Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Kabur


__ADS_3

Alexa memakai gaun pengantin itu sungguh terlihat cantik namun ia tak bisa berdiam diri begini, ia mencoba kabur dia melihat luar jendela begitu tinggi. Ia perlahan turun ke bawah, belum sampai ke bawah dia sudah di tahan oleh tangan seseorang.


"Kau mencoba kabur dariku, sayang," tanya Jason menyeringai.


"Aku tak kabur tapi aku terpeleset. Tolongin aku," ucapnya memelas.


"Baiklah aku akan menarik tanganmu itu."


Saat Jason menarik tangan Alexa, ia tak kurang akal menariknya balik hingga Jason terjungkal.


"Aaaaa," teriak Jason dan ia tewas di tempat.


Alexa kembali ke kamar itu lalu mencari sesuatu yang ia cari dan akhirnya setelah beberapa menit ia menemukannya.


"Syukurlah masih ada."


Ia bergegas menyamar menjadi pelayan rumah itu dan kabur dari rumah serasa penjara tersebut.


Saat di jalan raya,  ia melihat tukang sayur lewat di depannya ia mencoba memberhentikan.


"Stop!"


"Ada apa neng."


"Boleh numpang nggak, Bu."


"Iya boleh, naiklah."


Alexa bersyukur masih bisa bertemu dengan orang baik di jalan. Ia akan mencari kerja lalu membeli handphone untuk menghubungi seseorang.


Tak lama, kendaraaan terbuka itu sudah sampai di pasar. Alexa turun dan berterimakasih pada pemilik.


"Terima kasih Bu."


"Sama-sama nak. Kamu mau kemana?"


"Em saya bingung Bu."


"Loh emang rumahmu dimana?"


"Saya bukan asli sini, Bu. Saya orang Indo, Bu."


"Bagaimana bisa kau di sini."


"Saya di culik dan tiba-tiba saya sudah  di negara ini dan tak ingat apapun."


"Ya Tuhan kau korban penculikan dan hipnotis itu nak."


"Ya begitulah, Bu. Saya permisi ya Bu."


"Eh, tunggu nak," panggil Ibu pemilik sayur itu.


"Iya Bu. Ada apa?"


"Maukah kamu tinggal sama Ibu, kebetulan Ibu tinggal sendiri."


"Tapi apa Ibu tidak takut dengan saya."


"Kenapa takut, dari sikapmu Ibu bisa menilaimu."


"Makasih Bu."


"Sama-sama nak."


Sungguh Alexa tak menyangka bisa ditampung dengan orang sebaik Ibu ini. Alexa pun diajak ke rumah pedagang sayur itu.


"Nah, ini nak rumahku. Maaf ya jika masih besar rumah mu di Indo."

__ADS_1


"Oh sama aja kok bu, em Bu apakah ada telepon."


"Ada nak, ini pakailah."


Alexapun mencoba menghubungi seseorang yang ia rindukan namun tak di jawab sama sekali. Ia sudah beberapa kali menelpon tapi nihil.


"Gimana nak, diangkat."


"Tidak diangkat Bu."


"Bu, bolehkah aku cerita sedikit."


"Iya silahkan sesungguhnya wajahku bukan ini. Ini di oprasi seseorang yang aku benci. Dia menyukai ku dengan cara menculik dan mengganti wajahku. Bagaimana bisa aku kembali dengan wajah berbeda seperti ini, Bu."


"Ya Tuhan, nak. Kau sungguh malang."


"Bisakah kau membantuku, Bu."


"Aku akan membantumu, nak."


"Terimakasih Bu, aku Kayla sebenarnya, Bu. Tapi orang itu mengganti namaku menjadi Alexa, jadi aku minta tolong rahasiakan ini dulu, aku ingin mencari tahu siapa dalang dari penculikan ini."


"Baik nak, panggil Ibu. Rose saja."


"Maaf nak, apakah kau menantu dari Benardo Baratawijaya."


"Iya Bu, Ibu tahu itu."


"Iya nak, Ibu membaca artikel beberapa hari yang lalu tertulis kau diculik."


"Aku kangen keluarga kecilku Bu, termasuk balitaku, hiks ... hiks.."


"Tenang sayang, Ibu ada ide dan bisa dikenal keluargamu nanti tapi butuh waktu ya. Kamu yang sabar," Rose memeluk Alexa.


"Makasih Bu."


........


Dua tahun kemudian, Marvel semakin dingin pada para wanita apalagi saat ini ada pertemuan keluarganya dengan Revi. Revi sungguh tak menyangka akan menjadi bagian dari Marvel kembali.


"Minggir," usir Marvel pada Revi.


Marvel tahu dalang penculikan sesungguhnya dia dengan Jason tapi dia kurang bukti. Revi makin hari makin tak tahu diri, ia mendekatinya dengan cara memberi kasuh sayang palsu pada dua buah hatinya.


"Vel, kamu kok dingin banget sama aku. Lihatlah aku sedikit aja, please."


"Mau kau memohon sampai langit runtuh , aku ogah sama  kau."


"Apa kamu belum bisa lupain cewek yang pergi dari kehidupanmu itu," ucapnya lantang membuat Marvel berbalik badan dan menarik dagunya kuat.


"Brengsek! kau ingin mati, hah," ucap Marv sambil menarik dagu Revi


"A-aku bicara sesungguhnya," ucapnya lirih.


Sesaat Bebi melihat Marvel main kasar pada Revi, segera melerainya.


"Vel, lepaskan. Anak orang bisa mati itu."


Seketika ia melepaskan cengkraman lalu menghempaskan hingga Revi terjatuh.


Uhuk ... uhuk...


"Mi, lebih baik kita pergi. Dan ingat kau wanita sialan, aku takkan mau menikah denganmu meski dunia kiamat, kau dengar itu," ucapnya tegas dan menggandeng Bebi keluar dari restauran.


"Brengsek! kau Al."


Sepanjang perjalanan, Marvel diam membisu  Bebi tak tau apa yang harus ia lakukan pada putranya lagi. Tak lama mobil mewah, Marvel sudah berada di halaman rumah Ben.

__ADS_1


"Kamu tak mampir dulu, nak."


"Nggak, Mi. Alden capek."


"Yaudah hati-hati. Assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Marvel melajukan mobilnya kencang hingga ia tak sadar sudah sampai di tepi pantai. Ia duduk merenung.


"Aku lelah ya Tuhan, aku mencintaimu Kayla, kembalilah padaku," teriaknya kencang hingga seseorang  mendengar teriakan dan memarahi.


Pluk


Marvel di lempar sandal jepit laku ia menoleh.


"Sialan, siapa yang menimpukku."


"Aku."


Marvel menatap Alexa dengan wajah sinis lalu berjalan mendekat.


"Lain kali kalau punya sandal jangan asal lempar."


"Aku lempar, karena kau yang berisik, bego."


"Hah, apa kau bilang. Aku bego."


"Emang, baru nyadar," ucapnya berbalik badan namun langkah terhenti saat Marvel menarik tangannya.


"Kau orang pertama, mengataiku dengan beraninya."


"Oh begitu, enak dunk dapet kata-kata mutiara dari ku. Biasanya lelaki suka sekali jika dikasih seperti itu."


"Itu lelaki lain, kalau aku ogah."


"Udahlah, aku pergi. Capek ngomong sama orang nggak jelas."


Marvel melongo mendengar ejekan dari gadis iti, ia heran bisanya dikatain orang asing. Marvel pun memutuskan pulang agar bisa bertemu dengan twin.


Sedangkan Kayla atau Alexa, menangis sesegukan saat bertemu dengan tak sengaja di sini. Ia terharu suaminya tetap tampan meski agak kurusan sekarang ini.  Ingin ia berteriak jika dia adalah istrinya.


Saat Marvel sudah sampai di kediamannya, melihat kedua anaknya sudah meringkuk diatas tempat tidur. Ia kembali ke kamarnya lalu membersihkan  diri. Sesaat Alden sudah segar dan ia pun mulai memejamkan mata menuju alam mimpi berharap bisa bertemu istrinya lagi.


....


Keesokan harinya, Marvel berangkat pagi sekali. Ia  mencium kedua buah hatinya Dan menancapkan gas ke kantor Baratawijaya.


Sampai di kantor tak ada senyuman apapun pada karyawan. Ia berjalan menuju ruang meeting.


Pukul 9 pagi, ada seseorang memukau para karyawan yang menatapnya, dia adalah Alexa wanita cantik ceo 'Store  YA'


"Pagi mbak, bisa bertemu dengan presdir. Saya Alexa dari grup "store YA."


"Baik nona, saya tanyakan pada tuan dulu."


Tak lama, resepsionis mempersilahkan Alexa naik ke lantai atas menemui Marvel. Di depan ruangan, Alexa mulai mengetuk.


Tok


Tok


"Masuk."


Wanita itu terkejut saat tahu di depannya ada Marvel, Marvel juga sama terkejutnya.


"Kau."

__ADS_1


__ADS_2