Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Ketakutan Kayla


__ADS_3

Bebi melihat raut wajah Kayla pucat segera menghampiri menantunya.


"kay, kamu kenapa? Kenapa wajahmu pucat."


"Kepala Kayla pusing Mi."


"Mana Marvel?"


"Aku usir Mi."


"Hah, kenapa sayang. Tumben biasanya kalian kayak perangko."


"Pengen sendiri aja Mi."


"Mami anter ya ke kamar hotel, ya."


"Nggak usah Mi, Kayla hanya lelah aja kok."


"Ya udah kalau butuh Mami, panggil ya. Mami sama Daddy ada di sebelah sana ada Papa Mama mu juga."


"Baik Mi."


Bebi pun berpamitan gabung dengan para sahabat lain, sedangkan Kayla memijat pelipisnya mersakan kepalanya berdenyut kembali.


"Kenapa kepalaku pusing banget sih."


Tak lama twins dan Babysitter datang mendekatinya.


"Mami, kita foto sama aunti dan Om yuk," ajak Sha


"Boleh, ayo."


Kayla berjalan bersama kedua buah hatinya menuju pelaminan, Alden melihat istri serta anaknya  naik kepelaminan tanpa mengajaknya, merasa diacuhkan ia pun segera mengikuti.


"Mau kemana kak," tanya Dira


"Mau ngejar kakakmu itu."


Willi, Revan, Lala dan Dira melihat Kayla tumben nggak  barengan dengan Marvel. Mereka saling pandang heran.


"Kita lihat aja, ada apa dengan mereka," ucap willi


Semua mengangguk dan mengamati dua insan yang nampak marahan.


Sedangkan Marvel ikut nak kepelaminan dan sejajar dengan istri untuk berswafoto, dan anehnya saat Marvel ingin memegang tangannya namun dikibaskan. Sontak para sahabat melongo melihat adegan itu.


"Hahhahhaha lucu Marvel, tak bisa menjangkau bidadarinya."


"Lagi nggak mood kayaknya, kak Kayla," Dira menimpalinya.


"Bisa jadi, sayang," Willi merangkul Dira sambil tersenyum.


Mqrvel menghela nafas berat lalu turun di pelaminan, Leo dan Ega mengedikkan bahu melihat keduanya marahan.  Tak terasa  acara pun sudah selesai, Kayla dan Marvel pamit pada keduanya, tak lupa juga memberikan tiket honeymoon untuk keduanya.


"Thanks sob."


"Sama-sama."


Marvel dan Kayla bersama twins serta babysitter menuju kamar hotel untuk istirahat. Tiba-tiba, saat Marvel keluar dari kamar mandi dan terekspose tubuh atletisnya, Kayla berjalan mendekat lalu memagut bibir manis suaminya. Marvelterkejut atas berubah moodnya istri. Tapi, ia sangat menyukai jika istri agresif padanya. Dan akhirnya pergulatan panas pun terjadi hingga dini hari.

__ADS_1


.......


Esoknya, pukul 6 pagi Kayla tiba-tiba mual, ia berlari ke kamar mandi pelan-pelan agar suaminya tak tahu.


Howek ... howek


"Astaga ada apa dengan perutku, apa karena mag ku kambuh ya."


Lalu, ia mengingat jika  terlambat datang bulan karena ia juga lupa kb. Ia sungguh ketakutan jika yang dipikirannya adalah benar. Saat pikirannya sedang berangan, ada sebuah ketukan dari pintu kamar mandi.


Tok


Tok


"Sayang, kau ngapin sih di kamar mandi lama banget."


Buru-buru, Kayla keluar sambil mengusap keringatnya akibat gugup. Marvel mengerutkan dahi heran kenapa dengan istrinya.


"Sayang, kamu sakit, hem."


"Sedikit, kita pulang yuk, aku pengen makan sambel teri ikan pedas."


"Hah, sejak kapan kamu suka ikan teri yang kecil-kecil itu kan, sayang."


"Iya, udah ah jangan banyak omong. Ayo buruan."


"Iya-iya."


Maevel menggaruk kepalanya yang tak gatal mencoba mencari dimana restaurant menjual ikan teri.  Setelah searching di mbah google selama 15 menit, akhinrya ia menemukannya.


"Ayo sayang, udah siap kah."


Dan akhirnya, Marvel sudah keluar kamar mandi serta mengganti pakaiannya. Kemudian mengajak istri serta babysitter dan juga anaknya turun ke bawah, di lobby sudah ada keluarga besarnya menunggu. Dan mereka pun mulai berangkat, diikuti para bodyguard. Sepanjang perjalanan, Kayla merasakan mual hebat namun ia tahan hingga keringat dingin dan saat tiba di rumah, akhirnya ia pingsan.


Brugh


"Sayang."


Marvelpun panik lalu membawa istrinya ke dokter, sampai di sana Kayla seketika di tangani. Marvel mondar mandir kayak setrikaan hingga pintu igd terbuka.


"Maaf keluarga pasien."


"Saya dokter."


"Baik, tuan. Saya ucapkan selamat pada anda."


"Selamat, maksudnya dokter."


"Anda akan menjadi seorang Ayah."


Jeduarrrrr


Bagai petir menyambar disiang bolong, ia sungguh terkejut dan terkulai lemas mendapati istrinya hamil kembali. Ketakutan yang ia alami akan terjadi lagi. Marvel berpikir, ia takkan mungkin mmbiarkan ini terjadi lagi. Buru-buru ia menemui istrinya di ruang igd.


"Katakan jika kau nggak lupa kan kb," desis Marvel pada istrinya tengah berbaring.


"Ma-maksudnya sayang."


"Kamu hamil. Katakan itu kalau kamu tak lupa pasang alat kb," bentak Marvel sontak Kayla terkejut ini kali pertama ia mendengar suami membentaknya.

__ADS_1


"A-aku hamil."


"Jangan pura-pura bodoh, kau itu udah aku peringatkan untuk tak hamil lagi. Kau tak ingat aku kayak orang gila, hah."


"Maafkan aku," ucapnya lirih.


"Gugurkan atau kita sampai disini," ucap Marvel berlalu meninggalkan istrinya sendiri.


Deg


Kayla mendongak mendengar ucapan suaminya bagai sembiluh mengoyakan  hatinya.


Marvel keluar dari ruangan mengumpat sejadi-jadinya, sesungguhnya ia bahagia tapi ketakutan yang dulu membuat ia trauma memiliki anak kembali.


Sedang Kayla meneteskan air matanya tatkala sang suami menolak kehadiran buah hati yang sekarang ada di kandungannya. Kayla buru-buru pulang ke rumah, saat di sana Marvel sama sekali tak menghiraukannya.


"Vel, mau makan apa biar aku buatin makannya."


Marvel pergi tanpa berucap apapun, sungguh hati Kayla sakit diperlakukan seperti itu.


Hingga waktu sudah seminggu lamanya, Marvel tak menyapa maupun menegur istrinya. Ada rasa kasihan namun karena bayi itu, kasihan berubah kemarahan. Kini Marvel bersiap ke kantor, Kayla mendekatinya lalu berucap.


"Aku akan mempertahankan anak ini, Vel. Meski kamu tak menginginkannya."


Marvel tak menggubris kata-kata yang dikeluarkan oleh istrinya. Ia pun berangkat ke kantor dengan perasaan kemarahan. Kemarahan Marvel terbawa hingga di kantor. Wajahnya nyaris tak ada senyum saat berjumpa karyawan lain di kantor. Mereka berpikir jika sedang ada masalah hingga wajah ceo nya menjadi menyeramkan.


"Vel, kau ada masah," tanya Revan.


"Nggak. Udah ayo kita ke ruang meeting," ajaknya


Revan dan Leo melihat jika sahabatnya memang ada masalah sudah terlihat seminggu ini. Mereka akan mencari tahu sesungguhnya ada apa.


Sedangkan Kayla menelpon Lala, untuk mengantarnya ke suatu tempat.


"Halo assalamualaikum La, kamu dimana?"


"Waalaikumsalam Kay. Aku lagi di rumah.  Ada apa?"


"Bisa ke rumah nggak, aku butuh bantuanmu."


"Oke. Aku kesana sekarang."


"Thanks, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Lala pun bergegas mengganti pakaiannya lalu, menyambar kunci mobil.


Di satu sisi, Kayla sudah mengepak bajunya di koper. Ia sungguh berat meninggalkan keluarganya terutama pada  twins namun ia tetap harus karena ada anak yang harus ia rawat yang kehadirannya tak diinginkan suami.


"Maafkan Mommy, Sha, Arthur."


"Suatu saat kalian  akan mengerti nak, kenapa Mommy melakukan ini."


Tak lama terdengar deru mobil Lala, menandakan si empunya datang. Lala turun dan masuk kedalam rumah.


Tintong


"Kay, kau mau mau kemana?" Tanya Lala heran sahabatnya membawa koper

__ADS_1


__ADS_2