
"Kinan."
Arthur memeluk tubuh ramping kekasihnya yang hilang itu, dan lama ia cari.
"Aku mencintaimu, Nan. Kenapa kau meninggalkanku."
"Maafkan aku Arthur, demi semua terbongkar pelakunya aku sengaja melakukan ini semua. Maafkan aku."
"Aku akan memaafkanmu jika kau menerima pinanganku."
"Tapi Arthur, apa ini tak terlalu cepat."
"Tidak, aku sungguh tak mau kehilanganmu."
"Arthur, aku mohon jangan sekarang ya. Keyakinan kita masih berbeda, aku butuh waktu."
"Lalu jilbab yang kau pakai itu."
"Untuk bersembunyi, maafkan aku. Aku akan pergi Arthur, karena urusanku udah selesai disini. Terimakasih sudah menjadi teman sekaligus orang yang menyayangiku."
"Maksudmu, kita tak bisa bersatu, Nan," ucapnya sambil menatap mata sayu Kinan.
"Hei, aku sekarang udah pasrah. Jika kita memang ditakdirkan berjodoh. Pasti kita kembali bersama, Arthur."
"Aku akan tetap menunggumu."
"Itu hak kamu, Arthur. Udah ya aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik bukalah hatimu untuk wanita lain."
Kinan memberi pelukan terakhirnya untuk Arthur, sungguh berat hatinya meninggalkan Arthur. Tapi bagaimanapun ia harus kembali untuk Oma Rina, Kinan sungguh berjasa pada Oma hingga ia mengorbankan perasaannya.
Arthur meneteskan air matanya saat cintanya berakhir sampai disini. Sedangkan Kinan kini sudah berada di pesawat, hatinya sungguh terluka saat berpisah kembali dengan Arthur.
Beberapa jam kemudian, Akhirnya Kinan sampai di kediaman Oma Rina.
"Oma, Kinan udah pulang."
"Kinan, apa kabarmu sayang, Oma sungguh khawatir denganmu. Udah kamu istirahat sana gih."
"Baik Oma," ucapnya lesu.
"Kamu kenapa nak,"
"Oh tak apa Oma, hanya kecapekan aja."
"Kinan masuk dulu, Oma."
Kinan masuk ke dalam kamarnya. Akhirnya tangisnya tumpah juga.
"Maafkan aku, Arthur."
Seminggu kemudian, Kinan mulai belajar seorang muslim ia juga sudah mengucap sahadat di masjid terdekat tanpa Oma Rina ketahui, tapi bukan namanya Oma Rina jika tak mengetahui semua, berkat para anak buahnya.
Dari hari ke hari Kinan mulai searching tentang memakai jilbab yang benar. Dan di saat ia mengingat Arthur, ia gunakan untuk tadarus. Ia lakukan agar hatinya tetap tenang tak fokus pada lelaki itu. Saat ia sedang melantunkan ayat suci, tiba-tiba ada ketukan dari pintu kamarnya.
Tok
Tok
"Kinan."
"Iya Oma. Ada apa?"
"Boleh Oma masuk, sayang."
"Iya silahkan Oma, maaf berantakan."
Oma Rina masuk dan terkejut saat melihat keadaaan kamar Kinan begitu sejuk dan wangi, apalagi ada kitab suci di meja itu. Oma mengulas senyum dan bertanya, "Apakah ada yang mau kau jelaskan ini semua ini, sayang."
"Maaf Oma, jika Kinan membuat marah Oma. Alhamdulillah Kinan sekarang menjadi mualaf."
"Sungguh nak, alhamdulillah. Oma bahagia mendengarnya, kamu menjadi seperti ini apa karena seseorang."
"Bukan Oma tapi karena Allah membukakan pintu untuk Kinan. Kinan percaya akan maut, takdir, jodoh dan rejeki hanya ada di tanganNya."
"Alhamdulilah, baiklah kalau begitu. Oh ya nak tiga hari kamu akan menikah dengan pria tampan dan baik hati. Oma yakin dia bisa membahagiakanmu kelak, tapi jika kau menolaknya, Oma nggak apa, sayang."
__ADS_1
"Insyaallah Kinan mau, dengan pilihan Oma."
"Alhamdulilah, kau sungguh baik nak."
Oma Rina memeluk tubuh gadis itu dan mengelus puncak kepala merasakan kebahagiaan tak bisa ternilai itu.
....
Sedangkan di Indo, Arthur makin hancur ia bahkan tak pulang waktunya hanya dibuat di kantor saja. Ben dan Bebi heran cucunya bisa sekacau itu. Bei yang tak tahan menelpon Kayla.
"Halo assalamualaikum Mi."
"Waaaikumsalam nak. Sebenarnya Mami bingung dengan putramu sudah sebulan ini, seperti orang gila dan dia juga tak pulang, waktunya hanya dihabiskan di kantor."
"Apa!"
"Hei jangan berteriak sayang, nanti Mami tambah tuli gimana."
"He ... maaf, Mi. Kayla terkejut sampai segitunya mengalahkan Daddy nya dulu."
"Ya begitulah keturunan, lalu bagaimana, Kay."
"Biarkan Mi, ada kejutan buatnya. Kasih tau aja jika kita akan kembali ke indo dan dia harus menikah dengan pilihan kami, biar nggak kesetanan mulu."
"Apakah tak jahat kau lakukan ini padanya."
"No, Mi. Biar dia sadar wanita nggak cuma satu."
"Terserah kamu sajalah, yang penting kau sudah tahu keadaaan putramu itu. Ya udah aku tutup dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla beralih kembali memasak namun ia terkejut saat ada yang memeluk dari belakang.
"Daddy."
"Hai sayang, kau kenapa. Seperti ada yang kau pikirkan."
"Itu Arthur kayak kamu."
"Iya katanya Mami dia kayak orang gila gara-gara ditinggal Kinan."
"Tapi kamu bilang sama Mami soal."
"Ssttt. Biar nanti kejutan aja."
"Siap sayang. Mana Sha dan Alex."
"Kami disini, Dad," celetuk Alex dan Sha dari belakang mereka.
"Sejak kapan kalian disitu."
"Sejak kalian bermesraan, ih Sha juga mau dunk."
"Aish, anakmu Dad. Udah kebelet tuh."
"Hahhaahahhaha, keturunan mantan cassanova."
"Hah, mantan playboy casaanova. Siapa Dad," tanya Alex penasaran.
"Tanya Opa mu. Udah, mending kita sarapan Daddy ada meeting pagi ini."
"Siap Dad."
Mereka berdoa dan mulai menyantap sarapan, sekitar 15 menit berpamitan pada Kayla. Mereka semua beda arah, Marvel ke kantornya, Sha membuka butik, dan Alex duduk dI bangku SMA.
"Mom, kita berangkat."
"Iya sayang hati-hati. Mana Dewa."
"Masih dinas Mom."
"Ya udah nggak boleh ngebut."
"Siap Mom."
__ADS_1
"Oh ya tunggu."
"Apalagi Mom."
"Besok cuti ya, dan kau Alex juga ijin. Kita ke Indo."
"Siap Mommy, kita berangkat asslamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Kini giliran Daddy, pamit. Kau tak mau menemani suamimu ini, sayang."
"Buat apa. Toh kita tiap hari ketemu."
"Hem, mau romantis aja nggak bisa."
"Udah nggak usah ngambek deh, nanti Mommy bakal ke sana."
"Beneran."
"Iya."
Cup
"Makasih sayang, nanti aku tunggu."
"Iya udah sana berangkat."
"Asslaamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla melambaikan tangan hingga suaminya sudah tak terlihat lagi , lalu ia masuk menelpon seseorang.
"Halo assalamualaikum."
"Walaikumsalam, ada apa nak?"
"Bagaimana semuanya Bu, apakah beres."
"Tenang aja, semua lancar. Kalau kamu."
"Agak kacau tapi nanti pasti akan lancar."
"Bagaimana bisa."
"Nanti bakal Kayla ceritain, Bu."
"Baiklah, kau jaga diri ya nak. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla tersenyum bahagia lalu bersiap ke kantor suami seperti janjinya tadi. Tapi sebelumnya ia mandi terlebih dahulu. Sekitar 15 menit ia sudah selesai, wanita paruh baya itu diusianya kepala empat bukan tambah tua tapi makin cantik membuat setiap hari Marvel meminta jatah, ck.
Kayla diantar oleh sopir menuju kantor suaminya, sampai disana para karyawan menyambutnya baik.
"Selamat siang nyonya."
"Siang, tuan Marvel ada."
Tiba-tiba dari belakang ada yang menyambar obrolan.
"Maaf tuan Marvel sibuk," ucap sekretaris baru Marvel ketus.
Resepsionis ingin memberitahunya tapi dicegah oleh Kayla.
"Oh begitu, apakah ada rapat di dalam nona."
"Bukan, tapi saya tak mengijinkan perempuan sembarangan menemui tuan Marvel."
Kayla melongo mendengar penuturan sekretaris Marvel itu, resepsionis itu menepuk jidatnya.
"Lebih baik anda pulang, nyonya."
Dan tepat waktu, ada seseorang berbicara.
__ADS_1
"Jangan berani mengusir istriku!"