Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Toko Buku


__ADS_3

Mengetahui Gilang sudah mau keluar Gita dan Bayu lamgsung kabur sebelum ketahuan.


"Heh.. mau lari kemana kalian berdua?" tanya Gilang. Gita dan Bayu berhenti memutar tubuhnya. Mereka berdua nyengir bersamaan. Gilang berjalan mendekati mereka berdua.


"Mau ke kantin." Tunjuk Gita.


"Udah mau bel kok ke kantin." Kata Gilang merangkul Gita agar nggak ke kantin.


"Lang, kenapa lo jadiin gue tumbal?" tanya Bayu.


"Tumbal gimana, bukanya ini jadi kesempatam lo bisa dekat sama Monika."


"Amit..amit dekat sama mak lampir itu. Lagian dia juga pintar kenapa harus minta ajarin lo." Kata Bayu dengan nada tidak suka.


"Dia itu bukannya mau belajar sama Kak Gilang. Tapi mau berduaan, gue paham banget tuh modus dia." Gita melipat kedua tangannya.


"Benar to Git. Kayak modus lo kan." Kata Bayu lalu tertawa.


"Gue nggak modus ya, lagian belajarnya juga bareng-bareng nggak berduaan." Gita menjulurkan lidah.


"Emangnya lo mau kita berdua gitu?" tanya menatap Gita sambil tersenyum menggoda Gita.


"Lihat, bukan gue kan yang modus tapi kak Gilang."


"Benar, dari dulu dia emang modus ingin dekat sama lo." Bayu buka aib Gilang. Gilang mendelik ke arah Bayu.


"Udah tahu." Jawab Gita sambil tertawa.


Mereka menghentika bercandanya saat bel bunyi. Gilang mengantar Gita ke kelasnya. Beberapa anak berlarian masuk ke kelas sampai salah satu cewek menginjak kakinya sendiri dan terjatuh tepat di tubuh Gilang. Namun dengan cepat dia menyampingkan tubuhnya.


Buughhh!!


"Aaaah..." rintihnya.


"Nggak apa-apa lo Mit?" tanya Gita sambil jongkok.


"Menurut lo?" bentaknya.


"Idih, di tanyain malah nyolot." kaa Gita.


"Lo lagi jadi cowok rese banget bukanya di tolongin malah minggir." Mita memaki Gilang.


"Helo.. lo siapa berani-beraninya marahin cowok gue. Sorry ya ini bukan sinetron yang lo jatuh bakalan ada pangeran yang tangkap. Jatuh ya jatuh aja." Gita beranjak lalu menyuruh Gilang kembali ke kelasnya.


"Galak banget sih pacar gue ini." Gilang menyentuh hidung Gita."


"Bibit-bibit pelakor itu harus segera di basmi. Udah sekarang Kak Gilang ke kelas sana, biar dia nggak ngelihatin wajah Kak Gilang. Nanti naksir lagi." Gita mendorong pelan Gilang agar segera meninggalkan kelasnya.


Gita masuk ke dalam dengan pandangan tajam ke arah Mita. Dia kesal karena sudah dua kali membuat masalah dengannya.

__ADS_1


"Ngapain lo lihat-lihat." Kata Mita nyolot.


"Gue punya mata masa nggak boleh lihat- lihat. Terus apa gunanya mata gue." jawab Gita dengan nada mengejek.


"Lo ngajak berantem ya!" Mita menggebrak meja sambil berdiri.


"Lah.. gue ngajak berantemnya bagian mana? orang aneh." Gita menggelengkan kepala lalu duduk di kursinya.


"Pantesan lo bego, pacaran mulu sekolah." Mita mengatai Gita.


"Pantesan lo emosian orang nggak punya pacar. Nggak ada yang beri perhatian kayak gue." sahut Gita.


"Mantap jiwa." Jawab Vian mengangkat dua jempol sambil tertawa.


"Iri bilang bos." Fara ikut menyahut.


"Dasar manusia-manusia sampah nggak berguna. Mau jadi apa generasi muda malah main-main." Mita mengatur emosinya.


"Mau jadi power ranger bisa, ultramen bisa jadi baja hitam juga bisa. Tinggal pilih doang." Gita dan Fara tos saat berhasil meledek Mita. Fara tertawa puas mendengar jawaban Gita.


Mita membalikan badan, dia kesal dengan Gita dan sahabat-sahabatnya.


"Anak baru mau macam-macam." Kata Fara.


...♡♤♤♤♡...


"Tahu, aneh banget nggak sih orangnya. Kita kenal dia saja belum ada seminggu sudah buat masalah sama kita." Kata Fara.


"Kayaknya itu anak agak stres. Udah ah.. gue cabut dulu mau pergi sama Kak Gilang." Gita mengambil tasnya lalu berlari keluar.


"Giliran udah bucin gitu, kabur-kaburan terus." kata Fara.


"Yah begitulah kalau orang lagi kasmaran." Anita menggendong tasnya siap pulang.


Gita mencari Gilang di kelasnya, seperti biasa dia mengecek lewat jendela.


"Sudah kosong, Kak Gilang kemana ya?" katanya. Gita mengambil ponselnya lalu menelpon Gilang.


"Haloo..."


"Halo Kak dimana?" tanya Gita.


Gilang memnurunkan pinselnya dari telinga lalu meniup teling Gita. Gita menoleh, wajahnya dengan wajah Gilang sangat dekat. Gita menelan ludah lalu menarik tubuhnya ke belakang.


"Kak Gilang kok tiba-tiba muncul." katanya pelan.


"Lo di tungguin di dekat pintu malah lari kesini, mana di panggil nggak dengar." kata Gilang.


"He..he... maaf, terlalu bersemangat." kata Gita.

__ADS_1


"Ya udah, sekarang kita pergi." Gilang mengusap kepala Gita lalu menggandeng tangannya.


"Emangnya minta di anterin ke mana?" tanya Gita setelah masuk ke dalam mobil.


"Nanti juga tahu, makan aja dulu tuh gue beliin batagor tadi." Kata Gilang.


"Tahu aja gue lapar." Katanya sambil nyengir.


Sepanjang perjalan Gita hanya menikmati batagor sambil menikmati lagu yang di putar sama Gilang. Dan Gilang tersenyum saat sesekali menoleh kearah Gita yang ikut nyanyi nggak jelas karena nggak hafal lagunya.


"Yaaah... toko buku." Gita mengeluh saat Gilang mengajaknya ke Gramedia.


"Sebentar saja sayang." Gilang mengelus rambut Gita kemudian melepaskan sabuk pengamannya.


"Boleh nggak gue tunggu di sini saja." Gita belum mau beranjak. Dia malas harus bertemu buku-buku pelajaran.


"Nggak takut apa gue di culik cewek lain." Kata Gilang sebelum menutup pintunya.


"Nggak, lagian Kak Gilang kan pintar bagaimana bisa di culik. Pasti penculiknya kalah taktik." Kata Gita.


Gilang tersenyum, dia kalah kalau harus debat sama Gita.


"Baiklah, gue beliin komik satu deh buat lo."


"Janji?" Gita girang.


"Iya, lo boleh beli komik atau apapun asal masuk temani gue." pinta Gilang.


"Ok sip lah." Gita turun dari mobil dengan semangat.


"Kak, boleh nggak selain beli komik gue minta tambah boba."


"Iya..iya... apa aj yang lo mau gue kasih. Asal jangan minta candi aja." kata Gilang sambil tertawa.


"Siap lah, yuk gas." Gita semangat masuk ke toko buku.


Gita masuk langsung di suguhi dengan pemandangan yang membuatnya harus menggandeng erat tangan Gilang. Banyak perempuan cantik di dalam sana.


"Untung gue ikut, kalau nggak pasti di culik beneran ini pacar gue. Mana cantik-cantik semua perempaun-perempuan di sini.Memangnya ini asrama perempuan kenapa gramedia isinya perempuan semua." Batinya sambil melihat-lihat cewek-cewek yang sedang memilih buku, membaca.


"Kenapa?"


"Takut lo di culik, lihat mereka melihat lo genit kayak gitu." Tunjuk Gita dengan matanya.


Gilang hanya tersenyum, "Kan gue udah bilang." bisik Gilang.


"Ini toko buku kusus wanita atau toko buku?" tanya Gita.


"Biasanya sih rame, tapi nggak tahu kenapa hari ini perempuan semua." Kata Gilang sambil memilih buku yang akan di belinya.

__ADS_1


__ADS_2