Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Masuk kerja lagi


__ADS_3

Pagi


setelah pulang dari rumah sakit Gita langsung pergi ke kantor lagi, dia sudah


bosan kalau harus terus diam diatas kasur. Gita buru-buru lari ke kantor karena


dia sudah telat sepuluh menit.


“Pakai


acara debat nih sama mama jadinya kan telat.” Gita ngedumel sepanjang jalan


masuk ke tempat absen.


Gita


menekan jari telunjuknya cepat dan siap lari sebelum Lila mengomelinya karena


telat. Dan saat dia siap-siap lari Lila hanya melewatinya saja dan sedikit


menudukan kepala sambil tersenyum kepadanya.


Gita


mengerutkan keningnya, “Tumben banget Mbak Lila nggak ngomel biasanya beh..


udah ceramah nggak selesai-selesai.” Kata Gita sambil jalan ke lift.


Gita


menghembuskan napas panjang ketika melihat lift yang sudah penuh, dia


menyenderkan tubuhnya di dinding. Baru saja punggungnya menempel, ada beberapa


orang yang keluar dari lift dan mempersilahkan dirinya masuk dulu bahkan dengan


sangat sopan.


“Udah


lo saja dulu, gue habis kalian.” Kata Gita.


“Nggak


apa-apa, duluan saja.” Kata mereka.


Gita


masuk dengan penuh keheranan, dia merasa semua orang di kantor berubah drastis.


“Sepertinya


ada yang tidak beres nih sama orang-orang di kantor. April mop kali ya, jadi


sekarang hari kebalikan gitu.” Batinnya.


“Eh..


april kan sudah lewat.” Kata Gita menggaruk kepalanya sambil keluar dari lift.


Gita


menarik kursinya, dia lalu duduk dan melipat kedua tangannya. Dia masih heran


kenapa semua orang di kantornya sangatlah berbeda dari biasanya.


“Kenapa


lo pagi-pagi udah bengong kek kambing congek seperti itu?” tanya Vian.


 “Vian, gue rasa ada yang aneh deh sama


orang-orang di kantor.” Kata Gita sambil menatap Vian.


Tuk!


Vian menmukul Gita memakai bolpen yang di pegangnya.


“Ih..


apaan sih Vian, gue tanya beneran nih malah lo getok.” Kata Gita.


“Heh..


lu sadar nggak kalau lo itu sedang jadi tranding topik di kantor. Kalau lo itu


calon istrinya CEO kantor ini.” Jelas Vian.


“Ah


iya.. pantesan semua orang berbeda. Mana Mbak Lila maen lewat saja pas tahu gue


telat.” Ujar Gita.


“Lagian


siapa sekarang yang berai negor lo, lo lupa wajah Gilang seremnya kek apa waktu


melihat lo di perlakukan sewenang-wenang sama Catrin dan juga Aura. Pasti lah


mereka takut kalau sampai di pecat sama Gilang.” Vian menjelaskan panjang lebar


apa yang sedang terjadi di kantor mengenai Gita yang belum sadar.


“Gita,


ngapain lo udah kerja.” Fara yang baru dari toilet melihat Gita sudah masuk

__ADS_1


kerja berubah heboh.


“Iya


Git, ngapain udah kerja sih. Lo butuh apa biar gue ambilin.” Kata Ina.


“Kenapa


jadi pada heboh begini sih, Mbak Ina biasa aja deh sama Gita nggak usah


berlebihan begitu.” Kata Gita nggak suka kalau di perlakukan secara berlebihan.


Dia hanya mau berkawan tanpa melihat Gita itu siapa.


“Kalau


gue kemarin-kemarin galak,nyebelin atau apa gitu nggak?” Nino panik. Dia takut


kalau sampai keceplosan atau melakukan hal-hal jahat sama Gita yang buat


dirinya bisa di tendang dari perusahaan.


“Gita


gue mau ngomong sebentar sama lo.” Kata Win di ambang pintu.


“Aiih..


Gimana nih Mas Win kayaknya marah nih sama gue.” Kata Gita sambil berlari


mendekati Win.


Win


dengam muka kesalnya mengajak Gita pergi agak menjauh dari ruangannya. Dia berhenti


lalu menatap Gita tajam sambil melipat kedua tangannya.


“Lo


kenapa nggak bilang sama gue kalau pacaran sama bos Gilang. Lo mau mata-matain


kita di kantor ya?” Win menjewer telinga Gita.


“Bukan


begitu, Gita hanya mau berteman dengan tulus tanpa memandang siapa pacar Gita


ataupun orang tua Gita.” Kata Gita dengan mimik wajah sedih.


“Ehhem..”


Gilang berdehem di belakang Win. Win langsung memutar tubuhnya dan berdiri di


samping Gita.


“Kamu


mendekati Gilang dengan keresahan hati luar biasa bahkan tubuhnya berubah panas


dingin.


Setelah


ada di  sampingnya, Gilang langsung


menjewer telinga Win.


“Ampun


bos, cuman bercanda.” Kata Win.


“Bercanda


lo jangan buat dia sakit.” Gilang kemudian menyentil kening Win. Nino, Ina,


Vian, Fara, Bella dan Fajar yang sejak tadi mengintip langsung tertawa.


“Kak


Gilang, jangan gitu kasian kan Mas Win.” Gita menahan Gilang agar tidak


menjaili Win.


“Kamu


lagi, ke ruangan aku sekarang.” Gilang menatap Gita dingin seperti orang yang


sedang marah sama dirinya.


“Ah


iya, bawa teman boleh nggak?” tanya Gita. Dia berharap Gilang membolehkan


dirinya membawa teman agar tidak dimarahin sama Gilang.


“Kamu


tu ya, nawar saja kerjaannya. Buruan masuk ke ruangan aku. Dan yang lain lanjut


kerja kalau masih mau ada di kantor ini.” Jelas Gilang. Dan seketika


teman-teman Gita sudah menghilang dari pandangan.


“Issh..


pada nggak setia kawan.” Gita ngedumel sambil berjalan menuju ruangan Gilang.

__ADS_1


Gita


masuk langsung duduk di kursi, “Kamu kenapa sih wajahnya di ngin gitu. Galak


ih.” Kata Gita.


“Kamu


ngapain udah masuk kantor?” Wajah Gilang yang tadi di depan teman-teman Gita


sangat dingin kini berubah menghangat.


“Kan


aku gabut di rumah mau ngapain coba? Lagian kan aku kangen sama yang lain juga.”


“Kangen


sama yang lain? Fajar atau Radit.” Gilang yang awalnya berdiri di samping Gita


pindah ke kursinya, dia melipat ke dua tangannya di dada dengan wajah kesal.


“Siapa


lagi yang kangen sama mereka berdua, kamu mah curigaan mulu kerjaannya.”


“Em..”


“Jangan


begitu dong sayang, kan aku Cuma mau kerja saja.”


“Udah


deh mulai besok kamu nggak usah kerja diam di rumah saja, nonton drama atau


apalah yang penting jangan bertemu sama laki-laki.” Kata Gilang. Gita terkekeh,


mendengar perkataan Gilang.


“Kamu


kesurupan apaan sih.” Gita beranjak dari kursinya lalu memeluk Gilang dari


belakang. “Dengar ya, cintaku, sayangku, gemesku kalau aku nggak akan pernah


tergoda sama cowok lain. Kecuali oppa korea kesayangan aku.” Kata Gita sambil


terkekeh.


“Ya


udah haluin saja sana oppa-oppa kamu, aku juga nggak akan cemburu sama mereka.


Tapi awas saja kamu dekat-dekat cowok lain.” Ujar Gilang sambil menarik tangan


Gita hingga dia duduk di pangkuan Gilang.


“Iya


deh..iya.”


“Kamu


sebenarnya cinta nggak sama aku?” tanya Gilang.


“Nggak.”


Jawab Gita sambil terkekeh.


“Baguslah,


karena kamu nggak cinta sama aku maka aku akan melamar kamu besok malam.”


‘”Eh..”


“Kenapa?”


Gilang mendekatkan wajahnya dekat banget sama Gita.


“Kenapa


tiba-tiba?”


“Nggak


tiba-tiba, karena kejadian kemarin membuat aku risau sama kamu. Dan aku sudah


meminta restu dan ijin mama kamu kalau aku akan segera melamar kamu agar aku


bisa menjaga kamu dua puluh empat jam non stop.” Kata Gilang. Gita menatap


Gilang bengong, dia masih belum percaya dengan omongan Gilang.


“Apa


kamu tidak senang?” Tanya Gilang.


“Sangat


senang..”


“Terus


kenapa kamu bengong?”


“Tidak

__ADS_1


tahu.” Katanya sambil tertawa kecil. Gilang mengecup kening Gita lalu


memeluknya.


__ADS_2