Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Makan siang II


__ADS_3

Sesampai di rumah makan sefood yang di maksud Fajar, Gilang langsung mengedarkan pandangannya mencari Gita dan yang lain.


“Pak duduk sebelah sana, saya sudah memesanya dan juga clien akan datang setengah jam lagi.” Lapor Lila.Gilang mengangguk kemudian dia berjalan ke meja yang sudah di pesan Lila.


Gilang duduk lalu berdiri lagi setelah menemukan Gitabersama teamnya.


“Pak, ada apa kok berdiri lagi?” Lila yang baru saja menaruh pantatnya di kursi ikut berdiri lagi.


“Itu seperti Win sama yanglain, kita samperin ke sana.” Gilang mengajak Lila mendekati mereka. Lila membawa tasnya lalu mengekor di belakang Gilang.


“kalian makan disini?” tanya Gilang sambil melihat kearah Gita yang berhadapan dengan Radit, mana Radit sejak tadi memandang Gita tanpa berkedip.


Gita langsung tersedak, mendengar suara Gilang karena kaget.


“Gita pelan-pelan, jangan terburu-buru masih lama jam masuk kerjanya” Radit memberikan minuman kepada Gita.


Gita namun Gita memilih mengambil minuman yang ada di sampingnya. Dia sudah takut saat Gilang melihat kearahnya dengan mata melotot tajam.


“Boleh gabung nggak ini saya?” tanya Gilang.


“Boleh Pak, silahkan Pak.” Kata Vian mempersilahkan Gilang.


Gilang mengkode Fara agar geser ke kursi yang di sediakan sama Win untuk dirinya, lalu dia menyentuh pundak Gita sedikit keras untuk bergeser juga sehingga dia duduk berhadapan dengan Radit.


“Wah, ada Radit nih acara apa? Reuniankah eh tapikan kamu bukan karyawan GG entertaiment bagaimana bisa reunian?” Gilang menatap Radit kesal.


“Iya Bos, rasanya kangen juga ingin kembali dapat pyoyek di GG entertaiment biar bisa kerjasama lagi dengan team yang sangat hebat ini. Kalau bisa di angkat jadi karyawan pun saya mau." Kata Radit. Dia sudah terlalu suka dengan Gita sampai-sampai mau jadi karyawan seperti Gita.


“Sayangnya saya nggak akan pakai kamu lagi dan tidak menambah karyawan baru." Kata Gilang dengan tegas.


“Maksud Bos Gilang.” Radit masih belum mengerti dengan apa yang di bicarakan sama Gilang, dia adalah artis andalan GG entertaimen yang selalu saja berhasil dalam proyeknya bagaimana bisa Gilang tidak menggunakannya.


“Ya, GG entertaiment butuh artis baru yang fresh, sehingga penonton tidak bosen dengan artis yang monoton itu-itu saja.” Jawab Gilang dengan santai.


Radit tidak bisa menjawab, dia gelagapan sendiri tidak tahu salahnya apa dia dengan sangat jelas tidak akan di gunakan sama Gilang lagi.

__ADS_1


Seketika rumah makan yang gaduh berubah menjadi sangat sunyi. Mereka tidak ada berani yang memasukan makanan ke dalam mulutnya, dan juga tidak berani membuat keributan saat Gilang berkata dengan sangat datar dan terasa hawa-hawa dingin ingin membunuh.


“Bos apa saya punya salah?” tanya Radit.


"Tidak ada, saya hanya butuh menciptakan artis-artis baru yang lebih muda dan berbakat. Di tambah lagi tidak genit dan playboy.” Jawab Gilang sambil berdiri.


“Lila sudah waktunya?” tanya Gilang.


“Sudah Pak.”


“Maaf mengganggu makan siang kalian. Karena sudah menggangu waktu kalian saya akan ganti makan siang kalian. Nanti tunggu di kantor akan datang makanan untuk kalian.” Kata Gilang langsung pergi menemui cliennya.


“Wah.. kok gue takut ya.” Gita memegangi dadanya karena jantunya sudah berdetak sejak melihat wajah Gilang yang serius.


“Mungkin lagi pms bos, biasanya nggak begitu kok.” Kata Ina.


“Gue rasa sih cemburu.” Kata Vian sambil jalan.


“Eh.. cemburu sama siapa?” Ina kepo.


“Aneh banget, bagaimana bisa cemburu gara-gara gue traktir kalian. Lo bisa saja, gue cabut dulu ya. Kapan-kapan kita makan lagi.” Radit pamit cabut.


“Makasih Radit.” Kata Gita.


“Iya sama-sama, Gita simpan nomor gue ya. Jangan lupa balas pesan dan panggilan gue.” Pinta Radit. Gita hanya tersenyum tipis, dia tidak akan menyanggupi itu karena waktu dia hanya buat Gilang dan teman-temannya.


Gilang mulai gelisah, dia tahu kalau Radit kembali mendekati Gita. Dia harus mengambil langkah maju lagi agar Gita tidak di incar sama cowok-cowok.


“Lila, saya mau tanya?”


“Iya Bos”


“Kamu sebagai cewek kalau melihat Radit apa yang kamu pikirkan?” tanya Gilang.


“Dia cowok keren, populer dan juga terlihat baik meskipun aslinya dia playboy.”

__ADS_1


“Apa cewek bakalan langsung menyukainya jika di ajak makan bersama?” tanya Gilang lagi.


“Tergantung sih Bos, tapi dengan apa yang dia punya membuat semua cewek suka. Seperti saya contohnya karena sudah punya pacar. Tapi kalau belum punya pacar mungkin saja bisa luluh dengan perbuatan dia yang manis, dan berhatian.” Lila menjawab dengan sedikit malu karena dia terlalu jujur. Karena setiap wanita pasti akan nyaman di perhatikan dan dispesialkan.


“Ada apa ya bos?”


“Tidak ada apa-apa saya hanya sedang melakukan riset saja.” Kata Gilang agar Lila tidak curiga dengan pertanyaannya.


Sedangkan Gita di kantor sedang ketar-ketir karena banyak makanan yang datang di ruangannya. Di tambah lagi Gilang tidak menjawab pesan dia, di telpon pun langsung di reject.


“Pasti Kak Gilang ngambek nih gegara gue pergi sama Radit.” Batin Gita sambil mondar-mandir. “Ah tapi kan aku perginya bareng-bareng, berarti kan aku nggak salah.” Batinnya lagi.


“Gita lo kenapa sih mondar-mandir nggak jelas gitu, makan sini.” Panggil Fara.


‘Iya, kayak setrikaan saja. Lo tinggal makan nggak di suruh bayar ini.” Kata Nino.


“Biarin saja, dia sedang memikirkan tak tik agar bom tidak meledak.” Kata Vian sambil tersenyum ke arah Gita.


“Ck, ngeledek mulu sih lo." Gita manyun.


“Bom apaan? Ah lo takut ya nambah berat badan? Tenang saja Gita gue saja biasa aja yang nambah berat badan sebulan bisa dua kilo.” Kata Ina.


“Benar, lo jangan terlalu memikirkan badan. Makan saja yang banyak biar sehat.” Win berjalan membawakan kotak chiken katsu.


“Makasih Ma, tapi Gita lagi nggak pingin makan. Buat Mas Win saja. Gita mau keluar sebentar ya.” Gita cabut.


“Gita makan dulu, nanti lo sakit!” teriak Win membuat Ina berhenti mengunyah.


Dia cemburu dengan perhatian Win sama Gita. Sedangkan dia yang setiap hari bersama dan juga jelas-jela memiliki perasaan untuknya di abaikan begitu saja.


“Mas Win, ada yang cemburu loh.” Goda Vian melihat Ina yang mulai mengerucutkan bibirnya.


“Iya, lo tuh nggak punya perasaan sama sekali.” Kata Nino.


“Kalian ngomong apaan sih.” Win langsung duduk di samping Ina, karena kesal Ina mengangkat makanannya lalu duduk di sebelah Nino.

__ADS_1


__ADS_2