
Keempat wanita itu terkejut saat mendapati mereka berkelahi dia adalah presdir perusahaan. Ega menelan ludah kasar sama halnya dengan ketiga wanita lawannya.
"Kalian ke ruangan saya."
Ega sudah berpikir pasti ia akan dipecat karena membuat keributan hal negatif inilah saat ini yang ia pikir. Dan keempat wanita itu masuk ruangan presdir, assiten peresdir terkejut kenapa keempat wanita bersamaan masuk.
"Asisten Dio , kau urus surat pemecatan keempatnya."
Deg
Dan benar saja pikiran Ega, ia dipecat. Ega kesal pada ketiga wanita itu yang mengajaknya berantem. Dengan wajah merahnya ia menginjak kaki salah satu wanita itu.
"Aw, kau."
"Ada apa lagi ini."
"Dia."
"Stop! Sekarang kalian pergi dari sini. Saya tak mau punya karyawan suka kelahi, ini kantor bukan ring."
Keempatnya keluar dari ruangan, Ega menghela nafas berat ia bingung mencari pekerjaan pengganti. Ia bergegas membereskan barangnya lalu pergi dari perusahaan. Saat ia menunggu taksi di depan jalan raya, tiba-tiba ada yang berusaha mencelakainya.
"Aw," ringis Ega
Dan saat akan bangkit, ada seseorang mengulurkan tangannya.
"Leo."
"Beb, kamu ngapain disini."
"A-aku. Aku di pecat beb," ucapnya sambil memeluk kekasih
"Kok bisa."
"Semua gara-gara cewek sialan itu, mereka tak capek membuli aku hingga aku menghajarnya."
"Udah ya, kamu tenang. Nanti aku bantu cari kerjaan lagi."
"Beneran beb."
"Iya, udah ayo aku antar ke kosmu."
"Iya."
Di sisi lain, Kayla sudah waktunya pulang ia memutuskan tak menghubungi suaminya melainkan akan buat kejutan. Kayla mengajak Riska ke kantor Marvel dan selanjutnya maen ke rumahnya.
"Kamu nggak hubungi Marvel dulu, Kay."
"Nggak, mau buat kejutan aja. Sekali-kali masak dia terus yang buat kejutan. Udah ayo, Ris," ajak Kayla
Mereka berdua berjalan ke depan kampus dan sesaat seuah mobil mewah menghampiri dan berhenti di dekat mereka.
"Hai Kay, Ris. Mau pulang? ayo aku antar," Jason menawari
"Oh maaf Jason, kita naik taksi udah pesen juga," Riska menjawab
"Oh begitu, kalian hati-hati ya, Kay. Bye," Jason sungguh patah hati saat tahu yang ia sukai ternyata istri orang.
Sedangkan dari kejauhan ada Revi mengamati pergerakan mereka, ia kesal karena Jason tak menghiraukannya.
"Cewek itu memang serakah, semua diembat. Lihat aja, aku akan membuat perhitungan dengannya."
.....
Dan Taksi yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Riska dan Kayla segera masuk taksi dan meluncur ke kantor Baratawijaya. Dan beberape menit akhirnya Kayla dan Riska sampai di depan lobby kantor. Saat Kayla turun semua pandangan tertuju padanya, mereka melihat sosok cantik tak asing namun mereka lupa sosok itu, Kayla berjalan menuju meja resepsionis.
"Siang mbak, tuan Marvel ada," tanya Kayla ramah
"Maaf nona, sudah buat janji."
"Belum mbak."
"Maaf nona, kalau belum buat janji beliau tak mau menerima tamu karena sedang sibuk."
__ADS_1
"Oh begitu ya. Ya sudah makasih mbak."
"Sama-sama nona."
Kayla menghela nafas kasar, saat ia gagal memberi kejutan pada suaminya. Kayla menghampiri Riska.
"Yah, gagal buat kejutan untuk Marvel, Ris. Pulang ke rumah yuk."
"Baiklah, nggak usah cemberut nona."
Saat mereka berbalik badan ternyata ada tangan kekar menahannya, Kayla menoleh ternyata suaminya.
"Sayang, kenapa pulang," tanya Marvel mendekat
"Katanya kamu sibuk, ya udah aku pulang aja," ucapnya mengerucutkan bibir.
"Siapa yang bilang aku sibuk, resepsionis. Eh tapi nggak apa Vel, dia mungkin tidak tahu karena perintahmu, lagi pula mereka juga tidak kenal aku."
"Iya sayang, tapi aku harus memberitahu semua," Alden menarik tangan istri meuju mja respsionis.
"Mbak, kalau ada wanita cantik ini, bilang pada saya lain kali. Karena wanita ini adalah istri saya."
"Ba-baiklah tuan. Maafkan saya tidak tahu."
"Oke aku maafkan kali ini. Oh ya bilang pada semua juga, ini pasang juga kalau perlu. Agar mereka tahu siapa istri saya," Marvel memberikan foto dirinya bersama istri saling memeluk.
"Baik tuan, saya akan laksanakan sesuai perintah."
Marvel mengajak istri dan juga Riska naik ke lantai 20 ke ruangannya. Di ruangan presdir, ada Ferry , Rudi dan juga Ben. ketiganya masuk ke ruangan Marvel, betapa terkejutnya Kayla saat tahu ada Papa serta mertua dan juga asisten.
"Eh ada Papa, Daddy, Om. He .... maaf mengganggu semua."
"Eh ada Kayla. Kau Vel, kerja atau mau pacaran sama istrimu hem."
"Bukan Marvel, Dad."
"Tapi Kayla, Dad. Sengaja buat kejutan ke sini dan ini pertama kali Kayla kesini kok Dad, Pa. Jadi jangan marahi suami Kayla."
"Ih Dady, memang bener kok."
"Iya-iya. Sekarang duduklah nak daritadi berdiri aja. Ini temanmu Kay," tanya Daddy Ben
"Eh iya Dad, kenalkan Riska teman kampus Kayla."
"Riska, Om."
"Hai Ris, maaf ya kalau rame. Begini lah kalau ketemu suka debat, kalah acara tv."
"Oh tidak apa, Om."
Marvel pun berinisiatif memesan makanan untuk mereka dan tak lama, kurir datang.
Tok
Tok
"Masuk."
"Permisi tuan, saya kurir pengantar makanan. Ini benarkah ruangan tuan Marvel."
"Bener. Makasih ya mas ini untukmu," Marvel memberikan tips pada kurir tersebut.
"Terimakasih tuan, permisi."
"Silahkan."
Tiba-tiba, ada pesan dari Leo memberitahu jika ia terlambat balik karena mencari pekerjaan untuk Ega. Tak menunggu lama, Marvel beralih menelpon Leo.
"Halo, kau di mana Leo."
"Aku di jalan xx menanyakan kerjaan, bos."
"Baiklah, kau sekarang balik aja, Leo."
__ADS_1
"Oke."
Leo pun memutuskan kembali ke kantor sesuai perintah Marvel. Sampai di kantor, Ia terkejut ada Kayla dan yang lain.
"Nah ini asistennya baru nongol."
"Maaf Om, ada sedikit masalah tapi sudah teratasi. Ada acara apa ini Om, kok rame."
"Tidak ada acara, hanya makan siang bersama aja. Kau makanlah, Leo."
"Terima kasih Om."
"Sama-sama."
Setengah jam kemudian, Ben, Ferry dan Rudi pamit pada Marvel.
"Makasih traktirannya tuan muda," canda Ben pada putranya
"Sama-sama tuan besar."
"Ya udah kita bik dulu, Kay, Ris, Leo."
"Iya Om, hati-hati."
"Hati-hati Dad."
Mereka pun bergantian menyalami punggung tangan para senior tersebut. Setelah para senior pulang, Leo pun mendekat pada Marvel.
"Apaan kau dekat-dekat. Geli aku."
"Ih, aku masih doyan cewek tahu," ucapnya kesal
"Iya-iya canda. Ada apa?"
"Ega di dipecat."
"Apa!" ucap kompak sepasang suami istri itu
"Bagaimana bisa, Leo," tanya Kayla penasaran
"Dia menghajar teman kantornya."
"Haahhaha, gadismu ternyata bar-bar juga," ledek Marvel
"Lalu."
"Ya ketahuan presdir akhirnya di pecat mereka semua."
"Apa kau ada pekerjaan yang pas buat, Ega, Vel."
"Udah besok suruh ke sini aja, Ega. Aku tempatkan di marketing sesuai jurusannya."
"Makasih Vel."
"Iya, udah sana kasih tahu kekasihmu. Aku balik kerja."
Leo pun keluar dari ruangan dan yang terakhir, Kayla juga pamit pada suaminya untuk pulang bersama Riska.
"Sayang, aku juga pulang ya. Kangen sama twin, kasihan Riska juga."
"Ya udah tapi diantar Leo, sayang."
"Baiklah, aku pulang dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Bye Vel."
"Iya Ris, hati-hati."
Kayla dan Riska turun di lobby menunggu Leo mengantarnya. Saat dalam perjalanan pulang tiba-tiba, ada yang menghadang mereka.
"Ayo turun."
__ADS_1