Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Bodohnya Marvel


__ADS_3

Berulang kali, Kayla mengetuk pintu kamar mandi tapi si penghuni tak mau keluar atau sekedar menyahut panggilan dari Kayla. Kayla tidak tahu dimana kata-kata yang salah dari ceritanya.


Tok


Tok


"Vel, keluar. Kenapa kamu di dalem?"


"Vel," teriak Kayla sambil mengetuk pintu


Dan tak lama, keluarlah Marvel dengan wajah merahnya menahan amarah. Ia tak perduli ucapan Kayla istrinya.


"Vel, apa ada salah kata-kataku?" ucapnya lirih


Marvel menatap tajam lalu membentaknya, "Bisa diem nggak."


Kayla terlonjak kaget ini pertama kalinya ia dibentak seseorang yang ia cintai setelah kedua orangtuanya. Tanpa terasa, air mata dipelupuk mata tumpah tanpa disadari.  Marvel sekilas melihat istrinya menangis sesungguhnya ia tak tega, tapi egonya membuat ia menahan diri.


Marvel memutuskan pergi dari kamar meluapkan emosinya di luar.


Marvel turun terburu-buru sambil menyambar hoodie dan kunci mobilnya, Bebi melihat putranya seperti itu, ia pastikan sedang bertengkar dengan Kayla. Ben menatap istrinya terlihat berfikir, segera ia bertanya.


"Sayang, apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Ben lembut


"Em, Dad. Sepertinya mereka bertengkar."


"Siapa?" Ben bingung


"Marvel dan Kayla."


"Biarkan saja, itu sudah jadi urusan mereka. Kita pantau saja, sayang."


"Iya Dad, Mami cuma khawatir Kayla."


"Udah, nanti mereka pasti baikan lagi."


....


Di kamar, Kayla berulang kali menelpon Marvel tapi tak juga diangkat hingga ia tertidur di sofa kamarnya. Dan pukul 2 pagi, Marvel baru saja sampai di rumah. Ia pelan-pelan masuk agar tak mengganggu penghuni rumah. Ia tak tahu saja, Orangtuanya tahu kelakuan Marvel mengendap-ngendap seperti maling lewat cctv.


"Lihat kelakuannya, Dad. Tak jauh beda denganmu."


"Sayang, tapi aku udah taubat."


"Tetep aja dia nurun ke kamu, sebel aku. Aku takut Kayla tak tahan dengan kelakuan Marvel."


"Sayang, kau tenang ya. Nanti biar Daddy atasi."

__ADS_1


"Baguslah, aku mau tidur," ucapnya sambil menarik selimut tanpa memperdulikan suaminya.


Ben menghela nafas berat melihat Marvel sungguh fotokopinya.


"Kenapa juga harus kayak Daddy, nak," batin Marvel


Beb pun naik ke atas ranjang menyusul istrinya ikut ke alam mimpi.


Sedangkan si playboy membuka pintu kamar seperti maling, ia terkejut saat mendapati istrinya tidur di sofa. Padahal sebelumnya Kayla tahu kedatangan Marvel dari balkon hanya saja ia pura-pura tidur. Marvel tak tega segera memindahkan istrinya ke atas ranjang.


Kayla bahagia meski Marvel tak mengatakan apapun, ia melihat suami masih peduli dengannya. Ia akan mencari tahu apa yang salah dari kata-katanya. Setelah meindah istrinya, ia beralih mencuci muka dan segera ikut menyusul ke alam mimpi.


....


Seminggu sudah, Marvel mendiamkan Kayla semenjak malam itu. Sungguh rasanya Kayla ingin pergi menemui Papanya meluapkan kerinduan. Kayla sudah berusaha jadi istri yang baik tapi tidak di mata Marvel.


Kayla masih tak tahu kenapa Marvel bisa berubah menjadi dingin dengannya, berulang kali ia bertanya dia hanya menatap tanpa menjawab.  Seperti saat ini, Kaypa bertanya apakah dia boleh menemui Papanya.


"Vel, maaf nanti aku boleh ketemu Papa," tanya nya lirih


"Hem," ucap Marvel dan berlalu tanpa mengajaknya turun untuk makan bersama.


Kayla menghela nafas berat ini juga sudah ia tak pernah makan pagi rasanya susah untuk menelan.


Di ruang makan, Ben dan Bebi saling pandang melihat Marvel semakin tak pernah bersama Kayla. Dira ikut merasakan keanehan yang terjadi dengan mereka. Ben ingin bertanya tapi di cegah oleh Bebi. Acara makan pun dimulai, setelah 15 nampak Marvel buru-buru pergi tapi saat akan keluar dari  pintu langkahnya terhenti karena mendengar panggilan dari Daddy nya.


"Vel, Daddy mau bicara sama kamu."


"Udah, ikut Daddy."


Dengan langkah berat ia menuruti kata-kata Daddy nya. Ia memang tak pernah membantah apa yang di suruh oleh Ben. Kini kedua pria itu tangah berada di ruamg kerja.


"Coba jelaskan, kenapa kamu tak pernah ajak Kayla makan bersama."


"Dia lagi diet," jawab asal Marvel


"Daddy itu nggak mengajarkan kamu berbohong Vel, kamu mau Daddy kurung di ruang bawah tanah agar kamu mengerti. Daddy dulu bejat jadi tahu mana yang bohong mana yang beneran jujur, jadi sebelum kesabaran Daddy habis lebih baik kau ceritakan."


Marvel begitu terkejut ucapan Daddy nya, karena tak pernah ia di ancam seperti itu.


"Marvel ingin bercerai, Dad," ucapnya lirih dan menunduk.


Ben terkejut mendengar pengakuan putra kesayangannya pewaris Wiliam group itu. Ben sungguh kesal ucapan yang tak harus keluar dari mulut itu, malahan keluar begitu saja.


Ben mendekat lalu menarik kerah Marvel, "Cepet kau jelaskan perkaranya, bodoh. jangan asal ucap kata itu."


"Marvel kesal karena Mama Rika pernah berusaha memisahkan  Daddy dan Mami dengan menculik. Wanita itu perusak rumah tangga orang,  Marvel benci itu," teriak Marvel

__ADS_1


"Eh pecundang, kau itu gak tahu perkara sebenarnya. Tanya pada Oma, Opa mereka tahu semua. Memang sempat Mamanya Kayla begitu tapi selain itu apa ini kesalahan Kayla. Gadis itu tak tahu menahu hanya dia jadi korban keegoisan orangtuanya. Vel, Daddy kira kau udah dewasa dengan pernikahan ini, kalau Kayla sudah tak sanggup denganmu, Daddy akan mengembalikannya pada orangtua. Dengar ya Vel, kau itu memang selamanya tak bisa berubah. Lebih baik kau lupakan Kayla, Daddy tahu apa yang kau lakukan dengan para wanita di luar sana."


Marvel terkejut Daddy nya tahu semua, ia lupa kekuatan Daddy nya pastinya para bodyguard  dikerahkan.


"Sekarang kau pergi," usir Ben pada putranya


Marvel beranjak lalu pergi ingin menemui Opanya, kebetulan dia juga lagi merindukannya.


Sepanjang perjalanan entah mengapa wajah Kayla terbayang.


"Ada apa sebenarnya?" batin Marvel merasa tak beres.


Tak lama, Marvel sudah sampai di depan rumah milik Opa Brian dan Oma Ayunda. Saat ia turun, sudah menyambut dengan wajah gelisah.


"Assalamualaikum, Oma, Opa," sapa Marvel tersenyum


"Waalaikumsalam nak. Lebih baik kau pulang ya nak."


Baru saja tiba, Marvel sudah disuruh pulang, membuat Marvel bingung.


"Ada apa Opa, memang Opa tak kangen Marvel."


"Bukan itu Vel, tapi ada yang lebih membutuhkanmu."


"Maksudnya Opa?" tanya Marvel bingung


"Istrimu nak, dia di rumahsakit sekarang kau cepat kesana."


"Apa!" pekik Marvel terkejut


Dengan wajah paniknya ia mencoba menyalakan mesin mobil tapi tak bisa juga, hingga ada seseorang mengetuk pintu mobilnya. Marvel membuka pintu dan terkejut lagi atas keberadaan Willi dan Leo.


"Kalian."


"Udah geser, biar aku yang nyetir. Doa aja supaya istrimu baik-baik aja, bodoh," ucap Willi geram dengan kelakuan sahabatnya ini.


Willi menginjak pedal gas dan mengendarai kecepatan penuh, Leo sampai berpegangan ketakutan. Sedangkan Marvel pikirannya melayang memikirkan istrinya. Hanya satu jam saja perjalanan mereka tempuh sampai di rumahsakit. Leo seketika keluar dari mobil dan nemuntahkan isi perutnya


Howek


"Dasar payah kau, Leo," celetuk Willi


Marvel tak menghiraukan keduanya ia berlari menuju ruang rawat Kayla. Sampai di depan ruang rawat, ia mendapat bogeman dari Ben Daddy nya.


Bugh


"Dasar bodoh, kau itu tak punya otak ya. Mulai sekarang tak ada fasilitas apapun untukmu, pecundang," bentak Ben

__ADS_1


"Cukup Dad, kasihan Marvel."


"Mi,  jangan belain pecundang ini. Ayo kita pergi biarkan dia merawat istrinya sendiri. Dan ingat kau bodoh dan buat semua, Daddy tak mau ada yang membantu lelaki sialan ini. Jika ada yang melanggar tahu akibatnya," ancam Ben pada semua anggota keluarganya yang terlihat menunduk


__ADS_2