Cewek Gendutku

Cewek Gendutku
Cemburu


__ADS_3

Makan malam kali ini menjadi sangat


spesial bagi semua team karena kedatangan Gilang. Dan Gilang pun bilang akan


mengawasi langsung film yang kurang beberapa hari itu. Yang lebih menyenangkan


setiap kali Gilang ikut disitu makanan yang di siapkan pasti lebih lezat dari


pada tanpa Gilang.


“Baik, semua sudah berkumpul silahkan


kalian makan.” Gilang mempersilahkan makan.


Gita langsung berdiri, dia mengambil


piring besar dan siap memasukan semua makanan ke dalam piring bersama Fara.


“Bisa nggak kalian berdua tuh kalau


makan biasa saja.” Omel Vian.


“Heloo.. apa kabar dengan anda. Lihat noh


piring sudah mau penuh masih saja mencari tambahan.” Ujar Fara.


“Gita, lo mau ini nggak?” Fajar


membawakan udang saus padang.


“Ini saja Git, udang bakar enak banget.”


Radit tak mau kalah, dia membawa udang satu tusuk besar dengan harum yang


menggoda.


“Radit, lo bisa nggak sih jangan


ngikutin gue mulu.” Fajar lumayan kesal karena Radit selalu mengganggu usahanya


mendekati Gita.


“Siapa juga yang ngikutin lo, gue kesini


bawain makan buat Gita.” Kata Radit sambil menyodorkan udang bakar. Fajar


pun  tidak mau kalah, dia juga ikut


menyodorkan piring berisikan udang saus padang.


Fara memberikan kepada Gita piring yang


di pegangnya, kemudian mengambil udang saus padang dan juga udang bakarnya.


“Ini buat gue saja, Gita nggak makan


udang.” Kata Fara.


“Makasih ya, kalian berdua baik banget


padahal kita baru kenal loh.” Kata Vian sambil nyelomot udang di piring dan langsung melahapnya.


“Lo beneran nggak makan udang?” tanya


Fajar.


“Nggak, gue alergi udang.” Jawab Gita.


“Kalau gitu gue ambilin yang lain ya,


ayam bakar atau ikan?” Tanya Fajar dengan semangat.


“Gita lo mau makan apa? Bilang saja


nanti gue siapin buat lo.” Kata Radit.


“Radit, Fajar makasih ya tapi gue sudah


cukup makan ini. Kalian makan saja sediri jangan pikirkan gue.” Kata Gita.


“Atau kita keluar saja,  kita makan berdua ke restauran terdekat sini.” Ajak Radit.


Gilang melipat kedua tanganya, wajahnya


kesal melihat Gita sedang di dekati Fajar dan Radit. Api cemburu mulai membakar


hati Gilang.


“Pak, tidak makan?” tanya Lila. Gilang


yang terlalu fokus mengawasi Gita dari jauh tidak mendengar pertanyaan Lila.


“Pak.” Panggil Lila lagi sedikit dengan

__ADS_1


nada keras.


“Ya.” katanya sedikit meninggi membuat Lila kaget.


“Bapak Tidak makan?” tanya Lila lagi.


“Ini sedang mau makan.” Ucap Gilang


dengan kedua mata yang masih fokus menatap Gita.


“Mau saya siapkan?” tanya Lila.


“Tidak usah, saya ambil sendiri saja.


Kamu nikmati hidangannya.” Gilang berjalan mendekati Gita yang sedang di kerumuni para pesaingnya.


“Gita, mana makanan saya?” tanya Gilang


sembari menatapnya lekat. Awalnya Gita bingung namun tak lama dia tersadar.


“Ini Pak.” Gita memberikan piringnya dengan cepat.


“Bawa ke meja, dan temani saya makan.”


Ajak Gilang sambil berjalan lebih dulu, Gita pun mengekor di belakang Gilang.


“Pak boleh saya gabung?” tanya Fara.


“Ya.” Jawab Gilang.


Fara menyenggol tangan Vian agar dia


mengikuti dirinya untuk duduk bareng Gita dan Gilang. Radit dan Fajar juga tak


mau kalah dia ikut pergi bersama Vian dan Fara. Bahkan mereka berdua masih


berebut untuk duduk sama Gita.


“Kalian ngapain disini?” tanya Gilang.


“Mau makan bareng bapak.” Kata Fajar


sambil tersenyum.


“Hey, kalian lebih baik pindah tempat


deh.” Lila mengusir orang-orang yang mengerubungi Gilang, melihat Gilang sudah


Gilang berdiri, dia langsung pergi


meninggalkan tempat perjamuan makanan. Dia sudah tidak mood lagi untuk makan.


“Kalian tuh ya, cari masalah saja


terutama kamu Gita bisa nggak sih sehari saja nggak bikin ulah. Kamu lagi Radit


lo itu artis bagaimana kalau wartawan sampai tahu kelakuan kamu.” Lila memarahi


mereka semua.


"Gita nggak ngapa-ngapain loh mbak." kata Gita Gita menghela napas panjang lalu manyun kerena tingkah Radit dan Fajar membuat Gilang kesal.  Gita ikut berdiri lalu meninggalkan makannya yang belum tersentuh sama sekali.


“Git, mau kemana?” tanya Fara.


“Mau ke kamar ngantuk.” Jawabnya dengan berjalan cepat.


“Tapi lo belum makan.” serunya.


“Nggak lapar.” Jawabnya.


“Kalian berdua kenapa gangguin Gita sih,


lihat tuh dia jadi nggak mau makan.” Omel Vian.


“Memangnya apa yang salah sama Radit,


harusnya bersyukur Radit mau makan sama dia. Orang lain tuh pada ngejar-ngejar


pingin bisa makan sama Radit, dia sok-soan menolak.” Samber Catrin.


“Eh.. Gita tuh punya harga diri emangnya


lo, sama siapa-siapa mau. Ngomong aja lo iri kan sama Gita karena Radit mengajak Gita nggak ngajakin lo.” Fara menjulurkan lidahnya.


“Sudah..sudah, kalian jangan debat lagi


gue emang yang salah harusnya nggak mengganggu dia makan."


Gita menoleh kanan-kiri takut ada yang


ngikutin dia, setelah aman dia mengetuk pintu kamar Gilang.


Tok..Tok..Tok..

__ADS_1


“Kak Gilang.” Panggil Gita pelan dengan


mata masih beredar kesegala penjuru.


Gilang membuka pintu sedikt, Gita langsung


menelusup masuk. Gilang menutup pintu lalu menguncinya.


“Ada apa?” tanya Gilang dengan sedikit


ketus.


“Ih.. jangan ngambek dong.” Gita memeluk


Gilang.


“Siapa yang ngambek.” Kata Gilang, dia


belum membalas pelukan Gita karena kesal pacarnya itu menjadi rebutan cowok-cowok. Mana Gita tidak menghindar.


“Kamu.” Gita menyentuh hidung Gilang.


Gilang melepaskan pelukan Gita lalu


duduk di kasur, “Kenapa kamu kesini sudah selesai makan tuh sama fans-fans


kamu.” Sindir Gilang.


“Kak Gilang jangan salah paham dong, Gita


nggak ngapa-ngapain.” Gita memegang kedua tangan Gilang.


“Terus kenapa mereka ngejar-ngejar, kamu


ganjen ya?” tuduh Gilang.


“Ih nggak. Gita juga nggak tahu.” Gita membujuk Gilang agar tidak ngambek sama dia.


“Kamu pasti nggak mendengarkan kata-kata aku kemarin.”


Gilang melipat kedua tangannya, dan


memalingkan mukanya. Meskipun Gita sudah menjelaskan namun dia masih saja kesal.


“Kak.. jangan ngambek dong.” Gita


menarik kaos Gilang sambil merengek. Gita berjalan dan duduk di depan Gilang.


“Jangan ngambek, nanti Gita sedih.” Gita


memegang pipi Gilang dengan kedua tangannya.


Gilang masih diam saja, dia masih


cemburu dengan Radir dan  Fajar yang


terang-terangan di depan umum mengejar Gita.


Gita memajukan wajahnya, dia mencium


pipi Gilang. Dia mencoba membujuk Gilang dengan memberikan ciuman. Gilang tersenyum kecil melihat usaha Gita membujuknya.


“Kak Gilang, Gita nangis loh.” Gita


masuk ke dalam pelukan Gilang. Gilang tidak tega mendengar suara Gita yang


hampir menangis.


Dia membalas pelukan Gilang tak hanya itu dia memberikan ciuman di kening Gita. Gita tersenyum, dia mengangkat wajahnya untuk menatap Gilang.


Gita tanpa sadar meneteskan air matanya,


“Kamu kenapa menangis?” Gilang panik beneran melihat Gita menangis.


“Takut kamu nggak percaya sama Gita.”


Kata Gita.


“Aku akan selalu percaya sama kamu,


kalau aku nggak percaya sama kamu mungkin kita sudah putus sejak lama.” Gilang mengusap air mata Gita yang menetes di pipi Gita, kemudian dia mengusap bibir Gita  yang berwarna orange ke coklatan. Gilang memberikan ciuman lembut di bibir Gita, lalu menarik dalam Gita ke dalam pelukannya.


“Apa perlu aku pecat mereka berdua,


sekalin kita umumin saja kalau kita pacaran.” Kata Gilang.


“Jangan sekarang, Gita masih belum siap


melihat wajah-wajah orang yang sok baik sama Gita karena tahu kamu pacar aku.”


Gita mempererat pelukannya.


"Kamu masih saja memikirkan itu." kata Gilang."

__ADS_1


__ADS_2