Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Ketakutan Marvel


__ADS_3

"Papa, Mama," panggil Kayla memeluk bergantian menghampiri.


"Hai sayang, apa kabarmu nak?" tanya lembut Ferry


"Baik Pa, Papa gimana kok gemukan ya sekarang."


"Iya dunk, cocok berarti sama Mama," canda Ferry


"Lah, berarti aku jadi nggak cocok sama Kayla, Pa," Marvel tak terima


"Siapa yang bilang, kalau nggak cocok kalian, udah bubar. Papa hanya becanda kok tadi, Vel."


"Iya-iya Pa. tlTahu, he ..." Marvel mencium punggung tangan mertuanya


"Kalian darimana kok baru pulang, kasihan aku lihat Arthur dan Sha nyari kau sayang," Sinta


"Itu sidang Kenzi Pa, tadi di jatuhi hukuman 20 tahun. sesungguhnya Marvel tak terima, menurut Marvel terlalu ringan seharusnya mati aja tuh anak."


"Macam mafia aja kamu, Vel."


"He ... calon."


"Apa!" pekik semua


"He ... becanda lagi, Pa," ucap Marvel sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Udah kalian mandi dulu, baru kesini lagi."


"Baik Pa, Ma. Kita keatas dulu."


"Iya sayang."


Marvel dan Kayla naik ke kamar dan  mulai membersihkan diri karena lengket badannya. Sesaat Marvel selesai dengan ritual mandinya, kini ia duduk di tepi ranjang. Sedangkan Kayla menuju walk ini closet mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya. Saat  Marvel asyik memainkan ponsel, sekilas pandangan Marvel tertuju pada kalender di depannya. Seketika ia berdiri melihat bulatan merah di kalender dan ia jadi ingat  tanda disitu.


"Astaga."


Kayla mendengar ucapan barusan suaminya bertanya.


"Ada apa sayang, kau seperti melihat hantu pakai teriak."


"Oh nggak apa sayang, aku kira tadi ada kecoak."


"Oh gitu, mantan playboy kok takut. Ini cepet ganti pakaiannya takut masuk angin."


"Kau yang terbaik, sayang," Marvel menarik pinggang istrinya dan mengecup pelan bibir ranum itu


"Apaan sih. Buruan nanti di cari Papa, Mama loh."


Setelah rapi, Marvel menyuruh istrinya berganti mandi. Kayla melenggang menuju kamar mandi.


Sedangkan Marvel melihat istrinya sudah masuk kamar mandi, ia segera menelpon seseorang di balkon.


"Halo Leo, kau urus semua ya. Tempatnya biasa di hotel Baratawijaya, aku mau perfect kalau butuh orang bilang aku, kalau bisa Ega bantu sekalian biasanya selera cewek keren."


"Oke, jangan lupa transfer."


"Kalau urusan  duit cepetan aja kau Leo, nggak usah khawatir usai telpon aku bakal transfer."


"Iya dunk, Vel. Modal kawin."


"Cih, kawin. Nikah kali, anak orang itu, Leo."


"Iya-iya bawel amat bos satu ini."


"Ya udah bye."


Telpon diputus sepihak oleh Marvel membuat Leo mengumpatnya di kantor. Sekretaris melihat Leo marah-marah, ia melontarkan kalimat tak terduga.


"Mulai gila kau tuan, Leo," cibir sekretaris


Leo hanya menatap tajam saat cibiran itu dtujukan padanya.


Marvel saat ini merangkap jabatan ceo digroup Baratawijaya, kafe, dan juga bengkel mobil miliknya. Marvel sesungguhnya tak ingin jadi ceo kantor Baratawijaya karena itu bukan usahanya sendiri, melainkan warisan tapi karena permintaan Daddy untuk melanjutkan akhirnya ia membantu meski kadang ia tinggalkan. Ben pun demikian terkadang ke kantor kalau ada yang ia pantau saja. Leo dan Revan menjabat jadi asisten Marvel dikantor juga di usahanya lain.

__ADS_1


Sesaat, Kayla selesai ritualnya dan berpakakan rapi. Ia pun mengajak suami turun ke bawah menemui keluarganya. Balita berumur setahun itu berlari saat tahu Daddy dan Mommy mereka turun menghampiri.


"Hei boy, ngapan lari, hem."


"Lindu Dad. Au akan  esklim."


"Cha uga Daddy."


"Oke- oke tapi nggak boleh banyak."


"Ciap Daddy."


Ferry dan Sinta tersenyum menatap keakraban Alden dengan twin. Ferry yang rindu twin pun memanggilnya.


"Sha, Arthur sini. Opa mau es krim juga."


"Anti abis Opa."


"Dikit ya."


"Api Cha yang cuapin."


"Baik Sha, makasih ya."


"Cama-cama."


Mereka megobrol bercanda bersama hingga pukul 11 malam, sebelum Fsrry dan Alvin ke kamar, ia mencegah terlebih dahulu.


"Pa, Vin."


"Iya Vel, ada apa."


"Marvel mau bilang, jangan balik dulu. Karena besok acara anniversary kami, Pa dan ini kejutan untuk Kayla."


"Oh ya, baiklah kita tetap  disini. Bagaimana  kamu, Vin."


"Aku ngikut aja, Pa."


"Ya udah, sekarang boleh kan ke kamar Vel."


"Silahkan Vin, ngebet amat."


"Iya dunk, di pepet terus mumpung si kecil tidur."


"Dasar ya kau."


"Ya udah Vel, Papa juga."


"Siap Pa, mimpi indah semua."


Marvel ikutan bergegas ke kamar karena merasa lelah hari ini ia tak akan menyerang istri tercinta karena teramat ngantuk. Saat di kamar ia melihat istrinya sudah  meringkuk dibawah selimut tebal ia mendekat di ranjang lalu mengecup kening.


"I love my lovely."


Keesokan harinya


Ada ketukan dari pintu lumayan keras dan itu pertanda duo balita itu sudah bangun bersiap membuat keributan.


Tok


Tok


"Mom, Dad. Ayo angun," teriak Arthur dan Sha


Marvel dan Kayla seketika terbangun, mereka tahu pasti Sha dan Arthur.


"Biar aku aja sayang yang lihat."


"Iya."


Marvel beranjak dari ranjang dan berjalan menuju pintu dan saat membuka ia terkejut ada yang memakai topeng reog.


"Aaaa," jerit Marvel

__ADS_1


Brak


Pintu seketika ditutup oleh Marvel keras dan ia naik ke ranjang dengan wajah paniknya. Kayla ikutan terkejut saat Marvel teriak.


"Sayang, ada apa. Kenapa kau teriak."


"Lihat aja sana.


"Apaan sih."


Kayla turun ranjang dan melihat saat membuka sudah tidak ada di sana. Kayla menutup pintu kembali dan menghampiri suaminya yang badannya sudah tertutupi selimut.


"Vel, ayo buka. Ah kamu ini kayak anak kecil."


"Masih adakah di depan pintu, sayang."


"Nggak ada apa-apa, kamu ini memalukan Vel. Udah sana mandi."


Marvel membuka penutup yang menutupi wajah serta badannya.


"Huh."


"Dasar penakut."


"He ... nggak kok, yang."


"Nggak apanya, nggak salah. Udah sana mandi."


"Siap ratuku."


Di ruang tamu, Arthur tertawa saat tadi melihat Daddy nya teriak ketakutan. ia pun bercerita pada Opa, Oma nya.


"Opa, Oma. Tadi Daddy akut cama topeng ini,"


tunjuk  topeng reog Arthur


"Hah, jadi Daddy mu tadi teriak karena ini."


"Iya Dad."


"Kamu usil baget, Arthur. Nggak boleh ya kasihan Dady baru bangun."


"Iya Opa, tapi selu lo."


"Haduh kamu ini seru katanya."


Tak lama yang dibicarakan datang bersama sang istri, ia berjalan turun tangga menuju yang ada di ruang keluarga. Dan saat Marvel masuk  ia dikejutkan lagi oleh Arthur.


Buaaaaa


"Aaaaa," teriak Marvel seketika berlari naik ke kamarnya. Kayla dan yang lain melongo saat tahu Marvel ketakutan, Ferry pikir mungkin karena ngantuk  tadinya jadi terkejut nyatanya salah Marvel benar ketakutan.


"Arthur, Daddy mu takut itu."


"Tapi ucu kan Opa, hahhahaha," bocah kecil itu dengan polosnya tertawa terbahak-bahak


Kayla kesal lalu memarahi putranya seketika.


"Arthur, Daddy bukan main-main tapi emang ketakutan. Sekarang naik, minta maaf sama Daddy."


"Tapi Mom."


"Kay, kau tak boleh bicara kasar sama anakmu."


"Tapi kalau nggak dikasih tahu, Arthur tetap mengerjai Daddy nya, Pa."


Kayla kesal lalu naik keatas menyusul suaminya, sedangkan Ferry bertanya pada cucunya.


"Kamu berapa kali Arthur, ngerjain Daddy," tanya lembut Opa Ferry


"Berkali-kali."


Semua orang di ruangan tersebut menepuk jidat bersamaan atas kelakuan iseng bin jahil putra Marvel dan Kayla tersebut

__ADS_1


__ADS_2