Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Orangtua Sella


__ADS_3

"Kau tak perlu tahu," ucap kedua orang itu lalu berlari kencang


Kaylq tak kurang akal, ia memencet alarm jika ada penyusup masuk ke dalam rumah.


Kring


Kring


Semua bergegas mengambil posisi dan benar saja dua orang itu bingung menghadapi para bodyguard Ben yang jumlahnya 50 orang di kediamannya.


"Sial, kita kalah cepat."


"Kita gunakan prinsip, Enyah atau dienyahkan."


"Oke, bersiaplah."


Dua orang itu mulai melawan tak sampai setengah jam mereka kalah dan dibawa para bodyguard menuju ruang bawah tanah Ben. Ben yang melihat para penyusup dari atas hanya bisa tersenyum smirk meihat mereka.


"Kita lihat saja siapa yang akan menang."


Ben memencet nomor telepon menghubungi seseorang.


"Halo, blokir semua penerbangan internasional atau domestik."


Telpon di tutup dan ia masuk untuk turun ke bawah, di bawah keluarga Ben sudah berkumpul. Ben pun mendekati agar tak khawatir.


"Penyusupnya udah ketangkep, sekarang  mending balik istirahat semua."


"Makasih Dad."


"Iya."


"Hoam."


"Dasar kamu itu, mau jadi Ibu kelakuanmu masih jorok, Hil," gerutu Ben pada putrinya


Kini pria paruh baya yang masih tampan dengan rambut gondrongnya berjalan menuju ruang bawah tanah. Saat di ruang itu,  dua orang penyusup sudah tak berdaya. Ben menarik dagunya keras, salah satunya.


"Argghhh."


"Siapa yang menyuruh kalian."


"Takkan ku bocorkan siapa dia."


"Oke, jika tak mau bicara. Tapi lihat apa yang akan aku lakukan pada keluargamu."


"Brengsek, bedebah."


"Hahahahaha, gimana masih mau bermain-main denganku."


"Oke,  kita lihat masih  diam atau akan bicara," tambah Ben.


Be menelpon sesorang dan suaranya di perdengarkan.


"Pa, ini Lina. Tolongi Lina, Lina takut."


"Sial, kau memang jahat."


"Jahat, bukan kebalik. Oh ya dibayar berapa kalian hingga berani mentaruhkan nyawa  keluarga."


"Oke, aku akan bilang. Dia seorang wanita tua bernama Sintia istri Sanjaya."


Ben menyeringai, "Sudah ku duga."


"Kalau kalian mau jadi pengikut ku, akan ku jamin keluarga kalian tapi jika berkhianat akan aku lenyapkan semua."


"Baik, kami mengerti. Dan kami bergabung, terimakasih tuan."

__ADS_1


Ben tak menjawab lalu mengkode para bodyguardnya, Ben kembali ke dalam rumah  dan  ia terkejut mendapati Marvel dan Kayla menggendong kedua buah hatinya tengah malam.


"Kalian nggak tidur."


"Daddy lihat kedua bayi ini mengajak kita begadang."


Ben terkekeh ingat dulu begadang sepanjang hari menjaga buah hatinya bergantian dengan istri. Tapi ini ada dua, jadi mereka tak bergantian namanya.


"Mau Daddy gantiin, Vel."


"No, biarin Marvel aja, Dad. Moment langka ini, Dad. Kayak gini nggak akan terulang lagi."


"Loh kamu nggak pengen nambah lagi."


"Nggak, ini sudah cukup udah sepasang. Lagipula Marvel trauma jika Kayla melahirkan lagi."


"Ya terserah kau sajalah, Daddy ke kamar dulu. Selamat buat kalian."


"Makasih Dad."


Mereka kembali menimang kedua bayi lucunya, sesekali Marvel dan Kayla menguap


bebarengan sontak membuat tertawa bersama.


"Duh sayangnya Daddy, Mami. Pengen main terus ya."


"Eh tahu nggak, Daddy ini udah nahan gejolak pada Mami mu, eh malah ngajak begadang."


Seketika Kayla melempar kertas kearah muka suaminya.


Pluk


"Ih sayang, aku kan ngomong sesungguhnya. Puasanya sampek kapan nih," gerutu Marvel


"Kamu tuh ya, ngomong nggak ada saringannya. Masa iya ngomong ke bayi gitu. Puasanya dengerin ya masih 3 bulan,"  ucapnya berlalu kembali ke kamar.


Seminggu kemudian, Marvel sudah mengijinkan istrinya untuk sekolah kembali dan mengikuti ujian yang tertinggal. Pagi ini, sesungguhnya perempuan cantik itu gelisah akan meninggalkan baby twin, Ia sesekali mondar mandir bingung. Marvel baru saja keluar dari kamar mandi mengrinyitkan dahi melihat istrinya kayak setrikaan.


"Ada yang mengganggu pikiranmu, sayang."


"Em, itu," ucapnya ragu memberitahu kebenaran


"Aku tahu kamu pasti berat kan ninggalin anak, tenang sayang kita bisa video call ya saat istirahat," ucap Marvel sambil mengelus rambut indah istrinya.


"Em, baiklah. Makasih sayang kau mengerti."


"Ya udah kamu bersiap."


Kayla mengangguk dan mulai mengganti pakaiannya. Tak sampai setengah jam keduanya sudah rapi dan turun menghampiri baby twin.


Di bawah kedua orangtua Marvel menggendong baby twin dan menjadi sorotan kehadiran dua orang perempuan di sebelah mereka. Marvel dan Kayla turun menjadi pusat perhatian kedua calon baby sitter anak mereka.


"Tampan amat, kebetulan ada yang bening disini," batin Baby sitter itu cekikikan


"Mereka cocok tampan dan cantik, bagi satu dunk kayak dia," batin baby sitter satunya.


Bebi menatap kedua calon babysitter terpana melihat putra dan  menantunya segera membuyarkannya.


"Ehem."


Kedua calon babysitter salah tingkah dan mengulas senyuman. Marvel dan Kayla duduk di sebelah orangtua lalu mengambil alih bayinya.


"Mereka siapa, Mi?" tanya Marvel penasaran


"Oh, mereka calon babysitter anak kalian."


Kedua calon babysitter saIing menatap dan  melongo mendengar jika majikan mereka masih  sekolah.

__ADS_1


"Jadi, kalian akan bekerja dengan putra dan menantu saya. Kenalkan ini Marvel dan ini Kayla, ibu dari bayi kembar."


"Oh iya nyonya."


"Bagaimana Kay."


"Mbak, bisa coba gendong bayi kami."


"Baik nona."


Kedua calon babysitter itu menggendong bayi mereka satu-satu. Tapi bayi mereka nangis barengan.


"Uluh-uluh sayangnya Daddy. Gini aja coba tukeran  gendong nya mbak."


Akhirnya mereka berganti menggendong bayi dan ternyata tak menangis. Semua  menggeleng heran kedua bayi itu ternyata pemilih.


"Ya udah, kenalkan kalian berdua," Bebi menyuruh kedua calon babysitter itu


"Saya Lili."


"Saya Riri."


"Baik jadi kalian bisa kerja mulai hari ini ya, sementara masih di rumah ini. Karena menantu saya masih pemulihan."


"Baik nyonya."


Setelahnya, Marvel dan Kayla berpamitan untuk  segera berangkat, mereka menciumi baby twin terlebih dahulu setelahnya memberikan pada kedua baby sitter itu.


"Kami berangkat dulu, Mi, Dad."


"Iya hati-hati Vel, Kay."


"Assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Marvel membukakan pintu untuk istrinya dan mereka meluncur ke sekolah bersama. Saat keduanya memasuki gerbang, semua melihat kearah mereka penasaran siapa yang membawa mobil sport keluaran terbaru itu.  Dan saat mereka turun dari mobil, betapa terkejutnya, ada mahkluk tampan dan cantik keluar dari mobil itu.


"Waw keren, cantik dan tampan."


"Idola baruku."


"Kau itu semua idolamu, dasar kepret."


"Hahhahah," semua tertawa


.......


Di kantor Baratawijaya, seorang bodyguard melapor jika pelaku nya sudah di tangkap.


"Rudi undur semua meeting. Kita akan bermain denga kecoak sejenak."


"Siap bos."


Bwn mencopot dasi serta jas nya, kini pria gondrong tampan itu menyingsingkan  lengan kemeja sampai  ke siku. Ia sudah  tak tahan ingin memberi pelajaran pada orang tak tau diri itu. Rudi mengikuti  langkah Bwn hingga di ruang bawah tanah, Orang yang ditangkap adalah seorang wanita tepatnya Mama dari Sella. Ben tersenyum smirk menghadapi  wanita paruh baya tersebut.


"Waw, anak sama Ibu sama aja. Dasar nggak tahu diri."


"Itu semua karena kalian," ucapnya lantang


"Oh ya, bagaimana bisa."


"Kalian membuat putri ku gila karena cinta putramu itu dan aku harus membalas sakit hatinya."


"Hahahahaha. Kau tak ingat siapa yang mengangkat suamimu hingga seperti ini, hah. Kau lupa apa amnesia  jika aku mau hari ini dan detik ini kau tak punya segalanya. Rudi, hukum wanita ini. Aku tahu kau juga dalang dari kehamilan putriku, jadi kau takkan lolos dari hukumanku."


"Brengsek kau Arga."

__ADS_1


__ADS_2