Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Kerandoman Gita dan Fara


__ADS_3

“Eh mau kemana?” teriak cewek itu.


“Ke hongkong.” Sahut Gita. Sambil berlari


meninggalkan cewek itu. Gita pergi ke ruangannya untuk ngasih tahu Fara kalau


di kantor ada Raka.


“Fara..Fara…! Gita teriak-teriak.


Fara berdiri langsung membungkam mulut Gita, “Kenapa


heboh banget sih, nanti mengganggu bos Win” Kata  Fara pelan.


“Aduh lupa.” Gita meringis.


“Ada apa?” Fara melepaskan bungkaman mulut Gita.


“Ada Raka di kantor.”


“Bohong lo.”  Fara kembali duduk kembali sibuk lagi.  “Lo ya kerjaan masih banyak keluyuran aja.”


“Beneran dia lagi di kantin sama Kak Gilang.”


Fara menoleh ke arg Gita dengan tampang curiga, dia


malah merasa  kalau dia  hanya di kerjain sama Gita.


“Ya terserah sih kalau memang lo nggak mau ketemu.”


Kata Gita berbalik bakalan pergi lagi ke kantin untuk menemui Raka.


“Eh.. gue ikut. Awas ya tapi kalau lo bohong.” Fara


beranjak mengejar Gita.


“Iya, kalau gue emang bohong nanti lo traktir gue


makan siang.”  Kata Gita.


“Ok.” Baru selesai bicara Fara langsung tersadar.


“Enakan di elo rugi di gue donk. Mau salah apa benar tetap gue yang  bayar.” Fara menepuk lengan Gita keras-keras


sampai dia meringis kesakitan.


Dan saat mereka berdua sampai di kantin sudah tidak


ada siapa-siapa, Fara memutar tubuhnya lalu mendelik sembari berkacak pinggang


ke arah Gita.


Gita senyam-senyum, “Suwer deh, tadi  beneran ada Raka disini.” Gita mengangkat dua


jarinya.


“Kebiasaan banget lo bohongin gue.” Kata Fara masih


dengan kedua mata yang melotot.


“Eh.. bos tadi kemana ya?” Gita tanya karyawan yang


baru saja selesai makan.


“Entah, bos pergi sama temannya.”


“Ok, makasih. Jangan-jangan udah ada di ruangannya


samperin yuk.” Gita berlari sambil menarik tangan Fara.


“Ayo lah, nanggung juga kalau nggak di terusin.”


Ujar Fara.


Gita dan Fara mengendap-endap di depan pintu ruangan


Gilang. Sembari memasang telinga apa mereka berdua ada di dalam.


“Ehem..!”


Gita da Fara langsung berdiri tegak dan memutar tubuhnya,


Mereka merenges saat menghadap Lila.


“Kalian berdua ngapain mengendap-endap disini?” Lila


berjalan mengelilingi Gita dan Fara.


“Em.. ini kita mau ketemu bos.” Kata Gita sambil


menarik ujung bibirnya.


“Ya ampun, kalian berdua itu masih anak baru memang


punya urusan apa mau ketemu bos.”  Lila

__ADS_1


geleng kepala. Baru kali ini ada karyawan baru yang berani datang ke bos.


“Rahasia, kan ini urusan saya  sama bos bukan sama Mbak Lila.” Kata Gita


dengan berani.


Lila berkacak pinggang sambil melotot,dan Gita hanya


cengar-cengir. Kerusuhan di depan ruangan Gilang menarik perhatian karyawan


yang lain sehingga mereka berkumpul untuk melihatnya.


“Kalau kalian mau ketemu bos harus lewat gue dulu,


katakan apa tujuan kalian?”


“Ini Fara mau kenalan sama temennya bos.” Gita


menunjuk Fara. Gita mengumpankan Fara.


“Kok Gue.”  Fara mencubit tangan Gita.


“Ya Tuhan, apa lagi yang mereka lakukan.” Win


menepuk jidatnya melihat kelakuan anak buahnya yang sangat random.


“Dasar cewek-cewek nggak tahu diri, kayak pungguk


merindukan bulan loh.” Celetuk Catrin.


“Memangnya kenapa, apa salahnya kalau mau kenalan


sama  temannya bos. Memangnya mbak lila


doang yang boleh.”


“Eh... lo ya.” Lila menjewer Gita sama Fara


barengan.


“Eh..eh... ada apa ini ribut-ribut di depan pintu,


ada tamu tuh kalian nggak malu apa?” Gilang memarahi anak buahnya.


“Maaf Pak, ini Gita dan Fara anak baru di kasih tahu


susah banget.” Kata Lila.


Gilang menghela napas panjang, melihat Gita


tersenyum tanpa dosa seperti  itu.


panggil Vian.” Suruh Gilang.


“Baik Pak.”


“Mati gue, jangan-jangan team gue mau di pecat semua


nih.” Win jadi ketar-ketir takut kehilangan anggotanya lagi.


“Kalian berdua masuk!” Bentak Gilang.


Gilang menutup pintu rapat, wajahnya yang garang itu


kembali menjadi wajah yang tenang dan manis.


“Sayang.” Fara langsung memeluk Raka.


“Ngapain suh bikin ulah?” Raka membalas pelukan Fara


dan mencium kening Fara.


“Nggak bikin ulah, tapi Gita tuh yang bikin masalah.”


Tunjuk Fara.


“Kebiasaan benget deh.” Gilang menyentuh hidung Gita


dengan jari telunjuknya.


“Kok aku, Mbak Lila tuh salahin orang mau masuk di


larang-larang.” Gita juga memeluk Gilang


Vian membuka pintu langsung mendengus kesal, “Gue


disuruh kesini cuman di suruh melihat orang pacaran?” Vian pergi ke sofa dan


rebahan.


“Ya biar lo punya keinginan buat pacaran, lo nggak


mau apa punya pasangan seperti kita.” Kata Raka. Vian pura-pura nggak


mendengar.

__ADS_1


“Far, makan.” Gita melepaskan pelukan Gita dan


mendekati meja yang penuh makanan.


“Wah.. ini lebih enak dari kantin loh.” Fara


mengikuti Gita.


“Lang, pasti susah banget ya ngurusin dua orang yang


bikin rusuh begini.” Kata Raka sambil berjalan mendekati Gilang.


“Yah mau gimana lagi, tapi seru sih jadi nggak penat


kepala gue. Bisa jadi hiburan tersendiri tahu nggak.”


“Dan mereka belum tahu saja proyek yang sedang dia


kerjakan itu kerjasama kita.” Kata Gilang.


“Lo belum bilang?” Kata Gilang.


“Sepertinya nggak usah kasih tahu. Biarkan saja kita


yang tahu.”


“Ok, gue titip Fara sama adik gue disini. Marahin


aja mereka kalau salah tapi jangan di kasarin.”


“Lo masih meragukan gue?” Gilang menatap Raka, Raka


tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Kalian ngobrol saja sih, makan ayo.” Kata Gita.


“Iya kita makan.”


Win mondar-mandir di ruangannya, dia bingung tiga


anggotanya tidak segera balik. Dia duduk sebentar, lalu berdiri lagi dia


mengacak-acak rambutnya.


“Kenapa sih Win mondar-mandir nggak jelas begitu.”


Tanya Ina.


“Gita, Fara dan Vian sedang di panggil bos Gilang.”


“Kenapa?”


“Yah, Gita dan Fara bikin ulah lagi.”Jelas Win.


“Ya Tuhan, punya tambahan anggota nggak ada yang


benar.” Ina mengelus dada.


Tak selang mereka membicarakan, Gita, Fara dan Vian


masuk dengan wajah senyum-senyum nggak ada sedih-sedihnya.


“Hai Mas Win.” Gita mengangkat tangannya lalu duduk.


“Kalian bertiga kenapa bengong seperti itu?” Tanya


Vian.


“Harusnya yang tanya kita, kalian kenapa ekspresinya


seperti itu?” tanya Ina.


“Memangnya kita harus gimana?” Fara malah jadi


bingung.


“Kalian habis di panggil bos kan?”


“Iya.” Jawab mereka bertiga serentak.


“Kalian nggak sedih gitu?” tanya Nino.


“Memangnya harus sedih kenapa?” Mereka bertiga


bingung.


“Kalian nggak di pecat?” Tanya Win.


“Nggak.”


Win, Ina dan Nino menghela napas lega, karena


anggotanya aman tidak dipecat karena ulah mereka yang konyol itu.


Kalau begitu terus bekerja lagi." Kata Win.

__ADS_1


 


 


__ADS_2