Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Menjebak Gilang


__ADS_3

Gita mondar-mandir di depan kamar Raka, dia kepo dengan apa yang sedang di bicaraka n Gilang dan Raka. Gita menempelkan telingannya di pintu.


"Ah... kenapa nggak kedengeran sih." Gumam Gita pelan. Gita semakin menekan pintu sampai pintu berbunyi dan terbuka lebar. Dia terjungkal masuk ke dalam.


"Kenapa Ta?" Tanya Raka sambil menghampiri Gita. Dia membantu Gita berdiri.


"Nguping ya." Tebak Gilang.


"Siapa yang nguping, jangan sembarangan nuduh deh." Gita ngegas. Dia kemudian berlari turun agar Gilang dan Raka nggak terus mencurigainya kalau dia nguping.


Gita duduk di sofa depan tv, tatapanya sesekali ke atas, kakinya terus bergerak-gerak karena gelisah. Takutnya Raka buka aibnya.


"Kenapa sih lo Ta?" tanya Genta yang mulai terganggu dengan gerak-gerik Gita.


"Nggak."


"Nggak kok kelihatan gelisah banget, nggak usah bohong sama kakak. Ada apa?" tanya Genta lagi.


"Nggak apa-apa kakakku sayang. Gita cuman lagi mikirin tugas sekolah aja." Gita membuat alasan aneh.


"Buat tugas sekolah kok nggak bawa peralatan sekolah, kakak punya ice cream tuh di kulkas sana makan. Bagi juga sama Raka."


"Raka lagi ada temannya nanti aja." jawab Gita sambil merebahkan tubuhnya.


"Ya udah bagi sekalian sama temannya." suruh Genta.


"Nggak ah... males nanti aja." Gita nggak mau ke atas. Malu kalau ketemu Gilang lagi.


"Buruan deh Ta."


"Ih.. Kak Genta kenapa ngebet banget sih." omel Gita dalam hati. Dia akhirnya mengambil ice cream dan membawanya ke atas meskipun dia terus ngedumel.


"Raka." Panggilnya pelan sambil mengetuk pintu.


"Masuk aja." sahut Raka.


Gita mendorong pintu dengan kakinya, matanya langsung tertuju ke arah Gilang yang sedang asyik main game.


"Kenapa?"


"Nih ada ice cream." Gita menaruh ice cream lalu duduk di sebelah Raka.


"Devan udah bali?"


"Iya udah."


Gilang menaruh stik psnya, dia berdiri melihat Gita yang duduk dekat sama Raka.


"Kalau dia usah balik kenapa masih disini, mana masuk kamar cowok lagi." Gilang yang cemburu buat dia tidan kontrol omongannya.

__ADS_1


"Terserah gue dong, kenapa lo jadi ngusir gue. Lagian ini bukan rumah lo." Gita menatap tajam Gilang. Seperti mau ngajak perang.


"Ini emang bukan rumah gue, tapi seenggaknya jadi perempuan tuh jaga diri." omel Gilang.


"Lo ngomong apaan sih, ngeselin banget." Gita pergi sambil membawa ice creamnya lagi.


"Ta.. ice creamnya kenapa lo bawa lagi!" teriak Raka.


"Bodo!"


"Nah kan perang lagi, gimana mau dekat kalau setiap ketemu ribut." Kata Raka sambil tersenyum lalu geleng kepala.


"Emang gue salah, gue kan cuman mau jaga dia."


"Lo tenang aja, dia berani begini hanya sama gue. Jadi jangan berpikir yang aneh-aneh." Raka menenangkan Gilang.


"Meskipun itu lo gue juga takut, lo juga laki-laki."


"Lo masih cemburu lihat Gita sama gue?" Raka tertawa. Sedangkan Gilang hanya diam karena tebakan Raka benar. Dia cemburu kepada semua cowok yang dekat sama Gita.


...◇◇◇◇◇...


Seperti pagi biasanya Gita dan Raka berangkat bersama. Hanya bedanya sekarang Raka nggak langsung ke kelas dia ngumpul bareng Gilang.


"Ka, gue tunggu di kantin!" teriak Gilang sambil melambaikan tangannya.


"Ok."


"Kenapa?" tanya Raka saat tatapan Gita kepadanya aneh.


"Lo sama Gilang kok bisa dekat banget?"


"Memangnya kenapa Ta? ada yang salah?" Raka tanya balik.


"Ya nggak, cuman aneh aja lo sekarang lebih banyak jalan sama Gilang. Mana sekarang jarang ngobrol sama gue pakai banyak rahasia-rahasiaan lagi." celoteh Gita.


"Apa nggak ke balik. Bukanya lo yang sekarang sering sama Devan. Bahkan nasehat gue lo abaikan. Pulang sampai malam, ketemu juga pas berangkat sekolah. Di kelas lo juga nimbrung sama Devan."


"Gue kan lagi pedekate sama Devan, masa lo nggak ngertiin gue sih."


"Gue juga satu team sama Gilang, jadi lo juga harus ngertiin."


"Iihhh... kenapa di balikin terus sih omongan gue. Tuh orang pakai pelet apaan sih." Gita mendengus kesal saat Raka terus membalikan omongannya.


"Ta.. dia itu tulus sayang sama lo. Dia juga baik."


"Raka lo itu baru beberapa hari kenal dia, udah bisa bioang baik aja. Ka orang yang ada maunya itu pasti baik tapi coba deh kalau udah dapat pasti seenaknya. Untuk tahu dia baik atau nggak itu butuh waktu yang lama. Lagian apa hubungannya dia sayang sama gue."


"Hubungannya kalau dia benar-benar tulus gue bisa melepaskan lo. Gue tidak perlu menjaga lo lagi."

__ADS_1


"Raka.. Devan itu jauh lebih baik dari Gilang."


"Darimana lo tahu, orang bisa berubah kapan saja bukan. Dan lo juga belum kenal Devan yang sekarang."


"Hah! bela aja terus Gilang. Gue kesel sama lo. Gue nggak mau ngomong lagi sam lo!" Gita kesal lalu pergi ke kelas lebih dulu.


Gita membanting tasnya di atas meja hingga menjadi perhatian sesaat teman-temanya.


"Kenapa sih lo Git, pagi-pagi udah bikin kerusuhan." kata Fara.


"Gue tuh kesel banget sama Gilang." Katanya sambil duduk.


"Mwmangnya dia melakukan apa lagi?" tanya Anita.


"Dia itu merebut Raka dari gue, masa dia terus bela Gilang mana terus jelekin Devan."


"Lah.. kok bisa."


"Iya, dia terus membandingkan Gilamng dengan Devan." amarah Gita menggebu-gebu.


"Tapi sih Git, kalau gue lihat Kak Gilang emang lebih ganteng daripada Devan." Kata Fara sambil cengar-cengir.


"Jangan ngadi-ngadi deh, Devan itu paling ganteng." Gita nggak terima.


"Udahlah nggak usah pada debat, gantengan pak satpam depan sekolah tuh. Sekarang mau lo apa?" kata Anita.


"Gue mau kasih perhitungan sama Gilang." Gita menatap Fara dan Anita.


"Perhitungan apa?"


"Gue mau kerjain dia."


"Caranya?" tanya Anita.


"Ya gue belum tahu makanya mau minta saran kalian."


"Gue dengar-dengar nih Kak Gilang itu takut banget sama kecoa dan ruangan gelap." Kata Fara.


"Oiya?" Kata Anita dan Gita bersamaan.


"Iya, katanya waktu SMP pernah tuh dia nggak sengaja ke kunci di gudang dan di sana gelap dan banyak kecoanya. Eh pingsan deh." Fara menceritakan desas-desus gosip dari beberapa orang.


"Wah keren tuh kalau sampai buat dia pingsan." Gita tersenyum jahat.


"Tapi caranya gimana?" tanya Anita.


"Ya kita bawa aja Gilang ke gudang."


"Eh... ngajak Gilang itu nggak segampang kita suruh Arvian." kaya Anita.

__ADS_1


"Ya tinggal bilang di tunggu Gita di gudang atau Gita yang minta tolong gitu." Fara memberikan ide.


"Ah.. boleh gue tuh idenya. Ok nanti istirahat terakhir bantuin gue ya." kata Gita.


__ADS_2