Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Kesalnya Alex


__ADS_3

"Emmpth," Alex mencium bibir Kayla di depan umum karena ia kesal di kerjain gadis cantik bule itu.


"Oh no," sorak pengunjung bioskop yang kebetulan lewat.


Sesaat ciuman di lepas oleh Alex dan  meninggalkan Lala seorang diri. Lala kesal dan malu sejadi-jadinya apalagi setelah di cium ia ditinggal oleh Alex.


"Huh, nyebelin banget tuh orang. Arggh."


Lala mengemudikan laju mobil menuju kediaman Alex. Disana ia tak bertemu dengan lelaki sialan itu , dia  hanya menitipkan tas  pada securty.


"Pak, nitip ya."


"Baik nona, nggak masuk dulu."


"Oh tidak Pak. Makasih, saya langsung pulang."


Lala masuk ke dalam mobil dan meluncur pulang. Sesampainya di rumah, semakin kesal  mendengar orangtuanya terlihat bertengkar. Ia berlalu tanpa memperdulikan orangtua yang ia rindukan semua ini. Mereka hanya mementingkan ego masing-masing.


"Nggak pernah berubah selalu saja begitu, lebih baik aku pergi dari sini."


Lala bergegas mengepak barangnya dan meninggalkan fasilitas yang ia miliki, untung dia ada tabungan sedikit untuk tempat tinggal.


"Bismillah, aku bisa."


Lala turun tanpa memperdulikan orangtuanya sesaat langkahnya terhenti saat namanya di panggil Mama nya.


"La, berhenti. Kau mau kemana hah, baru datang udah pergi aja. Anak tak tau di untung," bentak Mama Anggun.


"Apa peduli Mama. Aku di rumah juga tak ada yang peduli."


Plak


"Kau, kenapa kau menampar putriku  hah," bentak Papa Arya.


"Mas, gara-gara dia. Kau tak memperhatikanku dan semua hartamu jatuh kepadanya tanpa kau sisakan untukku," ucapnya lantang.


"Anggun. Kau ini hanya Ibu Sambung berhenti menghakimi putriku."


"Cukup. Maksudnya apa ini, Pa."


"La, maafin Papa jika menutupi semua darimu  sejujurnya Anggun adalah Ibu tiri mu sayang. Mama mu sudah meninggal, nak."


"Nggak, nggak mungkin. Kenapa Papa berbohong."


"Agar kau sayang padanya nak, tapi wanita iblis ini sudah terlihat saat ia menunjukkan betapa bencinya dia padamu hari ini atas keserakahan."


"Aku butuh waktu, Pa."


"La .. Lala," panggil Arya pada putrinya.


Lala pergi meninggalkan rumah tanpa membawa mobil, di depan ia memberhentikan taksi.


"Pak."


"Kemana nona."


"Jalan xx pak."


"Baik nona."

__ADS_1


Sopir taksi pun melajukan menuju tempat tujuan Kayla. Tak lama taksi sudah di depan rumah Alex.


"Makasih Pak."


"Sama-sama nona."


Lala turun dari taksi dan segera menghampiri securty rumah Alex.


"Selamat malam Pak."


"Malam nona. Eh nona cantik lagi. Mau ketemu tuan muda ya."


"Iya, apakah ada."


"Maaf nona, tuan muda belum pulang dari tadi sekolah."


"Hah, yang bener  Pak."


"Iya nona."


"Ya udah Saya permisi dulu."


"Iya nona."


Lala menghela nafas berat ia tak tahu harus kemana selain ke tempat si resek Alex, hanya dia yang bisa diandalkan meski menyebalkan. Lala juga tak mungkin minta bantuan teman-teman sekolahnya yang tak mudah di minta pertolongan di saat susah.


Lala duduk sejenak di taman kita karea kai nya merasa capek. Ia mencoba searching tempat tinggal sementara untuk ia tempati.  Tak lama, tak jauh dari taman ia menemukan kos. Ia bergegas dan melihatnya.


Sampai di depan rumah kos  lumayan luas, ia mulai mengetuk pintu.


Tok


Tok


"Oh kebetulan masih ada, nona. Ayo, mari lihat dulu barang kali cocok."


"Iya Bu, terimakasih."


Lala dan Ibu kos naik tangga  ke lantai dua disitu Bu kos membuka kamar yang kosong.


"Nah ini nak, kamarnya dan tenang kamar mandi dalam dan ada ac nya. Harga cuma 1 juta saja."


"Wah yang bener Bu."


"Iya nak."


"Makasih Bu. Ini Bu," Lala memberikan uang sejuta pada pemilik kos.


"Oh ya ini kunci gerbangnya ya, jadi kamu nggak perlu ketok-ketok untuk pulang. Semua sudah saya kasih satu-satu."


"Baik Bu, terimakasih."


"Sama-sama. Saya turun dulu ya. Kamu beristirahatlah."


"Iya Bu."


Setelah pemilik kos turun, Lala mulai menaruh barangnya dalam almari. Sungguh tak di sangka mendapatkan kos secepat itu. Setelah semua selesai ia mencuci muka, ia mulai memejamkan mata berharap esok akan lebih baik.


Di sisi lain,  Alex baru saja datang dari kafe nya. Lantas di sapa securty depan.

__ADS_1


"Tuan muda ini tas nya."


"Oh ya makasih pak. Lalu, mana yang ngasih."


"Udah pulang dari tadi siang tuan. Dan tadi sekitar jam 7 nona cantik itu kembali kesini mencari tuan muda. Tapi saya bilang tuan muda belum pulang, nona itu lalu balik."


"Kenapa dia?"


"Yaudah pak, makasih ya."


"Iya tuan."


Alex masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai atas menuju kamarnya. Di kamar, ia mencoba menelpon  Lala namun tak diangkat.


"Ini cewek bikin orang susah aja."


Alex menelpon salah satu  bodyguard Daddy nya minta tolong untuk mencari gadis itu.


"Halo, tolong kau cari keberadaan gadis yang aku kirim fotonya."


"Baik  bos."


Tak butuh lama, bodyguard itu mendapatkan info keberadaan Lala. Alex menyunggingkan senyum dan mentransfer uang pada bodyguardnya yang cepat dalam tindakan.


Alex pun tenang ia pergi mencuci muka dan mulai ke alam mimpi karena badannya terasa lelah.


Keesokan hari tepatnya masih pagi, Lala bangun dan membersihkan diri. Lalu memakai seragam tak  lupa ia akan ke tempat Alex sesuai kesepakatan menjadi budak selama sebulan.


"Tenang La, cuma sebulan sama orang resek," ucap Lala menyemangati sendiri.


Lala tak lupa mengunci kamarnya dan segera turun ke bawah. Saat ia keluar dari gerbang betapa kagetnya ada lelaki tampan bersandar di mobil mewah memakai seragam SMA.


"Alex kok kau tahu aku di sini."


"Dapat mimpi aja. Ayo masuklah."


"Ini kau yang nyopir nanti jangan  lupa jemput aku."


"Iya."


Akhirnya mobil mewah Alex sudah sampai di depan sekolahnya. Saat akan turun ia melihat para siswi sudah  berjejer dengan  membawa berbagai hadiah.  Ia feeling mereka akan mengejarnya. Alex tak kurang akal, ia mengajak Lala untuk menghindari kerumunan cewek centil itu.


"La, ikut aku. Kau pura-pura jadi kekasihku. Kau lihat di depan, para cewek sedang menyambutku. Jadi aku mau kau menyamar untukku. Kau gandeng tanganku agar mereka tak berani mendekat."


"Oke, imbalannya apa."


"Apa aja akan aku berikan."


"Waw, beneran loh ya. "


"Iya."


Kemudian  Alex turun dan membuka pintu mobil untuk Lala. Semua cewek sontak berdiri dan melongo melihat keduanya. Lala begitu hebat bersandiwara memainkan perannya sebagai pacar gadungan. Dengan senyum manis Lala merangkul lengan, Alex juga memegang tangan Lala yang memegang lengannya. Para cewek jadi patah hati berjamaah melihat kemesraan keduanya.


"Oh no. Kak Alex jadi milik cewek itu."


"Aku patah hati ini," ucap salah satu fans fanatik Alex.


Dari jauh Dena menatap keduanya penuh arti, ia akan merencanakan sesuatu agar mereka berpisah.

__ADS_1


__ADS_2