Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Main


__ADS_3

Ujian Gilang sudah dekat, Gita sangat


suport Gilang dia benar-benar fokus terhadap ujian Gilang. Dia mengurangi


pertemuan dengan Gilang, dia hanya bertemu di sekolah itu pun hanya menemani


Gilang di perpustakaan belajar. Setelah itu dia di antar pulang.


“Kak..” Rengek Gita yang udah sangat


bosan di perpustakaan.


”Ya.” Jawab Gilang sambil mengelus


kepala Gita, namun matanya masih fokus kepada bukunya.


“Besok kan hari libur bisa nggak kalau


kita pergi jalan-jalan, sekali saja sebelum senin ujian.” Pinta Gita. Gilang


menatap Gita tanpa langsung membalas ajakan Gita.


“Ya..ya... gue tahu permintaan gue nggak


mungkin.” Kata  Gia dengan nada sedikit


kecewa, dia tahu kalau Gilang tidak akan menyetejui karena dia akan lebih fokus


ke ujiannya. Mood Gita seketika berubah jelek. ‘Tahu sudah mau ujian masih di


ajak jalan, dasar Gita.” Omelnya sendiri sambil membuang muka dari hadapan Gilang.


“Iya sayang, besok kita jalan-jalan.”


Gilang tersenyum lebar, tangannya memtar tubuh Gita agar menghadap dirinya.


“Beneran.” Seru Gita dengan keras.


“Ssttt, jangan keras-keras.” Gilang


menaruh jari telunjuknya di bibir Gita. Gita meringis lalu melihat kanan-kiri


takut ada yang terganggu.


Seperti janji Gilang waktu di sekolah,


pagi ini dia datang menjemput Gita untuk membawanya jalan-jalan. Gita tersenyum


lebar saat membuka pintu dan melihat Gilang sudah menuggu di dekat mobil. Gita


lari lalu memeluk Gilang erat.


“Kita mau kemana?” tanya Gilang.


“Terserah, kemana aja Kak Gilang bawa


Gita ikut aja.”  Katanya sambil menatap


wajah Gilang.


“Nonton.” Gilang memberikan ide. Gita


menggangguk sambil melepaskan pelukannya. Dia tidak peduli Gilang mau membawa


kemana dirinya, yang penting dia bisa keluar main bersama Gilang berdua.


Bahakan kalau hanya di ajak makan lalu duduk berdua di taman sampai malam pun


dia tidak masalah.


“Baiklah pacarku yang cantik, silahkan


masuk.” Gilang membukakan pintu.


“Terima kasih pacarku yang ganteng.” Jawab


Gita sambil tersenyum lebar.


Setelah memilih film dan membeli popcorn


mereka langsung masuk ke bioskop tanpa menunggu lama. Gita duduk langsung fokus


ke layar. Gilang meraih tangan Gita dan menggenggamnya. Gita tersenyum dia


terus memandangi Gilang, dia kangen banget dengan cowoknya itu. Meskipun tiap hari


bertemu namun dia merasa sangat jauh, mereka berbicara hanya seperlunya saja.


“Lihat ke depan, kenapa melihat gue


terus.” Kata Gilang sambil menoleh ke arah Gita.


“Karena lo lebih menarik daripada

__ADS_1


filmnya.” Kata Gita sambil tersenyum. Gilang mengangukkan kepala lalu mengajak


Gita pergi.


“Mau kemana?” tanya Gita.


 Gilang terus menggandeng Gita tanpa menjawab


mau membawa dia pergi kemana.


“Kak, mau kemana?” tanya Gita lagi.


“Lo itu nggak cocok menonton film, kita


pergi ke tempat lain saja.” Ajak Gilang.


“Nggak cocok.” Kata Gita sambil mikir


nggak cocoknya di bagian mananya. Dia sering banget nonton bioskop bersama Fara


dan Anita, kadang juga bareng Raka.


Gilang membawa Gita ke taman bermain,


menurutnya kencan yang sangat cocok buat mereka berdua itu ya taman bermain


atau tempat terbuka dimana mereka bisa saling interaksi, bukan duduk diam.


“Kak, apa kencan seperti ini bisa di


bilang romantis?” Gita menatap Gilang.


“Yah, ini akan lebih romantis daripada


menonton film karena lo hanya akan melihat gue bukan filmnya.”


“Memangnya nggak boleh gue melihat pacar


gue yang ganteng ini. Pacarku ini kan lebih menarik daripada pemain filmnya.”


Katanya sambil tertawa.


“Tentu saja boleh, gue membawa lo kesini


biar bisa melihat ketampanan gue lebih jelas daripada di bioskop yang terlihat


gelap.”


“Sekarang mau naik apa?” Tanya Gilang.


“Kora-kora.” Tunjuk Gita.


“Ok, siapa takut.” Gilang menggandeng


Gita untuk membeli tiket.


Gita dan Gilang teriak sekeras mungkin,


mereka melepaskan penat setelah beberapa bulan terakhir belajat terus. Setelah naik


kora-kora Gita memilih naik bianglala. Gita masuk dan langsung sibuk ambil


foto, dia mengabadikan kebersamaan dengan Gilang.


“Sini duduk yang benar.” Gilang


menurunkan tangan Gita yang masih selfi.


“Iya.” Gita memasukkan ponselnya. Gita


menggandeng tangan Gilang lalu menyenderkan kepalanya di bahu Gilang.


“Andaikan bisa waktu berhenti sekarang.”


Kata Gita.


“Kenapa?”


“Gita pingin sama Kak Gilang selamanya,


setelah kak Gilang lulus pasti akan sangat susah ketemu. Gita pasti kangen


banget, sekarang saja sudah susah banget buat ketemu.” Omel Gita.


“Belum juga di tinggal sudah ngomel,


terus maksudnya apa kemarin menyuruh gue ambil beasiswa ke Autralia. Kita


bahkan pisah bertahun-tahun.” Kata Gilang.


“Benar juga ya, kenapa lagi sadar.” Gita


mengangguk-angguk, dia setiap hari ketemu meskipun sebentar saja sudah ring-uringan

__ADS_1


dan juga kangen banget sama Gilang. Kemanrin malah kekeh meminta Gilang pergi.


“Kebiasaan lo tuh, kalau ambil keputusan


tanpa di pikir dulu.”  Gilang menyolek


hidung Gita.


“Sudah lama sekali ya Kak Kita nggak


hangout bareng yang lain juga, biasanya kalau pergi juga tanpa Kak Gilang.”


Kata Gita.


“Iya, gimana kalau setelah ini kita ajak


kumpul aja yang lain, kita ke kafe atau makan dimana gitu.” Gilang memberikan ide.


 “Boleh,


Gita wa yang lain dulu ya.”


“Iya.”


Setelah puas bermain mereka pulang untuk


bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang lain, namun sebelum pergi Gilang


mengajak Gita kerumahnya. Dia ingin mengenalkan Gita kepada mamanya yang kebetulan


baru pulang dari luar kota.


“Git, mama gue baru pulang nih. Kita ke


rumah dulu sebentar ya. Gue kanalin sama mama.”


“Em, harus sekarang ya.” Gita tiba-tiba


panik. Dia merasa belum siap kalau harus bertemu dengan mamanya Gilang. Apalagi


Gita belum mempersiapakan segala sesuatunya.


“Iya, mama gue jarang di rumah jadi


mumpung pulang sekalin saja gue kenali.” Kata Gilang.


“Tapi nggak apa-apa? Gita belum


mempersiapakan  diri.”


“Memangnya apa yang mau di persiapkan,


lo baru mau kenala saja sama mama gue. Kita belum mau tinggal di rumah gue.”


Goda Gilang.


Perjalanan ke rumah Gilang Gita gugup,


dia membuka google mencari cara sikap bertemu dengan orang tua pacar. Dia


benar-benar ingin membuat kesan yang baik saat bertemu dengan mamanya Gilang


agar mendapatkan restu.


“Sayang.” Panggil Gilang.


“Iya.” Jawab Gita sambil menoleh ke arah


Gilang.


“Ayo turun.” Gilang membantu melepaskan


sabuk pengaman milik Gita.


“Udah sampai ya, kenapa cepat banget sih


Gita kan belum selesai belajarnya.” Ujarnya.


“Belajar?” Gilang mengerutkan kening.


Gita meringis sambil menunjukkan


pencarian di google. Gilang tertawa kecil dengan tingkah konyol Gita.


“Jangan terlalu gugup, mama orang baik


kok nggak galak juga. Lo tenang saja, semua akan baik-baik saja.”


Gita mengangguk lalu turun dari mobil,


dia percaya dengan ucapan Gilang. Saat dia bilang semua akan baik-baik saja


maka semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2