Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Keberangkatan


__ADS_3

Pagi ini team GG entertaimen pergi ke


puncak untuk shoting film pendek yang sudah di jadwalkan. Gita turun buru-buru


waktunya sudah sangat mepet, dia memang suka datang mepet malas kalau dia yang


harus menunggu orang-orang.


“Kamu mau ke luar kota masih saja bangun


siang.” Omel Wanda.


“Nggak sengaja ma, habisnya drakornya


bikin nagih yah gimana lagi ya.” Kata Gita sambil memakai sepatunya.


“Sini mama bawain kopernya.” Wanda


menyeret kopernya ke luar untuk lebih dulu di masukan ke mobil.


“Sayang, buruan jangan sebentar lagi


telat.” Seru Wanda dari luar.


“Iya Ma.” Jawab Gita.


“Jangan lupa sarapanya di bawa aja, di


makan di mobil.”


Gita bergegas naik ke mobil, dia membuka


bekal yang sudah di siapkan sama mamanya. Baru mau keluar dari garasi mobil


Gilang datang menjemput Gita.


“Itu mobilnya Gilang kan Ta?” tanya


Wanda.


“Iya Ma, ngapain ya kesini?” tanya Gita


sambil memasukan nasi goreng buatan mamanya.


“Ya pastinya cari kamu, kan kamu


pacarnya masa ya cari Bik Nana.” Wanda menggelngkan kepalanya. Anak bontotnya


itu suka tidak jelas.


“Benar juga.” Gita membuka pintu lalu


keluar nyamperin Gilang sedangkan Wanda hanya membuka kaca mobilnya.


“Kak Gilang kenapa kesini?” tanya Gita.


“Mau jemput kamu, gimana sih di wa nggak


di bales di telpon nggak di angkat aku cek di kantor belum datang juga.” Ujar


Gilang sambil mencium tangan Wanda.


“Mana sempat dia cek hpnya Gilang, orang


dia saja baru bangun langsung buru-buru berangkat.” Wanda turun dari mobil.


“Kamu begadang ya?” tanya Gilang dengan


tatapan tajam.


“He...he..he..” Gita meringis.


“Iya, kebiasaan itu kalau nonton drama


sampai pagi. Udah diingetin iya..iya satu episode doang kenyataannya sampai


pagi. Giliran bangun kesiangan bikin buru-buru karena sudah telat ke kantornya.


Gilang menunjuk Gita, semalam dia juga


sudah pamit tidur dan ternyata dia hanya mau menonton drakor kesayangannya.


“Ah..iya..iya.. ayo kita berangkat nanti


Gita semakin telat.” Gita menari tangan Gilang agar masuk ke mobil biar dia


tidak terus mengomel memarahinya.


“Gita..Gita kopernya.” Panggil mamanya.


“Dasar ceroboh.” Gilang mengambil koper


milik Gita lalu memasukan ke bagasi mobilnya.


Sedangkan Gita masuk ke mobil memasang

__ADS_1


sabuk pengamannya, dia kembali meneruskan sarapannya yang tertunda.


“Kamu kenapa susah banget sih di


bilangin.” Gilang mulai mengomel.


“Jangan salahin Gita dong, kenapa


drakornya seru, bagus kan aku jadi tertarik. Atau nggak salahin saja hpnya


kenapa nggak mati saja biar aku nggak melihatnya.” Kata Gita tidak mau di


salahin.


“Masih saja nggak mau ngaku salah.”


Gilang menyentil kening Gita.


“Aaa..” jeritnya manja.


“Makanya kalau di kasih tahu jangan


ngeyel, kalau di suruh tidur ya tidur jangan malah begadang lihat tuh area mata


kamu hitam seperti itu.” Tujuk Gilang.


“Iyaa.. nggak akan di ulangi lagi. Kamu


sama mama sama jasa, pagi-pagi sudah ngomel saja. Pagi-pagi tuh di bikin senang


biar semangat dan moodnya baik.” Oceh Gita.


Gilang menghentikan mobilnya mendadak,


Gita kaget lalu menoleh ke arah Gilang dan wajah Gilang sudah sangat dekat


dengannya.


“Kak Gilang, ngapain kok deket-deket.”


Gita mendorong Gilang.


Gilang membuka sabuk pengamannya, dia


lebih mendekat ke arah Gita. Gita sudah deg-degan tidak karuan dia baru saja


melihat drama korean yang berdegan romantis di dalam mobil.


Gita memejamkan matanya, Gilang


tersenyum karena Gita pasti berpikir kalau dirinya akan menciumnya.


pintu mobilnya.


“Ah..” Gita membuka mata sambil melongo,


dia tiba-tiba malu sendiri dengan pikirannya.


“Udah sampai, kamu nggak mau kan aku


anterin sampai di dalam kantor.” Kata Gilang.


“Iya...iyaa.. kenapa cepat banget sih. Mana


seminggu ke depan kita nggak akan ketemu.” Keluh Gita.


“Kata siapa kita nggak akan ketemu, aku


akan segera menyusul kalau urusan aku sudah selesai.” Jelas Gilang.


“Beneran?”


“Em.. kamu jaga diri ya disana. Jangan


dekat-dekat sama cowok-cowok yang mau menggoda kamu. Ingat hindari hal-hal yang


romantis atau membuat cowok tertarik sama kamu. Kalau kamu butuh sesuatu minta tolong saja sama Vian.” Gilang memberi wejangan kepada Gita.


“Laksanakan komandan.” Kata Gita. Gita


masih belum keluar juga meskipun pintu mobilnya sudah terbuka.


“Kenapa kok nggak keluar?” tanya Gilang.


“Apa begitu saja pamitan kita, kamu


nggak mau memberikan sesuatu yang buat aku semangat gitu?” tanya Gita.


“Memangnya kamu mau apa? Semua bekal


juga sudah di beli. Kalau kamu butuh uang nanti aku transfer.” Kata Gilang.


“Ih.. bukan itu.” Kata Gita.


“Terus apa?” tanya Gilang.

__ADS_1


“Udah ah nggak jadi.” Gita manyun dia


kesal karena Gilang tidak peka.


Gilang ikut turun lalu menurunkan koper


dari bagasi mobilnya. Gilang menarik Gita ke dalam pelukannya, dia mencium


kening Gita.


“Hati-hati ya sayang, ingat semua pesan


aku tadi. I love you.” Gilang merekatkan pelukannya sebentar.


“I love you too. Kamu jangan lama-lama


ya datangnya.”


“Iya sayang. Udah sana nanti kamu di


marahin yang lain kalau nggak buru-buru kesana.” Kata Gilang sambil


mengacak-acak rambut Gita.


“Da..da..” Gita melambaikan tangan


sambil berlari ke kantor.


Dan benar disana tinggal menunggu Gita


saja, Win, Ina dan Nino berkacak pinggang dengan kedua mata melotot.


“Ya ampun Gita, darimana saja kamu?” Ina


mulai mengomel.


“Dari rumah, maaf taksinya lama banget mana Gita di turunkan di jalan.” Gita mengarang cerita agar dia di maklumi. Toh dia telat juga gara-gara Gilang bosnya GG entertaiment jadi nggak masalah harusnya.


“Kebiasaan, buruan naik bus.” Win


menjewer Gita sambil mengajaknya naik kedalam bus.


“Mas..Mas Win sakit.” Gita memegaingi


telingannya.


“Makanya lo tuh jangan selalu bikin gue


jantungan, ada aja tingkah lo yang bikin gue hampir di lempar dari perusahaan


ini.” Kata Win.


“Ih.. Mas Win tenang saja. Aksi Gita itu


masih wajar kok belum ekstrim.” Sahut Fara.


“Jangan aneh-aneh lo deh ngomongnya.”


Kata Gita.


“Sudah kalian berdua duduk yang tenang.”


“Mas Win, koper Gita masih di luar tuh


belum masuk bagasi.” Gita menujuk kopernya.


“Ya ampun Gita, lo ngerjain gue mulu


deh,”


“Kok Gita lagi yang di salahin, kan mas


Win yang tarik-tarik Gita.”


“Win, bisa nggak sih lo lebih cepat


sedikit. Udah teamnya molor masih aja saja drma yang nggak penting begini.


Bagiaman GG entertaiment mau maju kalau pegawainya seperti ini.” Kata Ratna.


“Kalau kalian memang nggak berniat


bekerja keluar saja deh dari perusahaan, bikin rugi saja.” Sahut Catrin.


“Sabda nenek lampir yang tidak pernah


berganti, kenapa nggak lo saja yang keluar lagian ini juga belum terlambat


banget. Kita masih menunggu kedatangan bos baru berangkat.”Fara nggak mau


teamnya di hina.


“Nyamber aja lo kayak burung.”


“Mending gue kayak burung dari pada lo

__ADS_1


kayak nenek lampir.” Balas Fara.


“Sudah-sudah, jangan di perpanjang lagi.”


__ADS_2