
“Eh mau kemana?” teriak cewek itu.
“Ke hongkong.” Sahut Gita. Sambil berlari
meninggalkan cewek itu. Gita pergi ke ruangannya untuk ngasih tahu Fara kalau
di kantor ada Raka.
“Fara..Fara…! Gita teriak-teriak.
Fara berdiri langsung membungkam mulut Gita, “Kenapa
heboh banget sih, nanti mengganggu bos Win” Kata Fara pelan.
“Aduh lupa.” Gita meringis.
“Ada apa?” Fara melepaskan bungkaman mulut Gita.
“Ada Raka di kantor.”
“Bohong lo.” Fara kembali duduk kembali sibuk lagi. “Lo ya kerjaan masih banyak keluyuran aja.”
“Beneran dia lagi di kantin sama Kak Gilang.”
Fara menoleh ke arg Gita dengan tampang curiga, dia
malah merasa kalau dia hanya di kerjain sama Gita.
“Ya terserah sih kalau memang lo nggak mau ketemu.”
Kata Gita berbalik bakalan pergi lagi ke kantin untuk menemui Raka.
“Eh.. gue ikut. Awas ya tapi kalau lo bohong.” Fara
beranjak mengejar Gita.
“Iya, kalau gue emang bohong nanti lo traktir gue
makan siang.” Kata Gita.
“Ok.” Baru selesai bicara Fara langsung tersadar.
“Enakan di elo rugi di gue donk. Mau salah apa benar tetap gue yang bayar.” Fara menepuk lengan Gita keras-keras
sampai dia meringis kesakitan.
Dan saat mereka berdua sampai di kantin sudah tidak
ada siapa-siapa, Fara memutar tubuhnya lalu mendelik sembari berkacak pinggang
ke arah Gita.
Gita senyam-senyum, “Suwer deh, tadi beneran ada Raka disini.” Gita mengangkat dua
jarinya.
“Kebiasaan banget lo bohongin gue.” Kata Fara masih
dengan kedua mata yang melotot.
“Eh.. bos tadi kemana ya?” Gita tanya karyawan yang
baru saja selesai makan.
“Entah, bos pergi sama temannya.”
“Ok, makasih. Jangan-jangan udah ada di ruangannya
samperin yuk.” Gita berlari sambil menarik tangan Fara.
“Ayo lah, nanggung juga kalau nggak di terusin.”
Ujar Fara.
Gita dan Fara mengendap-endap di depan pintu ruangan
Gilang. Sembari memasang telinga apa mereka berdua ada di dalam.
“Ehem..!”
Gita da Fara langsung berdiri tegak dan memutar tubuhnya,
Mereka merenges saat menghadap Lila.
“Kalian berdua ngapain mengendap-endap disini?” Lila
berjalan mengelilingi Gita dan Fara.
“Em.. ini kita mau ketemu bos.” Kata Gita sambil
menarik ujung bibirnya.
“Ya ampun, kalian berdua itu masih anak baru memang
punya urusan apa mau ketemu bos.” Lila
__ADS_1
geleng kepala. Baru kali ini ada karyawan baru yang berani datang ke bos.
“Rahasia, kan ini urusan saya sama bos bukan sama Mbak Lila.” Kata Gita
dengan berani.
Lila berkacak pinggang sambil melotot,dan Gita hanya
cengar-cengir. Kerusuhan di depan ruangan Gilang menarik perhatian karyawan
yang lain sehingga mereka berkumpul untuk melihatnya.
“Kalau kalian mau ketemu bos harus lewat gue dulu,
katakan apa tujuan kalian?”
“Ini Fara mau kenalan sama temennya bos.” Gita
menunjuk Fara. Gita mengumpankan Fara.
“Kok Gue.” Fara mencubit tangan Gita.
“Ya Tuhan, apa lagi yang mereka lakukan.” Win
menepuk jidatnya melihat kelakuan anak buahnya yang sangat random.
“Dasar cewek-cewek nggak tahu diri, kayak pungguk
merindukan bulan loh.” Celetuk Catrin.
“Memangnya kenapa, apa salahnya kalau mau kenalan
sama temannya bos. Memangnya mbak lila
doang yang boleh.”
“Eh... lo ya.” Lila menjewer Gita sama Fara
barengan.
“Eh..eh... ada apa ini ribut-ribut di depan pintu,
ada tamu tuh kalian nggak malu apa?” Gilang memarahi anak buahnya.
“Maaf Pak, ini Gita dan Fara anak baru di kasih tahu
susah banget.” Kata Lila.
Gilang menghela napas panjang, melihat Gita
tersenyum tanpa dosa seperti itu.
panggil Vian.” Suruh Gilang.
“Baik Pak.”
“Mati gue, jangan-jangan team gue mau di pecat semua
nih.” Win jadi ketar-ketir takut kehilangan anggotanya lagi.
“Kalian berdua masuk!” Bentak Gilang.
Gilang menutup pintu rapat, wajahnya yang garang itu
kembali menjadi wajah yang tenang dan manis.
“Sayang.” Fara langsung memeluk Raka.
“Ngapain suh bikin ulah?” Raka membalas pelukan Fara
dan mencium kening Fara.
“Nggak bikin ulah, tapi Gita tuh yang bikin masalah.”
Tunjuk Fara.
“Kebiasaan benget deh.” Gilang menyentuh hidung Gita
dengan jari telunjuknya.
“Kok aku, Mbak Lila tuh salahin orang mau masuk di
larang-larang.” Gita juga memeluk Gilang
Vian membuka pintu langsung mendengus kesal, “Gue
disuruh kesini cuman di suruh melihat orang pacaran?” Vian pergi ke sofa dan
rebahan.
“Ya biar lo punya keinginan buat pacaran, lo nggak
mau apa punya pasangan seperti kita.” Kata Raka. Vian pura-pura nggak
mendengar.
__ADS_1
“Far, makan.” Gita melepaskan pelukan Gita dan
mendekati meja yang penuh makanan.
“Wah.. ini lebih enak dari kantin loh.” Fara
mengikuti Gita.
“Lang, pasti susah banget ya ngurusin dua orang yang
bikin rusuh begini.” Kata Raka sambil berjalan mendekati Gilang.
“Yah mau gimana lagi, tapi seru sih jadi nggak penat
kepala gue. Bisa jadi hiburan tersendiri tahu nggak.”
“Dan mereka belum tahu saja proyek yang sedang dia
kerjakan itu kerjasama kita.” Kata Gilang.
“Lo belum bilang?” Kata Gilang.
“Sepertinya nggak usah kasih tahu. Biarkan saja kita
yang tahu.”
“Ok, gue titip Fara sama adik gue disini. Marahin
aja mereka kalau salah tapi jangan di kasarin.”
“Lo masih meragukan gue?” Gilang menatap Raka, Raka
tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Kalian ngobrol saja sih, makan ayo.” Kata Gita.
“Iya kita makan.”
Win mondar-mandir di ruangannya, dia bingung tiga
anggotanya tidak segera balik. Dia duduk sebentar, lalu berdiri lagi dia
mengacak-acak rambutnya.
“Kenapa sih Win mondar-mandir nggak jelas begitu.”
Tanya Ina.
“Gita, Fara dan Vian sedang di panggil bos Gilang.”
“Kenapa?”
“Yah, Gita dan Fara bikin ulah lagi.”Jelas Win.
“Ya Tuhan, punya tambahan anggota nggak ada yang
benar.” Ina mengelus dada.
Tak selang mereka membicarakan, Gita, Fara dan Vian
masuk dengan wajah senyum-senyum nggak ada sedih-sedihnya.
“Hai Mas Win.” Gita mengangkat tangannya lalu duduk.
“Kalian bertiga kenapa bengong seperti itu?” Tanya
Vian.
“Harusnya yang tanya kita, kalian kenapa ekspresinya
seperti itu?” tanya Ina.
“Memangnya kita harus gimana?” Fara malah jadi
bingung.
“Kalian habis di panggil bos kan?”
“Iya.” Jawab mereka bertiga serentak.
“Kalian nggak sedih gitu?” tanya Nino.
“Memangnya harus sedih kenapa?” Mereka bertiga
bingung.
“Kalian nggak di pecat?” Tanya Win.
“Nggak.”
Win, Ina dan Nino menghela napas lega, karena
anggotanya aman tidak dipecat karena ulah mereka yang konyol itu.
Kalau begitu terus bekerja lagi." Kata Win.
__ADS_1