
Rutinitas kembali seperti semula, semua sibuk di kantor dengan tugasnya masing-masing. Gilang tidak lupa dengan permintaan Gita untuk memindakan Bella ke team mereka. Setelah mempertimbangkan semuanya Gilang pun menyetujuhinya.
"Lila, panggil semua team kita akan ada rapat sebentar." Gilang menelpon Lila.
"Baik Pak."
Sepuluh menit dari Lila menyampaikan pesan kepada para karyawab terkait mereka sudah terkumpul di ruang rapat.
"Selamat siang semua." Sapa Gilang.
"Selamat siang." Jawab serentak.
"Teman-teman semua, saya ada proyek baru untuk pabrik baju terbaru yang akan louncing. Saya mau team Win yang pegang. Selain itu akan ada sedikit perubahan untuk team."
"Maksudnya perubahan team?" tanya Ratna.
"Kamu Bella, mulai hari pindah team Win. Nanti akan ada satu orang lagi masuk ke team kamu." Jelas Gilang.
"Baik Pak terima kasih." Kata Bella dengan sangat bahagia. Dia biasanya sangat tertekan dengan team Ratna dengan Gilang memindahnya itu sebuah keajaiban yang luar bias baginya.
"Win, setelah ini kamu ke ruangan saya dulu." Kata Gilang.
"Baik Pak."
Gita mengangkat dua jempol untuk Gilang karena dia memenuhi permintaannya. Gilang tersenyum lalu kembali ke ruangannya.
"Wah.. ada apa nih sampai-sampai teman saru team di pindah, apa mulai tidak kompeten?" sindir Nino.
"Ya biasanya kalau orang curang tuh nggak akan bertahan lama." sahut Vian.
"Jangan terlalu bangga, Bella di buang ke team kalian karena kinerja dia yang buruk makanya di lempar ke team lo." kata Catrin nggak terima di katakan teamnya yang bermasalah.
"Udah iyain saja, biar cepat. Ayo kita kembali ke ruangan kita banyak kerja." Gita menaikan kedua alisnya lalu merangkul Bella mengajaknya ke ruangan mereka.
"Yukk...yuk..." Nino menggiring anggotanya keluar buru-buru.
"Awas ya kalian!" kata Catrin kesal sekali.
...♤♡♡♡♤...
Gita heboh ngobrol sama Fara, Ina dan Bella, tangannya penuh sekali dengan makanan ringan.
__ADS_1
Rima yang baru saja mengunjungi Gilang berhenti sekejam, dia memastikan orang yang di lihatnya itu benar anak mantunya.
"Maaf, itu yang bawa makanan di tangannya benar Gita?" tanya Rima.
"Iya Buk, dia yang bernama Gita." Catrin melihat Rima dari ujung kaki sampai ujung kepala karena seperti mengenal perempuan paruh baya itu.
"Ah.. mamanya Pak Gilang." Batinya.
"Dia memang seperti itu buk, orang ceroboh, datang ke kantor seenanknya mana nggak ada prestasinya lagi di kantor. Kemarin waktu dia mendapatkan proyek pertamanya saja gagal, bikin malu perusahaan dan juga nama Bos Gilang." Catrin mencoba menghasut Rima agar menilai Gita dengan jelek.
"Oiya?"
"Iya, tak hanya itu. Dia juga sering menggoda bos dan juga laki-laki lain." Catrin semakin jadi.
"Lebih parahnya dia nggak terima kalau proyek di lempar ke team saya, jadi dia iri sekali sengaja terus ingin merendahkan saya." katanya dengan muka si buat sedih agar di kasihani oleh Rima.
"Benarkah seperti itu?" Rima melipat ke dua tangannya lalu menatap Gita yang masih asyik dengan Fara dan Bella.
"Iya Buk, padahal saya nggak pernah meminta itu. Tapi Pak Gilang yang memberikan proyek itu. Dia juga menghasut salah satu teman satu team untuk pindah denganya.
"Terima kasih ya." Kata Rima sambil menepuk pundak Catrin.
"Sama-sama buk." Catrin menundukan kepalanya. Dia berlagak sopan sekali untuk mendapatkan perhatian dari Rima. Rima mengurungkan diri untuk pulang, dia kembali lagi ke ruangan Gilang.
...♡♤♤♤♡...
"Maaf Pak, ada apa ya Bapak menyuruh saya kemari?" tanya Win.
"Saya akan membahas tentang proyek yang saya berikan kali ini. Proyek akan di mulai minggu depan. Saya mau kalian bekerja dengan sangat keras. Bella sayang pandai di bagian pemasaran saya mau kamu bimbing dia." Kata Gilang.
"Baik Bos."
"Oiya, produk kali ini sangat spesial. Saya mau Gita dan Fara memberikan beberapa desain limited edition untuk baju yang akan reles ini." Kata Gilang.
"Baik Bos."
Gleeeekkkkk! pintu terbuka sangat keras membuat Gilang dan Win langsung menoleh ke arah pintu.
"Gilang, kenapa kamu mempekerjakan orang seperti itu. Berani sekali mengatai mantu mama." Rima marah-marah.
"Ma..tenang, mama ngomong apaan sih?" Gilang menyamperin Rima. "Win, kamu boleh ke kembali bekerja lagi." kata Gilang sambil mengajak Rima duduk.
__ADS_1
"Mama kenapa?"
"Tadi di depan ada yang ngatain Gita, masa di bilang genit, iri dan banyak lagi. Mama nggak terima kenapa bisa-bisanya kamu mempekerjakan orang seperti itu." Rima jengkel. "Berani sekali di mengati calon istri pemilik perusahaan." omel Rima.
"Ma, mereka nggak tahu kalau kita pacaran. jadi mereka yang nggak suka Gita pasti akan seenaknya." Kata Gilang.
"Kalian kenapa harus menyembunyikan, panggil Gita sekarang mama mau bicara sama Gita." Rima menyuruh Gilang membawa ke hadapannya.
Gilang menelpon Lila, dan meminta dia membawa Gita kr rungannya. Tak selang lama pintu terketuk Lila masuk membawa Gita.
"Permisi Pak, Buk."
"Iya, makasih kamu bisa kembali bekerja." suruh Gilang. Lila mengangguk lalu meninggalkan ruangan Gilang.
Rima melebarkan kedua tanganya, "Kemarilah sayang."
Gita langsung berlari dan memeluk Rima.
"Kangen banget sama mama, kok kesini nggak bilang-bilang."
"Iya tadi mama lewat saja, Gita mama mau tanya kenapa kamu merahasiakan hubungan kamu sama Gilang."
"Ma, Gita itu nggak mau di spesialkan sama orang-orang kantor. Gita juga mau tahu mana yang tulus dan juga mana yang nggak sama Gita." Jelas Gita, tidak ada maksud apa-apa dia menyembunyikan hubungannya dengan Gilang.
"Kamu itu ya, kan seharusnya kamu di istimewakan disini." Ujar Rima.
"Mama tenang saja Gita baik-baik saja, meskipun mereka tidak mengistiwewakan Gita. Gita selalu teristimewa sama Kak Gilang." Gombal Gita.
"Kamu tuh bisa saja." Rima menyentuh hidung Gita.
"Kalau begitu mama mau pulang dulu ya." Rima mencium kening Gita. "Gilang jaga menantu mama, jangan sampai ada yang menjaili dia. Seperti karyawan kamu tadi."
"Iya mama sayang, mama cantik." Gilang mencium mamanya.
"Ya sudah mama pulang."
Gilang berjalan mengikuti mamanya, namun Gita masih diam di tempat.
"Kamu ngapain masih berdiri disitu?" tanya Gilang.
"Kan aku belum kamu cium." kata Gita dengan wajah datar. Gilang seketika langsung terkekeh, memdengar jawaban Gita. Dia mendekati Gita lalu mencium kening Gita.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ciuman Gita langsung lari keluar lebih dulu, untuk mengantar Rima.
"Dasar Gita..."