Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Suara Hati Gilang (Malam Pertama)


__ADS_3

Malam pertama adalah malam yang sangat di tunggu oleh Gilang, dimana dia akan bisa berhubungan lebih intim lagi dengan Gita. Gilang memasukki hotel langsung saja mandi seperti permintaan Gita. Meskipun sebenarnya dia tidak ingin  ngapa-ngapain hanya ingin bersama Gita saja. Gilang masuk kamar mandi menghidupka shower.


“Bagaimana ini yah memulainnya, kenapa jadi gugup seperti ini.” Kata Gilang tiba-tiba gugup dan membuat kata-kata yang sudah dia rancang hilang.


Gilang mandi tidak memakan waktu yang lama, dia berdiri di depan pintu sembari manarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan gugupnya. Dia harus terlihat cool di depan Gita agar dia terpesona dengannya.


Saat membuka pintu dia melihat Gita yang bengong melihat dirinya, membuat ide muncul di kepalanya untuk menggodanya. Gilang sengaja mendekati Gita dan membiarkan Gita mencium aroma tubuhnya dan juga menyentuh perutnya. Dia menunjukan wajah cool, namun sebenarnya dalam hati dia bergetar.


Dia memberanikan diri mendorong pelan Gita ke kasur, dia semakin mendekatkan wajahnya. Dia yang ingin menggoda Gita saja  namun dirinyalah yang lebih dulu tergoda dengan wajah manis Gita. Namun sayangnya Gita menolak dan berlari masuk kamar mandi.


“Huuft, kenapa gue yang jadi panas dingin seperti ini.” Kata Gilang sembari beranjak untuk mengganti baju.


Gilang duduk memainkan game di ponselnya untuk menunggu Gita selesai mandi dan mengajaknya makan malam. Gilang mematikan gamenya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Dia melihat Gita sangat sexy malam ini, dia menelan ludah tubuhnya tiba-tiba memanas. Dia tak berjalan mendekati Gita dan beralasan membantu mengeringkan rambut Gita.


Dia sebenarnya ingin lebih dekat dan merasakan wangi tubuh Gita yang hanya terbalut piama sexy itu.


“Ya Tuhan, aku sudah tidak bisa menahannya.” Batin Gilang sambil mengalihkan pandangannya dari tubuh Gita.


Namun usahanya sia-sia, dia tetap tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Gita. Tangannya reflek menggendong Gita, dia membawa Gita ke ranjang karena  dia sudah tidak sanggup lagi menahanya. Gilang langsung mencium bibir Gita, dia sangat hati-hati menciumnya takut Gita akan menolaknya. Namun Gita memberikan respon membuatnya merasa senang dan ingin meniikmati yang lainnya.


“Sayang, kamu tidak menolak membuat aku semakin ingin melakukannya.” Batin Gilang. Tubuhnya sudah semakin panas hasratnya semakin tidak bisa terbendung.


“Ah..aku akan mecoba lehernya.” Batin Gilang. Dia pun langsung melakukannya,  dan Gita kembali memberikan respon kepadanya. Membuat dia yakin Gita juga menginginkannya. Gilang tak sabar ingin menanggalkan baju yang mmebalut tubuh Gita.


“Sayang..” Suara Gita yang lirih itu menyadarkan Gilang. Dan perkataan belum siap membuat Gilang kecewa karena dia sudah sangat menginginkannya. Namun dia tidak mau memaksa jadi dia hanya memberikan senyuman dan mengatakan tidak apa-apa.

__ADS_1


Gita sudah tidur terlelap, dia hanya bisa mondar-mandir menahan rasa agar tidak menyentuh Gita. Namun tubuh Gita yang terbalut piyama sexy membuat dirinya panas dan ingin mendekapnya.


“Tahan Gilang, tahan.”


“Ashh.. sialan!” umpatnya sambil membawa ponsel keluar kamarnya karena dia tidak bisa menahannya.


Dia lebih baik keluar tidak melihat Gita yang sedang tidur, dan ternyata yang dia rasa sama dengan Raka mereka berdua akhirnya jalan-jalan di tepi pantai.


“Kenapa lo kesini?” tanya Raka.


“Gue rasa kita memiliki nasib yang sama, jadi gue tidak perlu memberikan jawaban


bukan.” Jawab Gilang dengan sedikit tawa.


“Yah, gue tidak bisa memaksanya untuk melakukannya.” Kata Raka yang sama-sama gagal melakukan malam pertama karena Fara meminta untuk menundanya.


“Ya sudahlah, nasib kita menikahi sama cewek yang benar-benar lugu. Mereka harus benar-benar menyiapkan mental untuk melakukannya meskipun kita ini suaminya.”


“Yah.. sabar saja. Semoga kita besok bisa mendapatkannya. Jadi nggak sia-sia kita ajak mereka jauh-jauh kesini.” Ujar Gilang.


Hari  kedua sore pun tiba, Gilang berniat untuk mencoba melakukan malam pertamanya lagi. Dia ingin mencoba perlahan-lahan kepada Gita. Tapi dia juga tidak akan memaksa Gita untuk melakukannya jika memang dia belum siap.


Seperti biasa selesai dia mandi, Gita pasti akan melotot melihat tubuhnya jadi semakin sengaja Gilang membiarkan ttubuhnya terlihat. Dia berharap bisa memancing Gita untuk meresponya.


“Kamu mau menggodaku?”

__ADS_1


Gilang tersenyum, “Tentu saja, aku akan mengodamu. Ah bukan kamu yang terus menggodaku” Batin Gilang.


Melihat ekspresi Gita, Gilang menyangka tidak akan mendapatkannya lagi malam ini. Jadi dia hanya menggoda Gita saja tanpa berharap lebih. Dia berada di atas Gita dengan mengunci tubuhnya. Gilang menelan ludah melihat Gita semakin sexy saja. Lekuk tubuhnya membuat dia terhipnotis dan ingin menerkamnya.


“Ya Tuhan, kenapa aku justru lagi yang tergoda lagi. Ingin sekali aku melakukannya.” Batin Gilang ketar-ketir. Darahnya mengalir semakin cepat jantungnya berdebar cepat. Tubuhnya yang baru saja mandi tiba-tiba berkeringat.


Gilang mengusap lembut wajah Gita, dia benar-benar tidak bisa menahanya. Gilang memulai ciuman dari bagian belakang telinga Gita, dan dia pun langusng membungkam bibir Gita ******* dengan lembut. Menikmati bibir Gita yang terasa lembut, dan manis membuatnya meleleh.


“Kenapa dia tidak melawan, kenapa justru meresponku seperti ini. Apa benar dia sudah siap? Atau dia akan menggagalkan di tengah lagi?” Gilang menciumi Gita dengan berpikir keras.


Gilang sudah di buat panas oleh Gita, dia semakin ingin. Gilang menelusuri ke bawah mencium leher pundak milik Gita. Dia mencoba menanggalkan lingerie milik Gita. Gita pun tak menahannya, dia membiarkan Gilang melakukannya.


“Apa ini? Apa ini bertanda.” Batinya.


“Apa benar ini tanda aku boleh melakukannya” Batinnya lagi sembari dia mencium dua makhota Gita yang membuatnya sangat panas. Menelusuri bagian perut naik ke dada dan meraih bibirnya lagi. Dia ingin meledak karena di buat semakin panas saja.


“Kenapa semakin merespon, aku benar-benar tidak tahan ingin bermain.” Batinya sembari melepaskan kaitan dalaman milik Gita. Tak lama kaitannyan pun  berhasil terbuka dia pun langsung mengecup makhotanya. Tangannya membuang ********** ke sembarang. Gita dia mengikuti permainan dari Gilang, bahkan responnya semakin tinggi terhadapnya.


“Apakah Gita juga sudah menginginkannya.” Batinya dengan terus memperdalam ciumannya.


“Baiklah, aku akan melakukannya.” Batinya sembari mengangkat tengkuk Gita. Memberikan ciuman, dan melakukan inti yang sudah Gilang tahan dari kemarin.


“Ah.. aku melakukannya. Terima ksaih sayang.” Batinya dengan melakukan permainan dengan ritme rendah. Dia tak berani menaikan ritme melihat Gita yang memejamkan mata dan menteskan air mata. Meskipun sangat lembut namu dia sangat puas karena telah melebur menjadi satu. Keinginanya memiliki Gita seutuhnya sudah


terpenuhi. Gita benar-benar resmi menjadi miliknya seutuhnya.

__ADS_1


“Maaf sayang, pasti aku menyakitimu. Tapi aku masih ingin melakukannya lagi.” batinnya dengan memacukannya lagi. Dia masih belum puas dan juga aji mumpung karena Gita sudah mau melakukannya. Gilang menjelajahi sekali lagi tubuh Gita, dan setelah puas dia pun berhenti melakukannya.


“Terima kasih sayang. I love you.” Bisik Gilang di telinga Gita.


__ADS_2