Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Hanya mencintaimu


__ADS_3

"Raka."


Rere dan Ari terkejut saat  putra semata wayangnya mengetahui jika diam-diam menjenguk. Ari bergegas keluar  dari ruangan namun sebuah ucapan membuat ia terhenti sejenak.


"Ada apa anda mencari Mama saya."


Deg


Ucapan Raka membuatnya sakit hati  Ari tak mau merespon yang tahu hanya dia dan Tuhan tentang perasaannya saat ini. Ia keluar dan berpapasan dengan Hilda menantunya.


"Pa," panggil Hilda dan membuat Ari menoleh


"Papa menyayangi kalian."


Ari pun pergi dari rumahsakit, saat ia menyusuri jalan betapa hancurnya putra semata wayang membenci akibat jebakan itu. Dari kejauhan ada serang wanita tersenyum miring melihat suami tak berguna.


Ari kini tak tahu harus kemana karena ia sudah tak punya apa-apa lagi. Ia diusir karena hartanya atas nama istri pertama dan putranya dan disimpan di situ juga.  Wanita itu geram dan menyuruh mengganti nama ahli waris tapi Ari tak mau melakukan itu lalu ia mengusirnya.


....


Di rumah sakit.


Marvel menjenguk Rere sejenak lalu berpamitan karena melihat situasi tak enak.


"Tante, Marvel balik dulu ya. Cepet sembuh nanti Alden bantu cari siapa yang sengaja ingin mencelakai Tante."


"Makasih ya Vel, semoga kamu dan Kayla langgeng terus."


"Amien, makasih doanya Tante," Marvel mencium punggung tangan Rere lalu pergi dari ruangan.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah Marvel keluar dai ruangan Rere mulai berucap pada Raka.


"Ka, tak seharusnya kamu berbicara seperti itu pada Papamu. Meski dia salah , kamu tetap menghormatinya nak."


"Tapi hati Raka sakit Ma, saat ingat ia menyakiti Mama."


"Raka nggak mau Mama sakit lagi karena orang itu. Dia Papa Raka tapi hati Raka terlanjur sakit jadi biarkan berdamai dengan waktu dulu, Ma."


Rere tak bisa memaksa putranya untuk menyayangi Papanya karena mungkin sakitnya terlalu dalam baginya.


Hilda melihat situasi bersitegang ia tak mau ikut campur, dan mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ehem, Ma. Hilda suapin ya mau makan apa."


"Mama makan buah apel aja  ya, sayang."


"Baik Ma, Hilda kupasin dulu."


Raka jadi tak enak pada istrinya mendengar perdebatan pada Mama tentang Papa. Ia pun ikut bergabung.


"Ma, mau makan yang lain," tanya Raka lembut


"Udah ini aja nak, oh ya besok tanyakan pada dokter kapan Mama bisa pulang. Mama nggak betah bau obat nak."


"Baik Ma. Sayang, kamu mau makan apa biar aku belikan."


"Apa aja kak, asal bukan kayu," terkekeh.

__ADS_1


"Kamu bisa aja becandanya sayang."


"Ya udah aku keluar dulu. aassalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah Raka keluar tiba-tiba, ada yang mengetuk pintu . Hilda beranjak dan membukanya.


"Maaf anda cari siapa, Tante?" tanya lembut Hilda


"Ini benar ruangan Rere."


"Iya benar. Anda siapa?"


"Saya Santi, saya ingin bericara sebentar dengannya bisakah."


"Baik tunggu sebentar."


Hilda menutup pintu kembali lalu berbicara pada Mama Rere jika ada tamu, Rere pun mengiyaka dan Hilda menyuruh wanita itu masuk.


"Nak, kau keluar dulu ya."


"Baik Ma."


Setelah Hilda keluar, wanita bernama Santi mulai obrolannya.


"Kau masih sama, oh ya pria tak tahu diri itu udah aku usir. Jujur ya aku malu punya suamimu itu, tahu gitu dulu aku nggak jebak dia," ucapnya santai sambil membersihkan kukunya panjang dan berwarna itu.


"Jadi."


"Iya, aku jebak dia agar hartanya jatuh ke tanganku. Eh malahan dia nggak ngasih ke aku sepeserpun dia mengatas namakan kalian. Aku jadi bego y, mau sama laki nggak mutu itu. Aku kesini mau bilang aja, tampung tuh mantanmu mumpung masih hidup. Dan ya selama ini dia itu masih mencintaimu , dia tak pernah menyentuhku setelah aku jebak dia."


"Tahu, mungkin jadi gelandangan."


"Kau wanita jahat."


"Hahahaha, ya itulah diriku. Aku hanya doyan yang beruang bukan gelandangan. Udah ya, aku hanya mau bilang itu."


Wanita sexy itu keluar dari ruangan lalu tersenyum miring menatap Hilda, Hilda merasa wanita jahat segera ia masuk menemui.


mertuanya.


"Ma, maaf tadi siapa ya?"


"Oh itu, sebenarnya istri dari Papa Ari cuma dia sekarang sudah menggugatnya. Tadi dia bilang begitu pada Mama."


"Mama salah telah berburuk sangka pada Papa Ari , wanita itu memang sengaja menjebak Papa Agar bisa menguasai harta namun sebaliknya dia tak dapat apa-apa," tambahnya.


"Mama masih mencintai Papa."


"Mama tidak tahu, Hil. Mama masih ingat kejadian dulu tapi Mama salah menilai, Papa tak sepicik itu."


"Mama sabar ya, jika memang jodoh Mama, pasti Papa kembali."


"Makasih sayang, kau mengerti Mama."


"Sama-sama, Ma. Mama sekarang istirahat ya."


Dibalik kaca pintu ada yang mendengarkan curahan hati Rere dia adalah putra semata wayangnya Raka. Raka menunduk ia sangat malu karena Papanya tak bersalah. Ia  tak tahu harus bagaimana.


........

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain,  Marvel dan Kayla bersama kedua anaknya baru saja dari mall  bermain. Saat perjalanan menuju rumah, hujan gerimis melanda. Tepat di lampu merah ia sekilas melihat pria paruh baya tak asing yang tadi pagi ia lihat di rumahsakit.


"Pria paruh baya itu sepertinya aku lihat dimana ya," batin Marvel mencoba mengingat.


Tak lama, lampu menyala hijau, ia memacu kendaraan dan tepat ia ingat siapa


pria itu akhinya Marvel berhenti di depan.


"Ada apa, Vel," tanya Kayla bingung tiba-tiba berhenti.


"Bentar sayang, kamu diem disini ya."


"Oke."


Marvel menghampiri pria itu dan  memberi teduh dengan payung milik dia. Pria paruh baya mendongak saat ia tak basah oleh air hujan. Pria itu  menatap Marvel dengan wajah sendu.


"Om."


"Iya, nak."


"Om, Papanya Raka kan."


"I-iya, ada apa dengannya."


"Lebih baik Om ikut Marvel dulu, nanti sakit."


"Tapi."


"Nggak apa Om, mari," ajak Marvel penuh ketulusan.


Ari sungguh bersyukur masih ada yang menerima dirinya setelah ia kehilangan semua. Sampai dirumah, Marvel memberikan baju ganti serta mengajaknya makan.


"Kamu sangat baik nak, nama kamu siapa," tanya Ari lembut.


"Saya Marvel, Om sahabat Raka sekaligus iparnya."


"Sungguh beruntung Raka punya ipar sebaik kamu, nak. Apa Om tak menganggumu dengan istri."


"Oh tak apa Om. Setelah makan Om minum obat ini ya, biar nggak sakit."


"Iya makasih Vel."


Setelah 15 menit selesai makan, Marvel  mengajak Ari untuk beristirahat di kamar tamunya, ia pun kembali ke kamar.


Di kamar.


"Vel, tadi itu siapa?"


"Oh itu Papanya Raka."


"Kok ada di jalanan, Vel."


"Ceritanya panjang sayang, aku juga tak tahu masalahnya seperti apa. Aku kasihan jadi aku bawa ke rumah, nggak apa kan."


"Uluh ... uluh. Mantan playboy baik hati dan tidak sombong. Kau memang yang terbaik," ucap Kayla sambil mencubit pipi Marvel gemas


"Ih sayang, sakit."


"Oh ya, sini aku tambahin," Kayla sambil menarik hidung mancung suaminya membuat mereka kejar-kejaran seperti anak kecil.


"Awas ya kau."

__ADS_1


__ADS_2