Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Menyerah!


__ADS_3

Gilang mendatangi kelas Gita, dan membuat satu kelas Gita gempar. Ada beberapa cewek yang centil memanggili nama Gilang. Namun Gilang cuek saja, dia langsung jalan ke tempat duduk Gita.


"Kak Gilang, cari siapa?" tanya Fara.


Gilang tak menjawab Fara, hanya saja matanya lurus menatap Gita.


"Kenapa ngeluhatin gue seperti itu?"tanya Gita. Gilang kembali tak menjawab, dia menarik tangan Gita dan mengajaknya keluar kelas.


"Eh.. eh... Kak lo mau bawa gue kemana?" Gita meronta mencoba melepaskan diri.


"Diem." Kata Gilang terus menarik tangan Gita. Gilang mengajak Gita ke belakang sekolah dekat gudang.


"Lo ngapain sih kak ajakin gue kesini?" tanya Gita sambil manyun. Dia mengusap pergelangan tangannya yang tadi di genggam erat sama Gilang.


"Lo kemarin ngirim surat mau ke temu gue ada apa?"tanya Gilang.


"Nggak jadi,"


"Kenapa?"


"Ya karena udah kelewat, jadi lo bawa gue kemari cuma mau bahas beginian."


"Gue minta maaf karena baru tahu semalam,jadi sekarang kasih tahu gue kenapa lo mau ketemu gue?" Gilang masih kepo.


"Kak, itu udah nggak penting lagian lo juga nggak akan senang mendengarnya." Gita mencoba pergi meninggalkan Gilang.


Gilang kembali menarik tangan Gita, di mendorong pelan ke tembok. Gilang menggunakan ke dua tangannya untuk mencegat Gita.


Mata mereka saling berpandang, jantung mereka pun saling berdetak tak beraturan.


"Katakan atau lo akan melihat akibatnya." bisik Gilang ke telingan Gita yang membuat Gita takut Gilang akan melakukan hal yang tidak dia inginkan.


"Tapi lo akan menyesal mendengarnya." katanya dengan gugup.


"Katakan." Gilang kembali membuat Gita ketkutan dengan mendekatkan wajahnya.


Gita mendorong tubuhnya meskipun dia sudah mentok tembok, dia mulai memejamkan matanya.


"Gue mau ngerjain lo!" teriaknya membuat Gilang sedikit shock.


"Ngerjain gue?" tanya Gilang lemas. Dia pikir Gita akan meminta maaf dan mau dekat dengannya.


"Iya, gue kesal sama lo karena lo mengambil orang-orang terdekat gue. Lo bisa nggak pergi dari kehidupan gue." Kata Gita masih dengan memejamkan matanya.


"Apa memang nggak ada hati buat gue sedikitpun?" tanya Gilang bergetar.


"Gue harus bilang berapa kali sih sama lo, gue itu nggak suka dan nggak akan pernah suka sama lo." Kata Gita masih menutup matanya.

__ADS_1


Gilang menurunkan tangannya, dia mendengus kesal lalu berbalik meninggalkan Gita.


"Kak..Kak Gilang." Panggil Gita ketika suasana berubah hening.


"Lah.. kemana Kak Gilang pergi main tinggalin gue aja." Gita menoleh kanan kiri. "Dasar nggak tanggung jawab." jawabnya lalu kembali ke kelasnya.


...◇◇◇◇◇...


Hatinya hancur, dia sudah berusaha sekuat tenaga namun kenyataanya dia tetap tak bisa mendapatkan Gita. Dia patah hati, dia capek dan memutuskan berhenti mengejar Gita.


Gilang main basket dengan emosi yang luar biasa. Raka yang melihat tersenyum lalu tepuk tangan waktu Gilang memasukkan bola namun gagal.


"Kasian tuh bola jadi tempat pelampiasan." kata Raka sambil mengambil bola.


"Gue kurang apa coba, kenapa Gita alergi banget sama gue?" kata Gilang dengan wajah kesal.


"Kurang cinta." Kata Raka sambil melempar bola ke dalam ring.


"Pendekatan gue selama ini juga sia-sia, gue dekat sama lo juga nggak ada pengaruhnya."


"Jadi lo menyesal berteman sama gue?"


"Bukan seperti itu, gue bakalan menyerah untuk mendekati Gita." kata Gilang membuat Raka terdiam sesaat. Lalu melempar lagi bola ke dalan ring.


"Ya kalau memang perjuangan lo tidak di hargai berhenti saja, daripada lo semakin sakit hati." Kata Raka sambil duduk di lantai.


"Terus gue harus berbuat apa?"


"Ya nggak heran saja, kenapa lo tidak melakukan pembelaan terhadap dia."


"Lang, kita itu tidak bisa memaksakan perasaan, kalau memang dia tidak punya perasaan sama lo ya gue bisa apa. Masa iya gue tahan lo agar terus mencintai orang terdekat gue. Itu namanya gue egois karena tidak memikirkan perasaan lo." kata Raka.


"Lo emang tertebest." Gilang mengangkat dua jempolnya. "Jadi lo nggak marahkan gur menyerah mendapatkan Gita."


"Pastinya tidak, gue tidak bisa memaksakan jodoh. Lagian kalau kalian di takdirkan bersama pasti akan bersama."


"Iya benar." Gilang menatap Raka lalu tertawa. Baru kali ini dia mempunyai teman yang bisa diajaknya diskusi. Dan yang lebih membuat terkejud sifat Raka yang susah di tebak. Dia bisa berubah-ubah, dia yang terlihat urakan, suka melanggar peraturan tapi dia memiliki sisi yang sangat baik. Dia bijak, dia juga sangat peduli dan penyayanh kepada orang terdekatnya.


"Kenapa lo melihat gue seperti itu, jangan pernah berpikir lo naksir gue ya." Raka sedikit geser.


"Gila aja gue masih normal."


"Lang, gimana kalau lo sama Qila aja." tiba-tiba Raka ingin menjomblangkan Qila dengan Gilang.


"Kenapa tiba-tiba?"


"Ya siapa tahu lo mau, dia cantik, baik, pinter pula. Cocok banget sama lo, serasi gitu gue lihatnya."

__ADS_1


"Cantikan juga Gita, gue rasa di lebih tulus dari pada orang lain." Gilang mengingat Gita lagi.


"Katanya lo mau lupain Gita kenapa bahas dia lagi."


"Ah.. iya lupa." Gilang menepuk jidatnya.


...◇◇◇◇◇...


"Raka!" teriak Gita ketika melihat Raka menuju tempat parkir.


"Apaan sih lo teriak-teriak."


"Lo darimana aja sih, gue udah tungguin lo dari tadi telpon nggak di angkat." Gita ngomel.


"Gue habis main basket sama Gilang." Raka menunjuk Gilang yang berjalan di belakangnya.


"Lo kenapa sekarang lebih pentingin dia daripada gue." Gita ngambek.


"Pentingin gimana sih, lo mulai aneh deh."


"Lo yang aneh, semenjak kenal Gilang lo cuek banget sama gue. Dulu kemana aja lo pergi gue di ajak sekarang gue di tinggal terus." Gita marah-marah.


"Ya gue kira lo pulang bareng Devan."


"Ka, gue nanti jemput lo jam tujuh malam." Kata Gilang.


"Ok, tenang nanti gue ajak Kak Qila gabung sama kita." Kata Raka.


"Apaan sih lo, udah gue cabut dulu." Gilang balik lebih dulu.


Mendengar percakapan Gilang dan Raka membuat Gita panas.


"Maksud lo apa pergi aja Kak Qila."


"Maksud gimana?" Raka memakai helmnya lalu menghidupkan mesinya.


Gita mematikan mesinya, "Nggak biasanya lo ngajakin Kak Qila. Kenapa nanti malam ngajakin Kak Qila, dan lo nggak ngajakin gue."


"Lo kan alergi banget sama Gilang, gimana gue mau ajakin lo."


"Ya tapi nggak gitu juga kan, lo menggantikan gue sama kak Qila."


"Siapa yang menggantikan lo coba, dengerin gue Kak Qila itu kayaknya naksir sama Gilang jadi gue mau comblangin mereka berdua."


"Oh!" kata Gita ketus.


"Ayo buruan naik." Raka menghidupkan kembali motornya.

__ADS_1


"Naik saja sendiri, gue mau balik sendiri." Gita menginjak kaki Raka lalu berlari ke luar sekolah mencari taksi.


__ADS_2