
Enam bulan kemudian, Marvel , Kayla dan para sahabat akan melihat pengumuman siapa akan lulus tahun ini. Marvel dan Kayla turun ke ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu. Saat akan ke ruang makan, ia menghampiri duo baby gembul yang berusia 6 bulan yang menggemaskan itu.
"Pagi Mbak," sapa keduanya
"Pagi nona, tuan."
"Hai tampannya Mami."
"Hai, juga Mami," Marvel menirukan suara anak kecil membuat Kayla menjulurkan lidahnya.
"Hai cantiknya, Daddy," Marvel menciumi pipi gembul putrinya bergantian dengan putranya.
"Udah dulu ya sayang, nanti Mami usahakan pulang cepet ya. Mbak, kami berangkat dulu. Oh ya, kalau ada apa-apa kabari kami," ucap Kayla pada kedua babysitter mereka bernama Lili dan Riri.
"Baik nona."
Marvel dan Kayla masuk ke dalam mobil dan meluncur ke sekolahnya, sampai di depan gerbang, Kayla ternganga melihat para cewek adik kelas maupun sebaya mereka berjejer menanti Marvel. Kayla heran kenapa pesona suaminya tak pudar juga.
"Huh, dasar pada ganjen semua," gerutu Kayla bersidekap di depan dadanya.
"Apa sih sayangku, Mami cantik."
"Mereka nggak capek ya ngejar kamu."
"Eh dengerin ya, meski banyak yang ngejar, hati ku cuma sama kamu. Kamu tak ingat saat koma, aku seperti orang gila."
"Udah ya senyum dunk," tambahnya agar mood istri kembali ceria.
Kayla tersenyum karena kata-kata Marvel membuatnya tenang. Kini, Marvel turun mobil dan membukakan pintu untuk istrinya. Ketika mereka berjalan bergandengan tangan semua baper melihat keharmonisan keduanya.
"Oh mereka so sweet," celotehan para siswi fans Marvel dan Kayla
"Mereka inspirasiku, best couple."
Marvel dan Kayla hanya mengulas senyum pada mereka namun senyum mereka pudar tatkala jelangkung datang mengganggu.
"Hai-hai," sapa para sahabat pada Marvel dan Kayla
"Huh, dasar jelangkung."
"Eh-eh, nona Kayla. Kita itu keren, cakep, masak iya disamain dengan jelangkung."
"Kalau nggak jelangkung apa, tuyul."
"Aih kau ini Kay, makin hari makin ngeselin semenjak jadi hot mom."
"Biarin, nanti kalau kalian seperti aku juga bakal rempong."
"Udah-udah. Kalian ini para cewek apa nggak capek ya ribut mulu."
"Idih, kayak kau tak juga Leo."
"Stop! denger ada pengumuman," ucap Marvel membuat semua berhenti dan mendengarkan pengumuman. Dan benar saja, ada pengumuman agar para siswa segera berkumpul di lapangan.
"Come on guys," aja Marvel pada semua.
Saat akan ke lapangan, tiba-tiba perut Viona mendadak sakit.
"Aw."
"Sayang, kamu tak apa," Alvin mulai panik
"Sakit yang," rintih Viona
__ADS_1
Yasmine melihat keduanya berhenti, mengajak para sahabat untuk menghampiri.
"Guys, lihat Viona dan Alvin kenapa tuh."
"Ayo lihat."
"Vi, Vin. Kenapa?"
"Ini Kay, sepertinya Viona akan melahirkan."
"Ya udah, biar bodyguard ku mengantar kalian ya. Nanti kita nyusul."
"Baiklah, makasih Kay, Vel."
Alvin dibantu para bodyguard Marvel membawa istrinya menuju rumahsakit, sedangkan Marvel dan yang lain ke lapangan. Di lapangan semua sudah berkumpul terutama untuk murid kelas 3. Tak lama, kepala sekolah tersebut berbicara.
"Selamat pagi anak-anakku yang terkasih. Tetap semangat ya untuk kelas 3, kita hari ini akan tahu siapa yang lulus maupun yag tinggal di kelas 3. Tapi Bapak berdoa kalian lulus seratus persen. Amien."
"Amien."
"Oh ya Bapak akan membacakan peringkat 3 sampai 1 yang menjadi juara umum di sekolah kita. Peringkat 3 diraih oleh ananda Willi Barata, yang kedua adalah ananda Alden Baratwijaya dan yang juara umum kita adalah anda Kayla baratwijaya Yang Bapak umumkan silahkan maju mendekat pada Bapak."
Prok
Prok
Tepukan riuh pada ketiga siswa yang mendapat juara, apalagi best couple dapat peringkat itu.
"Waw, best couple emang keren. Tak hanya tampang tapi otak pun main. Aku makin ngefans sama mereka."
"Sama, i love best couple," teriak siswi pada Marvel dan Kayla
Semua bersorak mendengar salah satu fans berteriak.
Marvel, Kayla dan juga Willi mendekat pada kepala sekolah.
"Selamat buat kalian, kalian memang yang terbaik. Pantas fans kalian makin banyak."
"Terimakasih Bapak."
"Iya sama-sama."
Kepala sekolah memberikan piagam penghargaan pada ketiganya dengan mengalungkan ke leher mereka. Setelahnya, satu persatu guru memberi selamat ketiganya.
.......
Di rumahsakit, Viona baru saja melahirkan putri pertama mereka dengan proses normal. Alvin meneteskan air mata harunya pada sang istri. Kedua orang tua mereka pun tak kalah bahagia pula.
"Selamat ya kalian," Sinta pada putra dan menantunya
"Makasih Ma."
"Sayang, kamu kuat juga ya," celetuk Mama Viona terkekeh
"Apaan sih, Ma."
"Iya benar mertuamu, Vin. Masak buat doank kuat, ngelahirin nggak," goda Sinta pada keduanya
"Udah-udah Ma. Kasihan mereka malu," Ferry
Semuanya tersenyum geli melihat pasangan muda tersebut. Kini status mereka menjadi orangtua.
Tak lama, para sahabat mengunjungi keduanya d rumahsakit.
__ADS_1
"Siang Tante, Om," ucap serempak
"Siang. Ayo duduklah kalian, Om keluar dulu."
"Terimakasih Om."
"Selamat ya Vin, Vi. Cewek or cowok nih."
"Makasih Kay. Alhamdulillah cewek. Eh ya udah kelar di sekolahnya gimana tadi siapa yang juara."
"Best couple dunk," Ega cekikikan
"Cie, kalian emang kompak. So sweet, selamat ya Kay, Vel."
"Thanks."
"Selamat ya, Vi, Vin. Sehat selalu kalian."
"Makasih semua. kalian terbaik."
"Sama-sama."
Di tempat lain tepatnya di kamar, Hilda bingung Raka tak bisa dihubungi sejak kemarin. Hubungan mereka hanya sebatas telpon itupun sembunyi-sembunyi karena Mamanya melarang bertemu dengan Hilda. Tak lama, ponsel Hilda berdering, ada telpon tak dikenal ia ragu ingin mengangkat tapi ia gelisah mau tak mau di mengangkatnya.
"Halo, sayang. Maafin aku ya kemarin Mama ngambil ponselku. Aku ini diam-diam kamu tunggu ya, aku akan ke indo."
"Beneran Kak, penerbangan kapan."
"Malam ini, kau bersiaplah. Aku akan menjemputmu. Jaga anak kita ya."
"Iya hati-hati kak."
Hilda bernafas lega akhirnya yang ia tunggu akan datang menjemputnya. Hilda sungguh bahagia kekasih calon suaminya akan ke Indo.
"Sayang, doakan Papi mu cepat kesini jemput kita ya," ucap Hilda pada bayi dalam kandungannya yang berusia enam bulan.
Pukul tujuh malam waktu New york, Raka bersiap ia juga menyamar menjadi pegawai hotel dan keluar. Tak lama, taksi membawanya menuju badara. Raka bersyukur tak ketahuan Mama nya. Kini, ia mulai chek-in dan mengirim pesan untuk calon istrinya.
"Tunggu aku sayang, aku akan menjemputmu. I love you."
"Iya kak, i love you too. Aku akan selalu menunggumu dan anak kita."
Tak terasa waktu pun cepat berputar, Hilda mengerjab-ngerjab melihat sekeliling ternyata sudah siang. ia beralih pada ponselnya, disitu tak ada panggilan maupun pesan dari kekasihnya.
"Kenapa dia tak hubungi aku, kemana dia," Ucap Hilda gelisah ia beranjak dari tempat tidur lalu mencuci muka ter lebih dahulu.
Setelah cuci muka, Hilda menyalakan televisi betapa terkejut ia meihat tayangan mengabarkan jika pesawat dari New york menuju Indonesia kecelakaan, seketika ia menjerit.
"Tidaaaaakkk."
Di ruang makan, Bebi dan yang lain mendengar jeritan dari lantai atas segera berlari.
"Hilda, Dad."
"Ayo, kita lihat."
Bebi dan Ben naik ke lantai dua menuju kamar putrinya, saat masuk putrinya menangis sesegukan.
"Hil, kamu kenapa nak," Bebi bertanya lembut
"Kak Raka, Mi. Hiks ... di tv ada kecelakaan pesawat dan itu sama jam nya dengan dia."
Bebi dan Ben saling pandang, lalu melihat berita di televisi, mereka terkejut dan mencoba menenangkan putrinya.
__ADS_1
"Ujian apa ini untuk putriku, Tuhan."