
Pagi ini team GG entertaimen pergi ke
puncak untuk shoting film pendek yang sudah di jadwalkan. Gita turun buru-buru
waktunya sudah sangat mepet, dia memang suka datang mepet malas kalau dia yang
harus menunggu orang-orang.
“Kamu mau ke luar kota masih saja bangun
siang.” Omel Wanda.
“Nggak sengaja ma, habisnya drakornya
bikin nagih yah gimana lagi ya.” Kata Gita sambil memakai sepatunya.
“Sini mama bawain kopernya.” Wanda
menyeret kopernya ke luar untuk lebih dulu di masukan ke mobil.
“Sayang, buruan jangan sebentar lagi
telat.” Seru Wanda dari luar.
“Iya Ma.” Jawab Gita.
“Jangan lupa sarapanya di bawa aja, di
makan di mobil.”
Gita bergegas naik ke mobil, dia membuka
bekal yang sudah di siapkan sama mamanya. Baru mau keluar dari garasi mobil
Gilang datang menjemput Gita.
“Itu mobilnya Gilang kan Ta?” tanya
Wanda.
“Iya Ma, ngapain ya kesini?” tanya Gita
sambil memasukan nasi goreng buatan mamanya.
“Ya pastinya cari kamu, kan kamu
pacarnya masa ya cari Bik Nana.” Wanda menggelngkan kepalanya. Anak bontotnya
itu suka tidak jelas.
“Benar juga.” Gita membuka pintu lalu
keluar nyamperin Gilang sedangkan Wanda hanya membuka kaca mobilnya.
“Kak Gilang kenapa kesini?” tanya Gita.
“Mau jemput kamu, gimana sih di wa nggak
di bales di telpon nggak di angkat aku cek di kantor belum datang juga.” Ujar
Gilang sambil mencium tangan Wanda.
“Mana sempat dia cek hpnya Gilang, orang
dia saja baru bangun langsung buru-buru berangkat.” Wanda turun dari mobil.
“Kamu begadang ya?” tanya Gilang dengan
tatapan tajam.
“He...he..he..” Gita meringis.
“Iya, kebiasaan itu kalau nonton drama
sampai pagi. Udah diingetin iya..iya satu episode doang kenyataannya sampai
pagi. Giliran bangun kesiangan bikin buru-buru karena sudah telat ke kantornya.
Gilang menunjuk Gita, semalam dia juga
sudah pamit tidur dan ternyata dia hanya mau menonton drakor kesayangannya.
“Ah..iya..iya.. ayo kita berangkat nanti
Gita semakin telat.” Gita menari tangan Gilang agar masuk ke mobil biar dia
tidak terus mengomel memarahinya.
“Gita..Gita kopernya.” Panggil mamanya.
“Dasar ceroboh.” Gilang mengambil koper
milik Gita lalu memasukan ke bagasi mobilnya.
Sedangkan Gita masuk ke mobil memasang
__ADS_1
sabuk pengamannya, dia kembali meneruskan sarapannya yang tertunda.
“Kamu kenapa susah banget sih di
bilangin.” Gilang mulai mengomel.
“Jangan salahin Gita dong, kenapa
drakornya seru, bagus kan aku jadi tertarik. Atau nggak salahin saja hpnya
kenapa nggak mati saja biar aku nggak melihatnya.” Kata Gita tidak mau di
salahin.
“Masih saja nggak mau ngaku salah.”
Gilang menyentil kening Gita.
“Aaa..” jeritnya manja.
“Makanya kalau di kasih tahu jangan
ngeyel, kalau di suruh tidur ya tidur jangan malah begadang lihat tuh area mata
kamu hitam seperti itu.” Tujuk Gilang.
“Iyaa.. nggak akan di ulangi lagi. Kamu
sama mama sama jasa, pagi-pagi sudah ngomel saja. Pagi-pagi tuh di bikin senang
biar semangat dan moodnya baik.” Oceh Gita.
Gilang menghentikan mobilnya mendadak,
Gita kaget lalu menoleh ke arah Gilang dan wajah Gilang sudah sangat dekat
dengannya.
“Kak Gilang, ngapain kok deket-deket.”
Gita mendorong Gilang.
Gilang membuka sabuk pengamannya, dia
lebih mendekat ke arah Gita. Gita sudah deg-degan tidak karuan dia baru saja
melihat drama korean yang berdegan romantis di dalam mobil.
Gita memejamkan matanya, Gilang
tersenyum karena Gita pasti berpikir kalau dirinya akan menciumnya.
pintu mobilnya.
“Ah..” Gita membuka mata sambil melongo,
dia tiba-tiba malu sendiri dengan pikirannya.
“Udah sampai, kamu nggak mau kan aku
anterin sampai di dalam kantor.” Kata Gilang.
“Iya...iyaa.. kenapa cepat banget sih. Mana
seminggu ke depan kita nggak akan ketemu.” Keluh Gita.
“Kata siapa kita nggak akan ketemu, aku
akan segera menyusul kalau urusan aku sudah selesai.” Jelas Gilang.
“Beneran?”
“Em.. kamu jaga diri ya disana. Jangan
dekat-dekat sama cowok-cowok yang mau menggoda kamu. Ingat hindari hal-hal yang
romantis atau membuat cowok tertarik sama kamu. Kalau kamu butuh sesuatu minta tolong saja sama Vian.” Gilang memberi wejangan kepada Gita.
“Laksanakan komandan.” Kata Gita. Gita
masih belum keluar juga meskipun pintu mobilnya sudah terbuka.
“Kenapa kok nggak keluar?” tanya Gilang.
“Apa begitu saja pamitan kita, kamu
nggak mau memberikan sesuatu yang buat aku semangat gitu?” tanya Gita.
“Memangnya kamu mau apa? Semua bekal
juga sudah di beli. Kalau kamu butuh uang nanti aku transfer.” Kata Gilang.
“Ih.. bukan itu.” Kata Gita.
“Terus apa?” tanya Gilang.
__ADS_1
“Udah ah nggak jadi.” Gita manyun dia
kesal karena Gilang tidak peka.
Gilang ikut turun lalu menurunkan koper
dari bagasi mobilnya. Gilang menarik Gita ke dalam pelukannya, dia mencium
kening Gita.
“Hati-hati ya sayang, ingat semua pesan
aku tadi. I love you.” Gilang merekatkan pelukannya sebentar.
“I love you too. Kamu jangan lama-lama
ya datangnya.”
“Iya sayang. Udah sana nanti kamu di
marahin yang lain kalau nggak buru-buru kesana.” Kata Gilang sambil
mengacak-acak rambut Gita.
“Da..da..” Gita melambaikan tangan
sambil berlari ke kantor.
Dan benar disana tinggal menunggu Gita
saja, Win, Ina dan Nino berkacak pinggang dengan kedua mata melotot.
“Ya ampun Gita, darimana saja kamu?” Ina
mulai mengomel.
“Dari rumah, maaf taksinya lama banget mana Gita di turunkan di jalan.” Gita mengarang cerita agar dia di maklumi. Toh dia telat juga gara-gara Gilang bosnya GG entertaiment jadi nggak masalah harusnya.
“Kebiasaan, buruan naik bus.” Win
menjewer Gita sambil mengajaknya naik kedalam bus.
“Mas..Mas Win sakit.” Gita memegaingi
telingannya.
“Makanya lo tuh jangan selalu bikin gue
jantungan, ada aja tingkah lo yang bikin gue hampir di lempar dari perusahaan
ini.” Kata Win.
“Ih.. Mas Win tenang saja. Aksi Gita itu
masih wajar kok belum ekstrim.” Sahut Fara.
“Jangan aneh-aneh lo deh ngomongnya.”
Kata Gita.
“Sudah kalian berdua duduk yang tenang.”
“Mas Win, koper Gita masih di luar tuh
belum masuk bagasi.” Gita menujuk kopernya.
“Ya ampun Gita, lo ngerjain gue mulu
deh,”
“Kok Gita lagi yang di salahin, kan mas
Win yang tarik-tarik Gita.”
“Win, bisa nggak sih lo lebih cepat
sedikit. Udah teamnya molor masih aja saja drma yang nggak penting begini.
Bagiaman GG entertaiment mau maju kalau pegawainya seperti ini.” Kata Ratna.
“Kalau kalian memang nggak berniat
bekerja keluar saja deh dari perusahaan, bikin rugi saja.” Sahut Catrin.
“Sabda nenek lampir yang tidak pernah
berganti, kenapa nggak lo saja yang keluar lagian ini juga belum terlambat
banget. Kita masih menunggu kedatangan bos baru berangkat.”Fara nggak mau
teamnya di hina.
“Nyamber aja lo kayak burung.”
“Mending gue kayak burung dari pada lo
__ADS_1
kayak nenek lampir.” Balas Fara.
“Sudah-sudah, jangan di perpanjang lagi.”