
"Kakak, apan sih teriak segala kayak di hutan," Alex mebuka memarahi Sha.
"He.. Maaf. Minta parfummu."
"Apa!"
"Udah ayo mint, calon keponanmu yag ma."
"Huh, jadi alasan calon anaknya. Dasar kakak."
Keesokan harinya setelah mengetahui keberadaan sang kekasih, pagi sekali ia akan menemuinya. Pada saat ia akan berangkat terpergok Daddy nya.
"Mau kemana kau pagi buta ini."
"Daddy."
"Mau ke rumah teman Dad."
"Baru kemarin kerja udah dapet temen aja."
"Kan cowok Dad, maklum."
"Ya sudah sana. Hati-hati."
"Siap Dad, assaamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Marvel tak bisa di bohongi begitu saja ,ia tahu jika putranya sedang jatuh cinta. Baginya tak masalah asal bahagia.
Sedangkan Alex sekerang melajuka ke tempat kemarin sampai disana ia juga mengenakan masker serta topi. Ia menunggu Lala sampai keluar dari rumah.
Satu ja kemudian terlihat Lala keluar tanpa temannya kemarin, malahan membuat Alex leluasa. Saat Lala melintas ia menarik tangan dan berada didekapnya.
"Eh."
"Si-siapa kau. Lepasin."
"Jawab dulu siapa kau."
"Kok malah balik tanya."
Seketika Alex membuka masker dan topinya, Lala terkejut kekasihnya di depannya saat ini.
"Alex."
"Kok kau tahu nama ku."
"A-aku kan karyawan anda."
"Buka maskermu sekarang atau aku yang membukanya."
Perlahan Lala membuka masker dan topinya , Alex tersenyum saat tahu bear kekasihnya.
"Kenapa kau meninggalkanku, La."
"Dengerin penjelasanku, lihatlah ada luka bakar diwajahku," tunjuk Lala pada wajahnya sebelah kiri.
Alex melongo melihat ada sedikit goresan luka bakar di wajah cantik kekasihnya.
"Itu karena Abel, Abel itu saudara tiriku, dia berniat membalas dendam padaku dan kamu. Perlu kau tahu yang menaruh obat di gelasmu itu adalah dia dan temanmu Gio. Gio menyukai Abel tapi Abel menyukaimu. Makanya aku memakai masker karena aku tahu rencananya untuk menyusul ke Indo. Dia nggak akan berhenti sampai dendamnya terbalaskan."
"Maafkan aku sayang, maaf. Aku tak tahu jika kejadiannya seperti itu."
"Lalu dimana Papa mu."
"Papa kena serangan jantung dan meninggal saat Abel menyerangku."
"Innalilahiwainalilahirojiun. Aku turut berduka sayang."
"Hem."
"Lalu apa rencanamu selanjutnya, biar ku bisa membantumu."
"Selama Abel belum bergerak aku santai saja."
"Sekarang kamu ikut aku."
"Kemana"
"Udah ikut aja."
Alex membawa kekasihnya ke klinik kecantikan yang bisa memudarkan bekas luka. Saat sampai di sebuah klinik, Lala mengajak berhenti.
"Kita ngapain kesini."
"Nanti juga tahu."
"Tapi Lex."
"Udah nggak usah bandel, nurut pada kekasihmu ini."
Akhirya Lala menuruti keinginan kekasihnya , ia masuk lalu seorang karyawan menyapa.
"Selamat pagi nona, tuan. Bisa saya bantu."
Alex membisikkan sesuatu lalu disetujui karyawan itu.
"Mari nona," ajak karyawan pada Lala.
Alex tersenyum dan mengangguk agar kekasihnya mengikuti karaywan tersebut. Dua jam kemudian, karyawan itu datang dan diikuti Lala di belakangnya.
"Tuan, silahkan."
Alex terkejut kekasihnya menjadi lebih cantik bekas luka itu benar samar. Sungguh Alex ingin membawanya ke kua sekarang juga. Lala yang tak enak dipandang kekasihnya buru-buru berdehem.
"Ehem, sampai kapan kita disini Lex."
"Oh iya , ayo kita berangkat."
Alex menggandeng tangan Lala keluar dari klinik dan masuk ke dalam mobil menuju kantor.
Sampai di sana, Para karyawan memandang aneh pada Lala memakai masker tapi bareng turun dengan ceo. Lala yang tak enak seketika pergi menjauh dari Alex. Alex menggeleng kepala melihat kekasihnya seperti ketakutan.
Tak lama, jam istirahat tiba. Dimas di suruh memanggil Lala , semua karyawan heran kenapa cewek bermasker bisa ke ruangan ceo. Saat keduanya asyik makan siang bersama ada ketukan dari pintu. Lala gelagapan dan dan segera memakai maskernya.
"Hai Lex," sapa Abel datang bersama Dio.
"Mau apa kalian."
"Kenapa kau bro, kok nadanya sewot."
"Udahlah, nggak usah basa basi. Mau apa kalian kesini."
"Eh kau itu nggak ada makasihnya sama aku ya Lex. Siapa yang ada saat kau kesepian."
"Buat apa makasih pada penghianat."
"Apa maksudmu?"
Alex seketika mencengkram dagu Dio kuat.
"Apa yang kau lakukan pada ku saat pesta."
"A-aku tak melakukan apa-pun pa-da mu, Lex," ucapnya lirih.
"Kau mengakulah atau aku akan membunuhmu saat ini juga."
__ADS_1
"Lex, lepasin dia. Dia bisa mati."
"Kau juga ******, kau apakan Lala."
"A-aku tak melakukan apapun Lex," ucapnya gelagapan.
Alex yang sudah marah di ubun-ubun segera memencet bel memanggill petugas dan Dimas .
Tak lama, security dan Dimas datang, lalu melempar Dio ke dinding.
Brug
Uhuk ... uhuk
"Lex, kau jahat," Abel kesal.
"Yang jahat aku atau kalian."
"Pak, bawa ke kantor polisi dua orang pecundang itu."
"Siap tuan."
Setelah mereka di bawa, Dimas menatap gadis sebelah Alex. Alex menggenggam tangan gadis bermasker membuat Dimas semakin bertanya-tanya.
"Dia calon istriku."
"Ha, kau tak lagi mimpi kan."
"Nggak, dia adalah gadis ku yang menghilang itu. Dan semua karena dua manusi iblis tadi."
Lala pun membuka maskernya dan topi, Dimas takjub kecantikan kekasih Alex membuat ia bengong.
"Pantas saja kau tak berpaling darinya, Lex."
Alex menyunggingkan senyuman dan mencium tangan Lala. Malamnya Lala di ajak keluarga Alex untuk diperkenalkan.
"Nggak usah gugup, ada aku sayang."
Dan akhirnya mereka sampai dikediaman Arga. Gadis cantik keturunan bule itu sungguh semakin gugup saat sudah didepan rumah Alex yang mirip istana.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Alex terkejut ternyata saudara dari Mommy serta teman Oma nya ada semua. Alex tersenyum kikuk menatap mereka.
"Malam semua."
"Cieeee siapa tuh."
"Waw, akhirnya dikenalkan juga."
"Ayo kawal sampai halal."
"Hei kalian lihat gadis keturunan bule, waw kau pintar carinya Lex."
"He ... makasih pujiannya. Ini gadisku Lala rahardian."
"Apa!"
"Jadi dia anak pewaris rahardrian group Singapura."
"Iya."
"Oh my god , sultan bener deh sultan ketemu sultan."
"Udah malah ngomong mulu, kasihan tamunya capek berdiri mulu."
"Sini, La," panggil Kayla.
Alex di kamar sungguh tak menyangka bakal menikah dengan kekasihnya hari ini, padahal dulu ia tak sempat berfikir karena kekasih menghilang.
Di depan cermin, ia berkata," kau tahu aku gugup setengah mati."
"Hahahhaha udah gilla adekmu, Arthur."
"Iya gara-gara nikah dadakan."
"Biarin mumpung ada yang mau."
"Sialan kalian."
"Udah ayo turun waktunya ngucap."
"Yaang bener kak."
"Iya. Udah nggak usah tanya mulu."
Kemudian bridemades pria mengajak mempelai turun untuk mulai ijab qabul. Dan kini Alex sudah di depan penghulu.
"Mari kita mulai ya. Bismilahirahmanirahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Alexandro baratawijaya dengan Lala rahardian dengan maskawin restauran dan rumah senilai 2 milyar dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya, Lala Rahardian dengan maskawin tersebut dibayar tunai."
"Gimana saksi."
"Tidak sah."
Seketika semua menatap ke arah Arthur yang iseng.
"He ... sah kok. Iya sah."
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah."
Semua bahagia akhirnya si bungsu putra Marvel dan Kayla menikah juga . Dan saat nya mempelai wanita di bawa menuju ke suaminya, Lala sungguh cantik pagi ini, membuat Alex senyum-senyum menatap istrinya seperti orang gila.
"Hadeh, udah kayak orang gila aja ,Alex."
"Kau dulu nggak? apalagi mau malam pertama pasti."
"Hahahahja tahu aja. Sekarang mah biasa aja man."
"Ehemm."
Ada deheman dari para istri membuat para lelaki diam seketika. Kini keduanya saling memasangkan cincin tak lupa mencium kening.
Malam nya adalah resepsi keduanya yang mengundang dua ribu tanpa menerima kado dalam bentuk apapun.
Di kamar pengantin.
Lala tengah di dandanin dengan tema rok n roll. Sunguh perfect riasan wajahnya cocok dengan tema. Setelah setengah jam menunggu akhirnya giliran Alex di dandani make uo tipis dan memakai pakaian rock n roll.
Semua para undangan pun sama dandanan sesuai tema. Acara itu mengundang anak panti asuhan juga , pesta berlangsung selama 4 jam dengan dua sesi.
Setelah acara itu, pengantin memutuskan untuk segera beristirahta karena kakinya sudah mau copot.
"Selamat malam sayang."
"Malam juga."
Pagi ini badan Alex sudah lebih enakan ia tak mau menunggu lama, untuk bisa menjadikan istri miliknya.
Sesaat Alex mencium bibir ranum istri dan memagutnya agak lama setelah itu, ia memualai nya lagi.
__ADS_1
"Apa aku boleh melakukannya sayang."
Lala mengangguk lalu pergulatan panas pun terjadi, mereka melakukannya hingga beberapa kali.
Pagi harinya semua keluarga tahu jika pengantin baru itu belum bangun. Mereka memilih untuk berencana memberi surprise pada Bebi dan Ben untuk ulangtahun pernikahan mereka 40 tahun.
"Jadi kamu yang bagian cateringnya ya, Kay."
"Siap tante."
"Dan untuk lelaki bagian koreografernya hahahaha."
"Tau dah, mau dandan apa kita ini."
"Oppa saranghayeo."
"Hahahahaja."
"Kalian ada aja, masak kita mau dandan ala begituan, Ma."
"Udahlah sekali-kali."
"Memalukan ini."
"Mau tidur diluar kalau tak nurut "
"Ngancem deh Mama."
"Dan kau bagian bawa kostumnya La."
"Siap."
"Mampus kita Vel, mau diapain kita sama para wanita ini."
"Nikmati aja, kapan lagi bia begini."
"Udah semua kan, jadi sekarang mari kita makan dulu baru deh pulang. Besok lusa yang dibutuhkan dikumpulkan jadi satu di hotel baratawijaya, oke."
"Oke."
Acara makan dimulai, setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing. Marvel dan Kayla memutuskan tak langsung pulang karena ingin jalan-jalan di taman kota.
"Sayang, aku ingat dulu. Bagaimana kau dan aku di jodohkan hingga banyak cobaan menghadang kita dan kita bisa melalui ini semua. Makasih udah selama ini bersamaku."
"Iya, aku juga bahagia bisa melewati bersamamu."
"Aku juga bangga pada Daddy yang emang dulunya seperti itu tapi berkat ia kita bisa bersatu."
"Sumpah kalau dulu inget, pasti ketawa sendiri."
"Iya, sekarang anak bungsu kita sudah menikah rasanya sudah lega. Tinggal kita menua bersama," ucap Marvel mengecup tangan istrinya berkali-kali.
"I love you most wanted."
"I love you too gadis tomboi ku."
"Kita pulang yuk, lusa semoga berhasil membuat orangtua bahagia .Amin."
Di hotel baratawijaya kini sudah mulai ramai, Ben dan Bebi sengaja di ungsikan ke luar kota agar tak tahu surprise dari keluarga.
Di kebun teh
"Pagi tuan Ben."
"Pagi juga Bu, apa kabarnya?"
"Saya baik tuan, kalian semakin awet muda, tak luntur oleh waktu."
"Ah bisa aja Bu, Ibu juga awet muda."
"Oh ya gimana hasil tehnya, Bu."
"Alhamdulillah lancar tuan, ini semua berkat tuan Arga sekeluarga membantu kami."
"Kita doakan sehat, lancar rejeki dan sukses teues perusahaannya."
"Amin,Ibu juga ya."
Setelah berkeliling Ben dan Bebi kembali ke Villa. Tak lama mereka mencuci muka dan beristirahat sejenak.
Esoknya , Bebi mengajak suami untuk ke tempat pemancingan karema ada lomba. Sampai benar sekali, orang sudah ramai di tempat itu. Bebi dan Ben tak mau menyiakan segera ikut menonton perlombaan. Mereka tertawa bersama melihat ada orang terjatuh karena kewalahan menarik pancing. Tak terasa waktu pun sore, Ben dan Bebi memutuskan kembali ke Villa. Tiba di Villa ada beberapa bodyguard menyambutnya.
"Selamat sore tuan Ben dan nyonya Bebi. Kami atas suruhan tuan Marvel untuk menjemput anda. Namun sebelum nya ada perias untuk nyonya. Karena malam ini ada pesta kolega."
"Oh gitu, baiklah. Perias mana."
"Ada di dalam tuan."
"Oke makasih."
Tak lama, perias merias cantik wajah Bebi mejadi seperti masih muda kembali. Setengah jam kemudian mereka sudah siap. Ben menyunggingkan senyuman pada istrinya.
"Kau tetap cantik saat pertama aku mencintaimu," ucap Ben mengecup tangan istrinya.
Tak lama, keduanya masuk ke dalam mobil. Saat akan sampai keduanya di tutup mata.
"Apaan sih pakai ditutup juga, Dad."
"Udah gandeng aja lengan suami mu ini sayang."
Dan masuk aula, penutup mata dibuka.
Byar
"Happy anniversary Daddy and Mommy."
Bebi terharu ada kejutan tak disangka oleh nya. Ia memeluk suami nya erat bahagia dan bahagia yang bisa diucap, mereka bisa bersama sampai di titik ini.
"I love you Bebi wijaya"
"I love you too, Benardo tama baratawijaya si mantan playboy cassanova."
..T A M A T..
Spsial face para pemain
__ADS_1