
Setelah kemarin di beritahu Daddy Ben, Marvel tersenyum bahagia. Akhirnya tanpa susah payah, ia bisa mendapatkan gadis tomboy keras kepala itu.
"Lihat saja, kau akan bertekuk lutut padaku, gadis buluk."
Cowok tampan itu menyambar tas lalu, turun seperti biasa makan pagi bersama keluarganya. 15 menit kemudian, ia berpamitan menjemput gadis tomboi nya.
"Mi, Marvel berangkat jemput bidadari."
"Ehem, emang situ sudah waras kak," goda Dira
"Kau itu Dir, suka banget iseng. Udah ayo pada berangkat."
"Baik Mami."
"Kak Dir, bareng ya."
"Iya ayo."
"Kamu berangkat sendiri, kakak malas di tumpangi," celetuk Alden
"Ih nyebelin banget sih, kak," Dira kesal
Mereka pun mulai meluncur ke tempat sekolah masing-masing. Sedangkan Marvel menjemput bidadarinya saat akan dekat kediaman Kayla terlibat gadis itu tengah adu mulut dengan seorang cowok tampan memakai motor ninja.
Marvel sengaja berhenti agak jauh mengamati mereka berdua. Tak berselang lama, gadis tomboi itu sudah ditingggal sendiri. Alden pun menancapkan gas dan berhenti tepat di depannya.
"Morning buluk," sapa Marvel tersenyum tipis pada Kayla. Gadis itu menanggapi dengan nyengir menatap Marvel.
Marvel turun dan membukakan pintu mobil untuk Kayla, sepanjang perjalanan Kayla hanya diam membisu, Marvel melirik dan berkata.
"Apa karena cowok tadi kau murung, hem?" tanya Marvel melirik Kayla
"Nggak perlu tahu," ucapnya ketus
Marvel yang tak terima ucapan dari Kayla ia mendadak berhenti.
Cit
"Aw, eh bisa bawa mobil nggak sih," bentak Kayla
Marvel seketika merangkup kedua tangan gadis tomboi itu.
"Dengar ya Kay, aku nanya kamu lembut bukan kasar. Jangan salahkan aku jika aku bisa kasar juga," ucap Marvel menatap tajam seketika nyali Kayla menciut.
Marvel melanjutkan perjalanannya menuju sekolah sesampainya, kedua sejoli itu diam membisu para sahabat Kayla mengerinyitkan dahi bingung dengan keduanya.
"Kay, kau marahan sama Marvel," tanya Lala
"Udah ah, nggak usah bahas dia," Kayla
mempercepat langkahnya
"Eh, Kay tunggu."
Saat sudah di ruang kelas, Kayla terkejut ada seseorang yang tak di inginkan muncul di depan matanya.
"Hai," sapa Alvin cowok tampan yang tadi pagi adu mulut
__ADS_1
Kayla tak menggubris ucapan Alvin, Ia segera duduk. Sedangkan Lala dan Ega heran dengan sahabat mereka.
"Kay, kau kenapa?" tanya Ega
"Enggak pa-pa."
"Eh Kay, kita tahu kau ada masalah. kamu jujurlah sapa tahu kita bisa bantu," ucap Ega tulus
"Nanti istirahat aja ya."
"Oke."
Saat ketiganya asyik berbincang, tiba-tiba gadis cantik bernama Viona menghampiri Kayla dan menggebrak meja.
Brak
"Eh kau ya, apa maksudnya gebrak meja," tanya Ega tak terima
"Huh takut, eh denger cewek miskin dan tak tahu diri. Jangan pernah kau deketin most wanted sekolah. Kau itu seharusnya ngaca, punya kaca kan di rumah."
Kayla dengan santai nya ia hanya menatap sekilas, Viona geram ingin sekali mencakar
muka gadis tomboi itu. Viona yang sudah tak sabar ia melayangkan tangannya ke arah wajah Kayla hanya saja tangan kekar menghalangi tindakan tersebut.
"Jangan pernah menyentuh gadisku, Viona," ucap Marvel menatap tajam
"Vel, kau lebih memilih gadis miskin ini, hah."
"Kalau iya kenapa, aku nggak mau bekas banyak orang. Oh ya satu lagi, jika aku tahu kau mengganggunya lagi, tak segan tuh tanganmu ku potong."
"Kay, kau tak apa," ucap Marvel khawatir
"Aku baik aja."
"Nanti kita pulang bareng, ingat itu."
Kayla manggut-manggut menyetujui omongan Marvel. Marvel kembali ke kelasnya dengan hati bahagia. Alvin melirik dengan senyum sinisnya.
"Ibu dan anak tak jauh beda. Sama-sama perebut."
Kayla geram selalu saja Mamanya dikaitkan cowok itu. Alvin takkan bisa berhenti membullinya karena ia benci dengan Kayla. Cowok itu adalah putra dari keluarga kaya raya, tapi beberapa tahun lalu ia dan keluarga diterpa ujian. Papa Alvin berniat ingin menikahi wanita bernama Rika karena mengandung buah hatinya. Perbuatan Papa Alvin hanya karena pertanggung jawaban, karena mereka murni kecelakaan waktu itu. Mama Alvin seketika kena serangan jantung dan meninggal beberapa saat. Alvin tak terima karena Papanya lebih memilih perempuan tak jelas itu. Hingga akhirnya Alvin mencari tahu semua tentang Rika dan membalaskan dendam pada Kayla. Papa Alvin dan Rika berhubungan sebelum bertemu dengan Ferry papa nya Kayla sekarang.
Sejak kemarin, Kayla selalu diancam Alvin tapi tak pernah sedikitpun bercerita pada Papanya Ferry. Ia menyimpan rapat rasa sakit hatinya.
Kayla yang tak tahan berlalu menuju toilet, Ega dan Lala mengejar gadis tomboi itu.Dari kejauhan, Willi melihat Kayla menangis menuju toilet segera mencari keberadaan Marvel. Saat samapi di kelas, Willi memberi tahu Marvel.
"Vel, Kayla seperti ada masalah. Lihatlah."
"Hah, masalah mulu."
Marvel tak menunggu lama, ia bersembunyi dibalik dinding dekat toilet cewek. Dan ia mendengar obrolan Kayla dan juga sahabatnya.
"Sebenarnya Alvin siapa, Kay? Kenapa dia berkata seperti itu."
Kayla menceritakan semua mulai dari ancaman hingga bully. Para sahabat mendengar tak tega apalagi seseorang dibalik dinding itu. Tanpa disadari Marvel meneteskan air mata haru karena seorang gadis yang ia suka sekuat itu. Marvel berlalu, sebelum Kayla mengetahui jika dia mendengar semua keluh kesahnya.
Tanpa terasa jam menunjukkan waktu istirahat, Kayla bersama para sahabat menuju kantin dan bertepatan Marvel bersama para sahabat juga.
__ADS_1
"Hai Kay, mau pesan apa?"
"Hei Vel, kau jadi pelayan dadakan," celetuk Lala
"Hanya untuk dia," Marvel menujuk Kayla.
Kayla tersenyum tipis melihat kelakuan Marvel bisa saja buat para cewek klepek-klepek.
"Jadi bagaimana bidadariku."
"Aku bakso sama es teh aja."
"Oke baiklah spesial buat tuan putri."
Marvel buru-buru memesan, Lala dan Ega terkekeh.
"Cie, most wanted terpukau gadis tomboy," goda mereka berdua pada Kayla
"Apaan sih lebay."
Tak menunggu lama, Marvel sudah membawa nampan berisi pesanan Kayla.
.
"Selamat menikmati, tuan putri."
"Makasih."
Kayla melihat ada kedatangan Viona dengan cepat menarik tangan Marvel.
"Vel, suapi."
Marvel terkejut sikap Kayla berubah tapi itu membuatnya bahagia. Dengan gerakan cepat, Marvel duduk di depan Kayla dan mulai menyendokkan bakso ke dalam mulutnya.
"Aaaa," Kayla menerima suapan pertama Marvel
Nampak adegan romantis mereka dilihat oleh Viona, ia kesal dan pergi tanpa ke kantin. Kayla tersenyum puas karena sudah buat sakit hati gadis yang membullinya.
"Itu rasa sakit sesungguhnya," batin Kayla
Setelah kepergian Viona, Kayla menyuruh Marvel berhenti menyuapinya.
"Udah Vel, makasih."
"Ini masih ada."
"Kamu udah makan," tanya lembut Kayla
"Belum."
"Ya udah sini, buka mulutmu," suruh Kayla
Marvel membuka mulutnya dengan wajah sumringahnya menerima suapan pertama dari Yasmine.
"Aaaa."
Sungguh Marvel bahagia tak bisa diungkap dengan kata-kata gadis keras kepalanya jadi lunak sekarang.
__ADS_1