Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Merinding


__ADS_3

Marvel masih di klinik dekat  area tempat ia berwisata bersama dengan teman-temannya. Tak lama, dokter  yang menangani gadis itu keluar dari ruangan.


"Bagaimana keadaannya, dok?"


"Oh dia nggak apa, hanya lecet  saja. Oh iya ini obatnya. Semoga cepat sembuh."


"Terimakasih dokter."


Saat akan masuk ruangan untuk memberikan obat pada gadis itu, ada seruan tak asing ditelinganya.


"Marvel," teriak Kayla diikuti para sahabat dari belakang


"Sorry bro, dia khawatir sama kau," ucap Willi dan dibalas anggukan


"Ayo masuk, sayang. Aku mau kasih obat pada gadis itu."


Kayla mengangguk dan mereka masuk sedangkan para sahabat menunggu di  luar. Saat masuk gadis itu beranjak dari brankar, Kayla membantunya berdiri.


"Makasih kak."


"Sama-sama."


"Oh iya, ini obatmu."


"Makasih."


"Oh ya, kamu kenal siapa yang menyerempetmu," tanya Marvel menyelidik


"Nggak kak, kayaknya emang nggak sengaja. Makasih udah nolong aku, kak. Kenalkan, aku Lina," ucapnya tersenyum dan mengulurkan tangan


Marvel tak menerima uluran tangan namun hanya membungkukkan sebagai tanda hormatnya apalagi ada istri di dekatnya.


"Aku Marvel dan ini istriku Kayla."


"Bu-bukan. Dia hanya pacar aja kok," ucap Kayla sambil nginjak kaki Marvel dan sontak Marvel manatap heran pada istrinya


"Oh begitu kirain beneran udah nikah.  Aku tidak sengaja lihat kalian pas turun dari rombongan bus."


"Iya, Lin."


"Ya udah, mau aku antar," Kayla menawari


"Nggak usah kak, deket kok."


"Ya udah, ayo keluar."


Lina mengangguk, Lina sungguh terpesona pada suami Kayla itu sejak mereka menginjakkan kaki  di sini. Saat keluar, para sahabat melihat tatapan aneh gadis itu pada Marvel,  terutama Willi melihat ada sesuatu tak beres.


"Oh ya, ini sahabat aku semua," ucap Kayla memperkenalkan pada Lina dan gadis itu tersenyum


"Seperti tak tulus," pikir Lala


Lina pun bergegas pulang karena ingat ada Ayahnya menunggu.


"Ya udah kak, aku permisi. Ayahku udah nunggu di rumah."


"Baiklah. hati-hati, Lin."


Setelah kepergian Lina, mereka kembali ke halaman hotel karena guru-guru sudah menyuruh untuk berkumpul lewat message di group.

__ADS_1


"Come on ladies," ajak Marvel pada istrinya


Semua mengikuti dari belakang Marvel dan Kayla berjalan menuju halaman hotel. Dan saat sudah berkumpul semua. Salah satu memberi pengarahan.


"Selamat sore anak-anak, hari ini kita akan jalan ke candi jadi persiapkan kalian semua. Kita tunggu  satu jam dari sekarang untuk bersiap."


Semua berhambur kembali ke kamar mengambil perlengkapan, Marvel dan Kayla tak membawa perlengkapan seperti yang lain cukup bawa  ponsel dan charger.


"Kalian nggak bawa apapun," tanya guru kesenian menatap Marvel dan Kayla tak kembali ke kamar


"Cukup ponsel dan charger aja, pak," ucap Marvel santai


"Oke baiklah."


Dan satu jam berlalu, mereka masuk kedalam bus menuju tempat tujuan. Perjalanan cukup dekat dari penginapan, hanya beberapa menit sudah sampai di salah  satu candi terkenal.


"Keren," Marvel tersenyum sambil merangkul Kayla


Viona melihat Marvel dengan Kayla semakin mesra ia geram, dia berencana akan membuat mereka berdua pisah.


"Lihat saja, apa yang akan aku lakukan pada kalian,"  batin Viona kesal


Di satu sisi, Marvel  mengajak lainnya untuk segera masuk ke candi tersebut. Para cowok memotretnya untuk dokumentasi sedang para cewek berswafoto sendiri. Setelah satu jam berada di candi, Marvel melihat sekilas ada Lina tapi dari kejauhan, namun tak lama sosok itu menghilang. Marvel mengucek matanya memperhatikan lagi ia malah merinding disko sendiri. Marvel melihat Kayla di bawah sedang asyik berfoto ria, dengan cepat Marvel segera mengajak pergi.


"Eh."


"Ayo buruan, Kay," ajak istrinya menggandeng tangan


"Apa sih, Vel."


Kayla mengajak duduk di sebuah kantin kecil dekat candi dan ia meneguk air di botolnya.


"Ada apa sih, Vel?" tanya Kayla bingung


"Kay, tadi aku tak sengaja lihat Lina ada di sebelah


sana," ucap Marvel sambil menunjuk posisi yang ia lihat.


"Ah udah, jangan ngaco, Vel. Lina nggak mungkin di sini."


"Mungkin kamu kecapekan," tambahnya


Marvel pun berfikir memang betul sepertinya ia kelelahan. Dan para sahabat mendatangi mereka berdua dengan wajah bercucuran keringat.


"Huh, kalian kemana aja sih," kesal Lala


"Iya, capek tahu daritadi muter," Ega tak kalah geram


"Iya bro, kalian sembunyi dimana?" tanya Leo


"Eh kamvret, kita itu daritadi di sini."


"Lihat jarak sini sama candi nggak jauh, masak iya nggak kelihatan."


Semunya pun menoleh dan meneliti jarak, sontak semua


"Jangan-jangan. Aaaa," jerit semua dan kabur entah kemana, tapi tidak untuk Marvel dan Kayla masih santai di tempat.


Beberapa saat, ada pengumuman di message group untuk segera kembali  ke dalam bus.

__ADS_1


"Ayo sayang, takut para guru nunggu."


"Iya."


Mereka pun berjalan menuju tempat bus parkir, dan mereka mulai masuk ke dalam bus. Saat duduk dekat jendela, Kayla melihat seperti ada Lina melambaikan tangan dan tersenyum. Kayla mendelik mengamati, tiba-tiba di panggil Marvel.


"Sayang."


"Eh iya Vel, ada apa?"


"Kamu lihat apa? serius amat."


"Nggak ada."


"Yakin."


"Iya sayangku, udah duduk deh."


Kayla merasa ada sesuatu aneh, tadi  suaminya bilang lihat Lina sekarang dia. Kayla tetap berfikir positif saja, dan ia memilih untuk tidur. Sejam kemudian, bus sudah berhenti dan terparkir cantik di depan penginapan.  Saat Marvel turun bersama Kayla, Lina memanggil.


"Kak Marvel, kak Kayla."


"Eh Lina. Ada apa?" tanya Kayla ramah


"Ini buat kakak, atas ucapan terimakasih udah nolong Lina," Lina memberikan rantang makanan


"Makasih Lin."


"Sama-sama kak. Lina pulang dulu."


Kayla dan Marvel tersenyum mengangguk, lalu mereka masuk ke dalam  kamar penginapan. Sedang Viona mengikuti kemana arah gadis itu pergi.


Di kamar,  Marvel mulai ritual mandinya bergantian Kayla. Setelah suaminya  masuk kamar mandi. Kayla membuka rantang tersebut ada terselip alamat rumah.


"Apa ini  alamatnya."


Tiba-tiba, Marvel  memeluknya dari belakang sungguh mengejutkan  Kayla.


"Vel, aku kira siapa?" Kayla gugup


"Kamu kira siapa hayo, hem?" ucap Marvel sambil menciumi ceruk leher Kayla. Yasmine merasa belum siap, berusaha melepaskan  cengkraman Marvel.


"Vel," ucapnya terpotong membuat Marvel menghela nafas kasarnya lagi dan lagi ia harus menahan hasrat. Tanpa berbicara ia berganti pakaian dan keluar dengan muka lesu nya . Kayla melihat suaminya kesal karena ulahnya menolak ia jadi tak enak hati.


Kayla mengirim pesan pada sahabatnya  jika ia mengantar rantang dari Lina jika Marvel tanya.


Kayla pun menyusuri jalan  mulai bertanya pada warga sekitar tentang alamat yang ia pegang.


"Maaf Pak, apakah tahu alamat ini."


"Ini bukannya rumah Lina," salah satu warga


"Oh benarkah, Pak. Syukurlah."


"Lalu dimana tempatnya Pak, saya mau kesana."


"Tapi nak, kenapa ke sana?"


"Memang kenapa Pak?" tanya Yasmine bingung menatap warga dengan raut cemas.

__ADS_1


__ADS_2