu. Ya sudah aku tutup ya, bentar lagi masuk sayang. Assalamualaikum."
"Iya sayang, selamat belajar. Waalaikumsalam."
Nampak Sella melihat Marvel selesai menelpon tersenyum sendiri, ia akan mencari tahu siapa yang tengah mencuri hati Marvel.
"Aku akan cari tahu semua, Vel. Kau hanya milikku," batin Sella menyeringai
Di sisi lain, Kayla segera mandi menanti suaminya pulang sekolah. Ia juga akan bicara pada Marvel tentang keinginannya kembali seolah karena ia lihat sudah clear. Setelah selesai mandi Kayla mengganti pakaian dan ia turun ke bawah menyiapkan makan.
"Bik, udah di hangatin belum makanannya?" tanya ramah Kayla
"Oh sudah nona, silahkan makan."
"Tidak bik, nanti nunggu suamiku pulang."
"Ya sudah, atau nona mau saya temenin."
"Boleh bik, gimana kalau kita nonton tv bareng aja."
Ketiga perempuan itu pun menonton tv bersama di ruang keluarga, 30 menit kemudian mata Kayla sudah tak tahan untuk membuka mata akhirnya tertidur juga. Bibik melihatnya tersenyum geli melihat nona nya tertidur dengan mulut terbuka.
"Nona sungguh cantik, meski tidur. Pantes tuan muda sayang."
"Iya Win, apalagi nona Kayla ramah dan baik."
Tiba-tiba terdengar bunyi bel, Wini asisten rumah rangga beranjak melihat. Saat membuka pintu, tuan muda nya baru pulang.
"Hai bik, mana istriku."
"Oh nona, tertidur di ruang keluarga tuan muda."
"Oh ya, ya sudah biarkan. Aku akan memindahkannya."
Marvel berjalan menuju ruang Keluarga, dan benar saja istrinya tertidur dengan mulut terbuka.
"Kamu masih suka ngences saja sayang," Marvel terkekeh lalu menggendong tubuh istrinya ke lantai dua memakai lift.
Saat di kamar, Marvel meletakkan Kayla pelan-pelan. Setelahnya, ia masuk kamar mandi membersihkan diri. Saat ia mulai menyalakan airnya, suara gemricik air membuat Kayla terbangun. Ia menggeliat dan bangun lalu, ia melihat ada tas Marvel diatas meja menandakan suaminya sudah pulang. Ia beranjak dan mengambilkan baju ganti suaminya.
Tak berselang lama, Marvel sudah keluar dari kamar mandi terkejut ada istrinya sudah duduk d tepi ranjang.
"Sayang, sejak kapan kau di situ. Untung jantungku tak copot," ucapnya sambil mengeringkan rambut dengan handuk
Kayla terkekeh lalu menghampiri suaminya, "Sini, aku bantu."
"Makasih sayang."
"Kau tadi kemana aja, aku sampai ketiduran."
__ADS_1
"Tadi ada ulangan sayang. Oh ya tadi ada Sella mantan pacarku di sekolah, tapi tenang kita nggak ngapa-ngapain sayang."
"Oke aku terima kejujuranmu, Vel."
"Terimakasih sayang, kau mempercayaiku."
"Hem. Nah, sudah kering."
Marvel segera mengganti bajunya dan mangajak istri makan siang. Saat di ruang makan, Kayla meladeni Marvel dengan telaten. Marvel bangga pada istrinya meski masih pelajar ia melayani dengan baik pada saat marah ataupun tidak. Marvel takkan menyiakan istri seperti Kayla. Kini keduanya sudah selesai makan dan bersiap menuju kediaman Daddy dan Mami. Dalam perjalanan ke rumah Daddy, tiba-tiba ada mobil menghadangnya.
Cit
Seketika Marvel mengerem mendadak membuat Yasmine hampir terbentur untung dia pakai sabuk pengaman. Marvel menengok istrinya panik.
"Sayang, kamu baik-baik aja. Kita ke rumahsakit ya."
Yasmine menggeleng pelan dan berkata, "Aku nggak apa, Vel."
"Sungguh."
"Iya."
Dan sebuah gedoran keras di pintu mobil Marvel, ia terkejut ternyata Sella yang menghadang.
Marvel dan Kayla saling menatap, "Sayang, kau tunggu di sini. Dia aku urus, nanti aku jelaskan."
Kayla mengangguk dan Marvel keluar dari mobil menghadapi Sella nampak marah.
"Ada apa kau menghadangku," bentak Marvel sambil menatap tajam
"A-aku mau bertanya siapa cewek itu, Vel."
"Kau siapa? pengen tau kehidupanku, kita udah putus. Jadi kau tak perlu tahu."
"Vel, aku masih mencintaimu," rengek Sella memohon
Marvel mengerutkan dahi melihat mereka seperti itu, dengan cepat Kayla keluar memastikan.
"Ada apa ini, Vel?" tanya Yasmine menatap keduanya
"Dia siapa, Vel," tanya Sella
"Dia istriku, kau dengar. Jadi jangan kau ganggu kami," ucapnya berlalu menyuruh Kayla masuk mobil kembali.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan ke rumah utama Wiliam. Sampai di rumah, Kayla diam membisu, Alden menarik tangan Kayla karena istrinya mengacuhkan.
"Sayang, kau kenapa?"
"Nggak apa," ucapnya dingin
"Please, cerita sayang. Kalau kau diem, aku bingung."
"Sedari tadi apa yang kau bicarakan, Vel. Hingga kalian lama ngobrolnya, Aku keluar barulah kalian berhenti berdebat. Sudahlah, aku tak mau membahas soal ini. Yang tahu cuma kau dan aku minta tolong jangan pernah membohongi."
"Sayang, aku."
Ucapannya terpotong saat Mami menghampiri mereka.
"Hai anak Mami, kenapa kalian tak masuk."
"Em, nggak ada Mi. Kayla tadi benerin resleting tas macet," ucapnya bohong Kayla, Bebi tahu jika ada masalah diantara menantu dan putranya.
"Ya sudah ayo masuk."
"Baik Mi."
__ADS_1
Bebi menggandeng Kayla sedangkan Marvel ingin menggenggam tangan istrinya namun di kibaskan. Marvel gemas melihat istrinya begitu marah, Ia mengusap wajah kasarnya.
"Sial."