Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Kangen Marvel


__ADS_3

Sesuai rencana kemarin, Dira bersama Lia sahabat  di sekolahnya. Nampak gadis cantik itu masuk ke dalam mobil Dira.


"Udah siap," tanya Dira pada Lia


"Siap kak, let's go!" seru Lia semangat


Mobil pun meluncur ke tempat kerja nya Marvel yang kemarin di beritahu oleh Mami. Tak butuh lama, mobil Dira sudah berhenti agak jauh dari posisi toko.


"Tapi kok Kak Marvel belum kelihatan ya," Dira meneliti toko itu


"Tunggulah, mungkin bentar lagi datang. Kak Marvel mungkin kerja sore Dir, kan paginya sekolah."


"Oh iya benar juga, kau. Kenapa tak terfikirkan olehku," Dira cekikikan


"Kau itu Hil, kayaknya otakmu butuh mineral," Lia menahan tawa


Sedang di sisi lain, Marvel bersama Kayla asyik memasak nasi goreng untuk makan siang bersama sambil bergurau.


"Sayang, ini apalagi yang aku potong," ucap Marvel sambil mengusap air matanya karena kepedesan.


Kayla yang dari  kamar mandi terkejut suaminya sudah nampak keringatan dan wajahnya merah. Buru-buru ia mendekat dan bertanya.


"Vel, kau kenapa?" tanya Kayla cemas


"Aku terharu sayang, karena ini," tunjuk Marvel pada irisan bawang dan cabe di depannya masih sibuk memberishkan air matanya.


Kayla melihat yang ditunjuk oleh suaminya seketika tertawa terbahak-bahak, Marvel melongo di buatnya karena baru tahu Kayla tertawa lepas begitu tapi ia bahagia. Marvel yang tak terima  ia menggelitik tubuh ramping istrinya.


"Aw, Vel. Stop! Huaaa."


"Kau sih menertawakanku sayang, rasakan akibatnya."


"Huaahahahhaha, stop Vel! Aku nggak kuat," Yasmine sambil memohon


Akhirnya di lepas oleh suaminya.  Marvel dan Kayla saling menatap intens.


"Aku bahagia lihat kamu tertawa seperti tadi, aku mencintaimu sayang."


"Aku juga mencintaimu, Vel. Udah ah melow nya, kapan kita makan."


Marvel tersenyum lalu dengan cekatan ia mulai beraksi dengan alat masak namun di cegah Kayla.


"Kamu duduk aja sayang, biar suamimu."


"Nggak Vel, aku istri jadi aku harus melayanimu."


"Termasuk," tanya Marvel sengaja berhenti berucap


Kayla menoleh dan menatap wajah Marvel dalam dan sejenak, ia baru ingat apa yang sebelum ia lakukan bersama Marvel. Kayla tersenyum dan berkata.


"Nanti akan ada waktunya, tunggu aja," Kayla tersenyum simpul membuat Alden gemas.


"Oke sayang, aku tunggu. Ini aku menunggu makanannya berapa lama lagi?" tanya Alden berpura-pura lama menunggu.


"10 menit lagi, tuan Marvel."


"Baiklah."


Lima menit kemudian, Kayla sudah selesai  memasak nasi goreng dan ia pun menaruh di 2 piring dan meletakkan di depan Marvel.


"Waw, baunya harum pasti enak ini sayang."


"Coba aja dulu."


Mereka berdoa dan mulai memakan nasi goreng tersebut,  saat satu suapan dan mengunyahnya rasanya, Marvel menyukai buatan Kayla sungguh sesuai lidah Marvel. Setelah 15 menit, Marvel dan Kayla sudah selesai makan. Kayla menaruh dan mencuci piring dan gelas bekas makan. Sedangkan Marvel kekamar bersiap. Pemuda tampan itu berganti pakaian dan menyambar hoodie dan juga tas kecilnya.

__ADS_1


"Sayang, aku berangkat dulu ya," pamit Marvel lalu mencium kening istrinya.


"Iya Vel, kamu hati-hati."


"Iya, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Marvel keluar dan berjalan menyusuri trotoar di bawah teriknya matahari demi sesuap nasi untuknya dan istri. Dan akhirnya ia sampai di toko tempat bekerja nampak dari jauh, Lia dan Dira melihat Sosok yang mereka rindukan. Dura ingin keluar dan menemui kakanya namun ditahan Lia.


"Stop, Dir!"


"Kenapa Lia, Dira kangen Kak Marvel."


"Biarkan dia bekerja, kasihan nanti dia dipecat."


"Baiklah."


Kedua gadis itu meneteskan air mata tanpa terasa saat mengetahui kakak tercinta menjadi kuli angkut, diam-diam Dira memvideo kegiatan Marvel. Dira nelihat tak tahan tapi Lia


menahannya agar tak gegabah. Dira melihat kakaknya memang jadi pribadi lebih baik dan mandiri.


"Maafkan Dira, kak," batin Dira sakit melihat kakaknya yang tak terbiasa menjadi seperti itu.


Waktu pun berputar dan kini sudah pukul 5 sore, Kedua gadis itu terbangun saat ada panggilan teelepon dari Mami.


"Halo Mi, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam sayang, kau dimana? kenapa belum pulang," tanya Bebi khawatir.


"Em maaf Mi, Dira ada ekstra makanya agak telat. Ini Lia aja ketiduran nunggu Dira. Bentar lagi pulang Mi."


"Baiklah hati-hati ya. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Permisi Pak," tanya Dira ramah


"Oh iya dek, bisa saya bantu."


"Maaf Pak, boleh kami tahu Marvel tempat tinggalnya di mana ya?"


"Kalian siapa?" tanya pemilik menatap menyelidik


"Saya temannya pak, kita ada tugas bersama hanya saja tadi lupa tak tanya alamatnya," ucap Dira


"Kalau nggak salah, dia kost  100 meter dari sini, dan kost itu ada satu yang  disekitar sini."


"Baiklah, terimakasih Pak."


"Sama-sama."


Lia dan Dira masuk mobil bergegas  melanjutkan perjalanan sambil mencari kost Marvel. Tak lama, Keduanya bertanya pada slaah satau warga dan mereka menunjukkan kost yang dimaksud. Dira dan Lia turun dari mobil saat sudah sampai dan berjalan menanyakan pemilik kost.


"Permisi pak, saya teman Marvel," ucap Dira mengulurkan tangan pada pemilik kost


"Oh ya nak. Bisa dibantu."


"Apa ini benar kost. Atas namanya Marvel adakah."


"Iya benar nak,  mari silahkan. Dia di nomor 10 ya."


"Terimakasih Pak."


Keduanya berjalan naik ke lantai 2 dan mencari nomor 10 mereka mulai mengetuk pintu.

__ADS_1


Tok


Tok


Dan saat membuka pintu ternyata Kayla yang membuka, ia terkejut adik iparnya berada di depan mata.


"Dura.


"Kakak," Dira memeluk Kayla erat dan sesegukkan


"Hei, diem. Nggak boleh cengeng, ok. Udah ayo masuk, kamu pasti kangen kan pada Marvel."


Marvel mendegar namanya di sebut sontak memanggil Kayla.


"Siapa sayang yang bertamu?" tanya Marvel berjalan menemui dan saat matanya mendongak ia terkejut ada kedua adiknya.


"Dira."


"Kakak," gadis itu berhambur memeluk membuat Marvel terkejut


"Hei kau, kok tahu kakak disini."


"Rahasia."


"Dasar emang kau, itu Dir."


Setelah tenang, Dira pun bertanya pada Marvel.


"Kak, ayo pulang."


"Nggak bisa Dir,  sebelum Daddy sendiri yang ngomong."


"Jahat banget sih, kita kangen sama kak Marvel."


"Hei, kakak juga kangen kalian. Tapi jika tak begini, kakak tak mengerti semuanya."


"Tenanglah, kakak menikmati hukuman dari Daddy," tambahnya


"Kasihan Mami, Mami  sedih lihat kakak."


"Bilang sama Mami, Kakak baik aja sama kak Kayla."


"Baiklah, kalau ada apa-apa bilang kita ya kakak," ucap Dira


"Udah ah, kalian melow semua. Udah pulang sana  nanti Daddy cariin."


"Iya kak, lain kali aku dan Lia ke sini lagi. Kak Kayla, kita pulang ya."


"Iya Dira. Hati-hati."


"Baik kak. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Kedua gadis itu buru-buru takut Daddynya marah. Mereka memikirkan ide apa agar Daddy tak curiga. Dira ada ide membeli buku di langganannya setelah mengantar Lia ke rumah.


Tak sampai lama, mobil Dira sudah di depan gerbang rumah. Orangtua ternyata sudah menunggu di ruang tamu. Dira berakting seakan bahagia nemui novel kesukaan.


"Akhirnya aku bisa baca novel ini."


"Bagus sekali, kamu baru pulang. Darimana aja hem?" tanya Ben menyelidik pada putrinya


"Dira habis beli novel ini Dad, edisi terbaru jadi tadi antri."


"Oh begitu ya sudah sana, bersihkan badan kamu lalu makan malam."

__ADS_1


"Siap Daddy," ucap kompak keduanya tersenyum manis meninggalkan orangtua.


Sampai di kamar Dira mengelus dada, tak ketahuan kemana dia pergi.


__ADS_2