
Raka memegang wajah Fara, dia mencium bibir Fara. Dia tidak memberikan celah kepada Fara.
"Sayang, kenapa menciumku seperti ini."
"Itu hukuman buat kamu yang berani ngecengin cowok."
"Ish...ish... cemburuan banget sih kamu." Fara menggoda Raka.
"Pulang yuk." Ajak Raka.
Ciuman di pantai mmebuat Raka semakin ketagihan, dia ingin lebih menikmati lagi. Dia
mendorong pintu kamar mandi yang sedang di pakai oleh Fara.
“Sayang, kamu mau mandi?” tanya Fara yang masih sibuk mengusap rambutnya dengan handuk.
“Nggak.” Jawab Raka sambil memeluk Fara dari belakang. Raka mencium punggung Fara dan mengeratkan tangannya. Kemudian dia kembali mencium ke belakang leher.
“Sayang, mandi gih.” Fara tiba-tiba gugup. Seluruh tububnya merinding di buatnya.
“Nggak mau.” Raka memutar tubuh Fara, dia langsung ******* bibir Fara. Fara yang
memakai lingerie lebih terawang dari semalam membuat Raka semakin tidak tahan ingin segera menikmati tubuh istrinya itu.
“Sayang..” Fara ingin bicara namun Raka terus membungkam dengan ciumannya dengan ganas.
Dia terus mencium tanpa memberikan Fara celah untuk melepaskannya. Tangannya mengusap punggung Fara hingga membuat Fara memanas. Dia kemudian memagang wajah Fara, lalu menikan sedikit dagunya. Raka menciumi leher Bella dengan bergairah.
“Ini belum malam sayang..” kata Fara sambil menahan diri.
“Aku sudah tidak tahan menunggu malam.” Ucap Raka. Dia ******* bibir Fara, lebih dalam.
Raka sudah tidak bisa menahannya lagi, semalam yang gagal karena Fara yang belum
siap membuat Raka ingin melakukannya sekarang. Raka membuang handuk yang masih di tangan Fara. Dia menggendong Fara dengan bibir mereka yang saling bertaut.
Raka menurunkan Fara, dia melepas bajunya dan melempar ke segala arah. Kemudian dia langsung berada di atas Fara membarikan ciuman ke area leher dan kembali ke bibirnya.
“Kamu sexy banget sih.” Ucapnya sembari mencium dada Fara medekati Kedua mahkota Fara.
“Benarkah?” kata Fara sambil tersenyum. Fara sangat senang di puji sama Raka.
Dia menaruh kedua tangannya di leher Raka dan kembali saling menautkan ciuman untuk membakar tubuh mereka berdua kembali.
“Aku ingin semuanya.” Kata Raka dengan cepat melepaskan lingerie milik Fara, tak
hanya itu Raka pun langsung membuka dalaman milik Fara. Dia langsung menciumi
dua mahkota milik Fara dengan sangat brutal. Fara memejamkan matanya, dia
meremas rambut Raka.
Fara sangat menikmati setiap kecupan yang di berikan kepada Raka. Dari ujung kepala
__ADS_1
sampai ujung kaki, Raka sudah menjelajahi semua inci tubuhnya.
“Sayang..” bisik Fara membuat Gilang sangat begairah. Panggilan itu seperti kode kalau Fara menikmatinya dan ingin melakukan lebih.
Namun Raka belum mau bermain inti, dia masih ingin menjelajahi setiap tubuh Fara. Memberikan ciuman bibir yang lebih hot lagi.
“Apa ini yang kamu mau sayang?” tanya Fara saat Raka melepaskan ciumannya. Fara langsung menyerang leher Raka.
“Tentu saja.” Jawab Raka. Kini bergantian Raka memberikan ciuman di leher Fara, dia
bermain-main di tubuh Fara hingga dia menginginkan sekali inti dari permainan.
Raka memulai permainanya, Fara memejamkan matanya menikmati kesakitan dan juga kenikmatan yang di berikan Raka. Tangannya semakin keras meremas rambut Raka.
Fara menurunkan tangannya ke tengkuk milik Raka, dia kemudian menautkan bibirnya. Dia memberikan sensasi yang lebih untuk Raka. Mereka meleburkan segala rasa, yang dulu hanya bisa menjaganya tanpa menyentuh selama bertahun-tahun. Kini Raka tidak mau terlewatkan seincipun.
Raka membalikan tubuh Fara, hingga mereka berpindah posisi. Fara lelah dia ambruk di tubuh Raka dengan napas yang masih memburu. Meskipun lelah wangi yang berasal dari tubuh Raka membuat Fara ingin
menciuminya terus.
Dan Fara pun melakukannya, dia mencium wangi kahs tubuh Raka yang tidak pernah
berubah.
“Apa kamu menikmatinya sayang.” Raka mendekap Fara erat.
“Yah.. meskipun sakit tapi ini tidak menyeramkan seperti yang aku bayangkan kemarin.” Ujarnya.
“Memangnya apa yang kamu bayangkan.” Raka membalikan tubuh Fara hingga dia berada di bawah kunkungannya lagi.
“Apa kamu mau memulainya lagi?” tanya Raka sembari manautkan bibirnya untuk memancing gairah Fara.
Fara menautkan tangannya di leher Raka , mereka kembali memainkan satu permainan dengan lebih bergairah lagi dari sebelumnya. Sampai akhirnya mereka terlelap tidur karena kecapean.
Saat pagi tiba, Fara buru-buru masuk kamar mandi sebelum Raka bangun. Dia berendam di bathup membayangkan apa yang dia lakukan semalam.
“Wah ternyata gue brutal juga ya semalam.” Katanya saat mengingat.
“Ku kira gue cupu, ternyata lumayan suhu.” Ujarnya sambil terkekeh.
Raka beranjak dari tempat tidur saat Fara sudah tidak terbaring di kasur lalu
mencarinya. Raka mendorong pintu kamar mandi lalu ikut masuk ke bathup.
“Sayang, ngapain kamu masuk kesini.” Kata Fara.
“Salah sendiri kamu tidak menguncinya, kamu sengajakan mau menggodaku.” Katanya.
“Menggoda bagaimana?” Fara bingung.
Raka tidak memberikan jawaban, dia langsung nyerobot bibir Fara lagi.
“Kamu tahu nggak, aku ingin dan ingin lagi.” Kata Raka.
__ADS_1
“Semalam kan sudah, bahkan nih sampai pagi.” ujar Fara.
“Yah bagaimana lagi, kamu menggodaku dan aku tidak bisa menahanya lagi.” Ucapnya
sembari mengangkat tubuh Fara dai bathup. Dia membawa istrinya ke ranjang meskipun belum selesai mandi.
“Sayang, tunggu aku belum selesai mandi.”
“Aku tidak bisa menunggunya lagi sayang.” Kata Raka. Dia menarik selimutnya sampai menutupi kedua tubuh mereka.
Raka beraksi lagi di pagi hari, dia mendengarkan erangan dari Fara membuatnya semakin bergairah. Tangannya terus bermain menyusuri semua tubuh Fara.
“Sayang, kenapa kamu nikmat sekali.” Kata Raka dengan terus melakukan inti dari permainan. Dia tidak melakukan pemanasan yang lama. Dia tidak bisa manahan tubuhnya untuk menyatu.
Fara tidak menjawab, dia hanya mengerang membuat Raka semakin di buat menggila.
“Kamu benar-benar menggoda, aku gila karena kamu sayang.” Raka menciumi leher Fara.
“Kamu terdengar seperti buaya.” Kata Fara dengan sesekali mengerang.
“Aku bukan buaya sayang, tapi kamu memang membuatku gila. Aku ingin lagi dan lagi.” Kata Raka kembali memainkannya.
“Sayang, sekarang aku lelah sekali.” Kata Fara.
“Lakukan sekali lagi..” Pinta Raka.
Setelah puas, mereka berdua berhenti dengan di akhiri dengan kecupan di kening Fara.
“Sayang, aku lapar sekali. Kamu benar-benar brutal sekali aku kualahan tahu.” Kata Fara.
“Maafin aku ya sayang, habisnya kamu nikmat sekali. Sebentar ya aku pesankan makanan untuk kamu. Fara mengangguk, dia segera membersihkan diri dan bersiap untuk makan.
“Makanan datang.” Kata Raka.
“Makasih sayang.” Fara langsung melahap makanannya. Dia benar-benar kehabisan tenaga setelah meladeni Raka yang sangat gila.
“Makan yang banyak sayang, biar kamu punya tenaga untuk bermain lagi.” Kata Raka sambil tersenyum jahil.
“Lagi?” ujar Fara dengan mata terbelalak. Dia nggak benar-benar tidak percaya sebegitu menginginkanya dirinya.
“Ya..”
“Sayang, apa kamu nggak capek. Aku saja sampai nggak punya tenaga.”
“Nggak aku nggak akan pernah capek.”
“Kamu memang gila.” Fara menggelengkan kepalanya.
“Ya memang tujuan aku kesini hanya untuk itu, harusnya hari pertama sampai terakhir
kita akan melakukannya terus.” Fara menggelengkan kepalanya.
“Kamu mau buat akau mati.” Kata Fara sembari terus melahap makananya.
__ADS_1
“Tentu saja tidak, aku nggak bisa hidup tanpamu kenapa aku harus membunuhmu.” Gombal Raka.
“Dasar gombal.”