Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Perfect


__ADS_3

"Oh ya, kok aku nggak tahu ya," ucap Kayla tanpa menoleh kearah perempuan yang mengaku mantan Marvel suaminya.


"Kalau mau, tanya suami mu yang merenggut kesucianku," ucapnya dengan nada mengejek.


Seketika Kayla berbalik dan menarik lengan permepuan itu dab berkata, "Berarti kau yang murahan, nona."


"Brengsek, sialan tuh cewek," umpat Revi


Kayla menghempaskan lengan perempuan itu kasar dan pergi berlalu, saat akan masuk ke lobby ia berpapasan dengan suaminya.


"Kau kenapa sayang, kok mukanya di tekuk."


"Aku mau pulang sekarang," Kayla berlari naik ke lift.


Marvel heran dengan istrinya dan mengejar saat berada di lift, Kayla masih mode diam. Marvel berusaha  menggenggam erat tangan istri, tapi ditepisnya. Akhirnya lift terbuka, Kayla dengan langkah cepat masuk ke dalam kamar karena ingin mendengar penjelasan dari suami.


"Ada apa yang, kamu kok dingin."


"Dingin itu kulkas, jadi tolong jawab pertanyaanku cukup iya atau tidak."


"Oke."


"Ada 10 kah mantanmu, Marvel?"


"Iya."


"Salah satunya ada yang kehilangan kesuciannya?"


"Tidak."


"Sungguh."


"Iya sayang, kau nggak percaya. Udah berapa lama kita bersama, masak nggak hafal sama suami mu ini."


"Hanya kamu yang perfect tak ada yang lain, aku minta maaf jika kamu terusik banyak mantanku tapi hati ini untuk kau seorang, semua hanya masa lalu."


"Oke kali ini aku percaya, tadi ada rubah betina mengaku jika kesuciannya kau yang renggut."


"Siapa namanya."


"Nggak tahu, aku aja males lihatnya."


"Udah dunk, nggak usah cemberut," rayu Marvel pada istrinya


Kayla yang nggak bisa marah lama-lama, akhirnya menunjukkan senyum termanisnya pada suami.


"Nah gitu dunk baru istri Marvel."


"Aku harus ekstra kuat menghadapi para rubah betina kayaknya," gerutu Kayla pada suaminya


"He ... maaf sayang. Ya udah kita beres-beres. Aku mau ketemu dengan Raka, ada hal penting katanya."


"Iya."


15 menit kemudian, Marvel dan Kayla sudah selesai beresnya lalu mengetuk kamar baby sitter.


Tintong


"Masuk non, udah selesai semua kok."


"Baik Ri, mana Sha biar aku gendong."


"Ini nona," Riri menyerahkan Sha pada Kayla


"Kalau Arthur mana mbak," tanya Marvel pada Riri


" ini tuan," Rara menyerahkan  Arthur pada Marvel


"Uluh gantengnya Daddy," Marvel menciumi pipi gembul balita satu tahun itu


"Auh, Daddy, geyi."


"Haahhahaha kau lucu, Arthur."


"Udah-udah kita turun yuk," ajak Kayla


"Oke, come on."


"let's go."

__ADS_1


Saat turun di lobby , petugas yang melihat Marvel sudah di lobby segera menyerahkan kunci mobil.


"Silahkan tuan," petugas memberikan kunci pada Marvel


"Makasih pak, ini untuk Bapak," Marvel memberikan yang 100 ribuan


"Makasih tuan."


"Sama-sama. Ayo semua masuk."


Setelah memastikan Kayla dan anak-anaknya serta baby sitter masuk ke dalam mobil, Marvel memacu kendaraannya menuju rumah. Tak sampai setengah jam, mereka sudah sampai di sana.  Marvel menggendong Arthur lalu Kayla menggendong Sha  menuju kamar.


"Nah sudah sampai. Arthur  dan Sha mau apa hem," Marvel menawari pada buah hatinya.


"Au es klim Dad."


"Oke coklat ya tapi nggak boleh banyak, oke."


"Oce."


"Lucu sekali kau nak, ya udah Daddy ambilkan. Kau juga mau sayang."


"No Dad."


"Baiklah tunggu oke."


Setelah beberapa menit, akhirnya Eskrim buatan Marvel siap untuk di santap. Marvel membawanya  ke kamar anaknya.


"Yuhuuuu, es krim sudah datang," seru Marvel


Kedua balita bertepuk tangan ria, senang karena Daddy nya selalu menjadi yang terbaik.


"Udah ah, kau mandi gih. Aku siapin bajumu."


"Baik sayang, makasih."


"Oh ya jangan lupa dihabiskan boy, girl."


"Ciap Dad."


"Mbak, aku ke kamar, kamu pantau mereka ya," suruh Yasmine pada Rara dan Riri


"Baik nona."


"Udah buruan pakai baju."


"Kau menyukainya bukan sayang."


"Apaan sih. Udah nanti ditunggu Raka lo."


"Ngusir nih."


"Mana ada aku ngusir, baper amat."


"Ya udah aku berangkat dulu ya," ucap Marvel dan mengecup kening istrinya


"Boleh minta kiss."


Kayla mengangguk pelan dan Marvel memulai menarik tengkuk istrinya mereka pun mulai mencium bibir dan  lidah saling bertautan. Namun sesaat di lepas oleh Kayla.


"Udah, nanti Raka cari."


"Baiklah, nanti kita lanjut sayang, assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Marvel pun turun ke bawah lalu berpesan pada  maid, agar tak ada yang boleh menerima tamu kecuali keluarganya yang datang.


"Jangan terima kalau bukan keluarga ku saja, bik."


"Baik tuan."


Marvel keluar dari rumah  mengendarai kendaraan sport menuju suatu tempat.


Sedangkan di kafe, Raka baru saja tiba. Sekilas ia melihat seorang wanita sexy mondar mandir tak jelas. Ia tak tahu pasti siapa wanita itu karena ia memakai kacamata.  Dan tak lama wanita itu duduk di pojokan agak jauh dari tempat Raka.


Selang beberapa menit, Marvel datang ia melihat sekeliling mencari keberadaan Raka. Dan lambaian tangan Raka membuat Marvel menghampiri.


"Hei bro, ada apa."

__ADS_1


"Kau pesan dulu Vel."


"Oke-oke. Mbak," panggil Marvel pada pelayan


"Iya tuan, mau pesan apa."


"Coffe latte aja."


"Aku Samain dia juga mbak."


"Baik mohon dutunggu."


"Ada apa Ka?"


"Jadi kemarin Mama ku kecelakaan Vel. Aku rasa ada yang berniat mencelakai Mama ku."


"Darimana kau tahu."


"Mama bilang saat pulang ada yang berusaha menyerempet mobilnya, kan udah  kelihatan kalau begitu. Orangnya aja kabur."


"Jadi, kamu mau aku bagaimana, Ka."


"Aku minta bodyguard mu menjaga 24 jam di rumah sakit tempat Mama ku di rawat."


"Boleh, tapi nggak gratis ya," cekikikan


"Sialan kau, Vel. Ya nanti ku bayar, minta berapa kau."


"Sorry aku becanda, oke aku telpon mereka untuk Mama mu."


"Thanks Vel."


"Sama-sama."


Marvel pun beralih memencet nomor salah satu bodyguardnya.


"Halo, kau dan teman mu  ke rumah sakit xx menjaga 24 jam Ibu Rere . Jangan sampai lengah."


"Baik bos, laksanakan."


Marvel menutup telpon dan tersenyum smirk menatap sahabatnya yang sekarang menjadi ipar.


Di rumahsakit.


Saat Hilda hendak kelaur ruangan mertuanya mengrinyitkan dahi bingung kenapa banyak bodyguard di depan ruangan, ia pun bertanya pada salah satu.


"Maaf, anda disuruh siapa?"


"Saya utusan tuan Marvel, nona."


"Oh gitu, ya udah makasih saya mau ke kantin dulu."


"Baik nona."


Entah mengapa Hilda merasa nggak enak hati meninggalkan mertuanya  ia buru-buru membeli  yang  dibutuhkan agar bisa segera balik. Dan saat akan masuk ia mendengar seseorang berbicara pada Mama Rere, ia tak mau langsung masuk tapi ingin tahu siapa di dalam.


Di dalam ruangan.


"Fer, maafin aku. Tolong denger penjelasanku."


"Penjelasan apalagi Ri, semua sudah  jelas kau berselingkuh dengannya."


Seketika Ari berlutut di depannya, Rere terkejut melihat mantan suaminya seperti itu.


"Re, aku dijebak wanita itu. Aku ada rekaman cctv saat itu."


Rere melihat wajah mantan suaminya tak ada yang bohong ia tak tau harus berbuat apa."


"Aku maafkan kamu Ri, tapi aku tidak bisa kembali."


"Kenapa Re."


Di luar ruangan, Marvel dan Raka baru saja kembali, mereka berdua melihat Hilda mengintip langsung menepuk bahunya.


"Astaga, kak."


"Kau ngapain ngintip, Hil."


"Itu ada orang di dalem kak, tapi aku nggak tahu siapa."

__ADS_1


Tanpa aba-aba Raka masuk nyelonong.


"Papa."


__ADS_2