
Marvel yang posesif pada istrinya segera mengajak pulang dari acara adeknya, karena ia melihat sedari tadi Kenzi tak berkedip manatap Kayla.
"Yang, kita pulang yuk," ajaknya
"Loh masih jam 9 lo sayang," tanya lembut pada suaminya
"Mendadak sakit perut, aw."
Kayla panik dan menuruti suami untuk pulang, keduanya pamit pada calon mempelai di meja sebelah.
"Ka, Hil, kita pulang dulu ya."
"Loh kak, kok cepet amat."
"Mendadak sakit perut, Hil."
"Ya sudah hati-hati, kak."
"Mi, Dad. Kami pulang dulu. Tante," pamit Marvel dan Kayla
"Iya nak, salam buat twin."
"Iya, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Marvel menggandeng tangan Kayla keluar dari gedung, di perjalanan Marvel diam membisu membuat Kayla iseng memegangi paha suaminya. Sontak Marvel menoleh ke arah istrinya. Marvel menyunggingkan senyuman lalu menggenggam tangan istrinya yang masih setia di paha. Kayla terkejut Marvel merespon, buru-buru ia menarik tangannya namun Marvel malah mengeratkan tangannya.
"Kau yang memancing macan tidur sayang," ucap Marvel lalu mempercepat kendaraannya menuju rumah.
Sampai di rumah, Marvel menggendong istrinya bak bridal style masuk ke dalam rumah. Saat masuk, Kayla beringsut di dada bidang suaminya karena malu jika dilihat asistennya dan benar saja mereka di tegur.
"Selamat malam tuan, nona Kayla kenapa?" tanya maid
"Oh dia nggak apa. Baby sitter udah tidur sama twin, bik."
"Udah tuan."
"Ya sudah, jika mereka bertanya, tolong jangan ganggu kami dulu."
"Baik tuan."
Marvel melangkahkan kaki naik lift dengan masih setia menggendong tubuh istrinya.
"Ternyata mantan playboy kuat juga, ya."
"Habis ini lihat akan aku buat kau ngesot."
Kayla menelan ludah kasar, kata-kata Marvel membuat ia membayangkan , Saat sampai di kamar, Marvel mulai mencium bibir ranum istrinya dan mulai menjelajah ke hutan belantara, Pergulatan mereka di lakukan dengan penuh semangat hingga beberapa ronde tanpa terasa pukul 4 pagi. Barulah Marvel melepas tubuh istrinya yang buat candu setiap hari.
"Huh, makasih sayang. Love you so much," ucapnya dan mencium kening sang istri
"Love you too."
"Tidurlah, kau ada jam kuliah nanti."
"Ada, tapi siang kok."
"Ya udah met tidur."
Marvel masih keingat kelakuan Kenzi, ia berniat tidak akan memberi ruang Kenzi menganggu dirinya dan istri. Ia pun ikut memejamkan matanya karena rasa kantuk mulai menyerangnya dengan memeluk istrinya.
Pukul 6 pagi, Twin sudah bangun dan mulai membangunkan kedua babysittter untuk diajak jalan-jalan.
"Bak, ayo alan-alan," Sha pada Riri
Riri terkejut melihat balita itu membangunkannya, ia beralih membangunkan Rara
"Ra, ayo bangun. Twin udah bangun."
__ADS_1
"Hah."
"Mbak, cuci muka dulu ya. Nanti kita mandi habis jalan-jalan."
"Iya bak."
Setelah mencuci muka, Riri dan Rara membawa kedua balita dengan stroller masing-masing. Saat keluar kamar, twin melihat kamar orangtuanya sontak mengetuk pintu.
Tok
Tok
Marvel membuka hanya sampai wajahnya saja keluar, membuat twin terkejut.
"Daddy, ayak hantu. Dad, mami ana. kita jayan-jayan yuk," ajak Sha
"Arthur sama Sha, aja ya. Daddy capek habis tarung sama Mami."
Kedua babysitter menahan tawa melihat majikannya ngomong sambil merem.
"Ayo Arthur, lihat Daddy ngantuk berat."
"Aiklah, dah Daddy."
"Da ..."
Marvel menutup pintu melanjutkan tidur sedangkan Arthur dan Sha turun bersama kedua baby sitter.
Tak terasa, cahaya terang menyilaukan mata keduanya untuk bangun. Terlihat sudah menujukkan pukul 11 siang. Kayla mengerjap-ngerjap melihat jam dinding dan berteriak karena kesiangan.
"Aaaaa."
Marvel terbangun lalu mengucek mata melihat istrinya menjerit.
"Ada apa sayang, kenapa kau beteriak."
"Udah nggak usah tanya dulu, aku telat kuliah nih," Kayla turun ranjang buru-buru dengan kadaan telanjang , Marvel terkekeh melihat istrinya yang panik.
"Loh, kapan mandinya sayang."
"Barusan, udah ayo."
Mereka turun dan di bawah ternyata sudah ada twin bermain dengan kedua babysitternya.
"Siang, twinnya Mami Daddy."
"Ciang, mom, Dad."
"Mami dan Daddy berangkat kuliah dulu ya. Nggak boleh nakal."
"Ciap Mom."
Kayla dan Marvel bergantian mencium puncak kepala kedua bocah itu.
"Mbak kita berangkat, asalamualaikum."
"Iya nona, tuan. Waalaikumsalam."
Marvel melajukan kendaraan sportnya dengan maksima karena takut istrinya telat. Saat tiba di halaman kampus, ada seseorang sudah menyambut, dia adalah Kenzi. Marvel kesal setiap hari Kenzi mengusiknya membuat ada inisiatif untuk pindah kuliah saja.
Kayla melihat tatapan Marvel saat masih di mobil seperti ingin makan Kenzi, dengan cepat ia mencium suaminya beberapa menit.
"Emmpth."
"Untuk hot Daddy, yang cemburuan. Udah ayo," ajak Kayla sambil menggandeng suaminya.
"Dasar nakal."
Saat berjalan tatapan Kenzi fokus pada Kayla, sedangkan Marvel sudah mengepalkan tangan ingin rasanya menonjok muka lelaki itu. Marvel mengantar Kayla sampai di dalam kelas, keduanya tak hanya terkenal di sekolah saat SMA, tapi di kampus juga best couple apalagi status mereka sudah menikah.
__ADS_1
"Love you," senyum Marvel melambaikan tangan keluar dari kelas Kayla.
Marvel beralih ke kantin karena ngantuk apalagi tadi dia tak sempat mandi membuat matanya susah di buka. Willi dan Dira melihat Marvel terlihat menutup mata di bangku kantin segera mendatanginya.
Brak
Sontak Marvel mengumpat.
"Oh ****. ****."
"Waw, ucapan jahatmu keluar semua kawan," Willi cekikikan
"Sialan! aku kira penjahat."
"Emang tampangku ada jahatnya."
"Pikir aja sendiri."
"Kau ini pindah tidur ya."
"Iya, udah diem aku ngantuk berat."
"Hah, aku tahu pasti olahraga malam sampai pagi."
"Tahu gitu tanya segala kau."
"Kak Kayla ada jam, ya," tanya Dira
"Iya Dir."
Marvel salam sekejab sudah di alam mimpi, Willi dan Dira menggeleng kepala.
Satu jam kemudian, ada seruan teman-teman di kampus, membuat Marvel dan Willi bertanya tanya ada apa gerangan.
"Ada apa Wil."
"Mana ku tau, Vel. Aku kesana dulu. Mastiin ada apa kerumunan di situ."
"Baiklah, jangan lama-lama."
"Oke."
Willi mengajak Dira mènuju kerumunan dan saat tahu disana ada Kenzi melakukan sesuatu. Mereka berdua kembali menemui Marvel di kantin buru-buru.
"Huh, huh ...huh."
"Kenapa kalian."
"Vel, lihat Kenzi berulah. Sumpah aku gedek sama tuh anak."
"Dia mau nembak istri kau, Vel. Ayo buruan."
"Hah, sialan tuh brengsek."
Marvel berlari kencang hingga Willi dan Dira ikutan. Sampai di lokasi, terlihat Kenzi mulai berbicara di depan semua teman-teman dan ada Kayla. Kayla yang tak enak sengaja membawa temannya sekelas.
"Siang Yas, aku disini untuk perasaan ku padamu."
"Huuuu," sorak semua
"Jadi , aku ingin mengatakan sesungguhnya. Aku mencintaimu, Kayla. Aku tahu statusmu istri dari Marvel. Tapi aku tak memungkiri isi hatiku, dan kalau kita jodoh pasti akan kepadaku. Aku hanya ingin kau tahu perasaanku sejak pertama aku melihatmu dikampus."
Marvel geram sudah tak tahan, mengepalkan tangan kuat lalu melangkah ke arah Kenzi.
Bugh
"Ini untuk lelaki tak punya harga diri, mencintai istri orang."
Bugh
__ADS_1
"Ini beraninya mengharap jodoh orang."
"Stop, Vel."