Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Pangeran nyata


__ADS_3

Saat mereka bercanda bersama, bunyi bel berbunyi pertanda jam pelajaran akan di mulai. Marvel mengantar pujaan hatinya terlebih dahulu.


"Silahkan masik tuan putri," ucap Marvel pada istrinya.


"Makasih Vel," mengulas senyuman


"Jangan lupa sayang," ucap Marvel menunjukkan pipinya sebelah kiri.


Marvel tersenyum dan saat akan mencium, ia terkejut ada gurunya di depan mata seketika ia masuk. Sedangkan Marvel masih membungkukkan badan, guru tersebut menggeleng kepala.


"Mau sampai kapan kau membungkuk, Vel," tanya Guru wanita pada Marvel sambil menatap tajam


Alden terkejut dia membuka mata ternyata guru istrinya di depan, seketika ia mendapat jeweran dari guru itu.


"Aw, bu Nia. He ... maaf."


"Kau itu kalau mau pacaran nanti aja, ini mau jam pelajaran ,Vel."


Saat Marvel  di jewer tersebut dilihat teman-teman sekelas Kayla, Kayla ikutan malu sejadi-jadinya.


"Huuuuu," sorak semua siswa  menatap Marvel menggarik kepalanya yang tak gatal dan masih sempat melambaikan tangan untuk istrinya.


"Udah sana nanti lagi, Vel," usir Guru Nia


Marvel meninggalkan tempat itu dan  sekarang menuju  kelasnya, Ia terkejut pula saat akan masuk kelas guru killer sudah masuk duluan. Marvel mengkode teman-temannya untuk mengalihkan perhatian guru killer tersebut.


"Pak," Willi mengacungkan tangannya


"Iya Wil, ada apa?"


"Mau tanya soal ini."


Willi beranjak dari bangkunya lalu maju ke depan meja gurunya. Willi mengkode jika Marvel sudah bisa masuk. Saat Marvel masuk, ia mengisyaratkan untuk teman-temannya  diam dan semua menahan tawa melihat tingkah most wanted keren itu.


Sesaat, guru menyadari Marvel sudah di kelas segera ia menegurnya.


"Marvel, sejak kapan kau sudah di situ."


"Sudah sejak tadi Pak, hanya saja saya ngumpet aja," Marvel asal ngomong


"Huuuu," sorak teman sekelasnya


"Denger ya Vel, lain kali kau tak ku biarkan masuk."


"Siap Pak Yanuar ganteng."


Guru killer itu menggeleng kepala  heran kelakuan Marvel untuk kali ini, karena ini pertama Marvel melakukan kesalahan, jika nanti ada lagi salah mungkin ia tak mentoleransi.


"Tos dulu dunk," ucap marvel pada para sahabatnya.


"Keren kau, Vel," puji Leo geleng-geleng.


Pelajaran di mulai lagi, dihati  Marvel bertekad takkan bermain-main lagi. Ia sadar statusnya kini bukan lagi lajang tapi suami. Ia akan berjuang penuh untuk kelangsungan hidup bersama istri tercinta.


Waktu pun berputar cepat, para siswa sekolah berhambur karena waktu istirahat. Alden mengajak sahabatnya untuk menjemput wanitanya ke kelas dan tumben mereka mau semua kecuali Willi yang berniat menjemput Dira.


"Tumben kau Leo dan Kau Van," tanya Marvel menyelidik.


"Ya kan sekali-kali boleh lah. Masak iya kita mau jomblo mulu," ucap Leo cekikikan


"Lalu kau Van."


"Kau itu kayak detektif, V. Udah deh jadi jemput mereka nggak," ucapnya keceplosan.

__ADS_1


Marvel mengerutkan alisnya heran dengan ucapan mereka, tapi ia kali ini tak mau bahas yang terpenting jemput bidadarinya sebelum kelaparan. ketiga cowok tampan itu berjalan menyusuri lorong--lorong menjadi pusat perhatian para cewwk hingga histeris.


"Kak Marvel, waw."


"Keren kau, Kak," seruan dari cewek fans Marvel


Dan masih banyak lagi hingga sampai di depan kelas Kayla. Kayla heran masih aja norak saat ketemu suaminya, ada perasaan kesal saat mendengar teriakan histeris fans. Dengan santai nya Kayla masih duduk manis di temani kedua sahabatnya. Marvel menghampiri dan duduk di depan Kayla.


"Hai baby, ayo makan dulu," Marvel mengajak lembut pada istrinya.


"Iya."


Marvel mengerutkan alis, isrrinya bersikap aneh. Ia pun mengejar istrinya yang jalan terlebih dahulu. Dan tangan Kayla diraihnya membuat berhenti sejenak bersama Kayla.


"Kau kenapa sayang, hem," menatap Kayla selidik.


"Aku sebel fansmu teriak-teriak."


"Maaf ya sayang, itu kan bukan salahku. Tapi aku minta maaf jika mereka mengganggumu. Sekerang kita makan ya."


"Iya."


"Senyum dulu dunk,"


Kayla menunjukkan senyuman iklan pasta giginya membuat Marvel terkekeh, perlakuan Marvel membuat para sahabat terhanyut.


"Oh so sweet, sih kalian," celetuk Ega


"Iya, aku jadi iri pada kalian."


Marvel dan Kayla tersenyum bersmaa lalu mereka mengajak ke kantin untuk makan siang bersama. Di kantin, mood Marvel dan Kayla jadi hilang karena melihat ada Viona dan Alvin berada di sana.


"Vel, kita pesan aja ya makanannya."


"Loh, kita gimana La, Kay," tanya kedua sahabat Kayla


"Kalian aja makan di sini."


"Huh, ya sudah."


Kepergian Kayla dan Marvel membuat Leo dan Revan beraksi


"Beb, aku pesenin ya," Leo pada Ega


"Makasih beb," ucap Ega


"Kamu juga honey," tanya Revan pada Lala.


"Iya honey, buruan cacingku pada tak tahan."


"Baiklah honey."


Tak lama, pesenan Leo dan Revan sudah siap di santap. Mereka berdua kompak membawanya ke hadapan kekasih.


"Makasih."


Mereka mulai makan tapi seseorang tiba-tiba menggebrak meja.


Brak


Sontak keempat tersedak kompak apalagi tahu jika di depan mereka.


"Marvel, Kayla."

__ADS_1


Uhuk ... uhuk


"Pak air, segalon ya," celetuk Marvel


Setelah mereka minum, Ega pun mulai berbicara dengan gugup.


"Vel, Kay. Kita."


"Kita tahu kalian pacaran kan, hayo ngaku."


"Darimana kau tahu, Vel."


"Udahlah, ngaku aja. Dilihat dari tingkah kalian kelihatan."


"Orang bodoh aja tahu. Nanti pulang sekolah, traktir kita di apartemenku. Aku nggak mau tahu pokoknya titik."


"Ayo sayang, kita tinggal dua cecunguk berpasangan ini," ajak Marvel pada istrinya.


Bel pun akhirnya berbunyi, Marvel  mengantar Kayla bebarengan dengan Leo dan Revan ikutan mengantar para kekasihnya. Marvel tersenyum tipis melihat kelakuan mereka ikutan bucin.


"Kalian itu sama aja denganku," ejek Marvel


"Hee ... peace."


Setelah mengantar para bidadari mereka kembali menuju kelasnya tapi dari kejauhan mereka bertiga melihat Willi bermesraan dengan Dira.


"Eh itu bukannya Dira dan willi."


"Iya tuh, ngapain kamvret itu."


"Ya kayaknya seperti kita deh, Vel. Apalagi."


Sejujurnya,  Marvel tak pernah mempermasalahkan jika Dira dengan Willi. Karena Marvel tahu sifat Willi seperti apa. Ketiganya memutuskan ke kelas saja.


.....


Saat pulang sekolah, beberapa bodyguard nampak berjejer di depan halaman sekolah  membuat heboh dan salah satu  bodyguard melihat Marvel bersama Kayla segera menghampiri. Kedatangan para bodyguard membuat satu sekolah heboh apalagi terlihat mendatangi Marvel.


"Kamu ngapain ada  di sini, hah."


"Maaf tuan muda, tuan Ben menyuruh kami mengantar mobil."


"Huh, haruskah bawa pasukan."


"Maaf  tuan muda," ucap bodyguard itu sambil membungkuk.


Kayla melihat bodyguard dulu marahi tak tega, ia pun menasehatinya.


"Vel, kasihan. Jangan marah sama mereka, mungkin memang Daddy yang nyuruh."


"Iya sayang, maaf. Soalnya aku malu kek gini."


"Terima aja kan emang kau anak sultan, Vel."


"Yang sultan Daddy, sayang."


"Tetep aja kamu kena cipratannya. udah ah malas bahas ini."


"Ya udah, mana kuncinya," tanya Marvel


"Imi tuan muda," menyerahkan kunci mobil.


Para siswa menatap Marvel menggeleng kepala ternyata selama ini mereka tak tahu jika Marvel sekaya itu. Mereka berfikir  Marvel adalah pangeran alam nyata adanya, mereka semakin mengagumi Marvel.

__ADS_1


__ADS_2