
Gita masih ngambek dia tidak mau ngomong sama Gilang. Kalau bisa rasanya pingin loncat keluar dari mobil. Perasaan Gita rasanya campur aduk karena Gilang.
"Jadi kado apa buat kakak lo?" tanya Gilang yang masih mengemudi tanpa tujuan.
"Nggak tahu, tanya aja sendiri." kata Gita namun dalam hati. Dia tidak berani mengatan langsung.
"Kenapa diem? lo nggak suka ya gue ajak lo cari kado buat kakak lo?" Gilang melirik sebentar lalu menatap ke depan lagi.
"Udah tahu nanya!" batinya lagi. "Mau kok, kak Qila biasanya mengkoleksi boneka, terus bando, pita-pita yang lucu." Kata Gita. Meskipun hati jengkel namun dia tetap harus pura-pura tersenyum.
"Tahu nggak tempat beli itu, gue cowok jadi nggak tahu."
"Iya. cari aja toko stroberry dekat mall. Disitu tempat favorit kak Qila, katanya barangnya lucu-lucu." jelas Gita.
"Ok, kita kesana."
"Gita, kenapa lo kasih tahu sih. Dasar bodoh, kan nanti semakin dekat." gerutu Gita dalam hati.
Mobil Gilang sudah terparkir di depan toko stroberry. Gita turun mengikuti Gilang di belakang. Mereka memutari toko dari ujung sampai ujung lagi.
Gilang mendadak memutar tubuhnya sampai Gita menabraknya. Gita memejamkan matanya saat wajahnya menepel di dada Gilang. Gita menciun wangi aroma tubuh Gilang yang maskulin.
"Hhmm... kenapa wangi banget sih." batin Gita. Gilang tersenyum melihat Gita yang terlihat sangat nyaman.
"Nyaman banget ya di dekat gue, apalagi kalau gue peluk." Bisik Gilang yang membuat Gita tersadar.
"Eh.. sorry nggak sengaja. Lagian sih lo putar balik nggak bilang-bilang kan jadi kecelakaan nabrak lo." Kata Gita sambil buang muka untuk menutupi wajahnya yang memerah.
"Lo aja yang maunya deket gue." Gilang terenyum lalu berjalan lebih dulu.
"Kenapa lo malah menikmati sih Ta, malu kan jadinya." Gita menepuk jidatnya lalu berlari mengikuti Gilang.
Gilang dan Gita berhenti di tempat sepatu, "Ukuran sepatu Qila berapa?" Gilang mengambil sepatu flat warna cream.
"Tiga delapan." jawabnya singkat.
"Bagus nggak?" tanya Gilang.
"Bagus."
"Kira-kira suka nggak? atau cari yang lain?" tanya Gilang.
"Terserah Kak Gilang aja." Gita sudah tidak bersemangat lagi untuk memilih barang buat kakaknya.
"Ya sudahlah ini saja, mbak tolong bungkus yang warna cream ukuran tiga delapa." Seru Gilang sambil mengangkat sepatunya.
"Baik Mas."
__ADS_1
"Lo mau nggak?" tanya Gilang.
"Enggak."
Setelah membayar mereka kembali ke mobil, Gita pikir setelah membeli kado buat Qila mereka akan pulang nyatanya Gilang membawa Gita semakin jauh dari rumah.
"Kita mau kemana?" tanya Gita.
"Nanti lo juga tahu." kata Gilang. Dia tidak memberi tahu kemana dia akan mengajaknya pergi.
Gita menghela napas, dia melipat kedua tangannya di dada lalu menempelkan kepalanya di kursi. Gita capet muter-muter sampai dia akhirnya tertidur.
...♡◇◇◇♡...
Gita menggeliat ketika tubuhnya sudah mulai terasa pegal. Dia perlahan membuka matanya.
"Eh.. Kak Gilang dimana?" Gita langsung duduk tegak saat Gilang sudah tidak ada di sebelahnya.
Gita membuka pintu dan perlahan turun, "Dimana ini?" tanyanya pada diri sendiri. Gita mengambil ponselnya sambil menelpon Gilang. Menunggu Gilang mengangkat teleponnya Gita sambil melihat sekeliling sebuah tempat makan dengan pemandangan yang sangat keren, udara sejuk menuju dingin. Gita beberaoa kali mengusap lengannya karena dingin.
"Halo, dimana?"
"Di hatimu." jawab Gilang sambil terkekeh.
"Jangan bercanda deh."
"Dimana sih kita?" tanya Gita sambil kembali melihat sekeliling.
"Tempat yang lo pasti suka." Gilang memakainkan jaket ke tubuh Gita lalu mengajaknya masuk.
Gilang menarik kursi lalu mempersilahkan Gita susuk. Mulut Gita menganga melihat makanan yang begitu banyak.
"Ini semua buat kita berdua?" Gita menatap Gilang.
"Yah.. ini semua buat kita. Makan sampai lo kenyang. Gue udah pesan semua makan kesukaan lo." Gilang mengambilkan nasi ke piring Gita.
"Kak tapi semua ini nanti bikin gue gendut lagi."
"Biarin aja, mendeng lo kayak dulu lagi jadi gue nggak punya saingan." Jawab Gilang enteng.
"Sebenarnya Kak Qilang suka siapa sih, gue di gombalin jangan-jangan semua cewek di gombalin. Ngeselin banget sih." Batin Gita sambil memasukkan nasi dan cumi ke dalam mulut.
...♡◇◇◇♡...
Siang yang lumayan terik, di tambah dengan pelajaran bahasa inggris yang bikin ngantuk membuat anak-anak di kelas Gita tidak memperhatikan pelajaran.
Ada yang ngobrol sendiri, ada yang sembunyi-sembunyi makan cemilan ada juga yang tidur. Raka contohnya, dari mulai pergantian jam pertama dia sudah menaruh kepalanya di atas meja.
__ADS_1
"Gita, besok malam ulang tahun kakak lo kan?" Fara memutar tubuhnya sampai menghadap ke arah Gita.
"Hem. Kenapa?"
"Kita cari gaun yu, biar kita samaan." ajak Fara.
"Kayak anak TK mau piknik pakai baju samaan." sahut Anita.
"Ya nggak sama juga, tapi warnanya gitu."
"Gue males ah.. lagian gue belum tentu keluar." jawabnya males.
"Ih.. kenapa?"
"Iya, nggak boleh gitu. Masa acara kakak lo sendiri nggak keluar. Nanti apa kata orang-orang coba." Anita menasehati Gita.
"Gue males aja. Kalau harus pakai gaun segala."
"Atau.. jangan-jangan lo cemburu kali, karena kak Gilang akan dansa sama Kak Qila." Fara menyolek hidung Gita.
"Apaan sih nggak ya, nggak ada cemburu-cemburuan." Gita mengelak.
"Masa nggak cemburu, tahu nggak kalau dansa itu mereka akan saling berdekatan, mencium aroma tubuh masing-masih karena dekat. Habis itu di waktu yang tepat mereka akan..." Anita menghentikan ucapanya lalu memperagakan kedua tangannya saling bersentuhan.
"Wah.. benar itu tuh moment paling di tunggu semua gadis semasa sma." tambah Fara.
"Apaan sih, gue nggak ngerti." Gita pura-pura nggak tahu.
"Nggak usah pura-pura deh, nggak usah sok kuat gitu. Yah jangan pingsan kalau kakak lo dapat first kiss." Fara memanas-manasi Gita.
"Ck, kalian tu ya masih kecil pikiranya udah kayak begituan. Pantesan nggak maju-maju mana nilai sekolah ancur." Gita sok bijak.
"Idih.. belagak lo. Lo juga ngarep itu kan sebenarnya."
"Nggak ya, masih kecil nggak boleh."
"Ssst... kalian brisik banget sih. Gangguin orang lagi tidur aja." omel Raka yang merasa terganggu karena Gita, Fara dan Anita.
"Kalau mau tidur di rumah, bukan di sekolah. Di sekolah tuh belajar dengerin tuh guru ngomong." Fara gantian mengomeli Raka.
"Nggak sadar diri lo, emangnya lo dari tadi memperhatikan pelajaran. Kalau mau gosip tuh sono di tongkrongan bukan di sekolahan."
"Ngeselin banget sih lo lama-lama." Fara menggebrak meja membuat semua murid termasuk Bu Hana di depan menatap Fara. Gita, Raka dan Anita mencari aman dengan duduk tegak seoalah tidak tahu apa-apa.
"Fara ada apa?" Tanya Bu Hana.
"Maaf buk, mau ambil bolpen jatuh." Jawab Fara sambil duduk. Raka, Gita dan Anita menahan tawa melihat ekspresi Fara yang lucu.
__ADS_1